
Keesokan harinya, Bima bangun pagi pagi untuk olahraga supaya otot-otot nya lentur sebelum bekerja seharian penuh.
[Sehari selesai bos?]
"Ya." jawab Bima singkat.
[Baiklah, biar pamanmu siapkan beberapa pill penyembuhan. Betulkan pak Smith?]
'Ya! tenang saja!' jawab Smith penuh semangat.
Bima cuek, dia lanjut jogging keliling komplek 2 putaran saja. Setelah selesai 2 putaran, Bima langsung kembali ke basecamp untuk lanjut gym.
"Jam 6 sabi kali." gumam Bima saat melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 05.00.
Bima fokus nge-gym, setelah di rasa sudah panas Bima pun segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan siap siap. Silvia sudah bangun dan sedang melihat ponselnya, dia melihat Bima memasuki kamar mandi membawa pakaian dan handuk.
Silvia ingin basa-basi layaknya suami istri pada umumnya, tapi saat melihat wajah datar dan dingin Bima, Silvia mengurungkan niatnya.
Selesai mandi, Bima segera memakai jubah dan topengnya tanpa berbicara sedikitpun dengan Silvia. Setelah selesai berpakaian, Bima langsung keluar kamar tanpa memperdulikan Silvia yang ingin mencium tangannya.
"Sarapan dulu nak!" teriak Diana saat melihat Bima berjalan cepat keluar rumah.
"Kenapa anak itu? apa yang terjadi sampai merubah sikapnya?" tanya Berliana bingung.
"Kamu tanya Silvia, aku dengar kemarin mereka bertengkar di kamar." jawab Diana.
"Aku temui via dulu ya." ucap Berliana bergegas pergi.
"Astagaa...mau terjadi apa lagi dunia ini ya Tuhan..." gumam Diana terduduk lemas di meja makan.
Tak lama, satu persatu penghuni rumah keluar dari kamar pada pukul 06.10. Mereka sarapan dengan lahap, terutama tim Senior yang tidak melihat kapten mereka di sana.
"Kita telat cok!" ucap Riski kesal.
"Gak, semalem dia kirim pesan ke aku. Kalau mau join langsung dateng ke Malang aja, itu portal ke 3 yang mau dia masukin. Jam 8 kita gas." ucap Julian santai.
"Oh ya?! Wahahaha! gak jadi sedih aku!" ucap Riski sangat senang.
"Udah, cepet sarapannya, nanti keburu di tinggal lagi kalian." ucap Diana.
"Mamah kemana tan?" tanya Bian bingung tidak melihat ibunya di sana.
"Mamahmu di kamar Via, lagi curhat mereka. Udah cepet sarapannya, katanya kamu mau ikut tes di guild Black Dragon." jawab Diana.
"Iya tan, bareng Brian juga." ucap Bian.
"Oh! kamu ikut juga nak?" tanya Diana kaget.
"Iya bunda, daripada nganggur." jawab Brian.
"Lulus lulus, Black Dragon enggak seketat itu kok. Santai aja, yang penting kalian punya semangat berkembang udah pasti di terima sama mereka." ucap Kevin.
"Iya kak, makanya kita mau ikut tes di sana mumpung lagi open member." jawab Bian.
"Semangat, bukannya kita gak mau rekrut kalian, tapi semua ada di tangan Bima. Kalau dia gak nyuruh cari ya kita gak bakalan cari member baru. Arie aja masuk gak sengaja." ucap Julian.
"Kita paham kok, yang penting sama sama respect dan saling dukung aja." jawab Brian.
__ADS_1
"Betul!" ucap Julian.
"Bert! kau udah sehat belum?" tanya Riski.
"Apa kau melihat wajahku sudah berwarna?" tanya Albert balik.
"Hahaha....jangan marah gitu dong!" ucap Riski tertawa geli.
"Seminggu paling, penghapusan kutukan itu lumayan lama sembuhnya." ucap Julian.
"Penghapusan kutukan? memang kami kena kutukan?" tanya Henry kaget.
"Entah, Bima yang bilang begitu." jawab Julian.
"Nanti aku tanya lebih rincinya pada adik bodoh ku itu!" ucap Henry kesal.
Mereka sarapan dengan lahap, selesai sarapan mereka langsung berangkat ke tujuannya masing-masing. Tim Senior ke Asosiasi Hunter di Malang, dan Tim Junior pergi ke Asosiasi Hunter pusat untuk ambil misi.
Di tempat Bima, dia sedang sibuk mengurus berkas-berkas di Asosiasi. Berkali-kali dia di tanyai yakin atau tidak mengemban 20 misi ini secara langsung, Bima hanya menjawab 'Ya' setiap di tanyai.
Setelah semua beres, Bima langsung melesat terbang menuju lokasi pertama. Bima memberikan kartu izin dari Asosiasi pada tentara yang berjaga di lokasi tersebut. Setelah mendapat izin dan beberapa informasi tambahan, Bima langsung memasuki portal.
Satu kedipan mata, Bima berpindah ke sebuah padang rumput super luas yang sudah di tunggu jutaan monster kelas Abyss tanpa ada Bos monster.
[Pedang Dewa Neraka masih dalam masa perbaikan bos, pukul 12.00 baru selesai. Silahkan pakai senjata lain]
Bima mengeluarkan trisula Naga Azure lalu melesat menyerang para monster dengan hanya memakai 10% kekuatannya.
Boommm...
Boommm...
Ledakan ledakan dahsyat terus berdentuman membunuh para monster dengan kejam tanpa ampun. Hanya dalam 30 menit, Bima sudah menyelesaikan pertarungan tanpa mendapatkan sedikitpun kesulitan dan luka.
Bima keluar dari portal, meminta cap selesai pada tentara yang berjaga, lalu lanjut terbang menuju portal ke dua di Surabaya. Portal ke dua ini sama sama mudah, hanya 20 menit untuk Bima menyelesaikan portal tersebut.
Setelah meminta cap selesai/tuntas, Bima lanjut ke Asosiasi Hunter di Malang untuk menemui ketiga temannya sambil beristirahat sejenak.
"Oi!" panggil Riski melambaikan tangan.
Bima menengok lalu pergi menghampiri mereka bertiga yang sedang asik nongkrong di bangku halaman Asosiasi sambil ngopi.
"Langsungan atau kau mau istirahat dulu?" tanya Julian menyodorkan sekotak bekal yang di siapkan oleh Diana.
"Istirahat bentar, belum sarapan aku." jawab Bima melepas topengnya dan membuka kotak bekal 3 tingkat yang berisi berbagai macam lauk, snack, dan buah buahan.
"Ini topeng yang kek dajjal waktu itu kan?" tanya Riski menunjuk topeng Bima.
Bima hanya menganggukkan kepala sambil makan.
"Ini patah apa emang gini modelnya?" tanya Riski menunjuk tanduk topeng Bima.
"Gak tau, Drago yang buat." jawab Bima.
"Ini homemade? aku kira beli di mana." ucap Riski kaget.
Bima lagi lagi menganggukkan kepala tanpa menjawab ucapan Riski. Selesai makan, karena jam masih menunjukkan pukul 10 pagi, mereka pun segera pergi ke lokasi portal.
__ADS_1
"Ini portal nya? kek portal kelas Naga anyink." ucap Riski.
"Makanya itu, kek ada levelnya gitu cok." ucap Bima.
"Tadi ez?" tanya Julian.
"50 menit dua portal, solo ez win." jawab Bima.
"Anyink! 50 menit dua portal cok! berarti selama ini kita yang beban ******!" ucap Riski.
"Itu tau! makanya latihan!" ucap Bima yang membuat Riski memegangi dadanya.
"Silahkan masuk, kami sudah menyelesaikan evakuasi." ucap Tentara.
Bima menganggukkan kepala lalu masuk ke dalam portal bersama yang lainnya. Di dalam portal, belum juga mengambil nafas, mereka langsung di kepung jutaan monster kelas Dewa Iblis dan seekor Bos Monster berwujud Dark Titan yang sangat mengerikan di kelas Kaisar Dewa Iblis.
"Naik level nih, lumayanlah." ucap Bima menggenggam erat Trisulanya.
"Ngendok atau langsung gas?" tanya Riski.
"Hemat hemat energi aja." jawab Bima lalu melesat masuk ke dalam gerombolan monster.
"Ambil jarak aja!" ucap Julian mengikuti Bima.
"Ayo rie!" teriak Riski penuh semangat.
Mereka bekerja sama membunuh para monster secepat mungkin mengalahkan pemegang rekor sebelumnya yaitu 50 menit 1 portal.
Julian melakukan combo pertama kalinya dengan Bima, menurutnya melakukan combo dengan Bima itu sangat sangat nikmat. Bukan dia yang harus menyesuaikan dengan rekannya, tapi Bima lah yang menyesuaikan diri dengan Julian.
Julian benar-benar di manjakan oleh Bima, hal itu membuatnya menikmati pertarungan dan membuat setiap serangan lebih kuat 2x lipat.
20 menit kemudian, setelah ratusan ledakan dahsyat dan dibuat tebasan energi, akhirnya semua monster telah habis mati dan menyisakan Bos Monster.
"Dragon Fire Of Death!" teriak Bima mengarahkan tangannya ke Dark Titan.
Woshhhh.....
Groahhhhhh....
Api berbentuk seekor Naga melesat dari tangan Bima dan menyerang Dark Titan dengan sangat brutal.
"Lighting Dragon!" teriak Bima mengarahkan tangannya ke arah langit.
Groahhhhhhhh....
Seekor Naga dari Halilintar keluar dari hitamnya langit saat itu, Naga itu mengaum sangat keras lalu melesat ikut menyerang Dark Titan.
Dark Titan di siksa dengan kejam oleh dua Naga elemen itu, dalam 10 menit saja, Dark Titan tewas dengan kondisi gosong. Kedua Naga itu langsung hilang bak ditelan bumi setelah kematian Dark Titan.
"Woahhh..." ucap Riski spontan dengan mata berbinar.
"Gilaaa!" ucap Arie dibuat sangat takjub.
"Ayo! aku masih punya banyak pekerjaan." ajak Bima berlari pergi setelah memasukkan semua mayat monster sekaligus inti core.
Mereka terbang ke portal selanjutnya yang ada di kota Surakarta, mereka istirahat di pos jaga sekaligus menunggu tentara mengevakuasi warga sekitar.
__ADS_1
Bersambung.....