King Of Universe

King Of Universe
Bab 32


__ADS_3

Bertahun-tahun Bima berpetualang mencari 12 pecahan batu Nirwana, 7 pecahan jiwa Naga Penguasa Langit ke 7, dan Albert adiknya.


Bima sudah mendapatkan 11 pecahan batu Nirwana dan 6 pecahan Jiwa Naga penguasa langit ke 7. Banyak sekali halangan dan rintangan yang Bima lalui demi mendapatkan 17 hal di atas.


Dari mendaki gunung raksasa demi ½ pecahan batu Nirwana, menyebrangi lautan lava demi ⅛ pecahan batu Nirwana, melawan Naga penguasa Elemen yang kini jadi bawahannya bernama Zhong demi 2 pecahan jiwa Naga, dan masih banyak lagi yang di lalui oleh Bima.


Dari perjalanannya, Bima mendapatkan banyak sekali pelajaran untuk hidup yang lebih baik kedepannya. Kesabaran Bima dalam perjalan kali ini benar-benar di uji, rasa ingin menghancurkan alam Fana ini sangat menggebu-gebu di hati Bima.


Namun Bima mampu menahan gejolak dendamnya dan perjalanannya bisa berjalan lancar sampai ke titik ini, dimana Bima sedang berada di final sebuah turnamen demi memperebutkan dua hadiah utama dari alam Dewa.


Bima kembali singgah di Kerajaan Valhalla setelah berpetualang ke berbagai Kerajaan dari semua benua di alam fana ini.


Yang menjadi lawannya di final turnamen ini adalah 7 kesatria aliran hitam terkuat. Kenapa bisa? karena turnamen ini adalah turnamen tim, tapi Bima nekat ikut tanpa memiliki tim atau apapun itu.


Hari ini adalah hari yang membuat emosi Bima berada di puncak tertinggi, hal ini dikarenakan informasi dari sistem tentang Zoya yang menikah dengan seorang pria dari keluarga ternama di Indonesia sana.


Sakit hati, emosi, rasa lelah, semua bercampur aduk di hati Bima.


"Kenapa bisa bob?!!" teriak Bima memukuli tembok berkali-kali sampai tangannya berlumuran darah.


[Karena jiwamu yang tak bisa di temukan Nyonya Zoya, jadi dia beranggapan kalau kau benar-benar mati dan di hukum di dimensi penghukuman]


Bima menempelkan dahinya di tembok dengan tatapan mata penuh dendam dan amarah yang menggebu-gebu.


[Tahan amarahmu bos, kau harus mengerti apa yang nyonya Zoya lakukan. Ini semua di lakukan demi David supaya merasakan kasih sayang seorang ayah, di masa pertumbuhannya David harus di dampingi orang tua yang lengkap]


"Apa peduliku!" ucap Bima dingin.


[Haihhhh...terserahmu bos!]


Tok..tok..tok..


"Nama anda sudah di panggil tuan, silahkan keluar dan masuk ke Arena." ucap seorang pria dari luar ruangan.


Bima tersadar dan berjalan keluar ruangan menuju Arena yang berbentuk seperti Arena bertarung para guardian. Kedatangan Bima di sambut meriah oleh para penonton.


"Kau takut ya? kau sedang menyiapkan kata kata terakhir? hahaha sampah!" ucap salah satu dari 7 kesatria aliran hitam terkuat.


"Peraturan untuk final kali ini adalah di larang memakan pil penguat! sisanya bebas! boleh membunuh dan boleh memanggil beast spiritual!" ucap wasit dari atas podium tempat para raja dan Kaisar duduk menonton.


"Mulai!" ucap wasit.

__ADS_1


Woshhhhh...


Aura penguasa yang terkontaminasi aura kegelapan langsung menyebar dari tubuh Bima. 6 kesatria aliran hitam itu langsung terlempar jauh hingga menabrak tembok menyisakan seorang pria yang perawakannya sama persis seperti Bima dalam wujud dewa murni.


"Sampah!" ucap Bima mengeluarkan pedangnya lalu bergerak secepat cahaya membunuh ke enam kesatria yang tak berkutik.


"Kau yang terkuat ya? Albert Neilson...." ucap Bima penuh penekanan.


"Sialan!" teriak pria itu yang ternyata adalah orang yang Bima cari cari selama ini.


Albert langsung mengaktifkan mata Rinnegan dan mengeluarkan Special Susano'o berwujud seorang pria dengan pakaian sutra bertangan 6 memegang sepasang cakram petir, busur panah, sabit, dan pedang kegelapan, memiliki sepasang sayap berwarna putih dan hitam, besarnya sekitar 350±m, melihat itu membuat Bima tersenyum di balik topengnya.


"Hahaha...sampah! melihat patung legendaris ini kau langsung terdiam?!" ucap Albert penuh kesombongan.


Terlihat para Kaisar dan Raja yang menonton ikut tertawa melihat Bima hanya diam tak melakukan apa-apa. Banyak juga penonton yang menghina Bima karena di anggap tak bisa melakukan apa apa di depan salah satu dari 7 kesatria terkuat di alam Fana.


Woshhhhhhhh....


Boomm...


Indra Susano'o berwarna biru berwajah 3 memakai pakaian khas seorang dewa dengan kain sutra, memiliki dua sayap burung Phoenix, bertangan 6 memegang bunga lotus, cakram api 6 warna, tombak dewa perang, trisula Naga Azure, rantai emas penyegel, dan busur panah Dewa Elemen. Ukuran Indra Susano'o ini 2x lipat besar Special Susano'o milik Albert.


Semua orang di buat melongo melihat dahsyatnya kekuatan Bima, terlihat Albert juga melangkah mundur beberapa langkah karena gentar melihat kekuatan yang tak pernah dia bayangkan selama ini.


"Aku juga punya....." ucap Bima dengan nada aneh.


Woshhh...


Boom...


Tanpa aba aba Bima langsung melesat menyerang adiknya itu, sangat brutal dan agresif Bima menyerang Albert. Di banting kesana kemari sampai akhirnya Albert menyerah karena tak sanggup lagi.


Bima menarik Susano'o nya dan menghampiri Albert yang terkapar tak berdaya dengan berbagai luka di tubuhnya. Bima membantu Albert berdiri dan memeluknya hangat.


"Namaku Ashura Neilson Nara, panggil aku Bima, kau adalah adik kandung ku yang sudah aku cari selama bertahun-tahun." ucap Bima tepat di telinga Albert.


Albert melotot lalu memeluk Bima erat sambil menangis karena kakak yang dulu diceritakan oleh ibunya bisa di temuinya.


"Tunggu aku di alun alun kota, aku masih ada urusan di sini." ucap Bima melepas pelukannya.


"Baik." jawab Albert mengangguk paham.

__ADS_1


Setelah itu Bima pun berjalan ke atas podium untuk menerima hadiah turnamen ini. Bima di buat kaget saat menerima hadiahnya karena orang yang menyerahkan hadiah itu adalah Dewa Aron.


"Selain ini, kau mendapatkan hadiah gadis itu." ucap Aron menunjuk putri yang dulu Bima tolong.


"Cih! wanita! untukmu saja!" ucap Bima ketus.


"Hahahaha...ajak adikmu menemui tuan Alvin ya! aku tunggu!" ucap Aron tertawa keras.


"Yaa..." jawab Bima malas.


"Tuan, aku menawarkan anakku untuk menjadi istrimu." ucap Raja Kerajaan Valhalla.


"Lucu sekali! hahahaha...." ucap Bima tertawa keras sambil membuka topengnya.


Duarrr...


Semua orang di buat kaget melihat wajah di balik topeng sangar itu. Ya, wajah di balik topeng itu adalah Kevin Williams anak terakhir dari Raja Kerajaan Valhalla yang sudah lama di buru untuk di bunuh.


"Aku anak yang ingin kau bunuh! akulah SAMPAH KERAJAAN!!!!" teriak Bima dengan aura kegelapan yang sangat pekat.


"Hahahahahaha....Anak yang selalu di injak injak! tak punya harga diri! tak di anggap hidup! akulah Kevin Williams!" ucap Bima tertawa keras.


"K-kevin...anakku..." ucap seorang wanita cantik lirih.


"Hallo bunda!" ucap Bima berjalan memeluk ibunya yang sakit sakitan.


'Janjiku sudah lunas ya!' ucap Bima.


"Kevin!" ucap wanita bernama Aurora itu menangis dan memeluk Bima sangat erat.


Bima hanya tersenyum dan mencium pipi Aurora.


"Mari nyonya, ikut saya, di alam ini anda tidak cocok." ucap Aron.


"Aku titip ya paman." ucap Bima.


"Serahkan padaku." jawab Aron sebelum menghilang bersama Aurora.


Bima menatap sini Raja Kerajaan Valhalla lalu terbang pergi dari Arena menuju alun alun kota.


"Di sini kak!" teriak Albert.

__ADS_1


Bima menengok dan menghampiri Albert yang duduk dengan wajah datar. Mereka pun ngobrol santai tentang perjalanan hidup mereka selama ini, setelah puas mengobrol Bima pun mengajak Albert ke Kerajaan Moonlight.


Bersambung....


__ADS_2