King Of Universe

King Of Universe
Bab 11


__ADS_3

"Cih! lebih baik aku menikahi Bima dari pada harus hidup serumah dengan pasangan ini!" ucap Zoya sinis.


"Weettt! tidak bisa! walaupun bunda cantik dan menggoda nafsu pria, aku tetap tidak akan mau! TIDAK!" ucap Bima.


Zoya mencengkram kerah baju Bima dan menatapnya tajam seperti ingin membunuhnya.


"Kenapa? bunda tak terima? ayo bunuh aku, aku juga sudah lelah hidup seperti ini." ucap Bima menatap mata Zoya tanpa kedip.


Zoya mendorong tubuh Bima dan pergi begitu saja meninggalkan mereka.


"Ayah jalani hidup seperti biasanya saja, bunda tak usah di pikirkan, biar dua orang tua ini yang urus." ucap Bima menepuk pundak William.


Pletak...


"Enak aja! kami tak ada urusan ya!" ucap Dewa Aron menjitak Bima keras.


"Aku adukan pada orang pusat!" ucap Bima dengan wajah sombongnya.


[Kau ada kenalan di sana bos?]


'Gak.' jawab Bima.


'Ini namanya teknik ancaman! lanjutkan bos! aku bangga teknik warisan ku kau realisasikan!' ucap Kong bangga.


'Yoii! teknik ancaman!' ucap Bima.


"Ck! sialan! baiklah! kami yang urus! kalian bisa bersantai dulu!" ucap Dewa Aron kesal.


"Hahahaha...terimakasih pamanku! kalau begitu aku pulang dulu ya!" ucap Bima memeluk Dewa Aron lalu menghilang dari kamar.


Bima kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya karena rasa kantuk yang terus menggondeli Bima.


Keesokan harinya, setelah sarapan Bima langsung tancap gas menghampiri keempat sahabatnya untuk mengambil misi pembersihan portal sekaligus setor misi.


Sesampainya di Asosiasi, Kevin kembali di tugaskan untuk mengambil misi, namun dia tidak sendirian, dia di temani Rizal yang sudah sangat handal soal tawar menawar.


"Kita cuma dapat satu bim, tapi lumayan lah bayarannya. Portal lain sudah habis di booking guild guild besar." ucap Rizal.


"Gak papa, badanku juga lagi gak vit banget." jawab Bima santai.


"Ya udah ayok gas ke lokasi." ucap Julian.


Mereka pun pergi ke lokasi portal yang menjadi misi mereka kali ini. Beruntungnya mereka karena mendapatkan portal yang ringan namun dengan bayaran yang besar.


Setelah makan siang, mereka kembali ke Asosiasi untuk setor misi.


"Kau cari rumah yang agak besar ris, urusan uang biar aku yang tanggung kekurangannya. Ngekost boros cok, sebulan dah hampir 1,5 juta sendiri buat bayar kost, belum buat makannya." ucap Bima sembari menunggu Rizal dan Kevin.


"Buat lima orang?" tanya Riski.


"4 bodoh! aku dah ada rumah sendiri cokk, ini buat tempat tinggal kalian biar gak boros boros banget." jawab Bima.


"Ohh, kau dah pisah ya dari keluarga, nanti aku tanya ayah ya." ucap Riski baru ingat.


"Buruan ya, keburu uangnya kepake." ucap Bima.


"Pulang nanti aku langsung telpon ayahku." jawab Riski.


"Yaa..." ucap Bima mengangguk.


Setelah Rizal dan Kevin kembali, Bima pun langsung mengantar mereka pulang ke kost masing-masing. Setelah mengantar teman-temannya, Bima pun pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Bima langsung pergi mandi lalu setelah mandi dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tak lama ponsel Bima berdering dan memunculkan nama Riski.


"Halo, gimana?" tanya Bima mengangkat telepon.


"Ada nih bim, 15M tapi, tempatnya ada di komplek nusa Indah." jawab Riski.


"Se komplek dong, ya udah gas beli, uangnya aku transfer ke rekeningmu habis ini." ucap Bima.


"Iya iya, biar di urus ayahku, kau transfer dulu." ucap Riski.


"Yoo..." jawab Bima menutup telepon lalu mengirim uang 15M ke rekening Riski.


Setelah itu Bima pun langsung tidur karena merasa badannya panas dingin.


Kegiatan Bima monoton selama dua bulan ini, setiap hari ambil misi yang setiap dua minggu naik satu kelas. Tak perduli kondisi tubuhnya yang semakin parah, bahkan beberapa kali sempat batuk darah yang membuat para bawahan Bima khawatir terutama sistem yang sudah nyaman dengan Bima sebagai tuanya.

__ADS_1


Ini semua Bima lakukan supaya Riski dan Rizal bisa berkembang pesat mengikuti jejak Kevin dan Julian yang menjadi seorang Dewa Penguasa. Pengambilan misi kelas atas yang rutin di lakukan ini membuat para hunter dan masyarakat penasaran siapa saja orang luar biasa yang mengisi squad misterius ini.


Banyak media yang melakukan cocokologi tentang skill skill yang di gunakan squad misterius ini, cuplikan tentang pertarungan Bima, Riski, dan Rizal saat masih di Akademi di gunakan sebagai bukti.


Namun sampai sekarang semua misteri ini masih belum juga terpecahkan. Kondisi Bima yang sudah sangat parah itu membuat kestabilan kekuatan dan energinya semakin berkurang yang membuat Kevin curiga


Sampai akhirnya Kevin memergoki Bima yang sedang batuk darah saat sedang istirahat di taman kota. Kevin langsung mengecek kondisi Bima seteliti mungkin dengan di awasi Julian, Riski dan Rizal secara langsung.


"Gak ada penyakit bim! kau kenapa?" tanya Kevin kebingungan.


"Kebanyakan rokok." jawab Bima tersenyum lebar.


"Jangan di tutupi gitu, kita sudah seperti saudara." ucap Riski.


"Gak papa cokk! udah ayo ke Asosiasi." jawab Bima beranjak pergi.


"Ayolah bim! kita khawatir cokk!" ucap Rizal mencoba membujuk Bima.


"Santai aja, udah ayok keburu sore." ucap Bima memakai topeng khas squad mereka.


"Bima anj*ng!" teriak Riski sangat kesal.


"Hahahaha...." Bima tertawa keras dan masuk ke dalam mobilnya.


Mereka tancap gas ke Asosiasi, sesampainya di Asosiasi mereka berjalan ke gedung utama untuk setor misi. Kedatangan squad misterius itu menjadi pusat perhatian para hunter dan staff yang bekerja di Asosiasi.


"Firasat ku buruk vin." ucap Bima pada Kevin yang sibuk mengurus berkas berkas.


"Kenapa?" tanya Kevin aneh.


"Naga Penguasa." jawab Bima.


"Cuma mitos ***, santai." ucap Kevin.


"Enggak, tapi ini rasanya nyata njir." ucap Bima.


"Jangan di pikirin, pikirin kesehatanmu aja." ucap Kevin.


Woshhh....


"Apa aku bilang!" ucap Bima ingin pergi keluar.


"Biarin! kita urus uang dulu, pasti hunter kelas atas udah urus ini." ucap Kevin menahan Bima.


"Kau jangan aneh aneh jink! tampol!" ucap Rizal kesal.


"Nonton doang ***! di atas." ucap Bima.


"Nanti!" ucap Rizal.


"Anj*ng! kek anak kecil bang*at!" umpat Bima sangat kesal.


Setelah menerima bayarannya, mereka pun pergi ke atas gedung Asosiasi untuk melihat apa yang terjadi di luar sana. Mereka berlima di buat melongo saat melihat sebuah portal raksasa dengan ukuran super besar dan mengeluarkan aura penguasa yang terus menghancurkan bangunan bangunan di sekitar.


"Benerkan vin! gak percayaan banget anj*ng!" ucap Bima kesal.


"Kau diam di sini! nanti kalau para hunter kelas atas kesulitan biar kita berempat yang turun! kesehatanmu yang begini bakal bahaya!" ucap Julian.


"Sok banget sialan! kayak udah paling kuat aja!" ucap Bima kesal.


"Kita bakal berusaha sekuat tenaga!" ucap Julian tegas.


"Terserah kalian dah." jawab Bima malas.


Tak lama kemudian ratusan hunter kelas atas yang menjadi bagian tim khusus Asosiasi di bantu 7 pilar Negara mulai berdatangan termasuk Berliana dan Billy.


Mereka bersiap di posisinya masing-masing dengan posisi siaga satu. Para hunter kelas bawah hanya bisa membantu sebatas mengevakuasi masyarakat sekitar yang di masukan ke dalam gedung utama Asosiasi.


Duarrrr....


Portal raksasa itu meledak mengeluarkan ratusan ribu monster kelas Dewa Iblis, ribuan beast liar kelas kelas Suci, dan seekor Naga putih besar dan panjang yang besar kepalanya saja mencapai 700 meter lebih dengan aura penguasa super mengerikan.



Groahhhh.....


Teriak sang Naga membuka aura penguasa yang sebenarnya sehingga membuat tanah bergetar hebat dan mengakibatkan banyak hunter pingsan akibat aura sang Naga.

__ADS_1


"Ashura!!!!" teriak sang Naga menatap ke arah Bima.


'Kami siap bos.' ucap Kong.


'Tak perlu, ini pertarungan antar penguasa, kalian duduk dan perhatikan saja.' ucap Bima tersenyum di balik topengnya.


"Kita pancing dia." ucap Bima duduk santai menghidupkan rokoknya.


"Bajingan!!!" teriak sang Naga penuh amarah lalu memerintahkan para bawahannya untuk menyerang.


Boom...


Boom...


Boomm....


Ledakan ledakan besar pun menjadi alarm pertanda peperangan di mulai. Para hunter kelas atas pun melesat menyerang para monster yang setara dengan mereka.


Ledakan beruntun terus terjadi, berbagai kombinasi serangan terus di lancarkan para hunter demi membunuh para monster tingkat tinggi itu. Kombinasi para pilar negara yang paling mencolok, karena efek serangan mereka yang tidak berguna sama sekali.


Meleset dan tidak memiliki damage membuat publik keheranan dengan kekuatan asli mereka yang sebenarnya. Kejadian di luar nalar ini tentu saja mengejutkan jagat raya, live streaming peperangan ini menjadi trending nomor satu di seluruh dunia.


Peperangan yang berat sebelah karena terlihat para hunter sangat kesulitan membunuh para monster. Hal ini membuat banyak korban jiwa berjatuhan dan memaksa sang kepala Asosiasi Hunter turun tangan.


Kepala Asosiasi bernama Edward itu mendarat di depan gerombolan monster dan langsung mengeluarkan patung kayu raksasa berbentuk seekor Naga raksasa. Edward langsung menyerang para monster guna membuka ruang untuk para hunter supaya bisa menyelamatkan diri.


Edward mengorbankan nyawanya demi keselamatan para hunter kelas atas dan para pilar negara yang terlanjur malu. Billy yang melihat perjuangan Edward tak mau tinggal diam, dia memanggil beastnya yang berbentuk seekor Behemoth, Gajah raksasa dengan kaki depan yang panjang layaknya seekor gorilla.


Billy langsung bergerak membantu Edward menahan para monster sekuat tenaganya. Namun sang Naga penguasa yang melihat perlakuan sok pahlawan mereka langsung menyerangnya.


Woshhh...


Boomm...


Duarrrr....


Keduanya terpental jauh dan mendarat di halaman Asosiasi dengan luka parah. Ya, sekali serangan Naga penguasa saja sudah menumbangkan dua pilar utama negara ini.


"Cuih!" Bima meludah seteguk darah ke samping dan berdiri dengan 10 bola hitam yang berputar di punggungnya.


"Dah saatnya vin, jul." ucap Bima mengeluarkan pedang Yin Yang.


"Kekuatan asli?" tanya Julian menyeringai.


"Pake tanya." jawab Bima tersenyum penuh makna.


"Cover, incar belakang, yang tipis tipis." ucap Kevin pada Riski dan Rizal.


"Siap!" jawab Riski dan Rizal tegas.


Woshhhhh....


Aura penguasa menyebar dari tubuh ketiganya yang sudah di selimuti energi berwarna emas untuk Julian, biru untuk Kevin, dan Ungu untuk Bima.


"Lawanmu aku!" teriak Bima sangat keras yang langsung menjadi pusat perhatian seluruh media.


Woshhh...


Boomm...


Boomm...


Boomm...


Tiga pemuda dengan energi luar biasa mendarat di gerombolan monster yang membuat gerombolan monster itu mati seketika menjadi debu.


"Ashura!!!!!" teriak Naga penguasa penuh amarah.


"Ayo!" teriak Bima melesat menyerang para monster dengan kekuatan 100%.


Woshhh....


Duarrrr....


Ketiganya bergerak membunuh para monster dengan sangat mudah seakan-akan menebas dan menusuk sebuah tahu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2