
Mereka di latih dengan sangat keras oleh Kong dan Zhong, keduanya tidak memandang gender. Pria wanita keduanya hajar habis habisan dari mental sampai fisik. Makian, hinaan, dan pukulan keduanya layangkan sampai membuat Ria menangis karena tidak tahan.
Bukannya di tenangkan, keduanya malah semakin memarahi Ria dan menampar pipi Ria berkali-kali. Mereka terus melakukan beberapa kali blunder saat latih tanding, tentu saja Kong dan Zhong langsung mengamuk.
Cacian, makian, dan pukulan mereka layangkan setiap mereka terkena serangan dan sebagainya. Di sisi lain, Bima tidak ada bedanya.
Bima di Alam Jiwa benar-benar di latih dengan sangat keras oleh Smith. Peforma Bima dalam pertarungan benar-benar menurun, hal inilah yang membuat Smith sangat marah.
Bima terus di tekan supaya kembali ke masa prime nya, Smith yang di bantu Sistem sebagai analisis terus menekan Bima dalam pelatihan kerasnya.
"Bodohh! hoy! fokus! fokusss!" teriak Smith saat Bima terkena pukulan telak dari Kuro.
Ya, bukan golem atau patung lain, tapi Beast Spiritual tingkat Dewa yang menjadi latih tanding Bima. Tidak hanya Kuro saja, Dexter, Grock, Roxy, dan Deku pun ikut andil dalam pelatihan Neraka Bima.
"Payah! kenapa kau terus hilang fokus tuan!" teriak Kuro kesal.
"Sialan! ini gara gara perasaan waktu itu!" ucap Bima kesal pada dirinya sendiri.
[Hilangkan pikiran sialan itu bos! kalau sudah jalannya ya sudah! kau hanya bisa terus melangkah! dasar sampah sialan!]
"Jangan pikiran masalah lain bodoh! dalam pertarungan hidup dan mati, musuhmu tidak akan pernah mengampuni mu apapun latar belakangmu!" teriak Smith.
"Lupakan wanita sialan itu bodoh! kau pria! jangan terlalu bergantung pada wanita! lupakan semua itu!" teriak Dexter.
"Lupakan semua yang sudah menyakitimu! kau harus bisa membahagiakan yang ada! jangan mengingat yang sudah tidak ada!" teriak Kuro di depan wajah Bima.
"Tunjukkan! kau adalah yang terkuat! kau pria gagah yang menguasai alam semesta! jangan mudah terkecoh hanya karena masalah sepele!" teriak Dexter.
"Break break! aku mau menenangkan diri dulu!" ucap Bima meminta istirahat sejenak.
"10 menit!" ucap Smith ketus.
Bima berjalan ke sebuah pohon, dia duduk bersila dan melakukan tapa supaya jiwanya tenang.
'Bima, lupakan semuanya. Kau bisa, kau harus melupakan semua yang telah terjadi. Kau adalah penguasa atas tubuhmu sendiri. Jangan biarkan pikiran buruk menguasai otakmu. Tenang, rileks, buang semua pikiran negatif. Aku adalah Ashura, bukan Bima yang selalu memikirkan banyak hal.' ucap Bima dari hati paling dalamnya.
'Tenang, rileks, buang....aku bisa, aku kuat, aku hebat, ayahku pasti bangga! mau itu Bima, mau itu Ashura, mereka adalah entitas kuat! aku harus bisa fokus!' ucap Bima terus mengatur pernafasannya.
'Lupakan perasan itu, lupakan masalah kemarin, lupakan semua yang mengganjal. Aku harus fresh, aku harus bebas....' ucap Bima terus berusaha mengendalikan pikirannya.
"Fiuhhhh...." Bima membuang nafas dengan tenang lalu membuka matanya.
"Bosss! hilangkan auramu sialan!" teriak Bao dengan posisi terkapar dan mulut terus mengeluarkan darah.
"Tuannnn!" teriak Drago juga merasakan hal yang sama dengan Bao.
Bima menengok ke bawahannya yang lain, ternyata semuanya sama sama tergeletak tak berdaya dengan mulut mengeluarkan darah segar.
[Tarik auramu bodoh!]
Bima dengan segera lang menarik kembali auranya yang membuat mereka semua bisa bernafas lega.
"Aku kenapa?!" tanya Bima kebingungan.
[Aku juga tidak tau! beberapa menit setelah kau duduk, tiba tiba mereka terjatuh dan berteriak-teriak meminta tolong]
"Aneh!" ucap Bima sangat kebingungan.
[Status
Nama: Abimanyu Abraham (Ashura Neilson Nara)
Usia: 100+ Juta Tahun
Title: Pemilik Sistem, Sang MahaDewa Agung, Penguasa Mutlak Alam Semesta, Dewa Neraka, Penerima Wahyu Ketentraman
Job: All Mastered
Kultivasi: Penguasa Jagat Raya (Max)
Level Hunter: Max (Bebas memakai kelas apapun)
STR: ∞
AGI: ∞
DEF: ∞
VIT: ∞
Elemen: Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kayu, Cahaya, Kegelapan
Teknik:
-Karate
-Taekwondo
-Void Sword
-Dual Sword
Skill:
-Death Stab
__ADS_1
-Wind Slash
-Dragon Fire Of Death
-Thunder Strom
-Lighning Dragon
-Black Fire Ball
-Doubel Fire Slashes
-Giant Wood Man
-Spesial Giant Wood Man
-Destroyer Giant
-Susano'o
-Perfect Susano'o
-Special Susano'o
-Ashura Susano'o
-Indra Susano'o
-Iblis Susano'o
Beast Spirit:
-Rubah ekor 9
-Gorilla Putih
-Naga Azure
-Naga Penguasa Elemen
-Naga Penguasa Alam Semesta
-Naga Penguasa Langit ke 7
-Gagak Ilusi
-Naga Kegelapan
Titan:
-Deku
-Roxy
-Lexsus
Mode:
-Mode Chakra (Energi)
-Mode Six Path
-Mode Bankai
-Mode Abyss
-Mode Penguasa
-Mode Dewa Neraka
-Mode Dewa (Wujud asli Bima)
Roh Spiritual:
-Naga Emas Penguasa Langit ke-7
-Raja Iblis
Total persentase kekuatan: 1.000.000%
Kekayaan: Rp 10.000.000 triliun
Inventori:
-Pedang Kaisar Neraka
-Pedang Raja Surgawi
-Trisula Naga Azure
-Trisula Dewa Neraka
-Batu Yin
-Batu Yang
__ADS_1
\=>Shop
\=>Gacha]
"Bima anakku, selamat atas pencapaian terbesarmu! kamu telah mendapat title Penguasa Mutlak Alam Semesta! kamu adalah satu-satunya ras Dewa yang mendapatkannya dengan kerja kerasmu sendiri! sebagai hadiah, aku telah mengirim 7 juta triliun uang ke rekeningmu dan beberapa hadiah kecil lainnya! hahaha selamat berpesta!" sebuah suara misterius tiba tiba menggema di Alam Surgawi dan hilang begitu saja.
"Bob?" panggil Bima kebingungan.
[Aku tidak bisa berkata lebih bos! intinya selamat atas pencapaiannya!]
"Paman! ayo lanjut!" teriak Bima tidak mau memikirkan lebih dalam.
Bima kembali berlatih dengan jauh lebih keras, kini fokusnya telah kembali dan bisa lebih mudah untuk berkembang. Sistem telah mengatur waktu di Alam Surgawi, jadi Bima bisa berlatih bebas berapa lama.
Puluhan ribu tahun Bima lalui demi menggapai kembali masa prima nya. Walaupun sudah berlatih sekeras mungkin, Bima masih belum bisa menggapai targetnya.
Karena sudah kelelahan, Bima pun memutuskan untuk berhenti dan di lanjut di kemudian hari. Bima keluar dari Alam Surgawi dan langsung di suguhkan dengan pemandangan Riski dan kawan-kawan yang babak belur.
"Beres bos! mental, reflek, insting, dan stamina para anak anak bodoh ini telah terasah! panggil kami untuk menyempurnakan fisik sampah mereka!" ucap Kong penuh semangat.
"Terimakasih, imbalan kalian ada di sana ya." ucap Bima tersenyum senang.
"Siap bos! ayo kita pesta!" ucap Kong pergi menghilang bersama Zhong.
Bima berjalan menghampiri Riski dan kawan-kawan, dia melemparkan pill berwarna hijau dan kuning pada mereka.
"Minum, mandi, makan, terus istirahat. Besok kita harus Vit." ucap Bima berlalu pergi.
"Hiks..ayahh..." rengek Jason memeluk Riski sambil menangis.
"Jangan menangis bodoh! kau harus kuat! tadi katanya memiliki jiwa muda!" ucap Riski tegas.
"Baik ayah...hiks..." jawab Jason menghapus air matanya.
"Cepat minum pill nya." ucap Julian yang sudah menelan pill pemberian Bima.
Mereka menelan pill pemberian Bima lalu pergi ke kamarnya masing-masing untuk membersihkan diri. Setelah mandi mereka langsung turun ke ruang makan untuk makan malam bersama.
"Kenapa diam?" tanya Jhon heran.
"Semangat dong! besok kan kalian tampil di depan ribuan orang!" ucap Berliana.
"Paman, besok libur latihan ya, aku mohon..." ucap Jason.
"Pace! mana semangatmu tadi! mama e! pria kekar harus gentle! jangan patah semangat!" ucap Arie.
"Paman! mentalku hancur! pertama kalinya aku di maki maki seperti itu paman!" ucap Jason.
"Keponakan bodoh! wajah mu sangar tapi hatimu payah! bodoh!" ucap Julian menjitak Jason.
"Potong tititmu! makian seperti tadi tidak seberapa! kalau kau mendengar makian orang-orang di luar sana, mungkin kau sudah bunuh diri!" ucap Rizal.
"Huaaaa! ibuuu!" rengek Jason sambil menangis pada Lidia.
Pletak...
"Mana bukti ucapanmu tadi! katanya jangan remehkan jiwa muda kami! tunjukan pada ibumu! jangan cuma merengek sambil menangis! kau sudah besar!" ucap Lidia menjitak Jason dengan kesal.
Mereka terus memarahi Jason supaya dia sadar kalau dunia tidak selembut dan sebaik apa yang dia pikirkan. Sedangkan Bima malah asik berbincang-bincang dengan Silvia. Perbincangan ringan namun itu sangat penting dalam sebuah hubungan suami istri.
"Enak gak bi? ini aku masakin sepesial untuk bibi lho." tanya Silvia sambil menyuapi Bima dengan lauk semur daging kesukaan suaminya.
Bima mengangguk cepat sambil tersenyum bahagia, Bima merem melek saat mengunyah semur daging terenak yang pernah dia rasakan seumur hidupnya.
"Aaa...gemes banget!" ucap Silvia mencubit pipi Bima dengan gemas.
'Aku tidak bisa membayangkan rasa makanan itu!' ucap Kong meneteskan air liurnya.
'Besok kita bawakan daging Kong! kita harus meminta nyonya bos memaksakan masakan itu!' ucap Zhong mengelap air liur nya.
'Aku setuju!' jawab Kong.
'Sisakan untuk kami.' ucap Leo.
'Tenang saja, kami tidak maruk!' ucap Kong.
"Besok kamu masak yang banyak ya, yang lainnya mau nyobain." ucap Bima.
"Dagingnya? ini aja cuma sisaan." tanya Silvia.
"Aku ada banyak daging monster berkualitas, mereka pasti senang." jawab Bima.
"Iya deh, yang penting semua senang." ucap Silvia setuju.
'Boss! aku mencintaimu!' teriak Kong terharu.
'Hatiku hanya untukmu bos! hiks..' ucap Zhong meneteskan air mata.
"Tapi malam ini harus bikin aku lemes." bisik Silvia.
"Beres! aku tunjukin kejantanan aku!" bisik Bima mencolek dagu Silvia.
Silvia sangat senang, dia mencium pipi Bima penuh cinta.
Bersambung.....
__ADS_1