King Of Universe

King Of Universe
Bab 25


__ADS_3

Keesokan harinya, Bima mengantarkan Zoya ke sebuah yayasan penyalur asisten rumah tangga. Zoya memilih seorang wanita paruh baya yang tampangnya menggambarkan orang yang jujur dan bertanggung jawab.


Namanya adalah Siti, Bima dan Zoya mengontrak kerja Siti selama 5 tahun secara langsung dengan gaji 5 juta perbulannya. Setelah itu Bima mengantarkan Zoya dan Siti ke rumah.


"Kamar Bibi di belakang ya, dekat dapur. Maaf ya kalau kamarnya kecil." ucap Bima.


"Gak papa mas, yang penting nyaman." jawab bi Siti santai.


"Saya titip Zoya ya bi, mau keluar bentar." ucap Bima.


"Iya mas, hati hati di jalan." jawab bi Siti.


Bima berjalan keluar rumah dan kebetulan Zoya juga baru turun dari kamar.


"Mau kemana?" tanya Zoya.


"Ke basecamp bentar, ada urusan." jawab Bima.


"Jangan pulang malem malem." ucap Zoya.


"Gak sampe sore juga kayaknya." jawab Bima.


"Ohh, ya udah." ucap Zoya paham.


Setelah itu Bima langsung pergi ke basecamp mengendarai motornya. Di basecamp, Bima melihat terdapat beberapa mobil wartawan yang di panggil oleh Kevin dan satu mobil milik Stella yang datang untuk negoisasi.


Bima masuk ke dalam rumah dan bertemu langsung oleh para wartawan yang sedang sibuk menyiapkan peralatan. Bima terus berjalan menuju ruang tengah tempat dimana teman-temannya sedang berdiskusi dengan Stella.


"Lebih baiknya lagi nyonya bicara langsung dengan ketua kami." ucap Rizal menunjuk Bima.


"Apa?" tanya Bima.


"Bima, bisakah kalian jangan rehat total? kami sangat membutuhkan tenaga kalian." ucap Stella.


"Sudah kami putuskan, guild akan beku seluruhnya tanpa ada pergerakan. Kami sedang butuh ketenangan dan kedamaian hidup. Mungkin Rizal atau yang lain jika mau ambil misi tidak akan bawa nama guild, cuma personal saja." jawab Bima.


"Tapi di negara ini tidak ada hunter yang menyamai kekuatan kalian. Dan lagi, tim pengamat kami mengumumkan akan adanya portal portal berbahaya untuk satu tahun kedepan." ucap Stella.


"Itu karena anda bodoh dalam menerapkan sistem pemilahan bakat hunter. Syarat orang orang kalau mau menjadi hunter hanya di ukur menggunakan tampilan fisik lengkap dan tampang menarik saja, bukan kekuatan atau minimal di level berapa." jawab Bima.


Stella terdiam memendam rasa amarahnya karena merasa terhina dengan perkataan Bima. Tanpa banyak bicara lagi, Stella langsung pergi begitu saja.


"Mas, dah siap." ucap salah seorang wartawan.


"Ohh, oke oke." jawab Bima.


Mereka memakai jubah guild dan topengnya, setelah itu langsung pergi membuat pengumuman penting yang di siarkan secara langsung.


"Selamat siang, aku Bima selaku ketua dari guild The Beast mengumumkan bahwa kami Guild The Beast akan rehat total dengan waktu yang belum bisa di tentukan." ucap Bima di depan kamera.


"Kami melakukan ini karena ingin merasakan sebuah ketenangan hidup dan istirahat sejenak demi kesehatan mental kami." ucap Riski.


"Sebenarnya berat melakukannya, tapi kami mau tak mau harus melakukannya demi kesehatan kami di masa depan. Ini semua bukan melulu karena memikirkan diri sendiri, tapi kami harus paham kondisi sendiri." ucap Rizal.


"Bukan hanya memperhatikan kondisi masyarakat yang tak tau diri." lanjut Doni.


"Keamanan masyarakat kami serahkan sepenuhnya pada Asosiasi Hunter. Maaf kalau kami mengecewakan kalian, kalau ada salah kata yang menyakiti hati, aku Bima mewakili teman-teman memohon maaf." ucap Bima.


"Sampai jumpa." ucap mereka melepas topengnya.


Siaran langsung pun berakhir, mereka saling berpelukan satu sama lain karena rencananya akan berpisah dulu untuk menenangkan dirinya masing-masing.


"Jangan pulang dulu ya, kita makan makan bentar, aku udah pesenin makanan banyak." ucap Doni.


"Wahh, malah ngerepotin mas." ucap salah satu wartawan merasa tidak enak.

__ADS_1


"Santai aja." jawab Doni tersenyum.


Tak lama, makanan yang di pesan Doni pun datang dan mereka langsung makan bersama-sama di selingi canda tawa.


"Jangan tinggalin latihan, aku gak bisa mentor kalian selamanya. Aku juga rencananya mau fokus ke Zoya, mungkin bakalan lama aku rehatnya." ucap Bima.


"Kabar kabar aja kalau mau come back." ucap Kevin.


"Kau mau kemana vin?" tanya Julian.


"Balik, kangen ibu aku." jawab Kevin.


"Bareng cok!" ucap Julian.


"Ya, nanti malem langsung gas kita." jawab Kevin.


"Berarti kosong ni rumah nanti?" tanya Riski.


"Iya, aku mau tinggal sama kakek nenekku di jogja sana." jawab Rizal.


"Ya udah, nanti aku sewa penjaga aja." ucap Bima.


Setelah melakukan perpisahan, mereka pun pergi dari basecamp, berpencar mencari ketentraman hati. Bima kembali ke rumah dan langsung di sambut oleh Pou si harimau putih yang asik bermain dengan Koi dan Mui si anjing perwujudan Cerberus dan kucing milik Zoya.


"Kamu rehat?" tanya Zoya yang duduk menunggu Bima di teras.


"Iya." jawab Bima sambil berjalan menghampiri Zoya.


"Kenapa? karir kamu lagi tinggi tingginya loh." tanya Zoya bingung.


"Mau fokus jaga kamu sama mau istirahat dulu. Belakangan badan ngerasa ada di titik capek capeknya." jawab Bima sambil tersenyum.


"Jagain aku gak perlu sampai korbanin karir kamu sayang." ucap Zoya.


"Aku mau ngikutin perkembangan kehamilan anak pertamaku, jadi karirku juga gak terlalu penting." jawab Bima tersenyum lebar.


"Udah pulang to mas, tadi bibi nonton berita di kamar, emang bener mas?" tanya bi Siti.


"Iya bi, lagi mau fokus sama kehamilan Zoya plus mau istirahat dulu." jawab Bima.


"Bagus mas! itu artinya mas Bima jalanin tanggungjawab seorang suami dengan baik dan benar!" ucap Hi Siti mengapresiasi apa yang Bima lakukan.


"Malam ini mau masak apa bi?" tanya Zoya.


"Cah kangkung sama ayam goreng aja non." jawab bi Siti.


"Ohh, ya udah nanti aku bantuin dikit-dikit." ucap Zoya.


"Janji dikit-dikit ya non, takutnya kehamilan non Zoya terganggu nanti." ucap bi Siti.


"Iya, dikit-dikit kok, tenang aja bi." jawab Zoya tersenyum.


"Ya udah, nanti agak sorean aja masaknya, bibi mau beberes rumah dulu." ucap bi Siti.


"Iya bi." jawab Zoya.


Setelah itu bi Siti pun pergi meninggalkan sepasang suami-istri itu untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang ART.


'Nak, kemari, ke alam Surgawi, ayah mau bicara sedikit.' ucap Adrian.


'Baik yah.' jawab Bima.


"Aku ke alam Surgawi dulu, kamu jaga diri, jangan ceroboh." ucap Bima membuka portal.


"Aku udah berpengalaman soal mengandung anak sayang, kamu tenang sajam" jawab Zoya tersenyum manis.

__ADS_1


Bima mengangguk paham lalu masuk ke dalam portal. Bima muncul di alam Surgawi yang di sana sudah terdapat Dewa Aron dan tiga orang wanita cantik namun tak secantik Zoya.


"Ada apa yah?" tanya Bima.


"Perkenalkan, mereka adalah istri istri ayah dulu yang sebelumnya ikut mengabdi di pemerintahan." ucap Adrian.


"Aku Indi, salam kenal Bima." ucap wanita 1.


"Aku Linda, salam kenal Bima." ucap wanita 2.


"Aku Riana, salam kenal Bima." ucap wanita 3.


"Dasar playboy! aku pikir dengan kewibawaan ayah, kau puas dengan satu wanita! cih!" ucap Bima kesal.


"Heheheeheh...." Adrian hanya terkekeh pelan menanggapi ucapan kesal anaknya itu.


"Paman ada urusan denganku?" tanya Bima pada Aron.


"Iya." jawab Aron.


"Ada apa paman?" tanya Bima.


"Aku hanya mau memberi tau padamu, kalau semua dewa penguasa kasta tertinggi ternyata adalah dalang di balik munculnya portal portal di bumi. Dan mereka sedang memburu dirimu untuk di musnahkan karena di anggap sebagai penghambat kesenangan mereka melihat para manusia mati konyol." jawab Aron.


"Berapa dewa paman?" tanya Bima.


"12 dewa dewi penguasa, termasuk dewa yang akan mewarisi tahta MahaDewa milikmu." jawab Aron.


"Memangnya mereka belum tau tahta yang aku duduki saat ini?" tanya Bima.


"Tidak akan pernah ada yang tau nak, tahta yang kau miliki itu adalah tahta rahasia yang di anugerahkan langsung oleh pemimpin pusat khusus untuk keturunan satu-satunya tuan Adrian." jawab Aron.


"Bakalan seru!" ucap Bima tersenyum.


"Aku paham maksudmu nak, tapi tetap berhati-hatilah karena mereka itu dewa dewi licik yang hatinya di penuhi rasa iri dengki. Terlebih lagi Zoya sedang hamil muda, tolong jangan lengah sedikitpun." ucap Aron.


"Tenang saja paman, aku sedang rehat, jadi aku bisa fokus menjaga Zoya sampai melahirkan dan kondisinya kembali prima seperti dulu." ucap Bima.


"Baguslah kalua itu langkah yang kau ambil, oh iya, rival dari Amral sudah menemukan penerusnya. Kemungkinan besar dia juga akan mencari.u untuk melakukan adu mekanik." ucap Aron.


"Wahh, bakalan banyak kejutan besok." ucap Bima tidak sabar.


"Maka dari itu, tetap kembangkan dirimu supaya bisa bertahan dari kerasnya hidup." ucap Aron.


"Baik paman." jawab Bima.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya, sampai jumpa! kalau ada informasi lebih lanjut nanti aku akan datang kembali!" ucap Aron membuka portal lalu masuk ke dalamnya.


"Hoeeyyyy! siapkan diri kalian! kita lalui rintangan di depan bersama-sama!" teriak Bima pada para bawahannya.


"Yaaa!" jawab mereka tegas.


"Ayah aku minta arahannya ya." ucap Bima.


"Santai saja, ayah selalu ada di saat kamu susah maupun senang." jawab Adrian.


Bima tersenyum senang, setelah itu Bima menghilang begitu saja. Bima kembali muncul di teras duduk di sebelah Zoya yang melamun sambil senyum senyum sendiri.


"Kamu stres yang?" tanya Bima heran.


"Ihhh! ngagetin!!" teriak Zoya memegangi dadanya.


"Lagian ngalamun! dah masuk masuk, dah gelap." ucap Bima.


Mereka pun masuk kedalam rumah dan melakukan aktivitas seperti biasanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2