King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 95


__ADS_3

Tigers yang melihat sifat Bima yang berubah 180° dibuat kagum bercampur bingung. Belum lagi saat dia merasakan aura mengerikan dari tubuh Bima yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya.


"Itu wujud Ashura?" tanya Tigers merinding.


"Iya, tampan bukan? itulah kakaku." jawab Albert tersenyum.


"Lebih ke mengerikan sih, giginya ada taringnya." ucap Tigers.


"Namanya juga setengah Iblis." jawab Albert.


"Dia berkembang menjadi lebih mengerikan ya sekarang, aku tidak menyangka." ucap Tigers.


"Sama." jawab Albert.


Bruakkk....


Tiba tiba pintu di dobrak dengan sangat keras oleh Riski yang masih dalam keadaan luka luka.


"Mana?!" seru Riski melihat ke seluruh sudut kamar.


"Kau telat, dia sudah bergi berkelana." jawab Albert dengan santainya.


"Arghhhh! sial!" teriak Riski kesal.


"Sembuhkan dulu luka mu bodoh!" ucap Tigers.


"Haihhh! baiklah!" jawab Riski pergi dengan rasa kecewa.


Di sisi lain, Bima sedang melakukan perjalanan menuju universe lain untuk menyelesaikan masalah masalah yang sudah mengakar dari lama.


Dari menyelesaikan masalah tentang pemerintahan, masalah tentang monster yang menguasai berbagai wilayah, sampai roh spiritual liar yang menculik warga untuk menjadi makanannya Bima selesaikan dengan cepat.


Bertahun-tahun Bima melakukan perjalanan antar dimensi ini. Namun walaupun sudah bertahun-tahun lamanya, masalah belum juga beres.


Karena sudah lelah, Bima pun memutuskan untuk istirahat di alam Surgawi sembari menenangkan pikiran yang sudah sumpek.


Bima duduk di pinggir danau di temani secangkir kopi dan rokoknya. Bima menatap Danau yang menjadi tempat berenang Pom dan Piu.


"Lama lama sepi juga ya hidupku." gumam Bima sedikit resah.


[Carilah pendamping hidup bos, kalau kau begini terus kapan kau mendapatkan penerus dari tahtamu]


"Aku masih takut bob." jawab Bima menundukkan kepala menatap batu tempatnya duduk.


[Buat apa takut lagi? selama ini kau berhubungan dengan wanita yang bukan pilihan sejatimu. Kau menjalani hubungan dengan cara mengikuti arus, cobalah untuk mencari pendamping hidup yang sesuai dengan kata hatimu]


[Pilihlah yang menurutmu baik dan cocok untuk di cintai, jangan asal menerima dan nurut nurut saja]


"Bosss!!! aku dulu sempat melihat seorang Dewi yang sangat cantik dan sopan!!" teriak Kong.


"Sopan tidak menjamin kesetiaan Kong." ucap Drago.

__ADS_1


"Betul juga sih, sebaiknya kau melakukan pendekatan ke beberapa wanita bos. Kau bisa lihat sifat asli mereka sebelum menikahinya." ucap Kong.


"Sudahlah! aku mau menenangkan pikiran malah kalian tambah tambahi!" ucap Bima kesal.


[Padahal dia sendiri yang memulai!]


"Huhhh! dasar!!" ucap Kong kesal.


Bima tidak menggubris mereka dan memilih untuk mengawasi Pom dan Piu yang terlihat sangat senang bermain air.


"Piu ini besar sekali ya sekarang, sialan! Kawasaki H2 saja kalah besar sepertinya! stok daging juga hampir habis hanya untuk dia saja! ******!" ucap Bima kesal.


[Hahaha....dia itu boros pakan bos!]


"Udah gitu gak pernah evolusi lagi!" ucap Bima kesal sendiri.


Roarrrr....


Piu yang mendengar keluhan Bima pun tidak terima, dia mengaum dengan wajah kesal.


"Cepat evolusi! kau ini cuma makan tidur makan tidur! sialan! daging ku habis kalau kau begitu terus!" ucap Bima kesal.


Piu hanya mendengus kesal dan lanjut bermain bersama Pom menghiraukan Bima yang marah marah.


"Hoy!" panggil Smith.


Bima menengok dan melihat Smith yang melambaikan tangan meminta Bima untuk mendekat. Bima berjalan menghampiri Smith dengan rokok masih di tangannya.


"Kenapa paman?" tanya Bima.


"Ohh baiklah." ucap Bima langsung membuka portal keluar alam Surgawi.


Bima melesat menembus awan menuju Kerajaan Iceland untuk menemui Aron. Sesampainya di lokasi, Bima langsung memasuki Kerajaan tanpa ada halangan karena wajah Bima sudah di kenali seluruh penghuni Khayangan sebagai Penguasa mereka.


"Ada apa paman?" tanya Bima menghampiri Aron di aula utama.


"Bagaimana masalahnya? sudah beres semua atau belum?" tanya Aron balik.


"Belum, pusing paman! masalah A selesai, muncul masalah C sampai J! sialan!" jawab Bima kesal.


"Hahahaha...yang sabar ya, itu juga salahmu karena terlalu mengedepankan masalah di Bumi." ucap Aron tertawa keras.


"Iyaa....pusing dikit gak ngaruh." jawab Bima.


"Kamu harus semangat ya, jangan sampai putus asa." ucap Amon.


"Iya paman, oh ya, ada apa memanggil aku?" tanya Bima.


"Begini, tuan Astor ingin menjodohkan putrinya denganmu. Dia kan memiliki 4 putri, kau bisa pilih salah satu untuk jadi pendamping hidupmu." jawab Aron.


"Aihhhh! tidak dulu paman! masalahku saja belum beres! malah mau di tambah satu masalah lagi!" ucap Bima menolak.

__ADS_1


"Kamu lihat dulu nak, jangan langsung menolak begitu. Aku tidak memaksa." ucap seorang pria paruh baya yang sangat berwibawa bernama Astor, raja dari kerajaan Iceland.


"Baiklah...tapi kakek jangan sakit hati ya kalau aku menolak mereka semua." ucap Bima.


"Santai saja, sayang suruh mereka kemari." ucap Astor memberi perintah pada sang istri.


Tak berselang lama, 4 wanita cantik dan anggun pun masuk ke dalam aula. Aura positif dari keempatnya pun tetap tidak bisa mendobrak pintu hati Bima yang telah lama terkunci rapat.


"Bagaimana?" tanya Astor bangga.


"Cuma begini? haihhh...aku tidak tertarik kek." jawab Bima yang langsung memudarkan senyuman Astor.


"Kamu ini selera nya seperti apa sih?!" tanya Astor kesal.


"Kek, dari telapak tangannya saja aku sudah tau kalau mereka tidak bisa bertarung. Aku itu ingin memiliki sosok istri yang kuat dan bermental baja! kakek tau sendiri kan aku ini siapa? dengan title ku saat ini, tentu saja keselamatan istriku tidak bisa aku kontrol 24 jam. Jadi istriku harus bisa melindungi diri sendiri di kala aku tidak ada." jawab Bima menjelaskan panjang lebar.


"Dia sudah berubah." bisik Amon pada Aron.


Aron hanya mengangguk cepat tanda setuju pada sang adik.


"Kamu ada benarnya juga, haihhh...maaf ya sudah membuang waktumu demi urusan tidak penting ini." ucap Astor.


"Santai saja kek, kalau begitu aku pamit ya, masih banyak urusanku di luar." ucap Bima.


"Baiklah, terimakasih sudah berkunjung ya." jawab Astor sangat senang dengan sifat Bima.


"Sampai jumpa!" ucap Bima berjalan pergi meninggalkan aula utama.


"Aku harap anda tidak sakit hati tuan." ucap Aron tersenyum tipis.


"Tidak, aku malah senang melihat perubahannya setelah di segel selama 5000 tahun." jawab Astor tersenyum lebar.


"Terimakasih kalau begitu, kami pamit untuk melanjutkan tugas." ucap Aron lalu menghilang bersama Amon.


Bima melesat ke Kerajaan Mazzarri di Khayangan tingkat 6 di bagian selatan untuk menemui salah satu Dewa penguasa di sana.


"Tuan! akhirnya anda datang juga!" ucap Dewa Angin membungkuk memberi hormat pada Bima.


"Ada apa memanggilku? oh ya, sebelumnya aku minta maaf ya baru bisa datang sekarang." ucap Bima cengengesan.


"Tidak apa apa tuan, saya memanggil anda kemari untuk melaporkan kalau terdapat sebuah portal misterius yang muncul di perbatasan Kerajaan Mazzarri dengan Kerajaan Avari." ucap Dewa Angin.


"Kau tidak bisa masuk?" tanya Bima heran.


" Bukan tidak bisa tuan, tapi bukan ranah saya, Dewa Perang pun tidak memiliki waktu untuk memasuki portal tersebut. Maaf sebelumnya." jawab Dewa Angin.


"Baiklah, aku akan masuk ke sana, sekaligus mencari stok daging untuk makanan peliharaan ku juga." ucap Bima santai.


"Terimakasih banyak tuan." ucap Dewa Angin lega.


Setelah itu Bima pun berpamitan dan pergi dari sana untuk segera menangani kasus portal misterius ini. Bima terbang dengan kecepatan sedang, seharian penuh Bima terbang menelusuri Kerajaan Mazzarri yang sangat luas dan indah.

__ADS_1


Akhirnya Bima sampai di lokasi yang telah Dewa Angin berikan, tempat sebuah portal hitam muncul. Sebelum masuk ke dalam, Bima memilih untuk beristirahat, makan, minum, dan sebat santai supaya tenang.


Bersambung....


__ADS_2