King Of Universe

King Of Universe
Bab 83


__ADS_3

Di hari berikutnya, setelah menjemput Arie dan memberikan dokumen tambahan pada Anya di Asosiasi, mereka pun pulang ke basecamp baru untuk persiapan latihan.


"Latihan fisik dulu, bentuk badan biar lebih enak selanjutnya." ucap Bima mengajak mereka ke ruang gym.


Mereka pun memulai latihannya dengan gym, membentuk badan mereka yang mulai kendor. Tak hanya gym, Bima juga mengajak mereka untuk ambil misi sebagai latih tanding.


Baru genap seminggu, guild baru itu langsung menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, dalam satu minggu Bima ambil misi bisa sampai 3-4 misi.


Belum lagi setiap misi di selesaikan dengan sempurna tanpa ada salah satu anggota terluka sedikitpun. Apalagi topeng ketiga orang itu sangat mudah di tebak, tapi siapakah satu orang yang ikut di sana? begitu lah pemikiran masyarakat.


"Istirahat dulu seminggu, refresing kita." ucap Bima.


"Aku mau liburan lah!" ucap Julian sudah membuat rencana dengan Indah.


"Liburan aja, santai, aku gak buru buru kok." ucap Bima santai.


"Aku ke rumah ayah aja deh, lama gak ketemu." ucap Riski.


"Waduu, saya kemana e?" ucap Arie menggaruk kepalanya.


"Ke mall bisa, ke taman bisa, atau ke kebun binatang, nemuin saudara mu di sana." jawab Riski.


"Kaka Bima mau temani saya?" tanya Arie.


"Kemana?" tanya Bima menengok.


"Kebun binatang la, saya mau lihat binatang binatang di sini." jawab Arie.


"Boleh, kapan?" tanya Bima.


"Besok minggu saja." jawab Arie.


"Ohh oke lah." ucap Bima mengacungkan jempol.


"Kak Bima, ini rincian kas nya." ucap Lidia yang memang di beri kepercayaan oleh Bima sebagai pengurus kas guild bersama Indah.


"Sini lihat." jawab Bima.


Lidia memberikan laptop nya pada Bima, Bima melihat rincian kas guild yang masuk dan keluar untuk beberapa kepentingan seperti buat jersey, jubah, baju hunter, biaya masuk portal, dan lain-lain.


"Sekarang jumlahnya sudah 30M? banyak banget." ucap Bima kaget.


"Iya kak, itu pendapatan bersih setelah aku potong biaya lainnya. Termasuk gaji anggota." jawab Lidia.


"Buat apa uang segini?" tanya Bima bingung sendiri.


"Bro! bisa di kasih ke yayasan anak yatim-piatu, bagiin sembako ke warga kurang mampu, kirim bantuan dana untuk korban bencana alam, banyak bro!" jawab Riski.


"Masuk juga, besok aku pikirin dah.* ucap Bima.


"Nak, makan dulu!" teriak Aurora dari dapur.


"Yaa!" jawab Bima beranjak pergi diikuti yang lainnya.


Satu minggu berlalu begitu cepat, setelah libur selama satu minggu untuk istirahat, mereka pun kembali latihan sembari masuk portal sebagai media praktek.


Beberapa kejadian di luar nalar juga terjadi beberapa kali, seperti Arie yang mampu summon Snow Golem padahal dia tidak punya sleman air maupun angin, Julian yang masuk mode Bankai padahal tidak pernah mencoba mengaktifkannya, dan Riski yang tiba tiba memiliki Dragon Eyes, padahal beastnya bukan naga.


"Aneh banget anjir minggu ini!" ucap Bima kebingungan.


"Kenapa e? saya tidak ada elemen air atau angin, Snow Golem kemarin itu seperti keluar sendiri. Kaka Bima bisa jelaskan?" tanya Arie menatap kedua telapak tangannya.


"Aku juga bingung! Riski yang gak punya beast naga aja bisa dapet mata naga! terus Julian tiba tiba masuk mode bankai! kan aneh!" jawab Bima.


"Apa aku ini naga ya?" tanya Riski mulai oleng.


"Ngawur!" jawab Julian menjitak Riski.


"Bro! come on!" ucap Riski.

__ADS_1


"Nanti aku cari tau dah, sekarang kalian optimalkan kekuatan baru kalian." ucap Bima.


"Kak, lihat!" teriak Indah menunjukkan ponselnya yang menampilkan berita tentang Guild The Beast yang mulai hancur karena sering gagal menyelesaikan panggilan.


"Biarin aja, bukan urusan kita lagi." ucap Bima.


"Fokus ke perkembangan guild baru aja, gak usah perduliin mereka." ucap Riski.


"Kemarin kak Zoya juga di hubungi om Andi, katanya dia di tawari buat gabung tim khusus. Tapi menolak." ucap Indah.


"Alasannya?" tanya Bima penasaran.


"Katanya mau fokus ke David dulu." jawab Indah.


"Bagus dong." ucap Bima.


"Iya kak, ya udah, aku mau lanjut masak sama bunda dulu ya." ucap Indah lalu pergi meninggalkan mereka.


Setelah puas beristirahat, mereka pun pergi untuk membersihkan diri karena hari menjelang malam. Selesai mandi, Bima langsung turun ke bawah untuk menonton TV.


'Bos, kau tak mau ke alam dewa gitu? menggugat keadilan?' tanya Kong.


'Keadilan siapa?' tanya Bima.


'Ibumu bodoh! dia kan di serang salah satu dewa bertopeng!' jawab Kong kesal.


'Gak, males.' jawab Bima.


'Payah!' ucap Kong.


Bima melihat berita mengenai guild The Devil's Crew yang mulai di lirik oleh Asosiasi Hunter Nasional. Beberapa berita mengenai guild The Beast yang semakin hari semakin merosot kekuatannya juga Bima lihat.


"Mana? katanya bisa berdiri tanpa aku?" gumam Bima sinis.


[Omong kosong bos! mana bisa berkembang kalau internalnya sudah busuk! sebentar lagi juga mereka datang untuk mengemis! lihat saja!]


'Hahaha...sifat manusia mudah di tebak!' ucap Drago tertawa keras.


"Ya!" jawab Bima mematikan TV dan berjalan ke arah dapur.


Mereka makan malam bersama dengan obrolan mengenai guild, latihan, dan tujuan mereka kedepannya. Setelah makan malam, Bima pun langsung pergi ke kamarnya untuk tidur.


Keesokan harinya, baru saja selesai mandi dan ingin sarapan, tiba tiba Kevin dan kawan-kawan datang dengan wajah lesu.


[Benar kan bos? hahahaha...]


Namun Bima tidak menanggapi mereka dan lanjut berjalan ke arah ruang makan.


"Waduhh mas! bibik lupa belanja semalem!" ucap Bi Siti saat membuka kulkas.


"Makan sereal aja bi, bi Siti belanja sekarang aja ke pasar buat makan siang. Nanti agak sorean baru belanja bulanan." jawab Bima santai.


"Maaf ya mas, bibik lupa banget!" ucap Bi Siti.


"Gak papa bi, nanti suruh anterin Thomas aja." jawab Bima.


"Iya deh, sekali lagi minta maaf ya mas." ucap Bi Siti.


"Iya bi, udah bibik belanja sekarang aja." jawab Bima.


Setelah itu Bi Siti pun pergi bersama Thomas ke pasar untuk belanja bahan makanan untuk siang ini.


"Anjayyy! sarapan pake sereal! kek orang sukses cok!" ucap Riski.


"Gak ada makanan cok! bi Siti lupa belanja katanya." jawab Bima.


"Yahh! laper banget lagi! ya udah deh, buat ganjelan." ucap Riski pasrah.


Tak lama, Julian pun datang dengan wajah sumringah.

__ADS_1


"Makan apa ni?!" ucap Julian semangat.


"Sereal." jawab Riski yang langsung membuat Julian suram.


"Gak jadi tai ini cok! jadi kencing!" ucap Julian kesal.


"Buat ganjel perut aja, nanti siang juga makan nasi." ucap Riski.


"Arghhh! iya deh!" jawab Julian kesal.


Mereka bertiga pun sarapan dengan sereal, selesai sarapan ketiganya pergi ke ruang TV untuk menonton kartun pagi hari.


"Hey, itu di suruh bunda ke depan." ucap Zoya.


"Gak ah, males!" jawab Bima yang asik rebahan di sofa sambil menonton TV.


"Buruan!" ucap Zoya menyeret tangan Bima.


"Iyaaa!" jawab Bima kesal.


Bima beranjak dari sofa bersama Riski dan Julian, ketiganya berjalan dengan malas menemui Aurora di ruang tamu.


"Kenapa bunda?" tanya Bima.


"Kamu bicara langsung sama mereka aja, bunda gak terlalu paham soal guild. Bunda mau ke kamar dulu." jawab Aurora beranjak pergi.


"Kenapa? katanya mau berdiri sendiri? kok masih ke sini? mau ngemis?" tanya Bima sinis.


"Kayaknya aku dah pasang plang di depan dah, apa di maling ya?" ucap Riski.


"Plang apa?" tanya Julian.


"Tidak menerima pengemis dan sebagainya." jawab Riski.


"Di maling pemulung pasti." ucap Julian.


"Parah banget cok! padahal cuma kertas karton doang!" ucap Riski kesal.


"Kalian mau apa? cepat! aku tidak ada waktu! masih harus melatih tiga anggotaku!" ucap Bima kesal.


"Bim, aku mohon bim, balik ke basecamp, kita butuh kau." ucap Rizal memohon.


"Ayo bim, guild yang udah di rintis mau hancur gitu aja bim, aku gak bisa pertahanin." ucap Kevin.


"Katanya kemarin bisa buktiin! mana? katanya bisa berdiri sendiri! mau nunjukin kalau kalian gak butuh aku, mana buktinya? kok sekarang malah ngemis-ngemis sama aku!" ucap Bima.


"Kita udah coba cari orang, tapi semuanya gak ada yang cocok bim, cuma kalian yang bisa klopp sama kita." jawab Kevin.


"Ya itu urusan mu, aku udah ada guild sendiri, kalian punya guild sendiri, itu urusan masing-masing. Gak usah ngemis-ngemis kalau misalnya gak sanggup jalanin. Mending bubarin aja! buat apa guild sampah kayak gitu! gak guna!" ucap Bima.


"Jul, ayolah, ajak Bima sama Riski buat balik, ayo kita balikin nama The Beast yang udah di takuti seperti dulu." ucap Kevin.


"Cuih! gak sudi! ngapain aku balik ke tempat sampah! mending di sini! nyaman! gak brisik! aku juga udah muak liat wajah palsu kalian berdua! menjijikkan!" jawab Julian.


"Udah sana pergi pergi! ganggu orang aja! pergi! gak usah ke sini lagi! gak penting! dateng cuma pas butuh doang!" ucap Bima.


"Bim, aku mohon bim!" ucap Rizal sampai bersujud.


Buaghhh...


"Kau tau pergi gak sih?" teriak Riski marah dan menendang perut Rizal dengan keras.


"Kau gitu ya ris, aku sahabatmu lho." ucap Rizal dengan air mata yang mulai mengalir.


"Sahabat sahabat tai! kita bukan sahabat lagi! kau itu udah di perbudak nafsu! sampai otakmu buntu! sekarang yang ada di kepala mu itu cuma popularitas, terkenal, dan di segani!" teriak Riski mencengkram kerah baju Rizal.


"Pergi sana! sebelum kita pakai cara kekerasan!" ucap Julian.


Kevin dan kawan-kawan pun pergi dari basecamp dengan perasaan menyesal.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2