King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 97


__ADS_3

Setelah seharian terbang, akhirnya Bima sampai di lokasi markas para preman. Bima yang tak memiliki banyak waktu untuk mengurus hal hal remeh seperti ini langsung menghancurkan markas dengan bola energi sebesar mobil.


Woshhhh...


Booommmm...


Markas besar itu pun hancur melemparkan ratusan potongan bagian tubuh orang-orang yang ada di dalam markas. Bima tersenyum puas lalu pergi menuju lokasi ke dua, yaitu sekte aliran hitam.


3 jam terbang, Bima sampai di lokasi Sekte aliran hitam yang terlihat sedang melakukan pesta besar.


"Mereka pesta merayakan apa?" gumam Bima bertanya-tanya.


[Mereka berhasil membawa naga Kegelapan bos, seekor naga yang menguasai elemen kegelapan paling murni! lebih murni dari milikmu]


"Full ya Kong?" tanya Bima.


'Full bos! eh! tunggu! aku cek dulu!' jawab Kong.


5 menit kemudian, Kong memberikan satu laporan pada Bima.


'Ada satu tempat lagi deng bos! sorry! tempatnya sedikit tersembunyi!' ucap Kong.


"Baiklah." jawab Bima langsung melesat menyerang sekte aliran hitam itu.


Woshhhh....


Booommmm....


Bima yang sudah memakai Spesial Susano'o medarat dengan kasar di halaman Sekte yang sedang berlangsung sebuah pesta.


Seluruh anggota sekte yang belum siap pun di buat kalang kabut, mereka berusaha kabur saat melihat patung khas dari sosok Penguasa Jagat Raya.


Bima yang sudah sangat geram dengan kemunculan mereka langsung melakukan pembantaian. Ledakan, tebasan, semua Bima lancarkan untuk membasmi para manusia sesat itu.


Hanya dalam waktu 30 menit, Bima pun berhasil membunuh semua anggota sekte aliran hitam tanpa ada satupun yang selamat. Setelah itu Bima langsung berjalan menuju ruangan tempat Naga Kegelapan di kurung.


Bima berjalan dengan santai memasuki ruangan dan dibuat kagum melihat tubuh raksasa seekor Naga berwarna hitam dengan corak emas di tubuhnya yang aura Kegelapan yang sangat pekat.



"Yang Mulia." ucap Naga Kegelapan dengan suara lemah.


"Wahhh...kau tau aku ya hahaha..." ucap Bima tertawa bangga.


"Semua Beast Penguasa mengetahui betapa besarnya kekuatan anda Yang Mulia." jawab Naga Kegelapan.


"Ya ya.. aku paham, kau kenapa bisa tertangkap?" tanya Bima.


"Saya terkena jeratan yang sudah terdapat racun pelumpuh kekuatan, itu membuat saya tidak bisa melawan dan akhirnya sampai di sini." jawab Naga Kegelapan.


"Ohhh begitu...licik ya mereka..." ucap Bima paham.


"Bagaimana kalau kau jadi bawahanku? simbiosis mutualisme, aku dapat elemen kegelapan paling murni, dan kau bisa naik tingkat ke tingkat maksimal. Bagaimana?" tanya Bima.


"B-baik Yang Mulia, saya bersedia." jawab Naga Kegelapan.


"Baiklah..." ucap Bima menghancurkan kurungan Naga Kegelapan lalu meneteskan 50 tetes darah di mulut Naga Kegelapan tersebut.


Seketika tubuh Bima dan Naga Kegelapan bersinar terang menandakan kalau kontrak mereka telah terjalin. Setelah itu Bima memasukkan Naga itu ke dalam Alam Surgawi dan lanjut terbang menuju Sekte aliran putih yang menjadikan Ben sebagai sumber kekuatan.


"Kong, kau ready tidak?" tanya Bima sembari terbang.


'Bos! aku masih terluka! bodoh!' jawab Kong kesal.


"Payah!" ucap Bima.


'Drago saja! dia kan kakak Ben!' ucap Kong merekomendasikan Drago.


"Kau mau?" tanya Bima pada Drago.


'Siapa yang menolak membunuh para penyiksa adiknya!' jawab Drago yang sudah menahan amarahnya dari tadi.

__ADS_1


'Bang santai bang, ada anak baru.' ucap Kong.


'Maaf.' jawab Drago menarik kembali auranya.


'Santai saja ya! di sini sudah biasa.' ucap Kong pada Naga Kegelapan.


'I-iya..' jawab Naga Kegelapan canggung.


'Siapa namamu?' tanya Kong.


'Kuro.' jawab Naga Kegelapan.


'Bagus juga, baiklah, Kuro, istirahat lah di goa mu, jangan lupa lakukan evolusi ya.' ucap Kong.


'B-baik.' jawab Kuro lalu pergi memasuki Goa yang sudah Kong persiapkan.


Bima terus terbang melesat mengikuti arah map dari sistem, setelah 6 jam perjalanan, akhirnya Bima sampai di atas sekte yang di lindungi oleh dinding pelindung tingkat tinggi yang membentuk setengah lingkaran.


"Ayo Drago!" teriak Bima langsung mengeluarkan Drago dari alam Surgawi.


Woshhhhh....


Groahhhhhhhh.....


Auman Drago membuat seisi sekte keluar dari kediamannya, mereka di buat kaget dengan kedatangan Naga Penguasa Langit ke 7 beserta sang Tuan yang menjadi sosok Penguasa Jagat Raya.


Tanpa banyak bicara, Drago bersama Bima langsung melesat menyerang sekte tersebut dengan sangat agresif. Drago kali ini benar-benar mengamuk ketika melihat pagoda yang mengekang sang adik.


Booommm..


Boommm..


Duarrrrr...


Duarrrr...


Ledakan dahsyat dari serangan Drago membuat tanah bergetar hebat. Para murid sekte beserta patriark dan tetua sekte benar benar Drago siksa.


Bima tidak ikut mengeluarkan serangan, dia hanya memegang sebuah inti core kosong tempat singgah kekuatan seluruh orang yang Drago bunuh.


Booommmm...


Groahhhhhh....


Ben keluar dari Pagoda yang telah hancur, tubuh emasnya bersinar terang menyinari malam yang gelap dan mencekam. Bima melemparkan inti core yang dia pegang tadi dan langsung Ben telan.


Akhirnya setelah ratusan tahun, akhirnya Ben mendapatkan kembali kekuatannya dan kembali masuk ke dalam tubuh Bima.


Karena tidak ada lagi masalah yang harus Bima selesaikan, Bima pun ikut masuk ke dalam Alam Surgawi untuk istirahat. Keesokan harinya, setelah olahraga dan mandi, Bima pun keluar dari Alam Surgawi untuk melanjutkan kewajibannya.


Kali ini Bima tidak terbang, melainkan berjalan menyusuri hutan belantara menuju Kerajaan berikutnya. Namun di tengah perjalanannya, Bima di cegat oleh Amon.


"Ada apa paman?" tanya Bima menghentikan langkahnya.


"Haihhh...ternyata ada di sini! aku sudah ke alam Surgawi tapi ternyata kamu sudah jalan duluan. Ayo ikut aku, ada sedikit masalah di Kerajaan Mazzarri." jawab Amon.


"Baiklah." ucap Bima nurut.


Mereka berdua pun memasuki portal yang sudah Amon buat, sesampainya di aula utama Kerajaan Mazzarri, Bima dan Amon pun di sambut baik oleh Raja Kerajaan Mazzarri bernama Chris.


"Selamat datang tuan, maaf menghambat perjalanan anda." ucap Chris.


"Tidak apa apa, ada apa memanggilku?" tanya Bima.


"Hey! kemari!" panggil Aron dengan wajah marah.


Bima menghampiri Aron dan langsung mendapatkan pukulan keras di wajahnya.


"Benar kau memperkosa Dewi Kecantikan dan Dewi Penyembuhan itu?!" tanya Aron dengan penuh penekanan.


"Tidak! siapa juga yang nafsu pada wanita berdada kecil! tidak ada pegangan hidup!" jawab Bima mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Hey! jaga ucapanmu!" teriak wanita kemarin.


"Apa buktinya aku sudah memperkosamu?! apa?!" tanya Bima kesal.


"Bajuku sobek sobek! dan kau duduk di sebelahku sambil makan ayam bakar! apa kurang buktinya!" jawab wanita itu dengan nada tinggi.


"Apa pembelaanmu?" tanya Aron menatap tajam Bima.


"Aku kemarin kan dapat laporan dari Dewa Angin, nahh, laporan nya itu muncul sebuah portal di perbatasan Kerajaan ini. Aku masuklah ke dalam portal, saat bertarung, aku melihat dia tergeletak bersimbah darah. Aku kan masih punya rasa kasihan ya, jadi aku buru buru menyelesaikan pertarungan dan mengobatinya." jawab Bima bercerita.


"Lalu?" tanya Aron.


"Setelah mengobatinya, aku kan orangnya tidak tegaan yakan, karena bajunya sobek sobek dan memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya, jadi aku selimuti saja dia. Lalu aku tinggal untuk membuat api unggun dan memasak ayam. Begitu!" jawab Bima.


"Bohong! aku merasa nyeri di bagian kelamin ku!" teriak wanita itu.


"Aku tidak tau! aku datang kau sudah terbujur bersimbah darah!" ucap Bima.


"Paman, mengaku saja tidak apa apa, aku siap menerimamu menjadi ayah tiriku." ucap anak wanita itu.


"Anak kecil sudah berani bicara seperti itu ya, astaga..." gumam Bima kaget mendengar ucapan anak itu.


[Anak sialan memang!]


'Parah sekali bocil itu bos!' ucap Kong menggelengkan kepala.


"Begini saja! kita ke Kerajaan Envuella! kita selesaikan di sana!" ucap Aron pusing.


"Tidak! aku tidak mau melihat wajah kakek buyut sialan itu lagi!" ucap Bima kesal.


[Tua bangka sialan itu lagi? cuihh! tidak sudi aku melihatnya lagi!]


"Kalau begitu berarti ceritamu bohong." ucap Aron.


"Ayolah paman! mana mungkin aku melakukan hal tak senonoh itu!" ucap Bima.


"Menikah saja! kelamaan!" teriak Amon yang sudah bosan menunggu.


"Hey! jangan asal bicara paman!" ucap Bima kesal.


"Ayolah! mengaku saja! aku bosan!" ucap Amon.


"Sumpah! aku tidak melakukannya!" ucap Bima berani bersumpah.


"Kalau begitu ayo ke Kerajaan Envuella! kita buktikan kejujuranmu di sana!" ucap Aron.


"Paman! aku benci kalau melihat wajah tua bangka sialan itu lagi!" ucap Bima kesal.


"Sudah! kalian berdua menikah saja! titik! aku akan kabarkan pada ayahmu dan ibumu!" ucap Aron sudah muak.


"Aku mohon paman!" ucap Bima memohon.


"Tidak! keputusan ku sudah bulat! kalian berdua! mulai sekarang tidak boleh berpisah! kalau sampai salah satu hilang dari radarku, aku akan menghukum kalian dengan sangat berat!" ucap Aron.


"Aku masih banyak masalah paman! ayolah!" ucap Bima.


"Aku tidak perduli! pokoknya kau harus berkelana bersama dia! Anastasya Blossom!" jawab Aron.


"Arghh! baiklah!" ucap Bima kesal.


"Hey bocil! kau tinggal bersama kakek nenekmu untuk sementara! ibumu harus mengikuti pria ini untuk beberapa waktu kedepan!" ucap Aron.


"Baik paman, aku menerima saja! yang penting aku punya ayah baru!" jawab anak itu.


"Ingin sekali aku menjitak anak bodoh ini!" gumam Bima kesal.


"Ayo!" ajak Aron pada Amon.


"Aku pergi dulu ya! selamat! hahaha...." ucap Amon pada Bima.


"Dasar paman sialan!" teriak Bima kesal.

__ADS_1


Aron dan Amon pun menghilang memasuki portal meninggalkan Bima yang sedang sangat kesal.


Bersambung....


__ADS_2