King Of Universe

King Of Universe
Bab 77


__ADS_3

Saat Silvia membuka pintu kamar, dia kaget karena tidak ada Bima di sana. Silvia menghubungi Howard melalui telepati menanyakan keberadaan Bima.


"Bima di mana? disini tidak ada!" tanya Silvia melalui telepati dengan suara panik.


"Aku juga tidak tau! dia hilang begitu saja! aku akan cari sekarang juga, nanti kamu aku kabari lagi!" jawab Howard.


"Secepatnya ya!" ucap Silvia.


"Iya!" jawab Howard tegas.


Silvia pun kembali ke ruang TV untuk memberi tahu Diana tentang hilangnya Bima.


"Bunda, Bima tidak ada di kamar!" teriak Silvia berlari menghampiri Diana.


"Loh! kemana? kok bisa?!" tanya Diana kaget.


"Via juga tidak tau bunda! bagaimana ini?!" jawab Silvia sangat panik.


"Doni, kamu coba hubungi dia." ucap Diana.


Doni langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon Bima, namun sayangnya ponsel Bima tidak bisa di hubungi.


"Mati bun ponselnya, gak aktif." ucap Doni.


"Ck! terus gimana ini?" tanya Diana kebingungan.


"Kita tunggu saja, kalau sampai besok belum kembali baru kita cari cara buat nemuin Bima." ucap Jhon.


"Aku kabarin kak Aurora dulu lah!" ucap Diana pergi ke gazebo.


Sedangkan Silvia terus mendeteksi keberadaan Bima, dia mencari dari alam fana sampai alam dewa melalui bawahannya. Dan saat ingin memasuki alam Surgawi milik Bima, tiba tiba jiwanya terpental karena mendapatkan penolakan.


"Ck! sial! kenapa dengan dia!" gumam Silvia kesal.


Di alam Surgawi, Bima sedang menenangkan diri di pinggir danau, di tangannya Bima memegang arak buatan Kong.


[Kau kenapa bos? kenapa emosimu tidak stabil?]


"Entahlah bob! aku juga bingung sendiri!" jawab Bima.


[Masalah kecil kenapa kau besar besarkan bos, padahal kan kalau temanmu mau pisah ya sudah biarkan saja]


"Entahlah bob! emosiku sedang di pucuk! sialan!" ucap Bima kesal.


[Atau kau mau melaksanakan rencanaku dulu? kalau itu maksudmu aku dukung bos!]


"Diamlah!" ucap Bima ketus.


[Baiklah bos, kau tenangkan diri dulu]


Bima menenangkan dirinya, dia merenungi sifatnya yang sangat berbeda ini. Bima merasakan sebuah perasaan aneh yang ingin sekali menjadi satu satunya penguasa di alam semesta ini.


"Perasaan apa ini?! yang berkuasa di alam semesta ini hanya Tuhan Yang Maha Esa! bodoh! aku hanya seonggok krikil tak berguna di hadapannya!" gumam Bima memarahi dirinya sendiri.


'Tapikan kau bisa untuk membenahi alam semesta ini! membenahi bukan berarti melawan Tuhan mu!' sebuah suara entah dari mana.


"Ck! Masih banyak tanggungjawab ku di sini! itu bukan urusanku!" ucap Bima.


'Ayolah! aku tau kau tersiksa hidup di sini! semua hal tidak berpihak padamu! seolah-olah semua hal menginginkan mu musnah!' ucap suara itu.


"Bodoh! aku tidak sebodoh itu!" ucap Bima.


'Kau bisa menjadi penguasa mutlak jika berhasil merubah hukum alam semesta ini! kau tidak terkalahkan bodoh! kau satu satunya Dewa yang paling kuat saat ini! ayolah!' ucap suara itu.


"Bodoh!" ucap Bima tidak perduli.


[Kau bicara dengan siapa bos?]


"Entah!" jawab Bima ketus.


[Aneh!]


Karena tidak mendapatkan sebuah ketenangan, Bima pun memutuskan untuk pergi ke alam Dewa, tepatnya di Kerajaan Valhalla, sebuah kerajaan yang menjadi pusat pemerintahan Alam Dewa.


"Ada yang bisa di bantu Bima?" tanya seorang pria tua bernama Foxs.


"Aku cuma mau numpang duduk di taman kek, boleh?" jawab Bima.


"Silahkan, kamu boleh melakukan apapun di sini." ucap Foxs.


"Terimakasih kek, aku ke taman dulu ya." ucap Bima berlalu pergi.


Bima duduk di bangku taman, menyulut rokoknya dan melamun menatap hamparan bunga yang sangat indah.


'Kau kenapa tuan? apa yang terjadi?' tanya Drago merasa aneh dengan sikap Bima.

__ADS_1


"Aku tadi mendapat bisikan sesat." jawab Bima.


'Apa?' tanya Drago.


"Menjadi satu-satunya penguasa di alam semesta dan merubah hukum alam semesta." jawab Bima.


'Jangan bodoh bos!' ucap Bao.


'Lakukan saja, aku mendukungmu.' ucap Drago.


'Hey! kau mau di segel lagi! bodoh!' ucap Bao kesal pada Drago sang kakak.


'Di segel kalau sudah berhasil merubah tatanan dunia itu adalah sebuah pencapaian bodoh!' jawab Drago.


"Diamlah! aku mau menenangkan diri!" ucap Bima kesal.


'Baiklah!' jawab Drago.


Bima berdiam di sana selama berjam-jam, menghabiskan sampai 6 bungkus rokok karena pikiran nya yang sumpek.


"Bima, mari makan malam dulu nak, sudah malam." panggil Foxs.


"Baik kek." jawab Bima beranjak pergi mengikuti Foxs ke ruang makan.


Di ruang makan Bima sudah di tunggu oleh para keluarga kerajaan yang sudah dikenal akrab oleh Bima.


"Tumben kau kemari kak." ucap Dom tersenyum pada Bima.


"Hem? iya, aku sedang pusing." jawab Bima menganggukkan kepala.


"Ada masalah di bumi?" tanya Ella istri Foxs.


"Banyak nek, aku sampai pusing." jawab Bima menghela nafas berat.


"Kalau boleh tau, apa masalahnya kak?" tanya Bitsy adik Dom.


"Banyak sih, dari teman temanku, terus jadi buronan Dewa Penguasa, amarah ku susah di kendalikan, lemahnya kekuatan timku, hukum Alam semesta yang menyusahkan, dan masih banyak lagi." jawab Bima.


"Kamu jalani saja nak, kalau menurutmu sudah keterlaluan, baru kamu minta keadilan ke khayangan tingkat ke tujuh." ucap Foxs.


"Kamu sudah bertemu Yan kakekmu?" tanya Ella.


"Sudah nek, beberapa bulan yang lalu. Aku juga di beri dua peliharaan baru." jawab Bima.


"Baguslah, nenek harap kamu bisa menggunakannya dengan baik." ucap Ella.


Selesai makan malam, Bima pun berpamitan untuk pulang. Bima kembali ke alam Surgawi dan kembali melamun di pinggir danau.


"Haihhhh! pusing sekali!" teriak Bima memegangi kepalanya.


"Bos! jangan teriak teriak! aku mau tidur!" teriak Kong kesal.


"Ya! maaf!" jawab Bima.


Akhirnya Bima pun tertidur di atas batu besar pinggir danau karena kelelahan. Keesokan harinya Bima terbangun dari tidurnya karena hatinya merasakan hal yang tidak enak di bumi.


Bima langsung keluar dari alam Surgawi, Bima muncul di dalam basecamp yang sedang kosong tidak ada satu orangpun.


Bima berlari keluar menemui satpam yang bernama Willy itu.


"Pada kemana pak?" tanya Bima dengan suara panik.


"Ke rumah sakit mas, nyonya Aurora terluka parah karena serangan bos monster kelas Dewa Monster. Mas Bima buruan ke Cinta Sehat mas!" jawab Willy.


"Makasih pak." ucap Bima langsung melesat terbang ke rumah sakit Cinta Sehat.


[Ruang Cendana 3 bos]


Bima berlari ke ruangan yang sistem katakan, di hatinya Bima merasakan sebuah firasat buruk. Pantas kemarin dia tidak enak melakukan apapun.


Sesampainya di lorong menuju ruangan yang sistem beri tahu, Bima melihat teman teman dan keluarga lainnya sedang duduk dengan cemas di depan ruangan.


Bima menghampiri mereka dan masuk ke dalam ruangan tanpa berbicara apapun.


"Mas, keluar dulu mas! kita sedang melakukan pengobatan." ucap dokter.


"Keluar, biar aku yang urus!" ucap Bima dingin.


Seketika semua orang di dalam ruangan pergi meninggalkan Bima dengan rasa takut. Bima menghampiri tubuh Aurora yang terdapat banyak sekali luka parah.


"Bunda bertahan ya.." ucap Bima melakukan pengobatan khusus pada Aurora dengan air mata yang terus mengalir deras.


[Ini bukan monster bos! ini serangan Dewa!]


"Diam!" teriak Bima marah.

__ADS_1


'Diamlah bob!' ucap Drago.


Bima terus berusaha memulihkan Aurora yang dalam keadaan kritis. Akhirnya setelah 2 jam, nyawa Aurora berhasil di selamatkan. Bima terduduk di samping tubuh sang ibu dengan tangis histeris takut kehilangan sosok yang paling dia sayangi.


"Maafkan Bima bunda! Bima tidak bisa melindungi bunda!" ucap Bima sangat merasa bersalah.


Uhuk..uhuk...


Bima mendongakkan kepala melihat kondisi Aurora.


"Bunda jangan gerak dulu." ucap Bima cepat.


"Kamu kemana aja sayang?" tanya Aurora dengan suara lemah.


"Bima nemuin kakek Foxs di alam Dewa bun, maafin Bima ya gak bisa lindungi bunda." jawab Bima mencoba tegar.


"Gak papa nak, bunda kok yang salah, kemarin malem itu bunda sok sokan mau lawan sosok pria yang memakai topeng. Bunda pikir dia penjahat biasa nak, tapi ternyata punya aura dewa." ucap Aurora merasa konyol.


"Yang lain kemana?" tanya Bima bingung.


"Anak anak pergi entah kemana, di rumah cuma ada Lia, Ria, Bella, Indah, sama Lina. Mereka kan gak punya kekuatan, jadi bunda yang lawan nak. Terus waktu bunda terpental jauh, baru anak anak dateng lawan pria itu." jawab Aurora.


"Bunda istirahat dulu, Bima mau tanya ke mereka." ucap Bima dengan hati penuh amarah.


"Kamu jangan salahin mereka ya nak, ini pure salah bunda." ucap Aurora.


"Udah, bunda istirahat aja, ini urusan Bima." jawab Bima lalu pergi.


Bima keluar dari ruangan, menutup pintu ruangan dengan perlahan.


"Bibi! kamu dari mana?!" teriak Silvia tidak berani mendekat karena dia merasa ada aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Bima.


"Semalem pada kemana?" tanya Bima dingin.


"Kita ke mall, jalan jalan." jawab Kevin tanpa ada rasa bersalah.


"Kau kemana?" tanya Bima pada Julian.


"Ikut ke mall." jawab Julian dengan wajah yang sangat jelas memperlihatkan kebohongan.


"Jujur." ucap Bima dingin.


"A-anu...k-kita pesta di rumah tante Abigail." jawab Julian jujur.


"Kita! kalian aja kali! aku aja pulang ke rumah ayah!" ucap Riski protes.


"Pergi pesta tanpa bikin Array pelindung?" tanya Bima mendekat ke Julian.


"M-maaf!" ucap Julian sangat ketakutan.


"Kau udah gak sayang sama istrimu? iya?" tanya Bima.


"B-bukan g-gitu..." jawab Julian.


"Kau juga! kau tinggalin anak istri tanpa perhatiin keselamatan mereka!" teriak Bima menunjuk Doni.


"Maaf..." ucap Doni menundukkan kepala penuh rasa bersalah.


Buaghhhh...


"Kau juga sialan! aku udah berkali-kali bilang! jaga anak istrimu!!!" teriak Bima memukul Tigers.


"Aku lupa." jawab Tigers dengan santainya.


"Siap siap! habis ini kita ke Afrika!" ucap Bima lalu pergi begitu saja.


"Kamu gak papa?" tanya Lia menghampiri Tigers.


"Gak papa, ini teguran keras dari dia. Maaf aku sudah ceroboh." jawab Tigers menyadari kesalahannya.


"Baguslah kalau kamu sadar, kamu siap siap gih buat ke Afrika." ucap Lia.


"Iya." jawab Tigers.


"Bunda kemana semalam? kan aku udah bilang, jangan pergi, soalnya gak ada yang jaga orang rumah." tanya Rizal pada Diana.


"Kau jangan salahin orang! semua ini gara gara kecerobohan kalian! kalau mau pesta jangan ajak semua orang! minimal satu atau dua orang tinggal di rumah!" ucap Riski marah.


"Udah tau kita ini orang paling di cari gara gara ada hubungan sama Bima malah pergi gitu aja! bodoh banget!" lanjut Riski.


"Ini salah bunda! sudah! bunda pergi gitu aja gak pamit! dah selesai!" ucap Diana kesal.


"Kalian siap siap! nanti Bima marah." ucap Silvia.


Mereka pun kembali ke basecamp untuk bersiap berangkat ke Afrika. Di rumah sakit, Diana, Jhon, Berliana, Lia, Ria, Lina, Bella, Indah dan Lidia masuk ke dalam ruangan untuk menjaga Aurora.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2