
Keesokan harinya, Bima bangun agak siang karena masih merasakan lelah. Setelah bangun tidur, Bima langsung pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka dan gosok gigi.
Setelah segar, Bima langsung pergi ke ruang makan untuk sarapan. Bima berjalan perlahan-lahan karena luka di kaki kanannya yang masih dalam tahap penyembuhan.
"Loh, udah bangun bi, tadi panggil aku aja biar aku ambilin makan." ucap Silvia berlari membantu Bima berjalan.
"Aku gak lumpuh yang." ucap Bima yang membuat Silvia terkekeh pelan.
"Bukan gitu maksud aku biii!" ucap Silvia terkekeh.
"Kok sepi? yang lain kemana?" tanya Bima.
"Udah jam segini nak, tim Junior udah berangkat ambil misi, tim Senior lagi latihan di belakang." jawab Diana.
"Habis sarapan aku pergi ya, kamu jaga diri." ucap Bima pada Silvia.
"Iya bi, kamu tenang aja, aku bakalan jaga diri." jawab Silvia.
Bima tersenyum dan mulai makan makanan yang sudah Silvia siapkan. Selesai sarapan, Bima mencium pipi dan kening Silvia lalu pergi hilang begitu saja.
"Kamu mau kemana sayang? mau di sini atau ikut pergi?" tanya Diana.
"Di sini dulu bunda, via mau komunikasi sama kakak via dulu sebelum pergi ke sana." jawab Silvia.
"Ya udah, yang penting jangan berbuat macam macam aja, kasihan Bima." ucap Diana.
"Via gak akan berbuat seperti itu bunda, cinta via cuma untuk Bima." jawab Silvia.
"Bunda senang mendengarnya." ucap Diana tersenyum manis.
Di sisi lain, kini Bima sudah berada di alam Surgawi dan sedang di obati oleh Smith.
"Kong, Zhong, dan Dexter keluar, latih mereka, aku mau latihan tertutup dulu." ucap Bima.
"Baik!" jawab mereka bertiga secara serentak.
Ketiganya pergi menghilang dari Alam Surgawi untuk menjalankan perintah tuan mereka. Sedangkan Bima yang sudah selesai di obati langsung memulai latihannya.
Bima mengulik beberapa kekuatan barunya, Bima mendapatkan tiga kekuatan baru yaitu Simple Ilusi, Manipulasi ruang dan waktu, dan teknik penyerapan.
[Simple ilusi gampangnya mematahkan semua ilusi yang menyerangmu. Aku akan buat skill ini jadi pasif aktifmu setelah kau berhasil menyempurnakannya. Kalau Manipulasi Ruang dan Waktu, gampangnya kau menarik lawanmu ke sebuah ruangan yang bentuknya sesuai kehendakmu. Kau bisa bertarung bebas di sana tanpa harus menimbulkan kerusakan di sekitar.
Sedangkan teknik Penyerapan itu berguna untuk menyerap semua jenis serangan lawan dengan syarat harus di bawah kelas Dewa 3 Alam]
"Kalau Iblis Susano'o?" tanya Bima.
[Iblis susano'o itu kau dapatkan sejak kau menerima title Dewa Neraka. Sudah lama bos, tapi baru kau pakai kemarin]
"Ohh, oke oke!" ucap Bima paham.
Setelah itu Bima pun lanjut latihan, dia berlatih sangat keras demi mencapai kembali masa prima nya. Tidak hanya Bima saja yang berlatih di alam Surgawi, tapi Drago dan Leo juga ikut berlatih supaya kekuatan mereka tidak tertinggal jauh dengan Bima.
__ADS_1
Di luar, satu minggu telah berlalu sejak Bima pergi, Zhong, Kong, dan Dexter terus melatih tim Junior maupun Senior dengan jauh lebih keras. Mereka bertiga juga terus menjaga Nyonya Bos mereka 24 jam penuh.
Perkembangan mereka sudah mulai terlihat walaupun masih tipis, tapi itu sudah sangat membuat mereka bahagia. Kini satu basecamp sedang geger karena mendapati Silvia yang terus muntah muntah dari pagi tadi.
"Nyonya bos pergi periksa saja, kami akan mengabarkan pada bos besar soal keadaan anda." ucap Dexter.
"Tidak, jangan kalian beri tahu kondisiku padanya. Biar dia fokus mengembangkan diri dulu." ucap Silvia.
"Yang terpenting adalah anda segera periksa ke dokter, kami akan terus memantau kondisi anda setiap waktu." ucap Kong sambil makan kacang yang Zhong dapatkan dari Bima sebagai imbalan kerja mereka.
"Ayo sayang, biar kita tau penyakit kamu." ucap Berliana membujuk Silvia.
"Baik mah." jawab Silvia akhirnya setuju juga setelah berkali-kali menolak.
"Yah, siapin mobil cepat." ucap Diana pada Jhon.
"Cepat cepat!" ucap Bram segera mendorong Jhon keluar bersama.
"Gimana keadaanmu?" tanya Howard yang tiba tiba muncul di kamar.
"Sialan! minimal permisi dulu!" teriak Kong kaget.
"Hahaha....aku tidak terbiasa, maaf ya." ucap Howard terkekeh geli.
"Masih mual kak, via gak tau penyakit apa ini." jawab Silvia.
"Jangan jangan!" seru Zhong menatap wajah Kong dengan mata melotot.
"Zhong! apa kau setuju dengan pemikiran kita?!" ucap Kong memegang pundak Zhong yang memakai wujud kera hitam.
Pletak...
"Ucapkan! jangan setengah-setengah! sialan!" ucap Dexter kesal.
"Baby bos! kita akan memiliki baby bos hahahaha!" teriak Kong menarik narik salah satu ekor Dexter.
"Benar! aku baru sadar! nyonya! anda harus periksa kehamilan anda!" ucap Dexter.
Silvia masih ragu dengan perkataan tiga hewan bodoh itu kalau dia hamil.
"Ayo! mobil sudah siap!" ajak Jhon.
"Ayo sayang." ajak Berliana.
Silvia pun dengan lemas berjalan keluar bersama yang lainnya. Silvia di bawa ke rumah sakit besar untuk mengecek kesehatannya, sedangkan di basecamp mereka kembali melanjutkan latihan dengan perasaan harap harap cemas.
Di rumah sakit, Silvia di periksa oleh dokter, tidak ada penyakit di tubuh Silvia jadi dokter menyarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Silvia hanya bisa menyetujuinya dan pergi ke ruangan dokter kandungan bersama Berliana yang selalu ada ketika Silvia kesulitan layaknya seorang ibu kandung.
"Perut kamu sering keram?" tanya Dokter kandungan.
"Iya dok, saya juga sudah telat mens satu minggu ini." jawab Silvia.
__ADS_1
"Sudah di cek menggunakan tespek?" tanya Dokter.
"Belum dok, saya tidak kepikiran ke sana." jawab Silvia.
"Silahkan di cek dulu, saya ambilkan alatnya." ucap Dokter membuka laci dan memberikan tespek pada Silvia.
Silvia pergi ke kamar mandi untuk menggunakan tespek itu, setelah selesai dia memberikan pada dokter yang menunggu di luar. Dokter menunggu beberapa menit dan tersenyum saat melihat hasil tespek.
"Selamat, kamu hamil." ucap dokter menunjukkan hasil tespek pada Silvia dan Berliana.
"Ini bukan mimpi kan mah?" tanya Silvia mencengkram keras tangan Berliana.
"Mamah sangat bahagia sayang, selamat ya!" ucap Berliana tak kuasa menahan air matanya.
Silvia merasa sangat sangat bahagia sampai air matanya tidak berhenti keluar.
"Usia kandungan kamu kemungkinan satu minggu, di jaga sebaik mungkin ya, ini sangat rawan keguguran. Ibu, mohon bimbingannya ya." ucap dokter.
"Baik dok, saya akan menjaga menantu saya sebaik-baiknya." ucap Berliana.
"Saya akan berikan beberapa obat untuk pengurang rasa mual dan beberapa vitamin untuk memperkuat tubuh kamu. Nanti di ambil di bagian apotek ya." ucap Dokter sambil mencatat obat dan vitamin untuk Silvia.
Setelah beres semua dan obat serta vitamin sudah di ambil, mereka pun pulang ke basecamp dengan rasa bahagia. Sesampainya di basecamp mereka langsung di cerca berbagai pertanyaan.
"Biarkan Silvia istirahat, jangan di ganggu dulu ya." ucap Berliana menutup pintu kamar Silvia.
"Bagaimana hasilnya? aku tadi tidak ikut masuk." tanya Diana.
"Positif." jawab Berliana yang langsung di peluk erat oleh Diana yang menangis haru.
"Hahaha! baby bos!" teriak Kong memeluk erat Zhong.
"Akhirnya!" ucap Zhong mengusap air matanya.
"Jangan beri tahu bos, kita harus menjaga fokusnya." ucap Dexter.
"Kita akan beri kejutan saat dia kembali!" ucap Kong.
"Ayo lanjutkan latihan! mereka masih payah!" ucap Dexter.
Mereka pun pergi ke halaman belakang untuk melanjutkan latihan. Di Alam Surgawi, Bima masih sibuk melatih tiga skill barunya sampai sempurna.
"Fokus, skill skill mu ini membutuhkan fokus tingkat tinggi, kalau kau masih belum bisa fokus, kita latihan fokus dulu! " ucap Smith.
"Susah paman! Bob cerewet sekali!" teriak Bima kesal.
[Hehehe..maaf bos, aku akan diam supaya kau bisa fokus]
"Sialan!" ucap Bima kesal.
[Lanjutkan lanjutkan]
__ADS_1
Bima pun melanjutkan latihannya dengan lebih keras dan fokus yang tinggi.
Bersambung....