
Keesokan harinya, Bima bangun pagi pagi buta untuk berolahraga, setelah itu dia mandi dan berganti pakaian rapi. Selesai bersiap, Bima langsung keluar kamar menuju ke aula utama yang sudah di tunggu oleh Smith dan yang lainnya.
"Anak ibu ganteng banget!" ucap Riana tersenyum bangga.
Bima memainkan alisnya sambil bergaya.
"Jangan lupain seserahan nya ya." ucap Smith pada Aron dan Amon.
"Siap!" jawab mereka tegas dengan membawa berbagai seserahan.
Setelah semuanya siap, mereka langsung berangkat menuju rumah Jennifer. Sesampainya di rumah Jennifer, mereka semua langsung di sambut hangat oleh kedua orang tua Jennifer yang seakan-akan sudah tau kejadian ini akan terjadi.
Mereka duduk di ruang tamu yang sudah di gelar karpet mewah dan di suguhi berbagai macam makanan. Para orang tua sedang berembuk soal pernikahan Bima dan Jennifer, sedangkan Bima malah asik bermain dengan Adel yang terlihat sangat bahagia.
"Adel mau makan sayang?" tanya Jennifer menunjukkan sepiring yang berisi berbagai macam jajanan.
"Mau!" jawab Adel dengan semangat.
Jennifer menyuapi Adel dengan telaten yang masih asik bermain bersama Bima.
"Jangan banyak makan permen ya, nanti giginya sakit." ucap Bima.
"Iya ayah." jawab Adel mengangguk paham.
"Kamu mau?" tanya Jennifer pada Bima.
Bima hanya menganggukkan kepala dan langsung di suapi oleh Jennifer.
"Enak tidak?" tanya Adel.
"Enak." jawab Bima.
"Ini masakan Ibu lho, Adel juga membantu Ibu pagi tadi." ucap Adel dengan bangganya.
"Wahh hebat!" ucap Bima bertepuk tangan.
"Ayah harus merasakan masakan ibu yang sangat enak! bahkan restoran pun kalah nikmat lho." ucap Adel penuh semangat.
"Emang iya?" tanya Bima.
"Iya! nanti ayah harus coba!" jawab Adel sambil menganggukkan kepalanya.
"Iya, nanti ayah coba ya." ucap Bima tersenyum.
Akhirnya acara pun selesai tepat saat jam makan siang, mereka memutuskan hari pernikahan Bima akan di laksanakan besok lusa karena melihat keakraban mereka yang sepertinya sudah tidak sabar untuk tinggal di satu atap yang sama.
Sebelum pamit pulang, mereka pun makan siang bersama-sama dengan berbagai obrolan. Adel juga sudah berkenalan dengan para kakek dan nenek barunya.
Acara hari itu benar-benar di hiasi berbagai kebahagian, sore harinya Bima dan keluarga pun pamit untuk pulang. Sesampainya di Kerajaan Valhalla, Bima langsung masuk ke kamar untuk ganti pakaian.
[Ihiyyy! ada yang mau menikah nih!]
'Kiu kiu!' seru Kong dengan tawa menggelegar.
Bima hanya tersenyum saja dan pergi keluar kamar setelah berganti pakaian. Bima berjalan ke aula utama untuk meminta izin keluar jalan jalan.
__ADS_1
Namun saat sampai di aula, Bima langsung putar balik kembali ke kamar karena melihat keluarga besar Kerajaan Iceland yang sedang berbincang-bincang dengan Adrian.
Bima masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu dan rebahan di atas kasur yang empuk.
"Enaknya ngapain ya bob? buat isi waktu luang dua hari kedepan." tanya Bima.
[Apa bos? masuk dungeon? jangan! nanti kau malah terluka di hari pernikahan mu! ohh! latihan aja kali bos! dari pada bosan tidak melakukan apa apa!]
"Tititku kok jadi kecil gini ya bob? sebelumnya kan besar ya." tanya Bima tersadar saat meraba selangkangannya.
[Kau kan berganti tubuh bos! jadi titimu kecil lagi deh! pakai saja minyakku lagi bos, supaya istrimu bahagia lahir batin]
"Boleh boleh idemu!" ucap Bima setuju.
Bima pun pergi ke kamar mandi dan mengusap minyak pada tititnya. Setelah beres dia pun kembali ke tempat tidur dan terlelap di sore hari yang mendung.
Keesokan harinya, setelah berolahraga Bima langsung pergi mandi dan kembali puas melihat tititnya yang sudah membesar dengan ukuran 20cm dan berdiameter 5cm dengan di hiasi otot otot yang perkasa.
Selesai mandi, Bima langsung masuk ke alam Surgawi untuk nongkrong santai bersama para bawahannya.
"Kau kenapa ke sini bodoh! besok kan kau menikah!" ucap Kong dengan kesalnya.
"Bosan Kong!" jawab Bima dengan santainya sambil menyeruput kopinya.
"Kau ini! seperti tidak tau saja apa yang terjadi di luar!" ucap Dexter memukul Kong dengan kesal.
"Memangnya apa? aku kemarin tidur." tanya Kong penasaran.
Dexter pun menjelaskan semua yang sudah terjadi, Kong dibuat kesal dengan sikap ayah Bima. Namun dia tidak bisa melakukan apa apa karena tidak bisa keluar dari Alam Surgawi.
"Entah." jawab Bima juga bingung.
"Pestaaa!" teriak Grock heboh.
Buaghhh...
"Jangan bodoh! kita harus menjaga kesadarannya!" ucap Kong memukul Grock dengan kesal.
"Main catur saja bos! dari pada ngobrol tidak jelas!" ucap Grock memberi ide.
"Ayoklah!" jawab Bima setuju.
Grock langsung mengeluarkan papan catur raksasa yang biasa mereka buat bermain jika dalam keadaan suntuk.
"Kong! kau yang gerakkan ya!" ucap Bima naik dan duduk di pundak Kong.
"Baiklah." jawab Kong santai sambil menyulut rokok raksasanya.
Mereka berkumpul di bagian pojok Alam Surgawi menonton pertandingan catur antara Bima melawan jagoan para Beast yaitu Grock!
Pertandingan yang sangat menegangkan, semuanya dibuat ikut berfikir melihat kedua makhluk yang sedang bertanding itu.
Setelah sekian lama keduanya bertanding saling makan satu sama lain, akhirnya Bima berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis.
"Arghhh! ulangi!" teriak Grock kesal.
__ADS_1
"Wowww! juara bertahan kita tumbang nampaknya pemirsa!" ucap Kong terkejut.
"Payah sekali!" ucap Bima sambil menyulut rokoknya.
"Ulangi! aku belum fokus bos!" ucap Grock sambil meregangkan otot tubuhnya yang sudah tegang.
Mereka pun memulai kembali pertandingan catur antara tuan dan bawahan. Dari sini kita sudah bisa melihat seberapa tinggi nya tali kekeluargaan mereka. Kuro yang pada dasarnya adalah anak baru pun dibuat ikut tegang sekaligus heboh karena berkali-kali Bima mengalahkan Grock.
Mereka bermain berbagai permainan dari poker, gaple, monopoli, ular tangga, bahkan sampai bermain kelereng raksasa yang Bima ikuti dengan Kong sebagai wakilnya.
Hingga saat permainan sedang seru serunya, tiba tiba sebuah hawa mengerikan bercampur hawa dingin menyebar luas di seluruh sudut Alam Surgawi.
"Kong..." bisik Bima dengan tubuh merinding.
"Sial boss! kita lupa waktu!" bisik Kong ikut ketakutan.
"Bosss!" bisik Zhong dengan penuh ketakutan.
"Sayang...." panggil sebuah suara dengan sangat lembut namun terasa sangat mengerikan.
Hening....
"Sayang...kamu tidak dengar?" tanya suara itu semakin mendekat.
"Y-ya..." jawab Bima membalikkan tubuh dan melihat sosok Jennifer yang sudah di selimuti aura hitam di seluruh tubuhnya.
"Sekarang hari apa?" tanya Jennifer tersenyum mengerikan.
"M-minggu." jawab Bima bergidik ngeri.
"Kamu lupa?" tanya Jennifer masih dengan senyuman mengerikan.
Bima nyengir dan turun dari pundak Kong menghampiri Jennifer. Saat sudah sampai di depan Jennifer, Bima langsung di jewer dengan sangat keras sekaligus mendapatkan ceramah dari Jennifer atas sikap cerobohnya.
"Kamu sudah lupa denganku?!" tanya Jennifer menatap tajam Bima.
"E-enggak kok, a-aku cuma mau isi waktu luang." jawab Bima cepat.
Jennifer menatap tajam Bima lalu membawanya keluar dari Alam Surgawi yang membuat Kong dan yang lain bisa bernafas lega.
Mereka berdua muncul di sebuah kamar dengan pakaian pengantin yang sudah di siapkan.
"Pakai!" ucap Jennifer dingin.
Bima dengan cepat langsung mengambil sepasang jas hitam itu dan membawanya masuk ke kamar mandi.
"Main kok sampai lupa waktu!" omel Jennifer kesal.
Bima dengan cepat memakai jas nya lalu keluar dari kamar mandi yang sudah di tunggu oleh Jennifer yang sudah siap dengan gaun pengantinnya.
Mereka berdua pun keluar dari kamar dan berjalan menuju aula yang sudah di tunggu oleh para tamu undangan. Akhirnya acara yang sudah mereka tunggu tunggu pun bisa dimulai.
Acara pernikahan antara Bima dengan Jennifer yang benar-benar di sambut bahagia oleh seluruh tamu undangan. Acara berjalan sangat lancar dan penuh khidmat, setelah tukar cincin, lalu di lanjut mengucap janji suci pernikahan, dan di akhiri dengan pesan pesan dari Smith dan yang lainnya atas pernikahan Bima dan Jennifer, mereka pun berpesta.
Bersambung....
__ADS_1