King Of Universe

King Of Universe
Bab 29


__ADS_3

Keesokan harinya, mereka bertujuh di buat tak bisa tidur karena kebisingan yang terjadi di halaman rumah. Beberapa kali terdengar makian dari beberapa wartawan yang menganggap Bima dan kawan-kawan adalah hunter tak tau diri karena tak mau di bantu untuk maju.


"Siapa si yang undang wartawan! ganggu banget anjink!!!" teriak Bima sangat kesal.


"Lah, ku kira kau cok!" ucap Julian.


"Buat apa juga cok! gak penting! ganggu orang istirahat!" bantah Bima.


"Usirlah! kau ketuanya di sini!" ucap Riski menutup kepalanya menggunakan bantal sambil berbaring di sofa ruang tengah.


"Anjink!" umpat Bima kesal.


"Jangan kasar kasar." ucap Zoya.


Bima tak menggubris, dia berjalan keluar rumah, saat membuka pintu Bima langsung di sambut tepuk tangan para wartawan dan keluarga besarnya.


"Pulang!" teriak Bima dengan aura kemarahan yang sangat menusuk sampai ulu hati.


"Otak kalian dimana?! 2 minggu kerja jarang tidur nyenyak cuma buat ngurusin monster! wartawan tol*l! hunter hunter juga gak guna! dulu waktu sekolah jangan kebanyakan bolos! sekarang otaknya kopong kan!" teriak Bima penuh kekesalan.


"Capek capek kerja buat bikin masyarakat aman, malah kita yang gak nyaman! tau gini aku spawn mayat hidup buat bunuh semua orang! anjeng! bunuh semua orang! bunuh semua makhluk hidup di dunia biar alam semesta aman tentram! udah di bantu, bukanya pengertian malah nyusahin!" ucap Bima.


Bruakkkkk....


Bima masuk ke dalam rumah dengan membanting pintu, keadaan seketika menjadi hening dan satu persatu mobil meninggalkan pekarangan rumah.


"Arghhhh! akhirnya bisa turu!" teriak Julian lega.


Mereka pun melanjutkan tidurnya yang terganggu. Keesokan harinya, setelah sarapan mereka duduk di ruang tengah sambil bersantai menonton TV.


Mereka di buat kecewa melihat berita berita yang menghina dan memaki guild The Beast karena di anggap sudah merendahkan martabat seorang hunter dan wartawan yang di anggap makhluk suci.


Ya, Wartawan adalah sebuah profesi yang di anggap suci karena di anggap makhluk paling berani. Kenapa? karena hanya mereka lah yang mau menyebarkan perkembangan portal dan monster dari dekat sejak awal muncul.


Kalau Hunter sudah jelas di anggap suci karena mampu memusnahkan musuh manusia yang di anggap penuh dosa dan keburukan, yaitu monster dan iblis.


"Kau lihat? aku mau setelah kau berkuasa, semua makhluk hidup di negeri ini memiliki drajat yang sama. Tidak ada yang suci maupun hina, hanya itu, tidak lebih." ucap Bima pada Ethan.


"Saya akan coba beberapa peraturan yang cocok menurut saya tuan." ucap Ethan.


"Kau menurutmu baik untuk masyarakat luas, aku setuju." ucap Bima.


"Gass Asosiasi gak nih?" tanya Doni.


"Sekarang aja!" jawab Bima.


"Gass lah!" ucap Riski.


Mereka langsung bergegas bersiap siap memakai atribut khas guildnya. Setelah selesai bersiap, mereka langsung tancap gas menuju Asosiasi dengan aura mendominasi yang terus keluar dari tubuh di sepanjang jalan.


Sesampainya di Asosiasi, kedatangan guild yang di anggap hina dan rendahan itu langsung membuat semua hunter dan warga sekitar mencaci maki mereka.


Booommmm....


Groahhhhhhhh.....


6 ekor Beast spiritual kelas Dewa muncul dengan aura kemarahan yang membuat semua hunter dan warga lari berhamburan.


"Sampah!" teriak Bima tersenyum sinis.


'Boss! aku mau keluar jugaaa!' teriak Kong merengek.

__ADS_1


'Diam bodoh!' ucap Dexter tegas.


Kong tertunduk lesu karena keinginannya memakan daging manusia sirna.


Bima berjalan santai memasuki bangunan utama Asosiasi, sekitar 5 menit, tiba tiba Stella terlempar keluar berikut para petinggi Asosiasi lainnya dengan kondisi babak belur.


Woshhhhh.....


Aura penguasa milik Bima membuat semua Beast milik teman-temannya tertunduk dengan rasa ketakutan.


"Bangun hey!" ucap Riski pada beastnya yang berbentuk seekor Gorila dengan gading raksasa, Riski memberinya nama Behemoth karena terinspirasi dari film Godzilla.


"B-bos, tolong jangan memerintah dulu, di depan ada Raja nya Alam Semesta." bisik Behemoth.


"Mana?" tanya Riski berbisik sambil celingak celinguk.


"Diam bodoh! nanti aku jelaskan!" ucap Kevin.


"Baiklah.." jawab Riski menurut saja.


Bima berjalan ke depan Stella yang terduduk lemah dengan perasaan ketakutan setengah mati.


"Sudah puas berfoya-foya?" tanya Bima memegang dagu Stella.


"A-a-ampuni a-aku...." ucap Stella terbata-bata.


"Setelah kau menyengsarakan masyarakat?" tanya Bima tersenyum sinis.


Stella semakin ketakutan ketika melihat mata Bima yang berubah menjadi mata yang dia incar sedari dulu, yaitu mata RinneSharingan.


Jlebbb....


"A-ampuni aku, aku mohon..." ucap Stella mulai menangis.


"Hahahahahaha....."


Jlebbbb...


Bima tertawa keras dan menusuk leher Stella menggunakan pedang yang terbuat dari cahaya.


"Menjijikkan!" ucap Bima.


[PERINGATAN!!!! MELANGGAR PERATURAN DEWA KASTA TERTINGGI!!!!!]


'Apa bob?' tanya Bima bingung.


[Aku tak faham bos! itu bukan aku! itu AI!]


[TUAN MELANGGAR PEDOMAN SEORANG PENGUASA JAGAT YANG SUCI! TUAN AKAN DI HUKUM! SELAMAT TINGGAL!!]


Tiba tiba tubuh Bima mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan, Bima merasakan sakit di sekujur tubuhnya dan....


Duarrrrrrr.....


Tubuh Bima meledak, daging yang berasal dari tubuh Bima berceceran kemana-mana. Teman-teman Bima di buat melongo termasuk Ethan, mereka syok berat melihat kematian sahabat yang sudah membimbing mereka sejauh ini.


"Loh..." ucap Riski terduduk lemas.


Kevin dan Julian terduduk lemas tak berdaya dengan air mata mengalir deras.


"A-apa yang terjadi?" tanya Rizal lemas.

__ADS_1


Wosshhhhh....


Dewa Aron tiba tiba muncul di depan mereka semua dengan wajah penuh kekecewaan.


"Bima telah mati akibat melanggar aturan dari seorang Dewa yang penuh kesucian. Membunuh makhluk hidup lain adalah perbuatan menjijikkan dan najis, Bima akan di beri hukuman di neraka. Kalian kembali ke aktivitas masing-masing, Bima akan menjadi urusan kami dan tak akan pernah kembali lagi." ucap Aron.


Woshhhhhh....


Dewa Aron menghilang begitu saja sebelum Julian dan Kevin melakukan protes. Bertepatan setelah kepergian Dewa Aron, para wartawan yang sudah menunggu langsung mengerubungi mereka.


"Apa yang terjadi?" tanya salah satu wartawan.


"Guild The Beast BUBAR! kami tidak akan pernah kembali kecuali dalam keadaan terdesak!" ucap Kevin tegas, setelah itu mereka langsung hilang tanpa jejak.


Hal ini tentu saja membuat publik terheran-heran, apalagi kata Dewa kasta tertinggi yang di ucapkan Dewa Aron tadi. Apakah Bima adalah seorang dewa? atau apa? itulah kira-kira pikiran publik.


Kevin dan yang lainnya kini berada di basecamp, mereka menceritakan semuanya pada Zoya yang membuatnya syok berat.


"Kami tak tau bagaimana peraturan nya secara jelas, mungkin kakak paham apa yang terjadi." ucap Kevin.


"Gak! peraturan di alam Dewa sana setahuku tidak seketat ini! ini pasti kesalahan! bajingannnn!" teriak Zoya sambil menangis histeris.


"Lebih baik kakak tuntut di alam Dewa sana, kami akan pergi dari peradaban. Kalau terjadi sebuah masalah besar, kami akan kembali. Kakak juga lebih baik pergi sejauh-jauhnya, kalau tidak wartawan akan terus mengejar kakak untuk di mintai keterangan." ucap Kevin.


"Aku akan ke alam dewa, kalian urus diri kalian ya." ucap Zoya lalu menghilang dari tempatnya bersama David.


"Kita pisah lagi ya guys, tetap saling bertukar kabar, jangan sampai hilang kontak satu sama lain. Walaupun guild bubar, kita tetap satu tim, firasatku mengatakan kalau beerpa tahun lagi, bumi akan mendapatkan sebuah ancaman yang sangat besar." ucap Kevin.


"Harus pisah banget? gak bisa hidup barengan aja gitu?" tanya Riski lesu.


"Ris, kita gak bisa barengan lagi, kita harus tempuh jalan hidup masing-masing, gapai impianmu, bahagiakan orang tua mu walaupun dari jauh, bakalan ada waktunya kita barengan lagi." jawab Julian.


"Terus ini rumah gimana?" tanya Riski.


"Om Thomas sama Ethan kan bisa jaga, lagian bi Siti bisa bawa keluarganya tinggal di sini, gak perlu di khawatirkan soal basecamp ini." jawab Kevin.


"Om Thomas, kita titip basecamp ya, untuk waktunya kita gak bisa tentuin. Maaf merepotkan." ucap Kevin pada Thomas yang fokus mendengarkan obrolan mereka dari tadi.


"Aman tuan muda, saya akan jaga baik-baik basecamp legendaris ini!" jawab Thomas.


"Kalau gitu kita pisah guys! sampai jumpa!" ucap Kevin sebelum menghilang dari tempatnya dan diikuti Julian.


"Om, sampai jumpa ya." ucap Riski lesu.


"Jaga dirimu, jangan banyak mabuk." ucap Doni.


"Iya om, sampai jumpa ya." ucap Riski lalu hilang dari tempatnya.


"Duluan om, salam buat tante Lina sama Bella." ucap Rizal lalu hilang dari tempatnya.


"Haihhhhh....kenapa harus begini sih, capek banget ya Tuhan!" gumam Doni lemas.


"Loh, pada kemana? kok sepi?" tanya Lina yang baru datang karena habis mandi.


"Bubar, guild bubar dan pisah satu sama lain, kamu mau tinggal di sini atau pindah?" jawab Doni.


"Kita di sini aja, capek kalau pindah pindah terus." ucap Lina.


"Ya udah, aku mau istirahat dulu." ucap Doni berjalan pergi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2