
Setelah kaki dan lengannya terbiasa, Bima pun lanjut berlatih tahap dua yang fokus pada pembentukan tubuhnya dan kekuatan fisik.
Jika di rasa cukup dan maksimal, Bima lanjut ke tahap ke tiga yang fokus ke skill skillnya. Bima cukup lama berlatih di tahap ke tiga ini supaya skillnya bisa lebih maksimal dan berdamage besar.
Jika sudah kembali maksimal, Bima lanjut ke tahap empat, latihan yang fokus ke patung patung milik nya. Bima melakukan beberapa inovasi pada patung dan susano'o miliknya, namun semua itu gagal, jadi ya sudah, karena merasa sudah sangat maksimal, Bima langsung masuk ke latihan tahap berikutnya.
Pelatihan tahap kelima atau tahap terakhir ini adalah latihan yang fokus ke penguasaan energi, pembentukan energi, kombinasi energi/elemen, dan kombinasi antara tuan dan beast spiritual.
Bima berlatih lebih keras dan lama dari tahap tahap lainnya, Bima ngepush kekuatan para beastnya dengan pelatihan berat, terutama Kong dan Dexter.
Bima membutuhkan jutaan tahun untuk bisa kembali mendapatkan kondisi tubuh paling prima. Karena dirasa sudah sangat sangat cukup, Bima pun keluar dari alam Surgawi. Bima muncul di halaman belakang rumahnya, dia duduk sejenak di gazebo untuk menghirup udara segar pagi hari.
[Kau sudah latihan 5 hari bos, sepertinya teman-teman mu geger karena kau hilang secara tiba tiba]
"Biarin." ucap Bima berjalan masuk ke dalam rumah dengan santainya.
Saat melewati ruang makan, semua orang yang sedang sarapan dibuat melongo melihat kemunculan Bima yang wajahnya tidak menunjukan rasa bersalah.
"Bima! duduk!" teriak Aurora dengan wajah merah karena marah.
"Aku mau istirahat bun, capek." ucap Bima.
"Duduk!" ucap Diana menatap tajam Bima.
"Iyaa..." jawab Bima malas.
Bima duduk di samping Aurora yang sedang sangat sangat marah.
"Kamu kemana aja?! pergi tidak pamit sama sekali!" tanya Aurora menjewer telinga Bima keras.
"Aaadduuuhhhhh...a-aku latihan bunda." jawab Bima mengerang kesakitan.
"Kamu itu lagi di pantau sama pihak Organisasi Hukum Internasional! kalau kau hilang bisa bisa status buronan kamu kembali!" ucap Aurora memarahi Bima.
"Iyaaa bundaaa! ampunnn!" teriak Bima kesakitan.
"Dah! sana mandi!" ucap Aurora ketus dan melepaskan jewerannya.
Bima mengelus telinganya lalu berjalan pergi menuju kamarnya. Sepanjang jalan Bima terus menggerutu tentang rasa sakit di telinganya.
Saat membuka pintu kamar, Bima hanya melihat kamar yang kosong, tidak ada orang yang Bima harapkan selama latihan.
Bima menghela nafas pasrah dan pergi mandi, Bima berendam di bathtub sembari merenung.
[Apa kita harus bantai bantai lagi bos?]
"Bantai bantai apa?" tanya Bima aneh.
[Semua alam semesta, kita buat hukum baru, kita ubah arah jalan alam semesta ini ke arah yang kita tentukan!]
'Aku setuju! aku ikut rencana itu!' teriak Drago semangat.
'Jangan nak, kamu akan mendapatkan hukum yang sangat amat berat.' ucap Adrian.
"Jangan bodoh! aku gak mau kena hukuman lagi!" ucap Bima menolak.
[Bos! kau sangat di rugikan dalam hukum alam semesta saat ini! aku sangat tidak terima! kau sangat sangat kesusahan!]
"Sssttt! kau sesat bob!" ucap Bim kesal
'Kau cupu tuan!' ucap Drago kecewa.
__ADS_1
[Payah!]
"Bodo amat!" ucap Bima kesal.
Setelah selesai mandi, Bima langsung tidur di ranjangnya karena tubuhnya pegal-pegal.
Di sebuah tempat di langit ke tujuh, 2 pria dengan aura yang sangat kuat sedang berdiskusi mengenai rencana sistem tadi.
"Bagaimana? ini akan sangat berbahaya." ucap pria 1.
"Aku tidak bisa apa apa, dia terlalu kuat." jawab pria 2.
"Hanya Budha yang bisa menghentikan dia, Budha lah yang memiliki derajat 1 tingkat di atasnya. Budhalah satu satunya yang bisa menghukumnya." ucap pria 1.
"Kita tunggu saja bagaimana langkah dia selanjutnya." ucap pria 2.
"Baiklah." jawab pria 1 setuju.
Kembali ke bumi, saat ini hari sudah menunjukkan pukul 16.00 dan Bima baru saja selesai mandi karena baru bangun. Bima yang sudah kembali segar langsung keluar dari kamar dengan pakaian biasanya.
"Bim, lusa dateng ya." ucap Riski yang sedang duduk di ruang TV.
"Kemana?" tanya Bima bingung.
"Nikahanku cok!" jawab Riski bangga.
"Ogah." ucap Bima singkat.
"Anjink! katanya mau dateng waktu resepsi!" ucap Riski protes.
"Iya iya!" jawab Bima ketus.
"Nahh gitu dong!" ucap Riski menganggukkan kepala.
"Makan dulu, ntar sakit perut kalau langsung minum kopi!" ucap Diana.
"Nanti aja sekalian makan malem bun." jawab Bima santai.
"Kalau sakit perut jangan salahin bunda ya!" ucap Diana.
"Iya bunda." jawab Bima.
Setelah itu Bima membawa kopinya ke ruang TV untuk menonton berita terbaru. Di ruang TV, sudah ada Riski, Kevin, dan Doni yang juga bersantai sambil ngopi.
"Kau dari mana aja anjir?! noh liat! kau jadi buronan lagi blokk!" ucap Kevin kesal.
"Latihan cok! terus aku jadi buronan itu masalahnya apa?!" tanya Bima balik.
"Gara gara pertarungan mu sama rivalmu, banyak negara yang harus menanggung mega tsunami! hancurnya benua Eropa juga karenamu! itu yang di umumin sama Organisasi Hukum Internasional." jawab Kevin.
"Gak bener ini cok! tau gini aku gak mau keluar kemarin." ucap Bima menyesal.
"Tapi, om Andi yang udah menjabat sebagai kepala Asosiasi Hunter Indonesia menolak berita itu. Kau bebas di negara ini, buat guild, masuk portal, ambil misi, semua di perbolehkan." ucap Kevin.
"Banyak juga kok yang bela kau bim, hampir seluruh dunia malahan. Tapi gak dikit juga yang menuntutmu supaya menyerahkan diri." ucap Doni.
"Biarin lah, gak mau mikir ke sana aku." ucap Bina cuek.
"Dah bangun kau bim." ucap Rizal yang datang membawa segelas teh hangat.
"Iya cok, capek banget sumpah." jawab Bima.
__ADS_1
"Mau balikin guild gak? kemarin aku ditawarin om Andi soalnya." ucap Rizal.
"Gimana yang lain sih kalau aku." jawab Bima santai.
"Yang lain pasti mau cok, keputusan ada di kau sebagai ketua." ucap Rizal.
"Kau mau vin?" tanya Bima.
"Maulah! dah lama gak pakai topeng sama jubah guild." jawab Kevin cepat.
"Tapi topengnya baru semua ya, aku juga mau logo baru, kita pakai suasana baru." ucap Bima.
"Kau ada logonya?" tanya Riski.
"Nih." jawab Bima menunjukkan jubah hitam dengan logo wajah Drago yang setengah wajahnya memakai topeng Hannya.
"Keren cok! kirim kirim! biar Joni bisa langsung buatin." ucap Riski.
Bima langsung mengirimkan desain jubahnya pada Riski, dan Riski langsung mengirimkan desain jubah itu pada temannya yang menjadi langganan buat baju hunter dan jubah hunter.
"Identitas kita banget ya topeng Hannya ini." ucap Kevin mengelus topeng lamanya.
"Iya, banyak juga yang mulai ngikutin." jawab Riski menganggukkan kepala.
"Jadi trend di kalangan hunter cok sekarang." ucap Rizal.
Mereka ngobrol ngalor ngidul dan di penuhi canda tawa, sampai akhirnya jam makan malam pun datang. Albert yang baru keluar kamar sejak siang tadi mengajak mereka untuk ke ruang makan.
Di ruang makan, Bima melihat keberadaan sosok yang paling dia tunggu selama ini, ya, Silvia ternyata ada di ruang makan dengan penampilan yang berbeda. Lebih cantik, badan lebih berisi, dan beberapa tato tambahan termasuk nama Bima di pergelangan tangan kanannya.
[Feeling ku salah besar bos hahaha!]
Bima hanya tersenyum tipis dan duduk di sebelah Silvia, Bima mengambil makanan ke dalam piringnya dengan beberapa kali curi pandang terhadap wajah cantik Silvia.
"Bibi kemana aja? kok aku baru lihat?" tanya Silvia.
"Latihan hehhee...." jawab Bima salah tingkah.
"Ooo, makanya 3 hari ini gak keliatan." ucap Silvia paham.
"Iya hehehe..." jawab Bima menggaruk tengkuknya.
"Pengumuman! guild kembali di aktifkan ya! Guild The Beast New Era!" ucap Kevin penuh semangat.
"Beneran nih?!" tanya Julian sangat senang.
"Beneran kan bim?" tanya Kevin pada Bima.
"Iya, dua anggota baru, topeng baru dan jubah baru." jawab Bima.
"Aseeekkk!" seru Julian bahagia.
"Heboh banget sih!" ucap Indah tersenyum senang melihat sang suami bahagia.
"Iyalah! guild yang udah lama mati bisa bangkit lagi!" jawab Julian penuh semangat.
"Alay jul!" ucap Bima kesal.
"Alay cok dia! lempar tulang juga ni!" ucap Rizal ketus.
"Kalian ini gak bisa ngerasain bahagia ini! payah!" ucap Julian kesal.
__ADS_1
Bersambung.....