King Of Universe

King Of Universe
Bab 23


__ADS_3

Bika bertarung tidak serius, dia mempermainkan Asmodeus yang di selimuti amarah. Bima terus memanasi Asmodeus dengan berbagai perkataan.


"Dia sangat sayang padaku kau tau, dia bahkan sangat marah kalau di ingatkan hubungan denganmu dulu. Hahahaha...katanya kau selalu kalah kalau di atas ranjang. Belum masuk sudah keluar! cupu sekali!" ucap Bima di sela sela pertarungan.


"Yang penting aku pernah menyetubuhi Zoya! hahahaha...kau dapat bekas bodoh!" ucap Asmodeus.


"Bekas? hahahaha...lucu sekali! sebelum aku menyetubuhi Zoya, dia melakukan evolusi untuk mensucikan dirinya. Kau tau, dia berganti tubuh dan lubangnya kembali perawan. Tubuhnya kini lebih jadi dan lebih cantik dari yang kau lihat dulu! hahahaha...kau dapat zonk, aku dapat jekpot!" ucap Bima tertawa keras.


"Bajingannnn!" teriak Asmodeus marah.


Asmodeus menambah kekuatannya dan serius dalam bertarung. Bima menyeringai penuh kemenangan lalu menghajar Asmodeus dengan sangat brutal tanpa ampun.


Di sisi lain, Zoya sangat mudah menghabisi Aana yang sangat lemah karena basic Aana adalah Iblis penggoda bukan Iblis petarung.


Sedangkan Lexsus, dia masih sibuk menikmati pertarungan nya yang terasa sangat ringan dari biasanya. Lexsus dengan sangat bebas bergerak kesana kemari menggunakan kecepatan tinggi dan menyerang titik vital Hylos.


"Mana kekuatanmu Hylos! sampah!!!!" teriak Lexsus.


"Sialan! darimana kau dapat kekuatan ini bajingannnn!" teriak Hylos dengan tubuh tak berdaya.


"Yang mulia Ashura yang memberikannya! kau dulu aku ajak ke jalan yang benar menolak! maka terimalah kematianmu!" ucap Lexsus menusuk dada Hylos.


Jlebbbb...


'Arghhhhhhhhh...'


Bughhhh...


Hylos terkapar dengan dada bolong, kematiannya jatuh di tangan rival abadinya yang dulu sangat lemah. Lexsus tersenyum penuh kebanggaan melihat jasad rival nya yang tewas di tangannya.


"Sampah!" ucap Lexsus tersenyum penuh kemenangan melihat jasad Hylos di makan oleh kuda tunggangannya.


Di sisi lain, Bima sedang asik menyiksa Asmodeus, membalaskan apa yang ayahnya rasakan dibantu oleh Kong dalam bentuk monyet putih.


"Tititnya bos! potong saja!" ucap Kong.


Bima tersenyum senang lalu melucuti celana Asmodeus.


"Kecil sekali! sosis sonice aja gak sekecil ini!" ucap Bima mentowel ***** Asmodeus menggunakan ranting kayu.


"Jangan! jangan mahkotaku!" teriak Asmodeus memberontak, namun rantai emas penyegel di tangan dan kakinya tak bisa terlepas.


"Kelingkingku saja tak sekecil ini bos, aneh sekali, kenapa dia selalu di kejar wanita-wanita cantik dan semok ya." ucap Kong keheranan.


"Potong nah, aku jijik." ucap Bima memberikan pisau kecil pada Kong.


"Aku tak tega bos membunuh belut kecil ini, yang lain saja." ucap Kong.


"Apa ya?" tanya Bima.


"Tarik tangannya sampai putus bos!" ucap Kong.


"Ayo, kau tahan tubuhnya biar aku tarik tangannya!" ucap Bima.


"Ayo bos!" ucap Kong.


Keduanya pun menarik tangan Asmodeus dengan penuh tenaga sampai sedikit demi sedikit terkoyak dan akhirnya terlepas dari tubuhnya.


"Arghhhhhhhh...." teriak Asmodeus.


Plakkk....

__ADS_1


"Diam bodoh! brisik! sumpal ***** monster kau!" ucap Kong menampar mulut Asmodeus.


"Sentil bijinya Kong!" ucap Bima.


Kong dengan semangat langsung menyentil biji Asmodeus berkali-kali.


"Mules mules kau!" ucap Bima.


[Menjijikkan! cepat potong sisa tangan dan kakinya bos! biar seperti larva di TV TV itu!]


"Kita buat kayak larva!" ucap Bima mengeluarkan pedangnya.


"Ayo bos!" ucap Kong semangat.


Crashhh...


Crashhh...


Crashhh...


Bima memutus tangan dan kedua kaki Asmodeus yang membuatnya menggelinjang seperti seekor larva di kartun TV.


"Hahahaha...mirip sekali bos! hahahahaha...." ucap Kong tertawa terbahak-bahak.


Kevin yang melihat ketiga makhluk bodoh itu hanya bisa menepuk jidatnya.


"Kejam sekali dia." ucap Riski merinding.


"Bro! ini cuma kejahilan kecil!" ucap Julian ikut tertawa.


"Kak Zoya tidak mual?" tanya Rizal.


"Pasangan gila!" ucap Rizal bergidik ngeri.


Di tempat Bima, dia sedang menguliti tubuh Asmodeus di bantu oleh Konga yang terus menampar dan menyumpal mulut Asmodeus dengan menggunakan ***** monster Iblis berbentuk babi.


"Kau diam kau aman, kalau teriak, ***** berbulu ini masuk ke mulutmu!" ucap Kong.


'Hahahaha...geli sendiri aku lihatnya!' ucap Dexter tertawa terpingkal pingkal.


"Tarik saja bos! buang buang waktu!" ucap Kong ketika melihat Bima sedang menguliti kulit punggung Asmodeus.


Bima mengangguk lalu menarik kulit Asmodeus dengan sekuat tenaga.


Breekkkkk...


"Arghhhhh...." teriak Asmodeus kesakitan.


"Tinggal siram pakai air garam bos, wihhh pasti rasanya nikmat!" ucap Kong.


'Bob!' panggil Bima.


[Sudah siap di inventaris bos!]


Bima mengambil sebuah ember berisi air garam di inventaris, lalu menyiram tubuh Asmodeus.


"Arghhhh....perihhhh...." teriak Asmodeus kelojotan.


"Gak bisa diem! telen nih telen!!!" ucap Kong memasukkan ***** babi ke mulut Asmodeus sampai Asmodeus tewas kehabisan nafas.


"Yahhhh...mati Kong!" ucap Bima kecewa.

__ADS_1


"Mati sesak bos, ***** babi tadi masuk sampai ke tenggorokan." ucap Kong.


"Besok lagi dah, bakar dulu semua mayat-mayat di sini." ucap Bima.


"Baik bos!" jawab Kong kembali ke wujud aslinya dan membakar semua mayat monster dan monster iblis dengan elemen api miliknya.


Setelah selesai Kong dan Lexsus pun kembali ke alam Surgawi dan Neraka paling bawah tempat Lexsus singgah. Bima pun menghampiri teman-temannya dengan wajah puas.


"Udah?" tanya Zoya.


"Dah, ayo ke Asosiasi dulu, ada satu misi dari paman Aron." jawab Bima.


"Yaaa..." jawab Zoya nurut.


Mereka pun pergi ke Asosiasi, sesampainya di Asosiasi mereka langsung di sambut baik oleh Stella dan para petinggi Asosiasi lainnya.


Bima mengeluarkan jasad 24 anggota guild The Destroyer yang langsung di sambut tangis histeris keluarganya masing-masing. Setelah itu tanpa berpamitan Bima dan kawan-kawan langsung pergi ke kediaman keluarga Abraham.


Bima di sambut oleh Diana dengan tangis haru karena bisa membalaskan rasa sakit yang Austin rasakan.


"Mah, ini jasad papah, tolong di makamkan dengan layak ya, maafin Bima gak bisa bawa papah dalam keadaan hidup." ucap Bima.


"Gak papa sayang, yang penting ada wujudnya. Papah pasti bangga sama kamu, mamah bakalan buat tempat peristirahatan papah senyaman mungkin sayang." jawab Diana memeluk Bima erat.


"Iya, semoga papah bisa tenang di sana." ucap Bima.


"Kamu pulanglah nak, istirahat, jaga kesehatan kamu." ucap Diana.


"Iya, ini mau pulang kok mah." jawab Bima.


"Pamit ya tante." ucap Zoya.


"Rawat Bima ya sayang, mamah yakin kalian lebih bahagia kedepannya." ucap Diana memeluk Zoya erat.


"Pasti, Zoya bakal rawat Bima sebaik-baiknya." jawab Zoya.


Setelah berpamitan, Bima dan kawan-kawan pun pulang. Sesampainya di rumah, Bima dan Zoya langsung masuk ke kamar mandi lalu berendam di bathtup.


Zoya memeluk Bima erat merasa tak ingin pisah dari Bima sampai maut memisahkan.


"Kenapa? tumben semanja ini." tanya Bima mengecup kening Zoya.


"Kamu mau janji?" tanya Zoya menatap mata Bima dalam dalam.


"Janji apa?" tanya Bima membelai pipi lembut Zoya dan menatap balik mata indah Zoya.


"Janji jangan tinggalin aku, janji jangan hianati cinta kita, janji jangan mendua. Kamu mau janji?" jawab Zoya meneteskan air mata.


"Janji sayang, kamu wanita satu-satunya yang menghuni hatiku, gak ada wanita lain. Kamu seorang ibu yang merangkap menjadi istriku, kamu adalah wanita paling spesial di hidupku." ucap Bima lembut.


"Seorang pria sejati tak akan mengkhianati janjinya." ucap Zoya tersenyum manis.


"Mau main?" tanya Bima cabul.


"Ayokk!" jawab Zoya semangat.


Keduanya pun melakukan hubungan suami istri sebanyak 3 ronde, kali ini tak ada yang pasrah, keduanya sama sama saling melayani yang membuat Bima semakin ketagihan dan semakin tak mau kehilangan sosok Zoya dari hidupnya.


Setelah melakukan hubungan suami istri, keduanya lanjut mandi lalu setelah itu pergi tidur karena saking lelahnya mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2