King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 147


__ADS_3

"Sudah pak!" ucap komandan tentara memberi hormat pada Bima.


Bima memberikan hormat lalu pergi memasuki portal bersama ketiga temannya. Kali ini portal lebih bersahabat, mereka di sambut jutaan monster di kelas Dewa Iblis tanpa ada Bos monster di sana.


Lagi lagi mereka menyelesaikan portal dengan mudah tanpa ada kendala sedikitpun. 20 menit mereka selesai pada portal ke empat itu. Setelah beres, mereka keluar dari portal dan meminta cap tuntas pada komandan pasukan yang berjaga di sana.


Setelah itu mereka lanjut ke kota selanjutnya sesuai urutan berkas yang Bima bawa. Dari portal lima sampai ke sembilan, mereka masih bisa ketawa ketiwi saat di tengah pertarungan.


Namun saat masuk ke portal 10, mereka langsung terdiam dengan wajah serius dan meminum beberapa potion pemulih energi dan mana.


Ya, kali ini bukan monster kelas Dewa Iblis atau Abyss, tapi jutaan monster raksasa kelas Dewa Neraka yang harus mereka hadapi. Belum lagi 5 Bos Monster yang sama sama di kelas Kaisar Dewa Iblis.


"Pas udah ke kuras banget lagi anyink!" gumam Riski kesal.


"Main aman aja." ucap Bima menggenggam erat Trisulanya.


"Jangan asal nusuk ya." ucap Julian menggenggam erat kedua pedang andalannya.


"Yoo! gasss!" teriak Bima berlari diikuti yang lainnya.


[Pedang sudah selesai restorasi bos! kau bisa menggunakannya sekarang!]


'Telat blokk! katanya jam 12 anjink!' teriak Bima kesal.


[Molor sedikit bos, aku ketiduran tadi]


'Sialan! bisa ketiduran juga dia!' ucap Kong kesal.


[Heheheh...maaf ya]


Bima tidak menggubris, dia fokus bertarung dengan terus memperhatikan gerakan ketiga temannya itu. Julian, Riski, dan Arie lumayan kesulitan membunuh para monster. Begitupun Bima, dia sebenarnya mudah membunuh semua monster di sana, tapi karena fokusnya terbagi dua, jadi Bima lumayan kesulitan membunuh mereka.


[Semangat bos!]


"Anjengg!" teriak Riski melompat dan melemparkan serangan terakhirnya sebelum mundur.


Boooommmm....


Riski mengarahkan serangannya ke salah satu Bos Monster yang ternyata mampu membuat salah satu Bos Monster terluka parah.


"Sorry!" teriak Riski terduduk di atas pohon dengan kondisi sangat lemas.

__ADS_1


"Nice!" teriak Bima melemparkan serangan lanjutan yang membuat bos monster yang Riski targetkan mati seketika.


Setelah itu Bima meningkatkan ritme pertarungan nya, hal ini lagi lagi membuat Julian terpaksa harus mundur karena kehabisan Energi dan sangat kelelahan. Begitupun Arie, dia menyusul Riski dan Julian setelah beberapa menit bertahan dalam pertarungan.


Akhirnya Bima bertarung sendirian, kali ini terlihat jelas Bima mampu dengan mudah membunuh para monster karena fokusnya sudah tidak lagi terbagi menjadi dua.


'Kelemahanmu ternyata di mereka bos, hahahaha...' ucap Kong tertawa keras.


Bima yang sudah muak langsung mengeluarkan Perfect Susano'o dan memulai pembantaian dengan penuh semangat. Satu tebasan satu monster tewas, Bima bergerak kesana kesini membunuh setiap monster sampai habis tak tersisa.


Bahkan Bos Monster pun tak luput dari kengerian Bima, Bos Monster yang tersisa 4 monster langsung Bima serang dengan agresif. Bima tidak menyiksa mereka, Bima langsung membunuh mereka tanpa melakukan berbagai drama penyiksaan.


Setelah semua habis tewas, Bima memasukkan semua monster ke dalam Inventaris yang sudah mulai penuh.


[Sisa 10 kotak bos! kalau kau tidak menjual sebagian, aku akan buang! sialan! penimbun!]


"Kong, Zhong." panggil Bima dengan nafas terengah-engah.


"Apa bos?" tanya Kong keluar dengan wujud kera bersama Zhong.


"Ikut mereka, latih mereka, aku masih harus urus 10 sisa portal nya." jawab Bima memberikan perintah.


"Baik bos! kau harus semangat ya! temui aku di basecamp hidup hidup!" ucap Kong.


"Hehehe...baiklah! hey! ayo pulang! kita lanjut latihan kita!" teriak Kong pada Riski, Julian, dan Arie yang sedang beristirahat di atas pohon.


"Kau?" tanya Riski pada Bima.


"Jangan pikirin aku, udah sana duluan." jawab Bima rebahan.


"Aku tunggu di basecamp ya." ucap Julian berjalan pergi meninggalkan Bima.


"Tetap hidup e kaka!" ucap Arie berlari menyusul kedua temannya dan kedua guru barunya.


Bima rebahan, menatap langit sore yang indah sembari memulihkan dirinya. Setelah merasa lebih baik, Bima bergegas keluar portal sambil meminum sebotol air mineral dingin. Bima meminta cap tuntas pada tentara, setelah itu dia lanjut ke kota selanjutnya.


Di sore yang indah itu Bima bekerja sangat keras menyelesaikan 10 portal di saat orang-orang sedang asik beristirahat dan berbincang-bincang penuh kehangatan dengan keluarganya di rumah.


Bima tersenyum getir di sela sela pertarungannya, dia tidak menyangka kalau jalan hidupnya sangat menyedihkan seperti ini. Selesai dari portal ke 17, Bima istirahat sejenak di taman kota Yogyakarta.


Kota istimewa sejuta kenangan, Bima duduk di bangku taman sambil makan malam dan mengistirahatkan otot-otot nya.

__ADS_1


"Jam 9, haihhh...yang lain udah enak enak tidur atau nongkrong sama temen-temen, sedangkan aku? sibuk dengan portal portal sampah ini!" gumam Bima menggeleng pelan.


"Kalau bukan demi keselamatan orang banyak, ogah banget aku lakuin ini! mending turu cok! asw!" gumam Bima kesal.


[Hahaha....sabar bos!]


Bima menghabiskan makan malamnya, setelah itu dia sebat sebatang sambil menunggu makanannya turun ke lambung. Setelah sebat, Bima pun melanjutkan misinya.


Bima terbang ke lokasi selanjutnya yang masih ada di kota Yogyakarta. Bima memasuki portal setelah menunjukkan kartu izin dari Asosiasi Pusat.


Saat membuka mata, Bima di suguhkan dengan pemandangan ratusan ribu monster kelas Kaisar Dewa Iblis yang bertubuh raksasa.


"Saatnya mencoba pedang baru!" ucap Bima mengeluarkan pedang Dewa Neraka yang langsung membuat seluruh monster tertarik.


Bima menyeringai, lalu melesat dengan kecepatan sedang menyerang ratusan ribu monster itu. Di luar ekspetasi Bima, ternyata pedang Dewa Neraka ini sangatlah kuat, menebas monster kelas Kaisar Dewa Iblis rasanya seperti memotong tahu susu.


Apalagi kedua pedang Dewa Neraka itu terasa lebih ringan dan seperti sangat melekat pada telapak tangan Bima. Hal ini tentu saja membuat gerakan Bima semakin menggila.


Bima yang sebelumnya sangat kesulitan melawan ribuan monster kelas Kaisar Dewa Iblis kini menjadi jauh lebih mudah berkat latihan keras dan kuatnya pedang barunya.


Hanya dalam waktu 40 menit saja, Bima mampu membunuh seluruh monster dan langsung keluar portal karena hasrat membunuhnya sedang menggebu-gebu.


Setelah mendapatkan cap tuntas Bima langsung melesat ke portal berikutnya. Portal ke 19 ini sama dengan portal ke 18, Bima dengan mudah menyelesaikannya dan melanjutkan ke portal 20 yang ada di kota Bogor.


Saat ingin memasuki portal, Bima merasakan hal buruk di dalam sana. Bima menengok ke arah peleton yang memberi hormat padanya.


"Apakah ini kematianku?" gumam Bima tersenyum manis melangkah memasuki portal.


Woshhhhh....


Satu peleton itu kaget saat melihat portal menghilang bak ditelan bumi setelah Bima masuk. Komandan peleton langsung menghubungi kepala Asosiasi untuk berjaga-jaga.


Di dalam portal, Bima tersenyum lebar melihat ratusan juta monster kelas Kaisar Dewa Iblis dan sosok makhluk gendut raksasa memegang sebuah senjata besar di tangannya.



"Ashuraaa! terima kematianmu!" teriak makhluk bernama Tyrant itu.


"Tyrant! kau yang pertama sialan! makhluk menjijikkan harus mati pertama!" teriak Bima langsung mengaktifkan Ashura Susano'o dan melesat menyerang Tyrant.


Pertarungan sengit antara Bima melawan Tyrant pun pecah. Pertarungan dahsyat ini membuat para monster di bawah menyingkir memberikan ruang supaya nanti saat Bima lemah mereka bisa langsung menyerangnya tanpa kesulitan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2