King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 144


__ADS_3

Bima terbangun masih dengan air mata yang mengalir deras, dia sangat ingin segera menyusul sang ayah dan menceritakan semuanya pada ayahnya di sana. Bima menengok jam dinding, ternyata masih jam 3 pagi, Bima pergi membasuh muka lalu keluar kamar dengan wajah murung.


Bima pergi ke gazebo, membuat kopi di bar lalu duduk melamun di gazebo dengan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang. Bima merenungi sikapnya selama ini yang selalu menuntut ini itu demi kebahagiannya sendiri.


"Sebusuk itukah?" gumam Bima menatap halam belakang dengan tatapan kosong.


[Apa bos? aku pikir kau tidur tadi, kau kenapa?]


"Tidak, kau istirahat saja, aku cuma sedang ingin menikmati pagi." jawab Bima.


[Baiklah bos, aku istirahat ya bos]


"Iya." jawab Bima.


Bima mengubah semua planning yang sudah tertata rapi, dari planning yang dia buat untuk menjadi kan teman-temannya yang terkuat dia ubah menjadi planning untuk membuat teman-temannya bahagia dan kuat secara bersamaan.


Walaupun harus bekerja keras 2x lipat, Bima tetap menetapkan planning tersebut demi kebahagiaan bersama. Sepanjang planning, Bima tidak sama sekali memperdulikan kebahagiaannya, mulai hari itu bahagia hanyalah ilusi bagi Bima.


"Baiklah, hilangkan semua kemauan untuk bahagia! mari buat mereka bahagia!" gumam Bima.


Pukul 05.00, saat Bima sedang melamun Silvia datang menghampirinya dengan wajah yang terlihat khawatir.


"Bibi..." panggil Silvia membelai pipi Bima dengan lembut.


"Loh, udah bangun." ucap Bima tersenyum manis.


"Bi, kamu baik baik saja?" tanya Silvia memeluk Bima penuh kasih sayang.


"Aku baik baik saja, tadi kebangun jam 4, kencing. Mau tidur lagi tapi gak bisa, ya udah deh ngopi aja." jawab Bima menjelaskan tanpa di tanya.


"Bibi, kamu baik baik saja?" tanya Silvia menatap Bima dalam dalam.


"Aku gak papa sayang, kamu gak usah khawatir." jawab Bima mencium pipi Silvia.


"Mata kamu bohong bi, jujur sama aku! kamu kenapa?" ucap Silvia mulai menangis.


"Aku gak apa apa sayang, kamu tenang saja ya. Besok minggu kita liburan ya, biar kamu fresh." jawab Bima.


"Kamu kesepian? iya? kamu kurang bahagia? ha?" tanya Silvia.


"Enggak, aku tuh selalu bahagia, aku gak pernah kesepian sayang. Itu perasaan kamu aja mungkin." jawab Bima tetap mengelak.


"Kamu bohongin aku bi! kamu jahat! kalau gak bahagia itu bicara! biar aku bantu cari jalan keluar! jangan di pendam terus! mental kamu bisa rusak kalau begitu! hiks..." ucap Silvia memarahi Bima sambil menangis.


"Ya mau gimana lagi, emang udah rusak." gumam Bima namun masih terdengar jelas di telinga Silvia.


"Ceritain semuanya! aku gak mau ketemu kamu lagi kalau sampai kamu kurang kurangin cerita kamu! cepat!" ucap Silvia memukul dada Bima dengan keras sambil menangis sesenggukan.

__ADS_1


"Jangan gitu dong! kan ada privasi!" ucap Bima.


"Gak ada privasi privasian! kita suami istri bi! harus saling tau masalah satu sama lain!" ucap Silvia.


"Iya iya." jawab Bima pasrah.


Bima pun menceritakan semua masalah yang sedang melandanya. Kesepian, tidak bahagia, pusing, frustasi, dan lain sebagainya Bima ceritakan semuanya pada Silvia yang setia mendengarkan dengan seksama.


"Gimana? masih sanggup nampung? itu baru setengah loh." tanya Bima.


"Gak usah tanya tanya! ceritain semua!" ucap Silvia mencengkram rahang Bima dengan wajah kesal.


"Kamu kenapa sih? sensitif banget dari kemarin." tanya Bima aneh.


"Lanjut! banyak tanya!" ucap Silvia kesal.


Bima melanjutkan ceritanya pada Silvia, panjang lebar Bima bercerita tentang permasalahan dari berbagai universe dan masalah internal guild yang membuatnya sangat frustasi.


Bima selesai bercerita pukul 06.00, Silvia menjadi lebih kesal terhadap Bima setelah memahami seluruh cerita Bima. Sangat sangat marah terhadap suaminya dan terhadap dirinya sendiri yang tidak pernah paham terhadap perasaan Bima.


"Kenapa gak pernah cerita?! kalau dulu kamu cerita, aku gak bakalan ninggalin colne bi! aku bakalan ajak kamu buat nemenin aku evolusi! kenapa?!" teriak Silvia memukuli Bima dengan rasa kesal bercampur rasa menyesal.


"Buat apa cerita masalah pribadi yang? bukannya dapat jalan keluar, tapi malah nambahin pikiran lawan bicara kita. Aneh kamu ini." jawab Bima.


"Kalau kamu dulu cerita, guild The Beast gak akan bubar bi! kita juga pasti sudah punya anak banyak dari dulu! pikirin secara luas! jangan cuma pikirin satu sisi aja!" ucap Silvia kesal.


"Iya juga ya, kenapa dulu aku gak kepikiran." gumam Bima baru sadar.


"Ya udah sih, udah berlalu juga. Sana mandi, aku mau olahraga." ucap Bima.


Silvia langsung pergi dengan rasa jengkel, kesal, dan marah di hatinya. Moodnya benar-benar rusak pagi itu karena mendengar cerita Bima.


Sedangkan Bima pergi ke kamar mandi dapur untuk ganti baju dan pergi jogging. Setelah Jogging, Bima langsung masuk ke ruang gym yang sudah terdapat Doni dan Tigers di sana.


"Tumben." ucap Bima mengambil air mineral dingin di kotak pendingin.


"Ini udah rutin, sejak bulan lalu. Biar tetap Vit." jawab Tigers.


"Baguslah kalau kalian paham." ucap Bima.


Setelah puas beristirahat, Bima pun memulai gym nya dengan beban seperti biasanya. Selesai ngegym, Bima langsung masuk ke alam Surgawi setelah menyuruh kedua temannya itu sarapan.


Di Alam Surgawi, Bima lanjut latihan serius dengan Smith sebagai pelatihnya.


"Sialan! kau sudah berkembang pesat!" ucap Smith kaget.


"Haahhhh! apa paman?!" teriak Bima menghentikan latihannya.

__ADS_1


"Tidak, lanjutkan!" jawab Smith santai.


Bima pun melanjutkan latihannya, mencoba mengembangkan skill dan kekuatannya secara bertahap dengan waktu terbatas. Setelah puas berlatih di sana, Bima pun keluar dari Alam Surgawi untuk memulai latihan teman-temannya.


"Dari mana?!" tanya Silvia masih dengan perasaan jengkel.


"Latihan di Alam Surgawi sayang, ini mau minum." jawab Bima lembut.


"Sarapan sekalian! udah aku siapin dari tadi!" ucap Silvia.


"Iyaaa." jawab Bima menurutinya.


Bima duduk di meja makan, memakan makanan yang sudah Silvia siapkan dengan lahap.


"Jadi latihan gak?" tanya Riski yang sudah siap dengan pakaian olahraga nya.


"Pemanasan dulu, nanti aku susul." jawab Bima.


"Oke." ucap Riski bergegas keluar untuk melakukan pemanasan bersama yang lainnya.


Bima menghabiskan makanannya lalu pergi menyusul teman-temannya di halaman belakang.


"Udah pemanasan?" tanya Bima.


"Dah!" jawab tim Senior karena tim Junior sudah berangkat mengambil misi sesuai jadwal mereka.


"Kalian bertiga latihan dulu, aku mau urus duo bodoh ini." ucap Bima pada Riski, Julian, dan Arie.


"Latihan apa? skill? atau apa?" tanya Julian.


"Reflek, insting, sama kelenturan. Asal cari di yutub aja, nanti habis urus dua orang ini aku kasih tekniknya." jawab Bima.


"Oke." ucap Julian.


Mereka bertiga membuka ponselnya masing-masing mencari treatment untuk melatih refleks, insting, dan kelenturan tubuh. Setelah menemukannya mereka langsung praktek. Sedangkan Bima duduk di bawah pohon berhadapan dengan kakak dan adiknya.


"Kalian sudah bertemu dengan sisi gelap kalian?" tanya Bima.


"Belum." jawab mereka berdua serentak.


"Berbalik, aku akan bantu pertemukan kalian. Ajak mereka bekerja sama, kalau menolak langsung bunuh saja." ucap Bima.


Keduanya berbalik membelakangi Bima, memejamkan mata dan memfokuskan diri.


Woshhhh....


Keduanya berpindah ke ruangan tempat sisi gelap masing-masing berada. Di luar, Bima sedang mengajari Arie, Riski, dan Julian dalam melatih tiga poin inti tadi.

__ADS_1


Ketiganya mengangguk paham, Bima menciptakan tiga golem dari batu obsidian sebagai alat pelatihan mereka bertiga. Bima mengawasi ketiganya dengan serius tanpa melupakan kakak dan adiknya.


Bersambung....


__ADS_2