
Booommmm...
Booommm....
Duaarrrrrr....
Ledakan ledakan dahsyat terus berdentuman membuat kerusakan besar di sekitar area pertempuran. Bima yang seharian bertarung pun di buat kewalahan karena rasa lelah di tubuhnya bercampur lemas.
"Hahahaha....mana kekuatanmu sialan!" teriak Tyrant memukul Ashura Susano'o menggunakan senjata raksasanya.
Buaghhhhhh......
Woshhhhhhh.....
Duarrrrrrrr.....
Bima terlempar sangat jauh dan memuntahkan beberapa teguk darah. Ashura Susano'o nya juga retak karena ketahanannya tidak pernah Bima upgrade.
"Sial! tulang rusuk ku patah!" gumam Bima memegangi dada bagian kiri sambil meringis kesakitan.
[Aku buka 5000 bos?]
"Baiklah, aku akan serius." jawab Bima memukul tanah.
Woshhhhhh.....
Sistem membuka segel kekuatan Bima sebanyak 5000% yang langsung menghilangkan senyuman kemenangan Tyrant. Bima menggunakan Mode Six Path lalu memanggil patung Gedomazo yang besarnya setara dengan Tyrant.
"Kau mau aku serius kan?" tanya Bima menyeringai.
"Hahahaha....kau hanyalah debu di mataku!" teriak Tyrant mengaktifkan mode Combat.
Keduanya pun langsung menyerang satu sama lain dengan intensitas jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Mereka mengadu kekuatannya satu sama lain, saling menunjukkan bahwa dialah yang terkuat.
Sampai akhirnya keduanya sama sama melompat ke belakang mengambil jarak karena sama-sama mengalami luka parah di tubuh mereka.
Bima yang sebelumnya sudah mendapatkan patah tulang rusuk, kini di tambah luka sobek sepanjang 30cm di punggung, besi hitam panjang yang menembus pahanya, dan kepala yang bocor parah.
Sedangkan Tyrant tak kalah parah, lengan kirinya hampir putus, perutnya hampir terburai, dadanya tertusuk puluhan pedang cahaya, dan mata kirinya buta karena tertusuk tombak dari elemen petir Bima.
"Bajingannn! mati kau Ashura!" teriak Tyrant melesat menyerang Bima dengan penuh amarah.
"Gedo! ambil alih!" teriak Bima masih berusaha melepas besi di pahanya.
Patung Gedomazo yang sudah Bima sisipkan jiwa leluhurnya langsung bergerak mengambil alih pertarungan dari Bima. Patung Gedo menyambut serangan Tyrant dengan mudah lalu bergerak sangat cepat ke belakang Tyrant.
"Rantai Neraka!" teriak Bima setelah berhasil melepaskan besi dari pahanya.
Rantai merah di balut api merah yang membara langsung menjerat Tyrant dengan sangat erat. Tyrant yang terjerat rantai Neraka langsung terjatuh tidak berdaya.
Bima yang melihat kesempatan emas itu langsung mengambil pedang Dewa Neraka dan menebas leher Tyrant.
__ADS_1
Crashhhhh....
Tyrant pun tewas dengan kepala terpisah dari tubuhnya. Namun pertempuran belum selesai, masih ada ratusan juta monster di sekitar Bima yang harus di musnahkan.
"Drago! Leo! Bao! Dexter! bantu aku!" teriak Bima.
Woshhhhh....
Groahhhhhh....
Tiga Naga dan satu Rubah dengan size berbeda muncul dan langsung menyerang para monster dengan sangat brutal dan penuh dengan amarah.
Bima tidak ingin tinggal diam, dia kembali mengendalikan patung Gedo dan membantu ketiga bawahannya membunuh para monster.
Butuh 2 jam untuk memusnahkan seluruh monster yang ada di sana. Bima menjual semua mayat monster yang tergeletak di sana kecuali mayat Tyrant.
[Wuhuuu! 50.000.000 triliun masuk ke ATM bos! selamat!]
"Terimakasih kerjasamanya!" ucap Bima menarik kembali patung Gedo dan duduk lemas memandangi luka di sekujur tubuhnya.
"Ini bagaimana bos?" tanya Dexter dengan air liur menetes.
"Bawa, itu hadiah untuk kalian. Terimakasih banyak sudah membantu." jawab Bima.
"Terimakasih bos! ahahahaha! makan besar!" ucap Dexter sangat bahagia.
"Kau bisa berdiri?" tanya Drago.
"Aman, aku bisa naik Zet untuk keluar." jawab Bima menunjuk burung gagak di pundaknya yang sedari tadi sudah bertengger di sana.
"Aku paham, kembalilah." ucap Bima.
Drago menganggukkan kepala lalu kembali ke Alam Surgawi bersama yang lain. Setelah kepergian mereka, Bima langsung membalut luka lukanya dengan perban.
Kyakkk....
Tepat setelah Bima selesai, Zet langsung memperbesar tubuhnya dan merendahkan tubuhnya supaya Bima mudah naik. Zet pun melesat dengan kecepatan tinggi keluar dari portal setelah Bima duduk dengan nyaman di punggungnya.
Woshhhhh....
Kyakkkkk.....
Seluruh orang di luar yang sedang harap harap cemas langsung kaget saat melihat seekor burung gagak super besar keluar dari portal yang kembali muncul setelah dua jam menghilang.
Zet mendarat di tengah-tengah gerombolan hunter dan warga. Bima turun dengan kesulitan, dia berjalan tertatih menghampiri tentara yang tadi melepas kepergiannya untuk bertugas.
"Cap." ucap Bima memberikan berkasnya sambil tersenyum.
Tentara itu tersenyum haru dan langsung memberikan cap tuntas pada berkas milik Bima.
"Tuan Bima, sebaiknya anda istirahat dulu sembari kami memanggilkan ambulans." ucap kepala Asosiasi kota Bogor.
__ADS_1
"Terimakasih, tapi aku harus cepat cepat setor misi." jawab Bima sambil menaiki punggung Zet.
"T-tapi tuan..." ucap Kepala Asosiasi terpotong saat Zet melesat dengan kecepatan penuh menembus langit malam.
"Hunter luar biasa..." gumam kepala Asosiasi sangat kagum.
30 menit perjalanan, akhirnya Zet sampai di Asosiasi Pusat, dia mendarat di tengah-tengah halaman Asosiasi yang masih sangat ramai hunter padahal sudah pukul 23.55.
Bima berjalan dengan di bantu oleh Zet memasuki gedung utama. Seluruh Hunter yang ada di sana tentu saja kaget dengan kondisi Bima yang sangat parah. Apalagi punggungnya terus mengeluarkan darah segar dan kepalanya yang terus meneteskan darah segar.
Bima sampai di meja salah satu resepsionis yang kosong tidak ada orang berjaga di sana.
Kyakkkkkkk......
Zet mengeluarkan suara memekik tanda dia sangat marah karena penanganan pihak Asosiasi yang sangat lambat. Resepsionis langsung berlari ke arah mejanya dan kaget melihat kondisi Bima yang sangat amat parah.
"Aku mau mengumpulkan misi Guild The Devil's Crew dari tim Senior. 20 portal dalam sehari kerja." ucap Bima memberikan map dengan tangan bergetar hebat.
Resepsionis yang bernama Rebecca itu langsung mengurus berkas-berkas Bima sembari menunggu tim medis yang dia panggil datang.
"Halo, tuan Leon, apakah anda masih di atas? tuan Bima terluka parah." ucap Rebecca menelepon Leon sembari memperhatikan tim medis menangani luka Bima.
"Baik, saya tunggu." ucap Rebecca menutup telepon.
Tak lama Leon bersama Wilson dan Andi berlari menghampiri meja Rebecca yang sudah ramai hunter Suport dan tim medis yang menangani Bima. Zet tidak pergi kemana-mana, dia terus berada di samping Bima dengan ukuran yang sama.
"Astagaaa...." ucap Andi mengusap wajahnya dengan kasar saat melihat luka di punggung Bima.
"Ke rumah sakit saja pak, ini terlalu panjang dan dalam untuk kami para hunter dan tim medis." ucap salah satu hunter menyarankan agar Bima di bawa ke rumah sakit saja.
"Tidak usah, tutup saja pakai perban, sisanya biar aku." ucap Bima dengan suara lemah.
"Kamu yakin? ini sangat parah! kepala dan pahamu juga terluka parah Bima!" ucap Leon.
"Aman paman, tenang saja." jawab Bima tersenyum sembari mengelus kepala Zet.
[Anaknya Adrian pasti strong!]
'Sialan kau bob..' ucap Bima ingin tertawa tapi tidak bisa.
"Kalau begitu aku antar pulang ya." ucap Wilson.
"Jangan, paman pulang saja, kasihan istri dan anak paman. Zet bisa mengantar aku sampai rumah." jawab Bima cepat.
"Ngeyel sekali anak ini!" ucap Andi kesal sendiri.
"Hehehe...baiklah paman, aku pulang dulu ya, besok ke basecamp saja kalau mau menengok." ucap Bima menaiki punggung Zet dengan di bantu beberapa hunter.
"Baiklah, besok aku ajak ayah ke sana ya." ucap Andi hanya bisa pasrah.
"Aku tunggu ya, ayo Zet! kecepatan penuh!" ucap Bima.
__ADS_1
Zet berjalan perlahan keluar dari gedung, setelah berada di halaman gedung, Zet langsung melesat dengan kecepatan penuh menuju basecamp.
Bersambung.....