King Of Universe

King Of Universe
Bab 89


__ADS_3

Mereka beristirahat di parkiran alun alun kota, menenangkan diri, minum, makan, dan merokok. Arie, Riski dan Julian benar-benar merasakan syok karena merasa kalau tubuh mereka seperti berjalan sendiri.


"Ayo balik." ajak Bima.


Tanpa banyak pertanyaan, mereka pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke arah Asosiasi. Ketiganya Bima suruh menunggu di parkiran, sedangkan dirinya akan mengumpulkan hasil misi.


"Tidak ada inti core?" tanya resepsionis.


"Habis terbakar." jawab Bima datar.


"B-baiklah." ucap resepsionis langsung buru buru memberikan bayaran untuk pekerjaan mereka.


Setelah beres semua, Bima pun menghampiri ketiga temannya yang masih terlihat syok di parkiran. Mereka pun pulang ke basecamp setelah sedikit basa basi.


Sesampainya di basecamp, Bima langsung pergi ke kamar untuk mandi.


"Di segel lagi bob?" tanya Bima yang sedang berendam di bathtub.


[Tidak bos, mereka hanyalah clone belaka]


"Baiklah kalau begitu." ucap Bima lega.


Bima melanjutkan mandinya dan setelah selesai mandi Bima langsung turun ke bawah, dia pergi ke gazebo untuk bersantai.


"Keknya seru dah di sini kalau ada TV." gumam Bima.


[Beli saja bos]


"Kau ada?" tanya Bima.


[Kosong bos, belakangan ini banyak stok kosong dan dari pusat juga belum saja mengirim stoknya]


"Haihhhh...ya udah aku ke mall aja dah." ucap Bima langsung beranjak pergi.


"Mau kemana?" tanya Julian.


"Ke mall." jawab Bima.


"Ngapain?" tanya Julian.


"Beli TV sama PS." jawab Bima.


"Ohh ya udah." ucap Julian.


Bima pun lanjut berjalan menuju garasi, dia memasuki mobilnya lalu tancap gas menuju mall besar yang lumayan jauh dari basecamp.


Sesampainya di mall, Bima langsung menuju ke bagian alat elektronik. Bima melihat lihat TV di sana, dia juga melihat harganya walaupun uangnya berlimpah.


"Anjink! tipi apa 40 juta!" gumam Bima mendelik.


[TV apa itu bos? memangnya bisa menayangkan aktifitas di dimensi lain?]


"Entah!" jawab Bima juga bingung.


Setelah sekian lama memilih, Bima pun memutuskan untuk membeli TV Led 40 inch yang harganya hanya 1,8 jutaan saja. Setelah itu Bima lanjut membeli PS 4 dan pulang setelah mendapat barang yang dia butuhkan.

__ADS_1


Sesampainya di basecamp, Bima langsung memasang dan menata sedemikian rupa di gazebo. Bima juga membeli meja khusus dari sistem untuk tempat menaruh TV dan PS di gazebo yang terletak di pojok halaman dekat belakang pohon mangga.


"Nahhh! gini kan enak!" ucap Bima sangat senang melihat TV bisa menyala dengan normal.


Bima berjalan ke bar untuk membuat kopi sebagai teman menonton TV nya. Bima menonton berita yang menayangkan tentang portal yang kemarin dibicarakan oleh Billy.


"Wuihhh! canggih!" ucap Riski yang datang membawa sekotak martabak manis.


"Asik cok kalau gini! gak cuma melamun doang anjink kalau di sini!" ucap Bima.


"Mantep juga!" ucap Riski ikut duduk di pojok gazebo.


Keduanya menonton TV sambil ngobrol santai di temani kopi, martabak manis, dan rokok. Suasana yang nyaman membuat jam terasa lebih cepat dari biasanya.


"Oiii! makan malem!" teriak Julian.


"Yooo!" jawab Bima mematikan TV lalu pergi ke ruang makan bersama Riski.


Di ruang makan, mereka makan malam seperti biasanya, namun yang membuat Bima sangat terganggu adalah kedatangan Silvia yang ikut makan malam bersama di sana.


"Kau beneran beli TV bim?" tanya Julian.


"Hooh, sama PS 4!" jawab Bima semangat.


"Wiii! bisa kita main pes kaka?" tanya Arie.


"Kau tau PES?" tanya Bima kaget.


"Anak babi satu ini e! kami di timur sana masih tau perkembangan teknologi! kalian pikir di timur sana cuma hutan hutan saja e? tidak! haihhh!" jawab Arie sangat kesal.


"Hahahaha....santai Arie, kau ini marah marah terus!" ucap Bima tertawa geli.


"Hahaha..." Bima terus tertawa geli melihat wajah Arie yang terlihat sangat lucu.


"Nanti gas mainlah!" ajak Julian.


"Ayok aja aku mah." jawab Bima.


"Gass!" ucap Riski semangat.


"Arie gak usah di ajak cok! dia pemarah!" ucap Bima.


"Heee..kaka Bima tidak boleh begitu e! nanti Tuhan marah!" ucap Arie.


"Kau biasanya tidur duluan ri, emang kuat ya begadang?" ucap Bima.


"Sekuat saya la, nanti kalau sudah mengantuk saya ke kamar duluan." jawab Arie.


"Terserah kau lah ri." ucap Bima.


Selesai makan malam, Bima dan ketiga temannya langsung pergi ke gazebo. Menyalakan TV dan PS, lalu mulai bermain. Bima yang merasa ada yang kurang pun memutuskan untuk memesan camilan melalui ojek online.


"Kau mau apa cok?" tanya Bima pada Julian.


"Martabak telur aja bim, sama roti bakar." jawab Julian.

__ADS_1


"Kau mau apa ri?" tanya Bima.


"Apa e? saya bingung kaka." jawab Arie yang fokus bermain PS dengan Riski.


"Kau mau pizza tidak?" tanya Bima.


"Mau mau! saya belum pernah makan makanan itu!" jawab Arie semangat.


"Ya udah aku pesenin dah." ucap Bima memesan tiga camilan yang di sebutkan Julian dan Arie.


1 jam berlalu, Bima hanya menonton mereka bermain saja, dia sedang malas bermain game untuk malam ini. Kebetulan juga pesanannya sudah sampai dan kini mas ojolnya sedang menunggu di depan.


"Aku ambil makanan dulu cok." ucap Bima beranjak pergi.


Sesampainya di gerbang, dia langsung menerima makanannya.


"Udah di bayar lewat Online ya pak." ucap Bima.


"Ohh iya mas, makasih banyak." jawab ojol.


Bima menganggukkan kepala lalu masuk kembali ke dalam basecamp. Saat melewati ruang TV, tiba tiba Bima di hadang oleh Silvia yang terlihat sangat rindu padanya.


"Bi, aku minta maaf bi." ucap Silvia dengan wajah memelas.


"Mau kau memohon sampai mencium kakiku pun aku tidak akan menerimamu lagi. Kau pikir rasa sakit di hati yang sudah berkali-kali di hajar ini mudah sembuh? tidak bodoh!" ucap Bima sinis lalu mendorong Silvia untuk minggir dan lanjut berjalan.


"Kenapa jadi seperti ini bi? aku sudah sangat serius menjalani kisah kita. Tapi kenapa semua ini harus hancur karena kesalahan clone itu." gumam Silvia menangis sedih.


'Nyonya, lebih baik anda mencari lelaki lain yang lebih menghargaimu. Pria sepertinya itu tidak cocok untuk anda, derajatnya rendahan, lemah, sampah, dan menjadi makhluk yang sangat di benci oleh seluruh penguasa langit.' ucap Beast milik Silvia yang berwujud Phoenix Emas bernama Joy.


'Jaga omonganmu burung bodoh! dia adalah Penguasa Jagat Raya! kau bisa mati hanya dengan satu sentilan saja! dasar Beast sombong bodoh! otak udang!' ucap Beast Silvia yang lain berwujud Naga Api (masih satu darah dengan Leo, Bao, Ben,dan Drago) namanya Ken.


"Diam!" ucap Silvia marah lalu berjalan cepat menuju kamarnya.


Sedangkan Bima, dia asik nongkrong di gazebo dengan camilan dan rokok tersedia di sana. Pukul 02.00, Bima merasa kalau perutnya kembali lapar.


"Laper aku ***, makan apa ya jam segini?" ucap Bima.


"Sate aja bim, ayo, aku juga laper ***! gak bisa nutupin anjir makanan makanan ini." ucap Julian.


"Saya titip e kaka." ucap Arie.


"Aku juga cok!" ucap Riski yang masih fokus bermain GOW Ragnarok.


"Yaa." jawab Bima.


Setelah itu mereka berdua pun pergi keluar basecamp mengendarai motor bebeknya mencari sate. Setelah menemukan warung sate yang masih buka dan membelinya untuk makan di basecamp, mereka pun kembali ke basecamp.


Di basecamp, mereka makan bersama di gazebo sembari menonton Riski yang terlihat fokus bermain PS. Pukul set4 pagi, mereka pun memutuskan untuk pergi tidur setelah membereskan gazebo.


Bima masuk ke dalam kamarnya, setelah cuci muka dan cuci kaki, Bima merebahkan tubuhnya di atas kasur nyamannya.


"Bob, stok rokok masih banyak tidak ya?" tanya Bima.


[Masih banyak bos, ribuan slop dari berbagai merk]

__ADS_1


"Baguslah kalau gitu, aku mau tidur dulu." ucap Bima menutupi tubuhnya dengan selimut dan tidur.


Bersambung....


__ADS_2