
Bima berlatih dengan serius menghiraukan tatapan para bawahannya yang terlihat kebingungan dengan sifatnya kali ini.
puluhan juta tahun Bima berlatih sambil meluapkan amarahnya. Kekuatan yang sebelumnya sudah sangat mengerikan kini bertambah kuat 3x lipat.
Karena sudah merasa lebih lega dan lebih plong, Bima pun memutuskan untuk menyudahi latihannya dan keluar dari Alam Jiwa.
"Berapa lama aku di Alam Surgawi bob?" tanya Bima sambil mandi.
[2 harian bos]
"Baiklah." ucap Bima lalu lanjut mandi.
Selesai mandi, Bima pun keluar dari kamarnya untuk menyapa teman-teman dan keluarganya. Bima berjalan ke aula utama yang berisi seluruh anggota Kerajaan dan keluarganya.
"Paman, aku mau bicara sebentar." bisik Bima sambil menyeret Aron pergi.
Aron hanya menurut saja dan mengikuti Bima, Bima berhenti di ruang makan dan duduk.
"Ada apa?" tanya Aron.
"Paman, kau mengenal perempuan ini?" tanya Bima menujukan foto Jennifer di ponselnya.
"Kenal, kenapa? kau suka padanya?" tanya Aron balik.
"Bisa di bilang begitu hehehe..." jawab Bima malu.
"Kalau kau mau aku bisa kenalkan padamu sekarang juga, sebelum dia mendapatkan pria idamannya." ucap Aron santai.
"Boleh! ayo paman!" jawab Bima semangat.
"Sebentar." ucap Aron memegang dadanya lalu tak lama Amon datang sambil cengengesan.
"Ayo!" ajak Amon langsung membuka portal.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam portal buatan Amon dan muncul di sebuah padang rumput yang berada di belakang rumah besar dan megah.
Terlihat di tengah-tengah padang rumput terdapat seorang wanita cantik memakai Kimono berwarna hitam bercorak bunga bunga berwarna putih.
Wanita itu berdiri di depan sebuah batu raksasa, tak lama dia menepuk pelan batu itu dan....
Booommmm....
Batu raksasa itu meledak menjadi butiran debu yang menutupi tubuh wanita itu.
"Paman, ayo pulang." ajak Bima ketakutan.
"Hey! payah sekali!" ucap Amon kesal.
"Paman! kalau misalkan kita bertengkar, aku di tampar pasti mati! pikirlah!" ucap Bima kesal.
"Ssstttt! diam! kau mau punya keturunan tidak!" ucap Aron kesal.
Bima mengangguk cepat.
"Diam di sini! aku akan menemui dia." ucap Aron berjalan meninggalkan mereka berdua.
Aron menghilangkan debu yang menutupi wanita itu dan tersenyum lebar di depan wanita itu.
"Ada apa?" tanya wanita itu dingin.
"Kau sedang mencari pasangan bukan?" tanya Aron.
"Aku sudah dapat." jawab wanita itu dingin.
"Ahh! sial! baiklah aku pergi dulu!" ucap Aron kecewa dan berjalan pergi meninggalkan wanita itu.
"Tunggu! kau mau memperkenalkan siapa?" tanya wanita itu saat Aron pergi menjauh.
__ADS_1
"Anak yang sudah aku jaga sejak bayi." jawab Aron berbalik.
"Bawa kesini." ucap wanita itu dingin.
Aron tersenyum senang lalu berlari menghampiri Bima dan Amon yang bersembunyi di belakang pohon beringin besar.
"Hey! ayo cepat!" ajak Aron.
Bima sedikit ragu, kakinya sangat berat untuk melangkah entah kenapa.
"Ayo bodoh!" ajak Amon menyeret Bima.
Mereka pun berjalan menghampiri wanita yang ternyata sudah di dampingi oleh kedua orang tuanya.
"Ini dia!" ucap Aron semangat.
"Siapa namamu?" tanya wanita itu dingin dengan tatapan tajam.
"B-bima." jawab Bima sangat gerogi.
[Bos! aku off sebentar ya!]
'Aku mau tidur dulu bos!' ucap Kong.
'Aku mau latihan dulu lah, ototku kaku semua.' ucap Drago.
'Sialan kalian semua!' teriak Bima kesal.
"Bima? siapa itu? aku tidak kenal!" ucap wanita itu tanpa ekspresi.
"A-anu...a-aku A-ashura." ucap Bima.
"Kau Ashura? hahaha....mana mungkin! Ashura sudah di segel selamanya! kau hanya mengaku ngaku! sampah!" ucap wanita itu tertawa merendahkan.
"A-aku asli kok..." jawab Bima mencengkram erat baju Amon.
"Bagaimana ini paman?!" bisik Bima panik.
"Lawan saja bodoh! kau sudah sekuat ini! kenapa kau takut! dasar keponakan bodoh!" ucap Amon dengan suara pelan.
"Aku keponakan mu?" tanya Bima kaget namun suaranya tetap pelan.
"Iya bodoh! aku dan kakakku adalah anak dari adik pamanmu Smith dan ayahmu Adrian! ayo cepat lawan dia!" jawab Amon.
"B-baiklah." ucap Bima mengumpulkan nyalinya.
"Baik! ayo kita duel!" ucap Bima setelah mengumpulkan nyalinya.
"Ayah, ibu, kalian minggir dulu ya, Jen ingin mengujinya." ucap wanita itu tersenyum manis pada kedua orang tuanya.
"Jaga dirimu ya, ibu tidak mau kamu terluka lagi." ucap Ibu wanita itu.
"Iya, ayah tidak mau anak angkatmu kembali menangis." ucap ayah wanita itu.
"Iya ayah." jawab wanita itu tersenyum.
Setelah itu kedua orang tuanya serta Aron dan Amon pergi menjauh sejauh mungkin supaya tidak terkena imbas pertarungan keduanya.
Bima melompat mengambil jarak lalu melepas cincin yang menyegel auranya.
Woshhhhh...
Seketika angin berhembus kencang menyambut aura yang sangat kuat dari Bima. Wanita itu dibuat melotot merasakan aura Bima yang kuatnya belum pernah dia rasakan seumur hidupnya.
Bima masuk ke mode tarung, mode yang membuat matanya tidak pilih kasih dan akan membunuh siapapun. Bima mengeluarkan kedua pedangnya, mengaktifkan mata RinneSharingan serta God Of Eyes, dan memperlihatkan wujud Ashura yang memiliki dua sayap, bertaring dan mengeluarkan aura penguasa yang sangat dahsyat kuatnya.
"Cih!" dengus wanita itu lalu memamerkan aura kegelapan nya yang sama sekali tidak berefek pada Bima.
__ADS_1
Tak sampai disitu, wanita itu langsung membuka seluruh kekuatannya yang membuat tanah bergetar hebat. Tak mau banyak bicara, Bima langsung melesat menyerang wanita itu dengan kecepatan cahaya.
Boommm...
Boommm...
Boommm...
Wanita itu menyambut serangan Bima dengan sedikit kesulitan, keduanya bertarung dengan kecepatan yang selama ini belum ada yang menggapainya, yaitu kecepatan Cahaya.
Aron dan Amon hanya melihat dua cahaya hitam dan emas yang sedang saling serang di atas langit. Keduanya benar-benar tidak bisa melihat pertarungan apa yang sedang mereka lakukan.
Sedangkan di atas sana, Bima terus meningkatkan ritme serangannya menjadi 2x lebih cepat dan mematikan. Bima menekan habis habisan wanita yang bersenjatakan sepasang pedang kegelapan.
"Sialan!" teriak wanita itu lalu melompat mengambil jarak saat Bima mengurangi ritme bertarungnya.
"Kau boleh juga! tapi tidak semudah itu untuk menaklukkan aku!" teriak wanita itu kemudian menyeringai.
Woshhhh...
Muncul seekor Titan penguasa Kegelapan yang sangat besar dan mengerikan. Tubuhnya hitam legam dengan corak emas, memiliki dua tanduk, dan memiliki kuku yang sangat tajaam.
"Wah wah wah! kau ratu Kegelapan ya ternyata! pantas mampu menembus pemerintahan!" ucap Bima menyeringai.
"Tidak ada sangkut pautnya!" teriak wanita itu dengan tatapan tajam.
Bima menyeringai lalu mengeluarkan Ashura Susano'o yang besarnya 2x dari Titan milik wanita itu.
Woshhhh...
Aura yang sangat kuat menyebar ke seluruh alam semesta, aura yang telah lama tenggelam kini kembali dengan jauh lebih kuat dan mengerikan.
"Kau sudah punya niat membunuh, maka jangan salahkan aku kau terluka parah!" ucap Bima lalu melesat menyerangnya habis habisan.
Seluruh kemampuannya yang sudah dia latih dengan brutal Bima keluarkan untuk menyerang wanita yang berdiri di atas kepala Titan itu.
Booommm...
booommm....
Boommmm....
Ledakan ledakan dahsyat terus terjadi, Titan yang sangat kuat itu di buat tidak berkutik. Wanita dan Titannya dibuat mati kutu, setiap ingin mengeluarkan serangan mematikan, Bima langsung menggagalkan dengan cepat.
Setelah 30 menit, Bima pun mengambil jarak dengan senyum merekah melihat wanita dan Titan nya terduduk lemah penuh luka.
"Masih kurang? Deku!" teriak Bima.
woshhhh...
Boommmm...
"Siapa yang perlu aku bunuh tuan!" teriak sebuah Titan yang menjadi Dewanya para Titan dan sangat di takuti oleh seluruh penghuni alam semesta.
"Aku menyerah!" teriak wanita itu ketakutan melihat Deku yang ukurannya sangat besar dan mengeluarkan aura Dewa yang sangat dahsyat.
Bima tersenyum tipis lalu memasukkan kembali Deku dan menarik Susano'o nya. Bima berjalan mendekati wanita yang sudah mengembalikan Titan miliknya ke tempatnya.
Bima memberikan potion tingkat Dewa lalu berjalan pergi untuk istirahat di bawah pohon beringin tadi. Bima menyulut rokoknya lalu tiduran mengistirahatkan tubuhnya.
"Emang bener tiduran di bawah pohon itu nikmat!" gumam Bima tersenyum lebar.
Bima memasang handsfree dan memutar lagu favorite nya, merokok, tiduran, sambil mendengarkan musik, itulah hal yang paling Bima senangi.
Bersambung.....
__ADS_1