King Of Universe

King Of Universe
Bab 10


__ADS_3

Setelah puas rebahan, Bima pun pergi ke dapur untuk mengecek apakah sudah ada bahan bahan makanan di sana.


"Belum ada bahan makanan bob?" tanya Bima.


[Stok kosong bos, terpaksa kau harus keluar untuk belanja]


"Uang dari mana bodoh!" ucap Bima bingung karena tabungannya mulai menipis.


[Kau kan ada inti core melimpah di inventaris Bos! tinggal jual padaku, terus bayaran! beres!]


"Jual jual!!" ucap Bima semangat.


[Mendapatkan 100 triliun! bersih setelah di potong pajak 50M]


"Pajakmu mahal sekali bob!" ucap Bima protes.


[Itu imbalan dari desain mahal rumah ini bos]


"Dasar pemeras!" ucap Bima kesal.


Setelah itu Bima mengambil sobekan kertas di kamarnya dan mencatat list belanjaan yang harus dia beli untuk melengkapi dapur yang masih kosong.


Setelah lengkap, Bima pun langsung tancap gas menuju supermarket terdekat untuk membeli kebutuhan bulanan. Bima membeli daging, ayam, ikan, beras, bumbu dapur, nugget ayam, sosis, mie instan, sayuran, buah buahan, makanan ringan, minuman berasa, minuman soda, dan lainya yang sekiranya akan berguna.


Setelah lengkap, Bima pun langsung membawa belanjaannya ke kasir untuk membayarnya. Setelah membayar, Bima pun pulang ke rumahnya, di tengah jalan Bima membeli makanan untuk lauk makan malam nanti.


Sesampainya di rumah, Bima langsung menata semua belanjaan di dapur dan kulkas. Setelah selesai, Bima pergi ke ruang keluarga menghidupkan TV dan duduk bersantai di sana.


Bima membuka jendela lalu menghidupkan rokoknya sembari menonton TV yang menyiarkan film lawan.


Keesokan harinya, Bima menghampiri teman temannya dan pergi ke Asosiasi untuk mengambil misi dua sekaligus.


[Tenang bos, kalau pihak Asosiasi ingin menyelidiki di Akademi, pihak Akademi sudah aku sogok uang 100 juta untuk tutup mulut atas kartu membermu]


'Cara kotor pun boleh lahh kalau terdesak!' ucap Bima.


"Kau yang urus vin, aku males urusan sama Asosiasi." ucap Bima.


"Okey." jawab Kevin setuju saja.


Kevin pergi ke resepsionis membawa berkas berkas yang di butuhkan dan mengambil dua misi kelas SSS sekaligus. Setelah beres semua, Kevin kembali menghampiri Bima dan teman-teman.


"Deket sih bim, ya udah gas." ucap Riski.


"Gas." jawab Bima beranjak pergi.


Mereka langsung tancap gas menuju lokasi portal pertama. Sesampainya di lokasi, mereka langsung masuk dengan persiapan senjatanya masing-masing.


Mereka muncul di tengah hamparan padang pasir dengan posisi langsung di kerubung ribuan monster kelas SSS.


"Waduwww!" ucap Bima kaget.


"Ayo cepat bim! portal sebelah posisi kritis soalnya." ucap Kevin.


"Baiklah, ayo!" jawab Bima mengeluarkan sepasang pedang hitam, salah satu pedang andalan buatan Hades yang di beri nama Pedang Penguasa.


"Cover ya." ucap Julian mengeluarkan tombaknya.


"Aman!" jawab Rizal menggenggam erat busurnya.


Setelah itu, Kevin, Julian dan Bima langsung melesat dengan kecepatan tinggi yang membuat Riski dan Rizal kebingungan mau cover bagaimana.


Crashh...


Crashh...


Crashh...


Tebasan demi tebasan di layangkan mereka bertiga yang membuat para monster tewas dengan mudah. Dari pada bingung cover tiga orang gila itu, Riski dan Rizal pun inisiatif membuat serangan area guna memperlambat gerakan para monster.


Hal ini tentu saja mempermudah Bima dan kedua sahabatnya membunuh para monster serta mempersingkat waktu mereka. Hanya dalam waktu 1 jam saja, mereka berlima sudah selesai membersihkan portal dan bergegas pergi keluar portal.


[100M pendapatan bersih dari penjualan tubuh dan inti core monster]


Setelah berhasil keluar portal, mereka langsung tancap gas menuju lokasi kedua yang berada di dekat alun-alun kota. Namun mereka terlambat, portal yang harusnya menjadi tanggungjawab mereka sudah meledak dan memuntahkan ribuan monster kelas Setan yang sudah mengamuk menghancurkan berbagai fasilitas umum.


"Ayo bim! malah ngalamun!" ucap Riski.


"Udahlah! dia bukan cewek baik baik! dia cuma manfaatin uangmu!" ucap Rizal sadar dengan arah pandangan Bima yang menuju pada sepasang kekasih.


"Hahaha....udah ayok!" ucap Bima berlari.


"Siapa? Julia lagi?" tanya Riski sambil berlari mengikuti Bima.

__ADS_1


"Siapa lagi sih." jawab Rizal.


"Dasar cowok bodoh!" ucap Riski kesal.


Woshhh...


Boomm...


Bima melompat dan melancarkan serangan pada monster yang ingin memakan seorang wanita tak berdaya.


"Bawa jul!" teriak Bima mengeluarkan pedang penguasa nya.


"Baik!" jawab Julian dengan cepat menggotong tubuh wanita tak berdaya itu ke atas gedung tempat para hunter berlindung.


"Cover Ris!" teriak Bima melesat menyerang gerombolan monster.


"Ayo Zal!" ucap Riski.


"Gass!" jawab Rizal.


Woshhh...


Woshhh....


Woshhh....


Boomm...


Boomm...


Boomm...


Ledakan besar terjadi akibat serangan area dari Riski dan Rizal. Di depan, Kevin membuka ruang untuk Bima yang bertugas sebagai finishing.


Crashh...


Crashh...


Slashhh...


Duarrrr...


Ledakan dahsyat terjadi akibat tebasan silang dari pedang penguasa yang langsung membunuh ratusan monster.


Pertarungan tim yang sangat enak di lihat, Julian yang sudah selesai menangani wanita tadi pun langsung ikut join dalam pertarungan.


Pertempuran antara 5 hunter kelas bawah yang melawan ribuan monster kelas Setan. Hal ini membuat para hunter menyipitkan mata dengan benak yang penuh tanda tanya.


Hanya dalam waktu 1,5 jam, ribuan monster yang sudah merusak banyak fasilitas umum itu habis tak tersisa di bantai oleh squad misterius itu.


"Langsung pergi!" ucap Bima melompat pergi menjauhi TKP diikuti yang lainnya.


Mereka langsung tancap gas menuju restoran terdekat untuk beristirahat sembari makan.


"Haihh....capeknya!" ucap Riski terduduk lemas.


"Tanganku sampek geter gini anjir!" ucap Rizal menuju kedua tangannya yang bergetar hebat.


"Makan apa ya?" gumam Julian melihat buku menu kebingungan karena semuanya terlihat enak.


"Ini aja jul, nasi kebuli! buat kita berdua! lauknya kambing setengah ekor!" ucap Kevin menunjuk salah satu menu.


"Ini aja deh mas, minumnya air putih aja." ucap Julian menunjuk menu yang di sarankan Kevin.


"Sama apa lagi?" tanya pelayan mencatat pesanan Julian.


"Aku nasi goreng kambing ekstra daging, minumnya jus alpukat sama minta air putihnya." ucap Bima.


"Aku gurame asam manis ekstra nasi, minumnya jus jeruk." ucap Rizal.


"Cumi telur asin, minumnya es teh aja." ucap Riski.


"Sudah?" tanya pelayan.


"Itu aja mas." jawab Bima.


"Di tunggu ya." ucap pelayan lalu pergi membuatkan pesanan.


"Tadi rewardnya berapa?" tanya Bima.


"100 juta bim." jawab Kevin.


"Dikitnya!" ucap Bima.

__ADS_1


"Entah, aku cuma iya iya aja tadi." ucap Kevin juga bingung.


"Kau kalau di ajak negoisasi jangan iya iya aja, tawar harga tertinggi." ucap Rizal.


"Aku tidak paham, baru pertama kali ambil misi." jawab Kevin nyengir.


"Ya udah gak papa, aku dapet banyak kok hasil jual inti core." ucap Bima santai.


"Sistem mu bisa jual inti core bim?" tanya Riski heran.


"Bisa, harganya lebih cocok di banding jual ke Asosiasi." jawab Bima.


"Ishh...enaknya cok!" ucap Riski iri.


Bima hanya terkekeh pelan lalu lanjut bermain ponsel membaca beberapa berita terbaru. Sampai tak lama pesanan mereka pun datang, mereka langsung memakan makanan pesanannya masing-masing.


Selesai makan, Bima mengantar mereka pulang ke kost masing-masing lalu pulang ke rumahnya dengan rasa lelah. Sesampainya di rumah, Bima langsung mandi lalu setelah mandi dia langsung tidur di kamarnya.


Bima tertidur pulas sampai di tengah malam dia terbangun karena merasa ada seseorang yang muncul di kamarnya. Bima mengucek matanya sambil ngulet dan membersihkan ilernya.


"Ada apa paman?" tanya Bima malas.


"Ayo ikut aku, ada sesuatu hadiah untukmu." ucap pria yang duduk di pojok kamar, pria itu adalah Dewa Aron.


"Aku kumpulin nyawa dulu!" ucap Bima memeluk gulingnya.


Dewa Aron tidak menjawab dan hanya duduk santai sambil merokok santai. 5 menit kemudian, Bima pun beranjak dari tempat tidur untuk pergi cuci muka.


Selesai cuci muka, Bima langsung di ajak Dewa Aron ke suatu tempat yang Bima sendiri belum ketahui. Dalam sekejap mata, Bima dan Dewa Aron muncul di dalam rumah tempat ayahnya tinggal.


"Paman.." panggil Bima sambil menguap.


"Apa?" jawab Dewa Aron.


"Kenapa kita ke sini lagi?" tanya Bima heran.


"Orang tuamu ada konflik, kau sebagai anak yang lebih cocok memediasi mereka." jawab Dewa Aron.


"Tapi aku masih ngantuk paman." ucap Bima sangat malas.


"Ikut saja." ucap Dewa Aron menarik tangan Bima masuk ke dalam kamar William yang sudah terdapat William, Zoya, Amon, dan seorang wanita cantik kan imut yang mendekap lengan William erat.


'Bob bantu aku cari solusi ya, entah kenapa tubuhku ini sedang tidak vit.' ucap Bima.


[Baik bos, nanti aku bantu]


Bima duduk di lantai bersender di kaki Zoya mendengarkan perdebatan panas yang sedang berlangsung antara William dengan Zoya.


"Kamu tega! kamu tega jalin hubungan spesial di belakang ku selama bertahun-tahun sampai melahirkan satu anak laki-laki! kamu tega! jahat!" teriak Zoya.


"Ini karena aku tidak puas sayang, maafkan aku." ucap William menggenggam tangan Zoya.


"Apa yang kurang dariku?! kalau kamu merasa kurang dalam kecantikan, aku bisa melakukan perawatan! body? aku bisa membentuk tubuhku sesuai keinginanmu kalau kamu mau bicara! bukan begini caranya!" ucap Zoya menangis.


"Kamu sudah sangat sempurna sayang, fisikmu sudah sangat sempurna, tapi mungkin hasratku saja yang brengsek." ucap William menyadari dosa besarnya.


"Memang pria brengsek! tak tau di untung!" teriak Zoya sangat marah.


"Maafkan aku..." ucap William menggenggam tangan Zoya erat.


"Aku minta pisah! aku tak akan sudi tinggal bersama wanita simpananmu itu! aku akan kembali ke Neraka dan kembali jadi Ratu di sana! lebih baik aku selamanya menjadi wanita terkutuk dari pada harus merasakan sakit hati di sini!" ucap Zoya penuh ketegasan.


"Neraka sudah jadi milikku bunda, bunda tak bisa jadi Ratu lagi di sana." ucap Bima dengan mata terpejam.


"Benar, kakak tak akan bisa kembali jadi Ratu yang berkuasa di Neraka kecuali dengan menikahi Bima. Yang otomatis kalian akan melakukan hubungan sedarah yang sangat di larang." ucap Amon.


"Aku masih mau sendiri paman, berhubungan dengan wanita sangat merepotkan." ucap Bima.


"Kau kan penyuka pria." ucap Dewa Aron.


"Dasar tua bangka!" gumam Bima kesal.


"Begini saja deh, sekarang apa mau ayah? aku bantu berfikir walaupun otakku tidak sampai." ucap Bima.


"Aku mau kita bisa tinggal bersama dan hidup rukun seperti dulu." jawab William walaupun itu tidak akan terjadi.


"Tidak bisa bodoh! yang masuk akal saja!" ucap Bima menjitak William.


"Hey! aku ini ayahmu bodoh!" teriak William marah.


"Salah siapa bodoh! kehidupan impianmu itu akan terealisasikan jika dulu kau berbicara baik baik dengan bunda! banyak kok kaisar kaisar yang memiliki banyak istri, tapi dengan catatan istri pertama mengijinkan!" ucap Bima.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2