King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 126


__ADS_3

Booommmm....


Booommmm....


Di sisi lain, Bima sedang bertarung melawan ribuan monster kelas Kaisar Dewa Iblis yang ukurannya sangat besar dan kekuatannya luar biasa dahsyat.


Bima berkali-kali di buat gagal saat ingin melakukan kombinasi energi dan elemen. Tubuh Bima masih belum terkena luka, jadi Bima masih bisa mencoba coba kekuatannya.


"Brengsek!" teriak Bima lalu melesat kembali menyerang.


Buaghhh.....


Buaghhh....


Tang....


Bima yang terkejut langsung melompat mundur dengan mata melotot.


"Baru kali ini aku gagal menebas makhluk hidup!" gumam Bima tidak percaya.


[Fokus bos fokus! kau harus menyadari semua kelemahanmu!]


Bima kembali mencoba untuk menyerang, namun kini dia mengalirkan energi ke dalam pedangnya. Ternyata berhasil, Bima melanjutkan membunuh para monster dengan sedikit kesusahan karena banyak ilmu mengenai dunia monster yang Bima lupakan.


"Banyak celah ya ternyata!" gumam Bima setelah memasukkan semua mayat di sana ke inventarisnya.


[Mau coba level 8 bos? kalau kau berhasil menyelesaikan sampai level 10, biar aku upgrade lagi]


"Gas level 8 bob!" ucap Bima semangat.


[Baiklah! bersiaplah untuk memakai kekuatan penuh bos!]


Woshhhhh...


Bima berpindah ke sebuah padah rumput yang sangat amat luas dengan di penuhi ratusan ribu monster kelas Dewa Neraka dan kelas Kaisar Dewa Iblis.


[Selamat menikmati bos!]


"Lighting Dragon!" teriak Bima.


Groahhhhh....


Halilintar yang membentuk seekor Naga turun dari langit dan langsung mengobrak-abrik gerombolan monster di depan Bima.


Namun Naga tersebut belum cukup untuk memusnahkan seluruh monster, Bima mengeluarkan semua skill skillnya sampai membuat setengah padah rumput hancur. Namun semua skillnya tidak mampu memusnahkan seluruh monster, jadi Bima harus turun tangan sendiri menjadi finishing.


Bima menganggap semua monster yang tersisa sudah sekarat, jadi dengan cerobohnya Bima maju tanpa ada pelindung di tubuhnya.


Crashhhh....


Bima terkena tebasan telak di perut nya, dengan reflek yang bagus Bima langsung melompat mundur untuk menutup lukanya.


[Ceroboh sekali kau bos! jangan menganggap semua monster berada di bawahmu! kau memang yang terkuat! tadi tetap pegang dengan erat kata kata 'di atas langit masih ada langit'!]


"Maaf!" jawab Bima langsung menutup perutnya dengan perban lalu kembali melesat menyerang para monster dengan pertahanan penuh.


Walaupun begitu, Bima tetap mendapatkan berbagai luka sabetan dari senjata maupun kuku paa monster. Bima menyimpan semua mayat monster di sana ke dalam Inventaris lalu menyudahi latihannya.


Bima duduk di bawah pohon membalut luka lukanya dengan perban dan obat merah.

__ADS_1


[Untung ususmu tidak keluar!]


"Terlalu dalam bob!" ucap Bima menggeleng pelan.


[Itu urusanku, kau istirahat saja]


Bima mengangguk pelan lalu kembali ke basecamp dengan pakaian penuh darah dan beberapa perban di tubuhnya. Bima membereskan ruang olahraga sendirian, setelah selesai Bima pergi ke kamar.


"Udah jam 9 malem, lama juga ya aku." gumam Bima.


[Terlalu asik sampai lupa waktu bos, biasa]


Bima hanya terkekeh pelan sambil berjalan santai menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Bima tidak melihat Jennifer di sana, jadi Bima langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi Bima kembali membalut luka lukanya dengan perban, setelah beres Bima pun pergi ke ruang makan untuk mengisi perutnya.


"Walahh! gak ada makanan!" gumam Bima kecewa untuk kedua kalinya pada hari itu.


[Beli di online saja bos, soalnya di Shop sedang kosong]


'Baiklah, resto seafood masih buka gak ya jam segini?' batin Bima mengecek ponselnya.


"Anjink dah tutup! KPC aja dah." gumam Bima memesan beberapa menu lalu pergi ke teras untuk menunggu makanannya.


Saat melewati ruang tamu, Bima melihat Jennifer, Adel, Diana, dan Berliana sedang berbincang-bincang dengan seorang pria tampan. Terlihat Jennifer sangat dekat dengan pria itu, bahkan Adel terlihat sangat sangat senang dengan pria itu.


"Mau kemana nak?" tanya Diana.


"Ke teras, nunggu makanan." jawab Bima tersenyum.


"Loh! kok perbannya nambah? tadi cuma di lengan kiri, kenapa sekarang ada di kaki, sama lengan kanan? itu di leher juga ada! perut kamu juga gembung!" ucap Berliana langsung membuka baju Bima untuk melihat gembungan apa itu.


Saat Diana ingin berbicara, Bima langsung berlari ke teras karena malas mendengar ceramah Diana. Bima duduk di teras, menyulut rokoknya lalu membuka ponselnya.


Tak lama, mas mas gojek pun memencet bel gerbang, Bima langsung berlari ke gerbang membayar semua makanan lalu pergi ke gazebo halaman belakang untuk makan.


Di gazebo, ternyata Arie sedang ada di sana, dia sedang telponan dengan seseorang sambil senyum senyum sendiri.


"Kau dah makan ri?" tanya Bima sambil berjalan mengambil minum di bar sebelah gazebo.


"Sudah kaka, tadi saya makan banyak, kaka Bima makan saja." jawab Arie.


"Aku makan dulu ya." ucap Bima.


"Santai kaka." jawab Arie sambil menghisap rokoknya.


Saat sedang asik makan, Riski dan Kevin pun datang membawa sebungkus rokok di tangannya masing-masing. Mereka langsung membuat kopi di bar lalu setelah itu ikut duduk di Gazebo.


"Kemana tadi kau?" tanya Riski menepuk punggung Bima.


"Aduhh! sakit blokkk! luka anjink punggungku!" ucap Bima menegakkan badannya.


Riski yang kaget langsung menyingkap baju Bima, Riski menggelengkan kepalanya ketika melihat punggung Bima yang terdapat banyak sekali perban dengan bercak merah di sana.


"Kau tawuran bim?" tanya Riski kaget.


"Matamu! tadi aku latihan lawan monster tingkat tinggi. Banyak kecerobohan tadi, jadi kena serangan telak deh." jawab Bima lanjut makan.


"Ck..ck..ck...kasihan kasihan!" ucap Kevin menggelengkan kepala.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Bima duduk santai menghisap rokoknya sambil menonton TV. Tidak berselang lama, Rizal datang dan langsung membuat kopi di bar.


"Sekalian Zal." ucap Bima nyengir.


"Bentar." jawab Rizal.


5 menit kemudian Rizal bergabung dengan dua cangkir kopi di tangannya.


"Makasihh!" ucap Bima.


"Yoo.." jawab Rizal sambil menyulut rokoknya.


 Mereka berbincang-bincang santai dengan di temani kopi dan rokok mereka membicarakan banyak sekali hal hal yang pernah mereka alami.


"Tadi dapet berapa ris?" tanya Bima.


"Kata Lidia sih 3M ya, sebenarnya bisa lebih kalau mayat sama inti core monsternya ikut di setorin." jawab Riski.


"Buat pakan beast cok." ucap Bima.


"3M dah lebih dari cukup lah buat ukuran portal segitu." ucap Riski.


"Pace! kau dari tadi telponan sama siapa?" tanya Bima.


Arie tidak menjawab, dia hanya memainkan alisnya sebagai kode yang langsung dapat di pahami oleh mereka yang ada di sana.


"Anjayy! Zal! muka kek pantat monyet gini aja dapet cewek! kau gimana anjink!" ucap Riski meledek Rizal.


"Bang*at!" umpat Rizal kesal.


"Hahahah...kasihan cok dia!" ucap Bima tertawa keras.


"Eh, itu tadi siapa cok? kok kayak deket banget sama istrimu." tanya Rizal penasaran.


"Paling gurunya Adel, aku gak tau juga." jawab Bima.


"Selidiki lah, kau harus protect istrimu cok! jangan sampai ada tikus masuk!" ucap Riski.


"Biarinlah, males aku urusin hal sepele kek gitu." jawab Bima santai.


"Lah! gimana si ni orang!" ucap Riski aneh.


"Yang penting itu, lukaku cepet sembuh anjink! nyeri banget dari tadi! tailah!" ucap Bima kesal.


"Istirahat aja sana, dah jam 1 anjir." ucap Rizal.


"Iyalah, mau turu aja, capek." ucap Bima beranjak pergi dengan pincang.


Bima pergi ke kamarnya, sesampainya di kamar Bima melihat Jennifer masih belum tidur juga. Bima tidak perduli, dia masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan cuci kaki. Setelah itu Bima pun merebahkan tubuhnya di ranjang yang super empuk.


Bima menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih memiliki banyak sekali luka segar.


"Buy, kamu kenapa buy?" tanya Jennifer mendekati Bima.


"Aku gak papa, cuma luka luka habis latihan, kamu gak usah khawatir ya." jawab Bima mengusap pipi Jennifer dengan lembut.


"Aku minta maaf buy, laki laki tadi itu gurunya Adel buy, bukan siapa siapa aku." ucap Jennifer.


"Ssstttt....udah malem, bobok." ucap Bima berbalik dan tidur tanpa memperdulikan Jennifer yang sangat susah tidur.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2