King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 141


__ADS_3

Di sisi lain, Bima masih fokus berlatih sangat keras. Berkali-kali gagal, Bima masih terus mencoba sampai gerakannya terasa sempurna.


Sampai akhirnya ketiga skill barunya telah berada di titik sempurna. Sistem langsung melakukan perubahan skill menjadi pasif pada Simple Ilusi, setelah itu Bima duduk beristirahat makan dan minum di rumah kecilnya.


[Sudah beres bos! kau tinggal fokus ke lima poin sebelumnya!]


"Masih sebulan lagi, aku masih bisa berkembang lebih banyak lagi." ucap Bima.


[Sangat sangat bisa bos! kau memiliki waktu yang banyak untuk mengembangkan skill, mode, dan susano'o mu]


"Baiklah!" ucap Bima mempercepat makannya.


Selesai makan Bima kembali berlatih dengan ritme super keras. Tidak hanya berlatih di satu tempat, kali ini Bima memasuki dungeon sebagai tempat uji coba kekuatannya.


[Wuhuuuu! kau berkembang lebih dari perkiraanku bos!]


Bima hanya tersenyum sembari membakar daging monster untuk makan malamnya.


"Masih sisa setengah miliar tahun lagi bos! ayo all in!" ucap Drago sambil makan seekor monster segar.


"Okeh! All in ya!" ucap Bima.


"Ya!" jawab Drago.


"Kami butuh berlatih bos! ayo kembali ke alam Surgawi! wujud mini ini sangat menjengkelkan!" ucap Grock kesal.


[Aku sudah renovasi alam Surgawi kita! ayo kembali!]


"Baiklah! setelah makan kita kembali ya." ucap Bima.


"Woooo!" teriak Grock sangat senang.


Setelah makan malam, mereka segera beberes dan pergi masuk Alam Surgawi yang terasa lebih tenang, nyaman, sunyi, segar, dan sejuk.


Sistem juga memperluas Alam Surgawi dan memperluas kebun tanaman herbal supaya stok obat obatan tidak menipis.


"Wahhh! lebih sejuk!" ucap Bima senang.


"Menenangkan sekali!" ucap Drago kembali ke wujud aslinya.


[Rumah sudah aku renovasi bos, beberapa keretakan sudah aku perbaiki. Selamat menikmati semua!]


"Terimakasih bob!" teriak mereka bersamaan.


[Hahaha...sama sama!]


Bima memasuki rumah untuk mandi, suasana ini sudah sangat lama tidak dia rasakan. Sistem berhasil membuat Bima melupakan rasa kesepian Bima dan menggantikan dengan rasa nyaman, tenang, dan fresh.


Selesai mandi Bima pun langsung tidur supaya besok bisa berlatih dengan segar.


Keesokan harinya, Bima lanjut berlatih dengan lebih tekun lagi. Walaupun sistem mengatakan perkembangannya di luar prediksi, Bima tetap tidak mau berpuas diri.


Bima berlatih dengan keras, kembali mengembangkan skill, mode, dan susano'o nya. Tak lupa, Bima juga terus melatih insting, reflek, kelenturan tubuh, teknik bertarung, dan stamina supaya memudahkannya saat bertarung.


Apalagi Stamina, Bima lebih fokus ke stamina dari empat poin lainnya. Karena tanpa stamina semua kekuatannya tidak ada gunanya.


Berjuta-juta tahun Bima habiskan hanya untuk berlatih secara gila gilaan. Tidak ada jeda istirahat, dari pagi sampai pagi lagi Bima habiskan untuk berlatih.


Bima juga mencoba berbagai kombinasi dengan bawahannya. Bao, Leo, Drago,Kuro, dan yang lainnya sangat senang berlatih dengan Bima karena mereka bisa mengetahui kekurangannya dengan komentar pedas Bima.


"Sisa berapa tahun bob?" tanya Bima.


[Ini hari terakhir bos]


"Loh! sudah habis! tidak terasa!" ucap Bima kaget.

__ADS_1


[Hahaha....kau sangat menikmati latihan bos, jadi lupa waktu. Latihan dengan rasa have fun itu lebih efektif bos, dari pada keras keras tapi penuh ketegangan]


"Benar juga." ucap Bima setuju.


"Kau berhenti merokok bos?" tanya Grock heran karena Bima belakangan ini jarang menyentuh rokok.


"Iya." jawab Bima.


[Satu-satunya hoax terbesar dalam hidupku adalah kau berhenti merokok! sialan!]


"Sialan! aku di tipu!" ucap Grock kesal.


"Hahaha...aku hanya mengurangi, mana mungkin aku berhenti menghisap si putih ini!" ucap Bima tertawa geli.


"Di mimpi mungkin tuan." ucap Kuro.


"Itu! aku sangat setuju!" jawab Bima menunjuk Kuro.


Mereka tertawa bersama, menikmati hari terakhir pelatihan Bima yang penuh perjuangan sampai akhirnya mencapai target yang sangat memuaskan.


Bima menikmati rokok dan kopinya sembari berbincang-bincang dengan mereka. Setelah puas berbincang-bincang Bima pun memutuskan untuk keluar Alam Surgawi.


Woshhhh....


"Jam berapa ini bob?" tanya Bima menyulut rokoknya sembari melihat halaman belakang yang sepi.


[12 bos]


"Makan siang! tapi aku sudah makan tadi. Aku mau nonton TV aja lah." ucap Bima berjalan masuk ke dalam rumah.


Bima dengan santainya berjalan ke ruang makan sambil merokok. Seisi ruang makan berhenti makan saat Bima berjalan dengan santainya dan mengacungkan tinju di depan Julian.


"Oi." panggil Bima yang langsung di respon tos tinju oleh Julian.


Bima berjalan melakukan tos pada semua orang, Bima juga mencium kedua ibunya yang masih berusaha mencerna semua ini.


"Aku ke depan ya, udah makan tadi." ucap Bima pergi setelah melambaikan tangannya.


Mereka tidak bereaksi lebih, mereka juga tidak menyadari kalau ketiga hewan itu sudah kembali ke Alam Surgawi. Hanya Silvia yang bereaksi, dia langsung bergegas pergi mengikuti Bima ke ruang TV.


"Arghhhh! lama gak nonton tipi!" gumam Bima menghidupkan TV.


Saat sedang fokus menonton berita yang menayangkan portal break di taman kota, tiba tiba Bima di peluk oleh Silvia dengan sangat erat dan di barengi tangisan.


"Loh! kenapa malah kesini? kamu makan dulu sana." ucap Bima mengelus rambut Silvia.


"Gak!" jawab Silvia sedikit berteriak.


"Kenapa? kamu kenapa?" tanya Bima memegang kedua pipi Silvia.


"Maafin aku! aku..aku..." ucap Silvia terputus saat Bima mencium bibirnya.


"Tenang, jangan bicara kalau masih cengeng." ucap Bima menghapus air mata Silvia.


Silvia kembali memeluk Bima dengan sangat sangat erat, tangisnya tidak berhenti karena masih sangat merasa bersalah dengan Bima.


Bima hanya tersenyum tipis sambil menenangkan istrinya itu, setelah cukup tenang Silvia pun menjelaskan semuanya pada Bima. Dia juga menceritakan tentang kehamilannya dan rasa bersalahnya yang menghantuinya selama dua bulan.


"Ya udah sih, udah berlalu juga. Gak usah kamu pikirin lagi." ucap Bima.


"Maafin aku bi, aku sangat bodoh." ucap Silvia.


"Iyaaa, udahlah, gak usah di ungkit lagi." jawab Bima.


Silvia kembali memeluk Bima dengan sangat erat, Bima tersenyum tipis dan mengelus rambut Silvia dengan lembut sambil menonton berita.

__ADS_1


"Hari ini jadwal USG, kamu temenin aku ya bi." ucap Silvia.


"Hem? iya, aku temenin." jawab Bima.


"Makasih sayang." ucap Silvia mencium pipi Bima penuh cinta.


"Lanjut makan sana! malah kesini!" ucap Bima.


"Yaaa!" jawab Silvia menuruti perintah Bima dan bergegas pergi mengambil piringnya lalu kembali ke ruang TV.


'Gimana si anak ini! malah di bawa kesini!' batin Bima kesal.


"Suapin!" ucap Silvia memberikan piringnya pada Bima.


Bima menghela nafas panjang, dia ingin marah tapi istrinya sedang hamil, jadi Bima menuruti saja permintaan istrinya itu. Bima menyuapi Silvia sambil menonton berita, dia belum sadar kalau yang dia tonton adalah tim Junior nya.


"Ini guild mana si? bodo banget!" ucap Bima kesal sendiri.


"Liat tuh! topengnya! jubahnya! masa gak kenal sama guildnya sendiri!" jawab Silvia ketus.


"Loh! jadi bodo gini mereka!" ucap Bima kaget.


"Gak ada alpha di tim mereka, jadi mereka bergerak semaunya." jawab Silvia.


'Kong bodoh!' teriak Bima kesal.


'Aku sudah berusaha sekuat tenaga bos! mereka saja yang bodoh! payah!' ucap Kong jengkel.


'Apa kekurangan mereka belakangan ini?' tanya Bima.


'Seperti yang nyonya bos katakan, tidak ada yang mereka takuti dalam tim. Di saat latihan sangat bagus bos, sangat solid, tapi saat praktek di lapangan, semua amburadul. Kita butuh sosok pemimpin yang tegas untuk mengatur mereka.' ucap Kong.


'Baiklah! serahkan sisanya padaku.' ucap Bima.


'Ya! aku mau latihan dulu!' jawab Kong.


"Ke dokter jam berapa yang?" tanya Bima sambil menyuapi Silvia.


"Terserah bibi, aku ikut aja. Yang penting jangan sore sore." jawab Silvia dengan mulut penuh.


"Habis ini aja ya, aku mandi bentar terus berangkat." ucap Bima.


Silvia menganggukkan kepala sambil minum segelas air putih hangat karena seret.


"Kenyang bi!" ucap Silvia menolak suapan terakhir Bima.


"Terakhir!" ucap Bima.


"Enggak! kenyang banget!" jawab Silvia.


"Tak tonjok! buka gak!" ucap Bima mengepalkan tangannya.


Silvia nyengir dan membuka mulutnya lebar lebar menerima suapan terakhirnya.


"Gitu aja banyak drama! dah! selesai!" ucap Bima mencubit hidung Silvia.


"Kamu mandi sana! bau!" ucap Silvia dengan mulut penuh.


"Bau bau tapi ganteng gini!" ucap Bima memainkan alisnya.


"GR banget! cepat sana! aku mau siapin berkas berkasnya!" ucap Silvia.


"Cium dulu!" ucap Bima.


Silvia mencium kedua pipi dan bibir Bima, setelah itu Bima langsung berlari ke kamarnya sambil cekikikan.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2