King Of Universe

King Of Universe
Bab 69


__ADS_3

Sore harinya, Bima baru terbangun dari tidur pulasnya. Bima tidak melihat adanya Silvia disana, namun Bima hanya mengira Silvia sudah turun ke bawah duluan.


Bima pun pergi mandi, selesai mandi Bima pun langsung turun ke bawah untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.


"Nak, Silvia dimana? kok dari siang gak keliatan?" tanya Aurora heran.


"Hem? aku kira tadi turun duluan bun, soalnya tadi tidur siang bareng. Entah kalau dia pergi." jawab Bima aneh.


"Paling lagi belanja, ya udah kamu lanjut makan, bunda mau ke rumah Riski dulu, katanya dia mau lamaran." ucap Aurora.


"Ihh! aku gak di undang." ucap Bima kesal.


"Kamu masih butuh istirahat nak, minggu depan aja waktu resepsi." jawab Aurora.


"Ohh ya udah kalau gitu." ucap Bima nurut.


"Udah ya, bunda pergi dulu, udah di tungguin Diana." ucap Aurora.


"Iya bun, hati hati." jawab Bima.


Setelah itu Aurora pun pergi meninggalkan Bima yang sedang asik makan. Setelah selesai makan, Bima langsung membuat kopi dan pegi ke gazebo untuk bersantai menikmati sore hari yang cerah.


[Bos, aku ada firasat mengenai nyonya Silvia]


"Apa?" tanya Bima penasaran.


[Firasat ku mengatakan kalau nyonya Silvia telah pergi meninggalkan mu]


"Biarlah bob, kalau dia bahagia dengan jalan ini, aku juga ikut bahagia. Lagian aku memang tidak pantas di cintaikan." ucap Bima santai.


[Itu hanya sebuah firasat belaka bos, jangan di ambil serius]


"Iya aku tau." jawab Bima mengisap rokok filternya.


Saat sedang asik bersantai, tiba tiba ponsel Bima berdering keras dan memunculkan nama Julian.


"Halo, napa?" tanya Bima sembari mengecek kukunya.


"Bisa ke sini cepetan gak? ke akademi, ada portal break kelas Dewa! gercep! banyak korban cok!" ucap Julian dengan nafas terengah-engah.


"Otw." jawab Bima malas lalu menutup telepon.


'Tuan, aku ada topeng baru, topeng yang bisa mengikuti ekspresi wajahmu. Topeng buatanku sendiri, kau mau?' ucap Drago.


"Boleh, aku juga sudah bosan dengan topeng lamaku, hampir pecah juga." jawab Bima antusias.


'Silahkan ambil di cincin penyimpanan mu.' ucap Drago.


"Terimakasih!" ucap Bima senang.


'Sama sama tuan.' jawab Drago.


Setelah itu Bima langsung mengambil jubah guild dengan desain buatannya sendiri, memakainya dan memakai topeng buatan Drago.



(Topeng buatan Drago)


Setelah semua siap, Bima langsung membuka portal menuju lokasi yang sudah Julian kirimkan.


Di lokasi, Julian dan teman-teman lainnya sedang berusaha sangat keras membersihkan para monster tingkat tinggi yang terus memakan korban jiwa.


"Ris! cover!" teriak Doni melompat setinggi-tingginya.


Booommmm....


Ledakan dahsyat dari serangan super Doni membuat puluhan monster tewas seketika. Doni cukup lama terdiam di tengah-tengah lubang ledakan karena tubuhnya selalu ngefreeze setelah mengeluarkan energi besar.


Riski yang sudah paham dengan keadaan Doni tentu saja langsung meng-cover Doni dengan spam skill skill area yang membunuh monster di sekitar Doni.


Duarrr...


Duarrr...


Ledakan demi ledakan terus terjadi selama pertempuran ini, mereka merasa cukup mudah membunuh para monster, namun yang membuat mereka kesulitan adalah jumlah monster yang bukannya berkurang, tapi malah terus bertambah dengan kekuatan berkali-kali lipat.

__ADS_1


Kekuatan mereka masih sangat sanggup, tapi energi mereka yang sudah tidak sanggup lagi. Para hunter dan pilar negara juga sama, mereka di paksa mundur meninggalkan Kevin dan kawan-kawan karena mementingkan dirinya sendiri.


"Jangan nyerah!" teriak Kevin dengan nafas terengah-engah.


Mereka terus berusaha, Albert dan Tigers yang sudah tidak sanggup lagi pun terpaksa menggunakan skill skill tingkat rendahnya karena energi yang terbatas.


Sampai akhirnya, mereka terpojok, mereka di kepung oleh ribuan monster. Walaupun persentase hidup yang rendah, mereka tetap mengencangkan kewaspadaan nya.


"Anjink! gak jadi nikah aku cok! bang*at!" umpat Riski kesal.


"Sialan! gak jadi lamar Riana anjink! keburu mati cok!" ucap Rizal kesal.


"Pasrah aku cok!" ucap Julian sudah sangat lemas.


"Mak! aku nyusul!" teriak Kevin sudah benar-benar pasrah terhadap kematiannya.


Booommm....


Namun tiba tiba sebuah ledakan dahsyat terjadi di tengah-tengah gerombolan monster, ledakan dahsyat yang membunuh ratusan monster sekaligus.


"Anjink! cuma lawan kelas Abyss kalah! payah!" teriak seseorang yang suaranya sangat di kenali mereka.


"Ta* bim!" teriak Doni kesal.


"Liat nih!" ucap Bima langsung melepaskan sebuah panah petir ungu menggunakan busur panah Dewi Srikandi.


Booommmm...


Ledakan super dahsyat yang membuat bumi berguncang hebat terjadi. Hampir setengah dari jumlah monster mati karenanya.


"EZ!" ucap Bima lalu melesat menyerang para monster seorang diri.


Woshhh...


Crashhh...


Crashhh..


Duarrrr...


Bima terus menari nari menggunakan kedua pedang andalannya, sangat jelas kalau gerakan Bima sangatlah kaku, namun tariannya tetaplah menghipnotis setiap orang.


Hanya dalam waktu 55 menit saja, semua monster yang tadinya membludak rata tanpa ada luka satupun yang Bima derita.


"Ezet banget anjink!" ucap Bima meregangkan jari jarinya.


"Ayo ke rumahku bim." ajak Riski yang sudah pulih.


"Males, gak ada makanan, besok aja waktu resepsi." jawab Bima malas.


"Ih anjink! otaknya makan mulu ******!" ucap Riski kesal.


"Bro! urusan perut gak boleh di sepelekan!" ucap Bima mengusap perutnya.


"Cih!" dengus Riski kesal.


"Dah, aku mau balik dulu, salam buat keluargamu." ucap Bima langsung melesat pergi meninggalkan mereka.


"Ayok, ntar di cariin bunda." ucap Kevin.


Mereka pun pergi kembali ke rumah Riski yang sedang terdapat acara lamaran. Di sana semua orang dibuat khawatir akan keselamatan Riski dan kawan-kawan.


"Syukurlah kalian selamat!" ucap Diana lega setelah melihat kedatangan Riski dan kawan-kawan.


"Iya bun, tadi di bantu Bima soalnya." jawab Kevin.


"Loh! kan bunda udah larang dia pergi!" ucap Diana kaget.


"Kevin gak tau bun." ucap Kevin juga bingung.


"Silvia kemana? kok bisa bisanya Bima lolos." tanya Diana menatap Aurora.


"Tadi sih gak ada di rumah, entah kemana dia." jawab Aurora.


"Sekarang Bima dimana?" tanya Berliana.

__ADS_1


"Pulang tante, gak mau di ajak kesini." jawab Riski.


"Kenapa?" tanya Berliana heran.


"Katanya males, gak ada makanan." jawab Riski seadanya.


"Astagaaa..anak itu pikirannya makanan terus." ucap Berliana menggelengkan kepala.


"Udah udah, kita lanjutkan aja acaranya." ucap Jhon.


Acara pun kembali di lanjutkan, Riski melamar wanita yang sudah di jodohkan oleh sang ayah. Acara berlangsung lancar tanpa ada kendala, rencana resepsi pernikahan yang akan di laksanakan minggu depan juga sudah deal dan semua sudah siap.


Sedangkan Bima di basecamp lanjut nongkrong di gazebo dengan menatap tiga topeng hannya buatan Drago.


"Sulit sekali!" gumam Bima kebingungan memilih salah satu dari ketiga topeng itu untuk dia pakai.



(Opsi 2)



(Opsi 3)


'Pakai saja semua tuan, pasifnya sama semua.' ucap Drago.


"Gak, aku harus pakai satu, yang dua buat cadangan." jawab Bima.


'Pakai yang pertama dulu bos! itu lebih kontras dengan wajahmu dan sisi iblismu.' ucap Kong.


"Yang kedua buat cadangan?" tanya Bima.


'Iya! yang ketiga bisa kau berikan pada ayah temanmu sebagai hadiah besok. Bisa yang ke tiga atau topeng yang sudah mau hancur itu.' jawab Kong.


"Baiklah, aku pakai yang pertama." ucap Bima setuju.


[Kau mau latihan kapan bos?]


"Gas sekarang aja! mumpung free!" jawab Bima menyimpan ketiga topengnya.


[Ya sudah ayo!]


Bima membuka portal menuju alam Surgawi dan masuk kedalamnya. Bima pun muncul di alam Surgawi dengan di sambut para bawahannya yang sangat bersemangat untuk latihan.


"Tubuhmu payah sekali bos! tidak kotak kotak lagi! cupu!" ucap Kong.


"Makanya itu! Aku mau sekalian bentuk badan." ucap Bima.


"Aku setuju!" ucap Kong menganggukkan kepala.


"Mau latihan?" tanya Smith datang dengan membawa secangkir kopi dan sebungkus rokok kretek.


"Iya paman." jawab Bima menengok.


"Silahkan, aku akan awasi." ucap Smith duduk di bawah pohon rimbun.


Bima berjalan menjauh dan mencoba mengalirkan energi di tangan kanannya yang masih agak nyeri.


Woshhhh...


Lengan kanan Bima bersinar terang, Bima menggerakkan tangannya melihat efek dari energinya.


"Masih sakit bos?" tanya Dexter saat melihat wajah Bima yang meringis.


"Nyeri dikit plus ngilu." jawab Bima.


[Paksa bos]


Woshhhhh....


Aura Bima langsung meledak, seperti menandakan bahwa mereka sudah siap untuk beraksi dan menunjukkan taringnya.


"Lakukan tuan!" ucap Anubis menyeringai.


Bima pun memulai latihan tahap pertama yang masih ringan supaya tangan dan kakinya bisa pulih total.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2