King Of Universe

King Of Universe
Bab 75


__ADS_3

Sore harinya, setelah mandi dan hanya memakai celana jeans dan kaos, Bima bersama Silvia yang juga memakai jeans longgar dan kaos yang di lapisi hoodie berangkat ke mall.


"Belum pulang mereka bi." ucap Silvia memasuki mobil.


"Iya, entah ngomongin apa di sana." jawab Bima.


Akhirnya mereka pun berangkat dengan obrolan asik di sepanjang perjalanan. Sesampainya di mall, mereka langsung berjalan melihat lihat barang yang ada di sana.


"Aku mau beli baju ya bi, bosen sama baju itu itu terus." ucap Silvia memasuki toko baju.


"Pilihlah." jawab Bima dengan santainya.


Bima menemani Silvia memilih baju di sana, Silvia ini bukan tipe yang lama memilih baju. Kalau dia suka ya itu yang dia beli, bukan yang bertele-tele.


"Boleh beli berapa bi?" tanya Silvia.


"Terserah kamu, mau setokonya juga gak papa." jawab Bima santai.


"Ngawur! 5 aja ya." ucap Silvia mencubit pelan lengan Bima.


"Iyaaa, sesukamu aja, bebas, ini hadiah buat kamu." jawab Bima.


"Makasih bibi!" ucap Silvia mencium pipi Bima.


Setelah itu Silvia pun lanjut memilih baju yang rasanya cocok dan dia sukai. Akhirnya setelah 30 menit memilih, Silvia pun mendapatkan 5 baju yang dia inginkan.


Bima pun membayarnya di kasir lalu mereka lanjut jalan jalan.


"Aku mau beli sepatu dulu yang." ucap Bima melihat toko sepatu vans.


"Boleh ayok." jawab Silvia.


Keduanya masuk ke dalam toko sepatu, Bima melihat lihat sepatu di sana. Silvia yang juga tertarik pun ikut memilih.


"Kamu mau beli juga?" tanya Bima.


"Gak boleh ya?" tanya Silvia sedih.


"Boleh boleh aja, cuman kan biasanya kamu sukanya yang sepatu cewek buat pesta pesta itu." jawab Bima.


"Ini kan bisa buat jalan jalan keluar bi, biar kaki gak sakit." ucap Silvia kembali tersenyum.


"Ya udah pilih sana." ucap Bima mengusap rambut lembut Silvia.


Hampir 45 menit mereka berdiam di sana untuk memilih sepatu, Bima dibuat bingung dengan berbagai macam model sepatu di sana yang sangat bagus.


Akhirnya dia memilih 3 sepatu yang menarik perhatiannya dan Silvia memilih 2 sepatu yang menurutnya bagus. Bima membayar sepatu nya dan sepatu pilihan Silvia di kasir, setelah itu mereka lanjut jalan.


Berbagai barang di beli Silvia, dari baju, pakaian dalam, sepatu, kacamata, barang elektronik, dan kacamata. Sedangkan Bima hanya membeli sepatu dan celana jeans saja, karena merasa ada yang kurang Bima pun mengajak Silvia ke toko perhiasa.


"Kamu pilih kalung yang mana? aku beliin sebagai hadiah kamu." ucap Bima.


"Wahh! beneran?" tanya Silvia semangat.


"Iya cepetan, habis ini kita makan." jawab Bima tersenyum.


Silvia pun melihat lihat kalung di sana dengan panduan pelayan yang menjelaskan bahan pembuatan kalung yang di tunjuk Silvia.


"Yang ini aja mba." ucap Silvia menunjuk kalung emas dengan manik berlian yang sangat indah.


"Silahkan administrasi nya di urus di meja sebelah pak." ucap pelayan.


Bima dan Silvia pun mengurus administrasi pembelian kalung yang Silvia pilih. Setelah selesai semua dan barang suah di tangan, mereka pun pergi ke restoran yang tersedia di mall tersebut.

__ADS_1


Bima memesan makanan yang terlihat enak dan Silvia juga melakukan hal yang sama. Sambil menunggu, Bima memasangkan kalung yang tadi di leher Silvia.


"Di jaga ya, jangan sampai hilang." ucap Bima mencium pipi Silvia.


"Terimakasih ya bi! aku suka banget sama kalung ini!" ucap Silvia tersenyum bahagia.


"Iyaa." jawab Bima tersenyum.


Tak lama kemudian makanan pesanan mereka pun datang, mereka berdo'a lalu memakan makanan yang sudah tersaji. Selesai makan malam, mereka pun pulang ke basecamp dengan Silvia yang terus tersenyum bahagia.


'Dia kenapa ya? kok hari ini sensian banget.' batin Bima kebingungan.


[Ini hari ulang tahunnya bos, hadiah mu sangat berharga baginya yang selama hidupnya tidak ada yang memberikan hadiah di hari ulang tahunnya]


'Ooo! pantes!' ucap Bima paham.


Sesampainya di basecamp, Bima dibuat bingung dengan adanya sebuah mobil asing di garasi. Namun dia cuek saja dan membawa barang belanjaan ke dalam dengan di bantu Silvia dan Thomas.


"Itu mobil siapa jul?" tanya Bima saat melewati ruang TV.


"Punya tante Abigail." jawab Julian santai.


"Oooo..." ucap Bima cuek dan berlalu pergi ke kamarnya.


Di kamar, Bima menata semua barang barang sesuai tempatnya, dia juga di buat tersenyum saat melihat wajah bahagia Silvia saat mencoba baju dan kacamata barunya.


"Di cuci dulu lho yang, biar gak gatelan." ucap Bima.


"Iya bi, aku tau kok." jawab Silvia mengangguk paham.


"Ya udah, aku mau cuci muka dulu terus tidur, capek." ucap Bima beranjak pergi memasuki kamar mandi.


Setelah selesai cuci muka Bima langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sedangkan Silvia gantian masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan cuci kaki.


"Makasih ya bi hadiahnya." ucap Silvia mencium pipi Bima penuh kasih sayang.


"Iya sama sama." jawab Bima membalas ciuman Silvia.


"Aku sayang sama bibi!" ucap Silvia tersenyum manis.


"Udah bobok bobok, dah malem." ucap Bima.


"Iya bi." jawab Silvia membenamkan wajahnya di dada bidang Bima.


"Selamat ulang tahun ya, semoga kita bisa langgeng sampai akhir hayat." ucap Bima pelan dan mencium kening Silvia.


Silvia yang mendengar ucapan selamat ulang tahun dari suami tercintanya semakin bahagia, hatinya berbunga-bunga, dan merasa tidak mau kehilangan Bima.


Akhirnya mereka pun tertidur pulas dengan saling berpelukan. Keesokan harinya, Bima bangun dari tidurnya karena merasa hangat di bagian selangkangannya.


"Kamu ngapain yang?" tanya Bima mengucek matanya.


"Ahh...aku gak tahan bi! ular kamu nyundul nyundul terus! hemphh..." jawab Silvia menggoyangkan pinggulnya.


Pagi hari itu mereka melakukan hubungan suami istri, Bima yang sedang dalam kondisi prima pun melayani Silvia sampai terkencing kencing dan kelojotan.


Silvia yang masih lemas menahan tangan Bima yang ingin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Bareng bi, aku masih pingin. Kita main di kamar mandi ya." ucap Silvia lemas.


"Yakin? ntar lecet." tanya Bima ragu.


"Pliss.." ucap Silvia memohon.

__ADS_1


"Istirahat dulu ya, kamu masih lemes gitu kok." ucap Bima menurut saja.


"Peyukk..." pinta Silvia manja.


Bima pun kembali rebahan di kasur yang basah karena air terjun dari Silvia, dia memeluk Silvia penuh kasih sayang sembari menciumi bibir sexy Silvia.


"Kamu perkasa banget bi! aku sampai lemes banget gini." ucap Silvia membelai pipi Bima dengan lembut.


"Perasaan kemarin kamu bisa tahan lama deh, kenapa sekarang malah balik ke setelan pabrik." ucap Bima bingung.


"Ular kamu terlalu nikmat bi, aku gak bisa tahan, kemarin itu ketolong obat kuat aja." jawab Silvia jujur.


"Ooo... ya udah istirahat bentar, nanti aku bikin kamu puas sepuas puasnya di kamar mandi." ucap Bima tersenyum genit.


"Bibi bisa aja!" ucap Silvia malu.


Setelah 30 menit beristirahat, akhirnya Silvia sudah kembali bertenaga dan mengajak Bima ke kamar mandi untuk melanjutkan ronde selanjutnya.


Di kamar mandi, Bima benar-benar membuat Silvia tergila-gila padanya, Silvia berkali-kali memuncratkan cairan bening yang sangat banyak.


Tubuh Silvia terus bergetar ketika ular piton Bima keluar masuk markasnya.


"Terus bi! enak banget...aahhh..." ucap Silvia mendesah keenakan.


Bima semakin mempercepat genjotannya hingga dalam 2 menit kemudian dia memuntahkan lahar panas di markas ular pitonnya berbarengan dengan tubuh Silvia yang bergetar hebat.


"U-udah bi, a-aku gak kuat lagi..." ucap Silvia dengan tubuh bergetar menahan kenikmatan yang terus mengalir di setiap inci tubuhnya.


"Yakin? kalau udahan nanti gak boleh minta lagi lho." ycap Bima meremas bokong bohay Silvia.


"Emhh...k-kalau kamu belum puas aku pasrah bi." ucap Silvia.


"Ya udah!" jawab Bima langsung kembali menggenjot Silvia menuntaskan hasrat besarnya.


Silvia hanya bisa pasrah menikmati sodokan ular besar milik Bima. Hampir setiap 5 menit Silvia terkencing kencing dibuatnya.


Sampai setelah 25 menit Bima menggenjot Silvia dalam posisi nungging, Akhirnya Bima merasakan puncak kenikmatannya, Bima mempercepat genjotannya dan akhirnya dia pun menumpahkan lahar panas di markas milik Silvia yang sudah di penuhi lahar panas sejak pergerumulan pagi tadi.


"Kyaaaa!!! bibiii!!!!!" teriak Silvia dengan tubuh mengejang dan tak lama kemudian tubuhnya kelojotan menerima kenikmatan yang bertubi-tubi.


"Akhirnya!" ucap Bima menarik ularnya yang sudah lemas.


"N-ngilu bi..." ucap Silvia ngos-ngosan.


Bima menggotong tubuh Silvia ke dalam bathtub yang sudah penuh oleh air hangat.


"Kamu istri paling hebat! selama ini hasratku gak pernah terpuaskan, tapi hari ini akhirnya kesampean juga." ucap Bima memeluk Silvia dan memainkan ttnya yang kenyal.


"Aku lemes banget bi, jangan di mainin." ucap Silvia lemas.


"Biar tambah gede yang." ucap Bima memijit ** Silvia dengan lembut.


"Kamu jangan tinggalin aku ya bi, aku udah sayang banget sama Bibi." ucap Silvia menggenggam erat tangan Bima.


"Kalau kamu mau setia aku juga gak akan khianati kamu." jawab Bima.


"Aku janji bakalan setia sama bibi, aku mau punya anak dari bibi aku gak mau punya anak deri orang lain." ucap Silvia.


"Iyaa deh, kita tunggu saja rejekinya ya." ucap Bima mencium pipi Silvia.


"Semoga kita secepatnya punya momongan ya bi." ucap Silvia.


"Iyaa..." jawab Bima.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2