
Adrian terbang di antara kedua pihak dengan di temani Aron dan Amon.
"Menyingkir atau aku akan membunuhmu." ucap Bima dingin dengan aura semakin kuat.
"Kau tega membunuh ayahmu?!" tanya Adrian keras.
"Kau! kau pikir aku tidak tega?!" teriak Bima lalu menyerang mereka semua dengan 10000% kekuatan.
Woshhh...
Booommmm....
Booommm...
Adrian, Aron, dan Amon terpental jatuh ke bawah dengan luka berat dan kaget karena Bima yang sudah tidak pandang bulu lagi.
Bima terus menyerang para petinggi pemerintahan, dia tidak segan lagi untuk membunuh mereka satu persatu dan meminum darahnya.
Hingga tersisa Howard seorang diri, dia masih belum mengeluarkan kekuatannya karena masih memandang Bima sebagai anak asuhnya.
"Kau yang terkuat, tapi kenapa kau tidak menghentikan pelecehan terhadap seorang wanita! hah!!!" teriak Bima penuh amarah.
"Maaf..." jawab Howard menyesal.
"Kau tidak ada bedanya dengan mereka! kau hanyalah seonggok pria busuk yang menuruti semua yang di lakukan orang-orang di sekitar! kau pria tidak memiliki pendirian! menjijikkan!" teriak Bima menggenggam erat senjatanya.
"Karena aku tidak akan jadi seperti ini jika tidak ada mereka!" teriak Howard marah.
"Pemikiran cetek! jadi kau menganggap seseorang yang sudah memberimu jabatan adalah Tuhan ya." ucap Bima sinis.
"Mentang mentang mereka sudah memberimu hidup makmur, jadi kau menormalkan semua perbuatan mereka? iya? manusia macam apa kau ini! menjijikkan sekali! menjadikan seseorang yang sudah memberimu jabatan setara dengan Tuhan yang sudah memberimu kehidupan!" ucap Bima yang langsung membuat Howard terdiam.
"Kau tidak cocok menjadi Dewa! kau adalah Iblis yang menyamar! kau menjijikkan! kau layak mati! kau busuk! sialan!" teriak Bima penuh amarah.
Woshhhh...
Kemudian Bima melesat menyerang Howard dengan sangat brutal. Bima meluapkan semua kebenciannya terhadap Howard, dendamnya, dan amarahnya kepada Howard.
Howard benar-benar di buat tidak berdaya oleh anak asuhnya sendiri.
"Lawan aku sialan! lawan!!!!" teriak Bima penuh amarah.
Woshhhh....
"Sudah nak, sudah, ini biar jadi urusanku, kamu hebat! terimakasih sudah meringankan beban kakek buyutmu yang tidak berguna ini!" ucap Fergie melesat memeluk Bima.
"Hahh...hahh...bajingan!" ucap Bima terengah-engah karena emosinya yang benar-benar berada di pucuk.
"Sudah ya, kamu tenangkan dirimu, kakek tidak mau anak istrimu takut padamu di hari pertama setelah pernikahanmu." ucap Fergie.
"Baik." jawab Bima lalu menghilang begitu saja.
"Kau! kau harus menjalani penebusan dosa! berkelanalah keseluruh alam semesta! lakukan berbagai kebaikan!" ucap Fergie pada Howard yang sudah benar-benar babak belur.
"Baik tuan! maafkan aku!" ucap Howard sangat menyesali kelakuannya selama ini.
"Segera lakukan!" ucap Fergie lalu menghilang begitu saja.
Howard terbang turun menghampiri Jennifer lalu bersujud meminta maaf karena tidak mau melindunginya tadi.
"Aku mohon maaf sebesar-besarnya! aku sangat menyesal tidak menghentikan perundungan tadi! aku benar-benar bodoh! aku mohon maafkan aku!" ucap Howard sambil menangis sesenggukan tanda dia sangat menyesal.
__ADS_1
"Tidak apa apa, kau harus bisa berubah kedepannya." jawab Jennifer.
"Paman, paman jangan mengulangi lagi ya, kata ayah, kalau kita bisa melindungi makhluk sekitar, maka lindungilah. Walaupun musuhmu sekuat apapun itu, kalau paman rasa bisa melindungi, maka lindungilah." ucap Adel.
"Aku benar-benar minta maaf! aku akan berubah!" ucap Howard merasa di tampar oleh ucapan anak kecil yang masih polos.
"Iya paman, Adel memaafkan paman!" jawab Adel tersenyum lebar.
"Hey! cepat pergi dan lakukan perintah tuan Fergie!" ucap Adrian kesal.
"Baik!" jawab Howard lalu terbang pergi meninggalkan mereka.
"Nyonya, anda bisa pulang duluan, kami akan menemui Bima." ucap Amon.
"Baiklah." jawab Jennifer dingin lalu pergi bersama Adel karena malas bertatap muka dengan Adrian.
"Sialan! dia bahkan tidak melihatku sebagai mertua!" ucap Adrian kesal.
"Anda sendiri yang sudah memberi kesan buruk padanya, jadi semua bukan sepenuhnya salah Jen." ucap Aron.
"Cih! ayo ke tempat Bima!" ucap Adrian tidak mau melanjutkan obrolan.
Woshhhh...
Mereka bertiga pun menghilang dari lokasi kejadian pembantaian. Para Dewa Dewi pun ikut membubarkan diri dengan perasaan lega karena para tikus pemerintahan telah musnah.
Di alam Surgawi, Bima masih belum bisa meredakan amarahnya, rasanya dia ingin sekali mengamuk. Tapi Bima tidak mau pandangan orang-orang padanya kembali buruk seperti sebelumnya.
"Masuk dungeon saja bos, luapkan emosimu di sana." ucap Kong memberikan saran sambil bermain poker dengan Kuro.
"Mau bagaimanapun amarah sangat tidak baik di pendam tuan, lebih baik anda luapkan emosimu." ucap Kuro.
[Wokey!]
Woshhhhh....
Seketika, Bima muncul di sebuah padang rumput yang sangat luas dengan jutaan monster kelas Dewa Neraka di sana. Bima yang sudah di kuasai emosi pun langsung melesat menyerang seluruh monster di sana.
Ledakan dahsyat terus terdengar dari serangan spesial susano'o Bima. Bima benar-benar menggila di sana, dia meluapkan seluruh amarahnya pada para monster di sana.
Di sisi lain, Adrian, Aron, dan Amon yang sudah sampai di Alm Surgawi dibuat kebingungan dengan tidak adanya Bima di sana.
"Dimana Bima?" tanya Adrian pada Leo.
"Entah." jawab Leo yang sudah janjian pada seluruh bawahan Bima untuk bilang tidak tau jika ada yang menanyakan keberadaan Bima.
"Kemana anak itu pergi?" gumam Adrian kesal.
"Kong! kau masih ada arak tidak?" tanya Amon.
"Di Goa masih ada satu gentong kalau mau." jawab Kong santai.
"Baiklah! aku minta dua botol ya." ucap Amon.
"Ambilah semua, tanggung sekali! aku mau bersih bersih gudang!" ucap Kong kesal.
"Kau mau buat apa?" tanya Amon penasaran.
"Buat stok barulah, hanya sisa satu itu tok soalnya." jawab Kong sambil berjalan menemani Amon menuju Goa nya.
"Baiklah aku ambil semuanya." ucap Amon setuju.
__ADS_1
"Nahh, begitukan lebih mudah hitungnya." ucap Kong senang karena dia bisa makan enak malam itu.
Setelah mengambil segentong raksasa arak dan membayarnya dengan 5 ekor mayat segar monster tingkat tinggi, mereka bertiga pun memutuskan untuk kembali ke Kerajaan Valhalla.
"Uhuy! makan enak kita!" ucap Kong menunjuk lima ekor monster raksasa segar.
"Kita pesta besar!" ucap Grock.
"Yaaa!" jawab Kong semangat.
"Zhong mana? tumben dia tidak kelihatan satu bulan ini." tanya Dexter.
"Dia evolusi." jawab Kong santai.
"Baguslah kalau dia sadar." ucap Dexter senang.
Sedangkan di tempat Bima, saat ini dia sedang terduduk lemas di bawah pohon dengan berbagai luka parah di tubuhnya. Amarahnya sudah reda, tapi Bima masih ingin menyendiri sambil merokok di sana.
[Mau di simpan atau di jual bos?]
"Berapa yang utuh?" tanya Bima.
[70% utuh bos]
"Simpanlah yang utuh, yang sudah terpotong kasihkan ke mereka saja." jawab Bima.
[Baiklah, aku akan bangunkan Zhong sekalian, dia sebenarnya sudah selesai evolusi, tapi masih malas gerak]
"Terserahmu." jawab Bima malas.
Di alam Surgawi, saat Kong dan yang lain sedang asik bersantai sambil ngobrol, tiba tiba Zhong keluar dari Goa dengan wajah sumringah dan semangat.
"Hoyyy!" teriak Zhong terbang dengan penuh semangat dan kebahagiaan.
"Keluar juga kau bodoh! hey! malam ini kita pesta besar!" ucap Kong senang.
"Benarkah?!" tanya Zhong semakin semangat saat mendarat.
"Ya!" jawab Kong.
"Wooooo!" teriak Zong semangat.
[Hey! jangan berisik!]
"Maaf..." ucap Zhong menutup mulutnya.
Booommm...
Puluhan ribu potongan mayat monster tingkat tinggi langsung muncul di depan mereka.
[Tambahan dari bos, ingat! jangan berisik! bos sedang tidak mood!]
"Terimakasih bosss!" teriak Kong sumringah.
"Yooo..." jawab Bima malas.
"Kita siapkan pesta besar kita!" ucap Zhong dengan suara pelan.
Mereka semua menganggukkan kepala dan saling bekerjasama menyiapkan pesta besar untuk malam ini.
Bersambung....
__ADS_1