
Setelah genap 2 minggu Bima mondok di rumah sakit, akhirnya Bima pun boleh pulang. Diana menyarankan agar tinggal di basecamp termasuk Aurora, Albert, Tigers, Lia dan Ria.
Bima hanya menurut saja karena Aurora sudah setuju, akhirnya dia di bawa ke basecamp. Albert dan yang lainnya menyusul karena harus membereskan barang barang di markas.
Bima menempati kamarnya yang dulu, Bima di beri waktu untuk istirahat sejenak sebelum di ajak makan siang bersama.
'Apa sudah siap?' tanya Aron.
"Ayo paman." jawab Bima.
Bima tiba tiba menghilang dari tempatnya, dia di bawa Aron dan Amon ke Kerajaan Moonlight. Bima muncul di samping seorang wanita cantik, manis, dan anggun yang berpakaian gaun pengantin.
"Katanya ritual buka segel dulu?!" protes Bima.
"Ini lebih penting bodoh." jawab Aron.
"Cih! dasar penipu!" ucap Bima kesal.
"Bisa diam sejenak?" tanya wanita di samping Bima dengan lembut.
"Hehehe...maaf ya." jawab Bima cengengesan.
"Kalau sama wanita langsung luluh! dasar!" gerutu Aron kesal.
Acara pernikahan Bima pun di mulai, walaupun Bima hanya memakai celana kolor dan kaos polos. Ucap janji suci pernikahan, tukar cincin, dan penandatanganan buku nikah berjalan lancar tanpa hambatan.
"Ayo ikut kakek." ucap Alvin.
"Wokee!" jawab Bima semangat.
Bima di bawa ke sebuah altar yang biasanya untuk ritual pembebasan jiwa, pembebasan segel, dan pembebasan roh.
"Duduk di tengah, posisi lotus, biar kakek yang buka sebelnya." ucap Alvin.
"Baik." jawab Bima.
Bima duduk di tengah altar dalam posisi lotus, setelah itu Alvin memulai ritual pembebasan segel yang membelenggu kekuatan, bawahan, dan energi milik Bima.
Woshhhhhh....
Sesaat setelah segel terbuka, aura yang sangat amat dahsyat langsung menyebar mementalkan tubuh ringkih Alvin. Bima berubah wujud menjadi sosok Dewa Penguasa Jagat Raya, berwajah tiga, bertangan tujuh memegang sepasang pedang clone Yin Yang, Rantai penyegel dua warna, cakram api 6 warna, trisula Naga Azure, Tombak petir 4 warna, dan bunga Teratai lambang ketenangan jiwa raga.
Tubuh Bima besarnya 3x ukuran Kong yang mencapai 400meter itu, tubuhnya di balut kain sutra berwarna emas dan di kelilingi 10 bola hitam elastis yang sangat kuat. Mata Bima menjadi tiga dengan warna yang berbeda-beda, mata kiri Bima berubah menjadi Rinne Sharingan berwarna kuning, mata kanan Bima juga Rinne Sharingan namun berwarna ungu, sedangkan di dahi Bima terdapat mata Rinne Sharingan 8 titik yang mampu menghancurkan tubuh sebuah makhluk hidup dalam sekali tatap.
"Serap batu di belakangmu!" teriak Alvin menahan rasa takutnya.
Bima menengok dan langsung menyerap batu Nirwana yang besarnya seperti seekor gajah. Saat ingin di serap, batu itu hancur menjadi debu dan debu itu berubah menjadi butiran cahaya yang masuk kedalam tubuh Bima.
"Come to papa!" ucap Bima.
Boommmm....
Ledakan energi yang sangat dahsyat pun terjadi, kekuatan Bima melonjak drastis. 100x lipat lebih kuat dari sebelumnya, Alvin merinding merasakan aura Bima yang sangat mengerikan itu.
[Kece abis bos!]
Bima tersenyum lebar lalu kembali ke wujud manusianya.
"Puasnya! Bob cek status!" ucap Bima.
[Status
Nama: Abimanyu Abraham (Ashura Neilson Nara)
Usia: 29 Tahun
Title: Pemilik Sistem, Sang MahaDewa Agung, Penguasa Jagat Raya, Kaisar Neraka
Job: All Mastered
Kultivasi: Penguasa Jagat Raya (Max)
Level Hunter: Max (Bebas memakai kelas apapun)
STR: ∞
AGI: ∞
DEF: ∞
VIT: ∞
Elemen: Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kayu, Cahaya, Kegelapan
Teknik:
-Karate
-Taekwondo
-Void Sword
-Dual Sword
Skill:
-Death Stab
-Wind Slash
-Dragon Fire Of Death
__ADS_1
-Thunder Strom
-Lighning Dragon
-Black Fire Ball
-Doubel Fire Slashes
-Giant Wood Man
-Spesial Giant Wood Man
-Destroyer Giant
-Susano'o
-Perfect Susano'o
-Special Susano'o
-Ashura Susano'o
-Indra Susano'o
Beast Spirit:
-Rubah ekor 9
-Gorilla Putih
-Naga Azure
-Naga Penguasa Elemen
-Naga Penguasa Alam Semesta
-Naga Penguasa Langit ke 7
Titan:
-Grock
-Deku
-Lexsus
Mode:
-Mode Chakra (Energi)
-Mode Six Path
-Mode Abyss
-Mode Dewa (Wujud asli Bima)
Roh Spiritual:
-Naga Emas Penguasa Langit ke-7
Total persentase kekuatan: 15000%
Kekayaan: Rp 1.000.000 triliun
Inventori:
-Pedang Kaisar Neraka
-Pedang Raja Surgawi
-Trisula Naga Azure
\=>Shop
\=>Gacha]
"Woooo!" teriak Bima bahagia.
"Selamat ya." ucap Alvin ikut bahagia.
"Terimakasih kek!" jawab Bima.
"Sama sama, ayo temui istrimu." ucap Alvin.
Bima dengan semangat menemui Aulia yang senantiasa menunggu Bima di aula.
"Wih wih wih! ngerinya anak ini!" ucap Amon merinding.
"Hahaha...paman bisa aja." ucap Bima malu.
"Sudah sana pulang, kapan kapan mainlah ke sini." ucap Aron.
"Sampai jumpa." ucap Bima.
Bima bersama Aulia pun pergi ke alam Surgawi, Bima bingung bagaimana cara menjelaskan pada keluarganya.
"Inspirasi! aku butuh inspirasi!" teriak Bima berfikir keras.
"Mending kau beli rumah baru bos, terus nona bos di taruh di sana sementara waktu. Kau tinggal bersama beberapa hari di basecamp, terus buat alasan untuk tinggal sendiri." ucap Bao.
"Terus?" tanya Bima.
__ADS_1
"Kau tinggal bersama nona bos, terus nantikan pasti keluargamu berkunjung, nah kau jelaskanlah soal pernikahan kalian. Mereka pasti marah kenapa kau tidak mengundang mereka, tapi kau jelaskan semuanya, alasanmu karena pernikahan kalian hanya pernikahan kecil kecilan yang hanya ucap janji dan tukar cincin. Begitu." jawab Bao.
"Terlalu banyak drama bodoh! langsung saja jelaskan kalau kau sudah lama menikahi nona bos! sejak latihan tertutup di bulan ke 3! begitu saja repot! kau bilang kalau nona bos tinggal di alam Surgawi untuk menyemangatimu." ucap Dexter.
"Terlalu terbuka bodoh! bilang saja ini selingkuhan mu bos! supaya lebih menantang!" ucap Kong.
"Seperti biasa! Kong terlalu bodoh untuk di mintai inspirasi!" ucap Bima kesal.
[Paling bagus usul Bao bos, lebih masuk akal walaupun sedikit bertele-tele, kalau usul Dexter itu terlalu tidak masuk akal. Masa ada istri yang tega melihat suaminya terbaring lemah tanpa bisa menemaninya!]
"Masuk akal." ucap Bima.
"Aku pilih yang ke dua." ucap Aulia dengan suara lembut.
"Kyaaaa! suaranya sangat lembut! Zhong tampar aku!" teriak Kong heboh.
Plakkkk...
"Jangan di tampar beneran bodoh!" ucap Kong kesal.
"Aku hanya menuruti permintaan." jawab Zhong.
"Yakin?" tanya Bima ragu.
"Iya sayang." jawab Aulia tersenyum manis.
"Manis sekali! kyaaaaa!" teriak Kong heboh.
"Diam bodoh!" ucap Dexter kesal..
"Ya udah deh, ayo keluar." ucap Bima hanya bisa pasrah.
"Selamat menikmati bos!" teriak Kong.
Bima pun keluar dari alam Surgawi dan muncul di kamarnya.
"Aku ganti baju dulu." ucap Aulia masuk ke dalam kamar mandi.
Bima duduk menunggu Aulia ganti baju sambil scroll IG untuk menghilangkan kebosanannya. Tak lama, Aulia keluar dengan memakai rok Plisket abu abu dan kaos longgar lengan pendek yang membuat beberapa tatonya terlihat.
Bima melongo melihat wajah cantik Aulia yang sangat natural, belum lagi pakaiannya yang modis dan cocok dengan wajahnya.
"Jangan bengong, ayo." ucap Aulia terkekeh.
Bima nyengir lalu menggandeng tangan lembut Aulia keluar kamar. Keduanya turun dari tangga yang di lihat oleh Tigers, Tigers pun melongo melihat kecantikan Aulia.
(Ilustrasi Aulia Batrisha Cassiopeia, usia 35 tahun, jarak 6 tahun dari Bima)
"Hey." panggil Albert yang merasa aneh dengan Tigers yang melongo.
"Ha? apa?" tanya Tigers salah tingkah.
"Kau kenapa?" tanya Albert datar.
"Ahh enggak, ayo ke ruang makan." jawab Tigers langsung pergi begitu saja.
Albert menengok ke arah yang tadi Tigers lihat dan ikut melongo melihat kecantikan Aulia.
"Ayo makan bodoh! malah bengong!" ucap Bima yang langsung membuyarkan lamunan Albert.
Albert cengengesan lalu kabur ke ruang makan karena salah tingkah. Bima pun mengajak Aulia ke ruang makan yang sudah di tunggu oleh yang lainnya.
"Gak ada bangku lagi?" tanya Bima celingak celinguk.
Hening...
"Haloo..." panggil Bima canggung.
'Usulan Dexter sangat sesat! jangan di pakai lagi!' ucap Leo.
"Anu..gak ada nak, maaf ya." jawab Aurora cepat dengan senyuman canggung.
"Sebentar tuan, saya carikan." ucap Thomas sigap.
"Bentar ya." ucap Bima.
"Iya." jawab Aulia lembut.
Riski langsung menggoyangkan tubuh Rizal yang duduk di sampingnya karena suara lembut Aulia.
"Apa si ris!" ucap Rizal kesal.
"Aku mau pingsan Zal, minum! aku butuh minum!" ucap Riski lemas.
"Nah minum nah!" ucap Rizal mencekoki Riski menggunakan kecap asin.
"Ciuh! apa itu cukk!" teriak Riski meludah.
"Mampus! makanya jangan jelalatan!" ucap Rizal kesal.
"Silahkan tuan dan nona muda!" ucap Thomas mendapatkan kursi makan cadangan di gudang.
"Terimakasih." ucap Aulia.
"Sama sama nona." jawab Thomas membungkuk.
"Ayo makan." ajak Aurora.
Mereka pun makan siang bersama dengan banyak pertanyaan di benak mereka.
__ADS_1
Bersambung....