King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 118


__ADS_3

Setelah perjalanan selama 30 menit, akhirnya mereka sampai di parkiran Asosiasi. Mereka keluar dari mobil dengan memakai topengnya masing-masing.


"Sudah siap?" tanya Bima.


"Siap!" jawab mereka tegas.


"Baiklah, ayo." ucap Bima.


Bima memimpin jalan menuju gedung utama Asosiasi Hunter yang sangat megah dan di penuhi hunter itu. Mereka sukses menjadi pusat perhatian karena aura dari Neilson bersaudara yang sangat amat mendominasi.


"Aku sudah lama tidak jadi pusat perhatian seperti ini." bisik Riski pada Bima.


"Grogi kau?" tanya Bima sambil terus berjalan.


"Gak lah anjink! apa itu grogi?! aku tidak kenal!" jawab Riski.


"Ayah, telapak tanganmu bergetar, jangan mengelak." ucap Jason.


"Dasar anak kurang ajar!" ucap Riski menjitak Jason dengan kesal.


"Vin." panggil Julian pelan.


"Ha? kenapa?" tanya Kevin cepat.


"Kau tambah kuat ya sekarang." ucap Julian mencoba untuk menerima kembali sahabat lamanya itu.


"Ahh enggak, ini masih belum seberapa. Tapi aku emang belakangan lagi ngepush sih." ucap Kevin malu.


"Lumayanlah, lanjutkan, nanti aku bantu." ucap Julian tersenyum di balik topengnya.


"Terimakasih." ucap Kevin sangat senang.


Bima melirik Julian dengan senyuman senang karena Julian mau membuka diri untuk memberikan kesempatan kedua pada Kevin.


Mereka pun masuk ke dalam gedung yang sudah di tunggu oleh para petinggi Asosiasi, kepala Asosiasi nasional dan internasional.


"Selamat datang!" ucap Wilson dengan senyum merekah.


"Mari kita ke ruang briefing." ajak Andi yang terlihat sudah semakin tua.


Bima hanya menganggukkan kepala dan berjalan mengikuti mereka masuk ke dalam gedung. Hal ini tentu saja membuat heboh seluruh hunter di sana, mereka tidak menyangka kalau kedatangan Andi dari Inggris hanya untuk menyambut orang-orang misterius itu.


Di ruang briefing, Bima dan yang lain langsung duduk di tempat yang sudah dipersiapkan untuk mereka.


"Selamat pagi semua." ucap Wilson.


"Pagi." jawab mereka serempak.


"Semalam aku mendapatkan laporan dari asistenku Leon, kalau kalian ingin mengaktifkan kembali guild The Devil's Crew. Apa benar begitu?" tanya Wilson.


"Benar." jawab Bima.


"Bisa aku lihat kartu member asli kalian? yang aku tahu, 50 tahun yang lalu guild ini hanya berisi 4 pemuda saja." ucap Wilson.


Bima, Julian, Riski dan Arie maju memberikan kartu member mereka yang sudah usang. Wilson mengeceknya dengan teliti dari foto, identitas, sidik jari, dan tahun pembuat yang di samakan dengan data yang sudah di kirimkan oleh Leon adik sekaligus asistennya.


"Bisa buka topeng kalian berempat?" tanya Andi untuk memastikan.


Keempatnya membuka topengnya masing-masing dan langsung membuat para petinggi Asosiasi kaget.


"Anda siapa tuan?" tanya Andi menunjuk Bima.


"Aku Bima, aku berganti wadah karena suatu alasan." jawab Bima.


"Baiklah, dengan begini lengkap sudah alasan kami untuk menyetujui berkas-berkas ini." ucap Wilson.


"Satu lagi, apa maksud dari dua tim di sini?" tanya Leon yang masih tidak paham dengan sistem baru di guild ini.


"Tim Junior dan Tim Senior, dua tim berbeda yang mengacu pada kekuatan di kedua tim tersebut. Dua tim ini juga memiliki perbedaan dalam pengambilan misi. Tim Junior akan mengambil misi setiap minggu, sedangkan tim Senior akan keluar jika memiliki panggilan pekerjaan dari semua lembaga." jawab Bima.


"Ohh baiklah, aku paham apa maksudmu." ucap Leon langsung memahaminya.

__ADS_1


"Untuk logo? apakah sama?" tanya Andi.


"Berbeda, kamu akan kirim logo barunya setelah jubah selesai di produksi." jawab Bima.


"Identitas guild masih sama? memakai sebuah topeng Hannya?" tanya Andi.


"Masih sama, buktinya mereka memakainya." jawab Bima.


"Baiklah." ucap Andi menganggukkan kepala.


"Sebentar, keputusan ada di tangan ayahku sebagai sesepuh." ucap Wilson berlalu pergi.


Tak lama, Wilson datang bersama sepasang orang tua yang sudah tua namun masih sangat sehat walaupun harus di bantu sebuah tongkat untuk berjalan.


"Mana ketuanya?" tanya kakek tua itu.


"Aku." jawab Bima berdiri dengan aura yang sangat kuat sampai membuat kaca di ruangan itu retak dan anggota Bima sesak nafas termasuk Henry dan Albert.


"Sial! dia sangat kuat!" gumam Albert merasa sesak nafas.


"Kau tumbuh menjadi sangat kuat nak, kakek sangat bangga padamu! kemari! peluk kakekmu yang sudah sepuh ini." ucap Billy tersenyum bangga.


Bima tersenyum lebar, Bima mencium tangan Billy dan Alena lalu memeluk mereka berdua yang menangis bahagia karena kembali bisa melihat cucu kesayangan mereka di sisa hidupnya.


"Nenek sangat bangga padamu nak." ucap Alena tersenyum lebar.


"Terimakasih nek." jawab Bima tersenyum senang.


"Kembalilah." ucap Billy.


Bima kembali ke tempatnya dan menarik auranya supaya suasana kembali netral.


"Guild ini adalah guild yang sangat hebat dan melegenda, aku sangat senang pendirinya ingin kembali mengaktifkannya. Sudah ratusan orang ingin mengambil alih guild ini, tapi aku tolak mentah-mentah karena aku yakin kalau cucuku suatu saat akan kembali dan menunjukkan taringnya." ucap Billy duduk di kursinya bersama Alena.


"Aku harap dengan kebangkitan guild ini, dunia bisa kembali aman seperti beberapa tahun terakhir." ucap Billy yang langsung di sambut senyuman semua orang di dalam ruangan itu.


"Lanjutkan, nafasku sudah habis." ucap Billy pada Wilson.


"Selamat bergabung kembali legenda." ucap Andi tersenyum manis.


[Bangkitkan iblis kita bos!]


'Woooo! aku merinding sialan!' teriak Kong.


"Terimakasih banyak, kami akan berusaha semaksimal mungkin." ucap Bima tersenyum.


"Kami akan membantu jika kalian dalam masalah, jangan khawatir." ucap Andi.


"Tunjukkan taring kalian pada Dunia." ucap Leon.


"Baik." jawab mereka dengan tegas.


"Kami tunggu aksi kalian." ucap Andi.


"Silahkan di tunggu, kami akan buat kejutan." ucap Bima tersenyum lalu pergi keluar dari ruangan bersama yang lainnya.


Mereka berjalan keluar gedung Asosiasi dengan senyuman lebar dan perasaan tidak sabar untuk membuat kejutan. Mereka pulang ke basecamp setelah Bima mengajak mereka keliling gedung Asosiasi untuk menjelaskan kegunaan dari fasilitas di sana.


Sore mereka baru pulang, sesampainya di basecamp mereka langsung pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Setelah mandi Bima mengajak mereka untuk rapat di ruang TV.


"Sekarang hari apa?" tanya Bima.


"Sabtu." jawab Doni.


"Wah malming! gas main ps lah nanti!" ucap Bima.


"Kita mau rapat apa?!" tanya Henry menjitak Bima kesal.


"Oh iya! maaf maaf aku lupa! kita mulai aktif besok senin, masalah jubah itu menyusul." ucap Bima.


"Nanti aku kabari Joni lagi." ucap Riski.

__ADS_1


"Sekarang kita buat jadwal tim Junior, kalian mau ambil misi berapa kali satu minggu?" tanya Bima.


"Kalian mau berapa? kita menyesuaikan saja." tanya Tigers pada Ria, Bella, dan Kelly.


"Karena belum ada pengalaman, lebih baik di perbanyak saja om." jawab Bella.


"4x satu hari?" tanya Tigers.


"Boleh tuh om, tiga hari sisanya buat istirahat." jawab Bella.


"Seminggu 4x bim." ucap Tigers.


"Kamu sudah buat kan form nya?" tanya Bima pada Lidia.


"Sudah kak." jawab Lidia.


"Mau hari apa aja? biar langsung di buatkan jadwal." tanya Bima.


"Senin sampai kamis paman." jawab Bella penuh semangat.


"Ehh! jangan jangan! pemula gak boleh langsung berturut-turut. Bahaya buat tubuh kalian! Senin, Rabu, Jumat, sama Minggu aja bim." ucap Kevin.


"Jangan Minggu cok! Minggu itu buat olahraga!" ucap Rizal.


"Mau gimana?" tanya Kevin.


"Dua dua aja, senin, selasa sama kamis, jum'at. Jeda satu hari itu udah lebih dari cukup untuk pemula." jawab Julian.


"Nahh! itu aku setuju!" ucap Rizal.


"Berarti Senin, Selasa, Kamis, sama Jum'at ya." ucap Bima memastikan.


"Iya." jawab Bella dan Ria bersamaan.


Lidia pun membuatkan jadwal untuk tim Junior sesuai dengan keinginan mereka.


"Latihan, kalian mau latihan kapan aja?" tanya Bima.


"Kalau kalian kapan?" tanya Doni.


"Iya juga ya, kita belum buat jadwal latihan cok! bang*at lupa aku!" ucap Bima baru ingat.


"Kita urus mereka dulu sattt! urusan kita mah gampang!" ucap Riski kesal.


"Di pikir pikir kita latihan juga buat apa ya? orang udah maksimal juga." ucap Bima.


"Makanya itu ******!" jawab Riski ketus.


"Masalah latihan itu bisa seminggu sekali, yang penting itu evaluasi dalam pertempuran. Soalnya bahan evaluasi itu sangat penting untuk mengetahui celah di gerakan kalian. Ambillah Rabu atau Sabtu, pilih." ucap Bima.


"Dua duanya aja sekalian, free sehari juga gak papa." ucap Doni.


"Iya paman, libur minggu saja tidak apa apa." ucap Kelly.


"Gimana kalian aja sih, aku mah free terus." jawab Bima.


"Udah, Rabu sama Sabtu untuk latihan rutin. Minggunya buat refreshing, liburan kemanapun yang kita mau bebas." ucap Kevin.


"Catat catat." ucap Bima pada Lidia.


Lidia mengangguk dan memasukkan semua keputusan mereka kedalam form di laptopnya.


"Gitu ya, besok jadwal di tempel di deket tangga." ucap Bima.


"Terus kita gimana?" tanya Julian.


"Gak ada panggilan ya gak ada jadwal, kalau mau ya latihan aja dulu." jawab Bima.


"Okelah kalau gitu." ucap Julian.


Setelah selesai rapat, mereka pergi beraktivitas kembali seperti biasanya. Sedangkan Bima pergi keluar untuk mencari Mansion baru.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2