
Bima yang masih dalam posisi terluka parah pun memutuskan untuk tidur sebentar di bawah pohon.
"Bob, bangunkan aku jam 5 sore ya." ucap Bima.
[Lukamu bos?]
"Biarkan saja, kau juga harus istirahat." jawab Bima.
[Baik bos]
Akhirnya Bima pun terlelap, saking lelahnya Bima sampai ngorok dan ngiler. Pukul 17.00, Bima terbangun karena alarm dari sistem.
Bima mengumpulkan nyawanya lalu beranjak pergi masuk ke Alam Surgawi. Dia tersenyum tipis melihat sistem yang sudah masuk ke wujud manusia sedang ikut berpesta bersama Kong dan lainnya.
"Bos! kau mau ikut pesta?!" tanya Kong.
"Beri aku sepiring saja, aku sedang tidak nafsu makan." jawab Bima duduk di bawah pohon.
"Baiklah!" jawab Kong.
Sistem pun memberikan sepiring daging dan segelas es sirup lalu kembali ikut berpesta.
'Sial! badanku jadi nyeri semua!' batin Bima kesal.
Bima buru buru menyelesaikan makannya lalu berpamitan untuk pulang ke Kerajaan Valhalla di pukul 21.00. Bima keluar Alam Surgawi dan berjalan melalui lorong melewati aula utama yang lebih dekat dengan kamarnya.
Saat memasuki aula utama yang sedang ricuh, seketika satu ruangan di buat terkejut melihat kondisi Bima yang penuh luka parah di sekujur badannya.
"Kau kemana saja?" tanya Riski khawatir.
Bima tidak menjawabnya, dia hanya memberikan kode untuk diam pada mereka dan terus berjalan menuju kamarnya.
"Ayah kenapa ibu?" tanya Adel panik.
"Adel tenang saja ya, biar ibu yang mengurus ayah." jawab Jennifer yang langsung bergegas menyusul Bima.
"Adel sama nenek saja ya." ucap Diana menggendong Adel.
"Apa ayah baik baik saja nek?" tanya Adek memeluk erat Diana.
"Tentu saja, ayahmu pasti baik baik saja! ayahmu orang yang hebat sayang!" jawab Diana tersenyum.
"Benarkah nek?" tanya Adel menatap ibu Jennifer yang bernama Freya.
"Tentu saja! sekarang Adel tenang saja ya, biar ibumu yang mengurus ayahmu." jawab Freya mencium pipi gembul Adel.
"Adel tidur saja ya, sudah malam." ucap Aurora.
"Iya nek!" jawab Adel menganggukkan kepala.
"Baiklah, nenek temani ya." ucap Berliana.
"Yeyyy!" seru Adel semangat dan langsung memeluk Berliana.
Keduanya pun pergi ke kamar untuk tidur, yang lain pun sama, mereka kembali ke kamar dengan perasaan lega karena Bima bisa kembali dengan kondisi hidup.
Di kamar, Bima yang baru selesai mandi dengan cepat langsung di peluk Jennifer sangat sangat erat.
"Kamu kemana?" tanya Jennifer sesenggukan.
"Biasalah, sedikit meregangkan otot." jawab Bima santai.
__ADS_1
[Luka dikit nggak ngaruh ya ges ya!]
"Kenapa sampai luka separah ini?" tanya Jennifer masih memeluk Bima sangat erat sambil menangis sesenggukan.
"Namanya juga peregangan otot, udah udah, aku mau obatin luka dulu." jawab Bima melepaskan pelukan Jennifer dengan lembut.
"Cium dulu!" ucap Jennifer manja.
Cup..
Bima mencium pipi kiri Jennifer dan Jennifer langsung melepaskan pelukannya. Bima pun mulai membalut luka lukanya dengan perban dan obat merah, Jennifer pun tidak mau hanya menonton, dia membantu Bima membalut luka yang ada di punggungnya.
"Ini terlalu dalam kalau cuma di bungkus perban sayang." ucap Jennifer.
"Nanti juga nutup sendiri, yang penting steril dulu." jawab Bima.
"Baiklah." jawab Jennifer.
Setelah semua luka Bima tertutup perban, Bima pun merebahkan tubuhnya di atas kasur. Begitupun Jennifer, dia ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk Bima dengan lembut.
"Besok jangan di ulangi lagi, kasihan Adel sayang, dia khawatir banget sama kamu." ucap Jennifer.
"Iyaa.." jawab Bima nurut.
"Besok mau kemana?" tanya Jennifer mencari topik.
"Hem? nemuin salah satu bawahan, katanya dia butuh bantuan." jawab Bima.
"Terus aku gimana?" tanya Jennifer memainkan jarinya di dada bidang Bima.
"Maksudnya?" tanya Bima bingung.
"Terus aku di biarin gitu aja? iya? jahat!" ucap Jennifer cemberut.
"Kamu gak mau sama aku?" tanya Jennifer menatap Bima dalam dalam dengan mata indahnya.
"Kalau gak mau aku gak akan nikahin kamulah, realistis aja." jawab Bima santai.
"Ihhh! gak peka banget sih!" ucap Jennifer kesal dan memukul pelan dada Bima.
[Bosss! kau ini sudah beberapa kali menikah tapi tidak paham juga! sialan!]
'Apa? aku tidak pintar soal kode kode gini!' tanya Bima kebingungan.
[Dia mau kikuk kikuk bos! bodoh sekali!]
'Kikuk kikuk? maksudnya gimana sih! anjink! yang jelas gitu loh!' tanya Bima kesal.
[Mau pecah perawan bos! arghhh! bodoh sekali bos ku satu ini!]
'Ohhhh! paham aku!' ucap Bima baru paham.
"Terus maunya gimana?" tanya Bima.
"Bodoamat!" jawab Jennifer cemberut.
"Ihhh ditanya kok malah gitu." ucap Bima terkekeh pelan.
"Ya kamu nya aja gak peka gitu!" jawab Jennifer ketus.
Bima tidak melanjutkan pembicaraan, dia hanya mencium kedua pipi Jennifer lalu mengajak Jennifer untuk tidur.
__ADS_1
"Dah, tidur aja, capek ngomong sama kamu." ucap Bima menarik selimut.
"Aaaa! gak mau bobok!" rengek Jennifer.
"Terus?" tanya Bima.
Jennifer yang sudah kesal pun langsung mencium bibir Bima dengan rakus. Jennifer memulai pergulatan panas malam itu, Jennifer sangat sangat agresif dalam menaklukkan Bima.
Nafsu yang sudah dia pendam berabad-abad dia muntahkan pada Bima malam itu juga. Jennifer merasakan kalau seluruh tubuhnya terasa panas, darahnya mengalir deras, dan jantung nya berdegup kencang.
Jennifer di buat melongo saat melihat ular piton yang tersembunyi di balik celana kolor Bima. Jennifer tersenyum genit lalu melahap piton itu dengan rakus seperti sudah sangat profesional.
"Jago banget sih kamu, udah pernah ya?" tanya Bima sambil merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak dia rasakan.
"Ahhh...ngawur! aku sering nonton di film film panas! udah kamu nikmati aja!" jawab Jennifer lalu melanjutkan pekerjaannya.
Setelah puas, baru Bima yang beraksi, Bima menciumi seluruh tubuh Jennifer yang sangat harum dengan rakus. Bima juga sangat terpesona dengan bukit besar milik Jennifer mau yang atas atau yang bawah semuanya sangat indah dan besar.
"Kamu suka?" tanya Jennifer tersenyum genit.
Plakk...
"Ahhh..." rintih Jennifer sambil tersenyum genit.
Setelah puas dengan empat bukit indah itu, Bima pun menelusuri Goa indah yang bersih dari rawa rawa. Bima terkejut karena Jennifer yang ternyata masih perawan ting ting.
"Mahkota ku sayang, aku berikan untukmu." ucap Jennifer tersenyum manis.
Bima tersenyum senang lalu memulai pemanasan menerobos benteng pelindung Goa indah itu.
"Pelan pelan, punyamu besar." ucap Jennifer lirih.
Bima menganggukkan kepala lalu menekan pinggulnya secara perlahan-lahan. Jennifer merintih kesakitan dengan air mata mulai menetes.
Blesss....
Setelah 20 menit mencoba, akhirnya Bima berhasil menembus benteng pertahanan Jennifer.
"Akhhh...sakit...." rintih Jennifer mencengkram erat pundak Bima.
Bima mencium bibir Jennifer supaya dia tidak tegang dan lupa terhadap sakitnya. Setelah Jennifer kembali terpancing, Bima pun mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan.
Step demi step Bima lakukan hingga akhirnya Jennifer bisa rileks dan merasakan kenikmatan yang selama ini dia dengar dari cerita teman temannya.
Jennifer dibuat ketagihan merasakan kenikmatan yang Bima berikan. Jennifer merasa tidak ingin menyudahi sesi ini karena kenikmatan yang baru dia rasakan selama hidupnya.
"Pipis..aku mau pipis buyyy!" seru Jennifer dengan tubuh bergetar hebat.
Serrr....
Ular yang bersarang di Goa terlepas dan menimbulkan air mancur yang sangat deras. Jennifer mengejang dengan mata melotot dan mulut terbuka.
"E-enak banget bubuy!" ucap Jennifer tersenyum kaget.
"Lagi gak?" tanya Bima.
"Sebentar, aku istirahat 5 menit." jawab Jennifer.
"Okey..." ucap Bima nurut saja.
Setelah cukup istirahat, akhirnya keduanya pun melanjutkan pergulatan panas mereka sampai keduanya sama sama puas. Berbagai posisi mereka coba demi meraih kenikmatan bersama.
__ADS_1
Setelah 5 ronde, akhirnya mereka pun berhenti karena sudah sama sama puas dan sama sama lemas. Keduanya pun tidur dengan saling berpelukan tanpa memakai pakaian dan ular piton Bima masih menancap di Goanya.
Bersambung....