King Of Universe

King Of Universe
Bab 59


__ADS_3

Karena sudah kenyang, Bima pun pamit ke halaman belakang untuk merokok sembari baca buku. Tak lupa Bima membawa secangkir kopi ke taman untuk taman baca bukunya.


"Total bawahanku ada berapa ya bob?" tanya Bima lupa.


[12 bos, Kong, Leo, Dexter, Drago, Bao, Gagak, Deku, Roxy, Grock, Lexsus, Ben dan Hades]


"Kau ingat ingat ya, aku agak pelupa soalnya." ucap Bima.


[Baik]


Bima terus membaca di sana dengan diiringi batuk darah yang semakin parah karena asupan nutrisi yang tidak teratur.


"Cuih! anjink!" ucap Bima memudahkan darah segar.


Tak berselang lama, Julian datang membawa secangkir kopi dan bergabung dengan Bima duduk di gazebo kecil di taman.


"Biasanya langsung turu, tumben minum kopi malem malem gini." ucap Bima.


"Lagi banyak pikiran aku, susah tidur belakangan ini." jawab Julian memijit dahinya.


"Masalah apa?" tanya Bima heran.


"Cewekku minta dinikahi secepatnya, belum lagi ibuku katanya mau nikah sama ayahnya Kevin." jawab Julian.


"Yang bener ***?!" tanya Bima kaget.


"Iya bang*at!" jawab Julian kesal.


"Terus kapan kau lamar cewekmu?" tanya Bima penasaran.


"Aku masih ragu bim." jawab Julian lesu.


"Kenapa?" tanya Bima aneh.


"Aku gak yakin kalau perang besok aku masih bisa selamat, itu bukan perang biasa." jawab Julian.


"Ck! percaya sama aku, kau pasti selamat, kau pasti hidup. Besok kau lamar pacarmu, ajak bunda sama ayah Jhon buat jadi walimu. Aku yang tanggung jawab atas keselamatan mu, tenang." ucap Bima meyakinkan Julian.


"Engga bim, bebanmu dah terlalu berat ***, gak bisa aku kalau harus nambah bebanmu." ucap Julian menolak.


"Kau udah aku anggap adikku jul, masalahmu juga masalahku, aku gak mau kau tertekan cuma karena masalah kayak gini. Percaya sama aku, besok lamar pacarmu terus nikah lusa, habis itu bawa ke sini, biar tambah rame. Kau juga biar ada orang yang semangatin, beban orang tua kita di sini itu udah banyak jul." ucap Bima.


"Ya udah, besok aku ajak bunda sama om Jhon." ucap Julian menurut.


"Santai aja, gak usah di bawa serius banget, ikuti alurnya." ucap Bima santai.


"Iya.." jawab Julian.


Mereka terus ngobrol dengan topik ringan, sampai datanglah Kevin dan Riski yang biasa nongkrong di gazebo sampai tengah malam.


"Kau gak tidur jul? tumben banget cok!" tanya Riski kaget.


"Lagi pengen ngopi aja." jawab Julian santai.


"Masuk akal." ucap Riski menerima alasan Julian.


"Besok mau latihan gak kalian?" tanya Bima.


"Emang besok udah di jadwal latihan rutin, udah mulai balik latihan kayak dulu lagi." jawab Kevin.


"Iya cok, biar gak gugur di medan perang." ucap Riski.


"Baguslah kalau gitu." ucap Bima menganggukkan kepala tanda setuju.


"Kau? kau latihan gak besok?" tanya Riski.


"Aku ada treatment latihan sendiri, tertutup." jawab Bima santai.


"Ohh, ya udah kalau gitu, aku pikir gak latihan." ucap Riski lega.

__ADS_1


Mereka ngobrol santai sampai tengah malam, karena hawa dingin yang sudah menusuk tulang, akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi tidur di kamar masing-masing.


Bima yang masuk kamar dibuat kaget oleh Aulia yang masih belum tidur dan menonton drakor melalui laptop.


"Kamu ini lagi sakit malah begadang! tidur!" ucap Aulia kesal.


"Ini lagi mau tidur." jawab Bima pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.


"Jangan kebiasaan dong sayang, inget gimana keadaan tubuh kamu sekarang, kamu harus sadar." ucap Aulia menasehati Bima.


"Iyaaa..." jawab Bima menutup tubuhnya dengan selimut tebal.


"Sini cium dulu." ucap Aulia mengecup kedua pipi Bima dan di balas oleh Bima.


"Bobok yang nyenyak ya tayangnya aku." ucap Aulia mencubit gemas pipi Bima.


Bima tersenyum lalu menutup matanya, namun di benaknya terus mengalir berbagai pikiran mengenai sahabatnya.


"Kamu gak tidur?" tanya Bima membuka matanya.


"Ini mau bobok, aku cuci muka bentar." jawab Aulia membereskan barang barang lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah itu dia ikut berbaring di samping Bima, Aulia memeluk Bima yang tampak gelisah. Aulia mengelus punggung Bima supaya suaminya itu bisa tenang dan tidur nyenyak.


Di alam Surgawi, terjadi percakapan yang tidak Bima ketahui, perdebatan mengenai sifat Bima tadi.


"Bos terlalu sempurna bob, aku tak bisa membayangkan sebesar apa hatinya!" ucap Kong menggelengkan kepalanya.


"Di samping penyakit kutukan berbahayanya dia masih memikirkan nasib sahabatnya, aku salut." ucap Drago kagum.


[Dia bodoh! sangat bodoh! masih mau melindungi manusia walaupun dijadikan buronan! sangat sangat bodoh!]


"Hahaha...nada bicaramu bukan menunjukkan kebencian, tapi sebuah kekaguman atas kebesaran hatinya." ucap Dexter tertawa.


[Besok aku akan keluar dalam wujud manusia, aku yakin bos akan terluka parah besok. Kalian kalau aku panggil keluar, jangan menolak]


[Pakai wujud biasa saja, jangan wujud asli]


"Ck! tidak bisa keren kita Zhong!" ucap Kong kecewa.


"Aihhh! padahal aku sudah menyiapkan wujud asliku sekeren mungkin!" ucap Zhong kecewa.


"Sudahlah, ini demi kebaikan bos juga." ucap Bao.


"Adikmu sangat bijak ya." ucap Kong pada Drago.


"Naga Azure memang begitu, tidak gegabah dan penuh perhitungan. Berbeda dengan aku yang pada dasarnya terlahir dari energi kegelapan dan aura dendam serta kebencian." jawab Drago.


"Kalian ini berbeda dengan hewan dewa lainnya ya, hahahaha..." ucap Adrian tertawa.


"Sebenarnya sama saja, cuma kami berbeda karena ada tuan yang sangat mengerti sifat kami. Jadi kami terbiasa dengan sifat kami tanpa harus takut di kucilkan lagi seperti dulu" jawab Dedter


"Anakmu memang spesial kak, jangan di samakan seperti anak lain. Dia sudah memiliki 10 langkah di depan kita, jadi jangan heran kalau dia keras kepala atas keputusannya." ucap Smith.


[Bahkan 100 langkah tuan, banyak cabang dan jalan pintas jika langkahnya terhembat. Cabang cabang yang dia pikirkan khusus untuk sahabat dan orang sekitarnya]


"Hahahaha...sespesial itu ternyata anakku." ucap Adrian baru menyadari betapa spesialnya anaknya.


Mereka berbincang-bincang tentang rencana untuk ritual Bima di peperangan besok. Keesokan harinya, Bima bangun pagi hari, dia melakukan olahraga pagi sejenak, setelah itu pergi mandi.


"Bob, aku ambil dungeon kelas Dewa Murni, aku mau asah keterampilan yang udah agak tumpul ini." ucap Bima sembari berendam di bathtub.


[Mau masuk kapan bos?]


"Agak siangan bob." jawab Bima santai.


[Baiklah]


Setelah itu Bima menyelesaikan mandinya dan pergi ganti pakaian. Selesai berganti pakaian, Bima tidak langsung turun ke bawah, melainkan rebahan sejenak karena rasa sakit yang menyiksanya kembali kambuh.

__ADS_1


'Kamu jangan kecapekan nak, penyakit kamu mudah kambuh kalau tubuhmu lengah sedikit.' ucap Adrian.


"Susah yah kalau kayak gini." ucap Bima memegangi dadanya.


"Ayang, ayo sarapan." panggil Aulia membuka pintu.


Aulia yang melihat Bima meringis kesakitan sembari memegangi dadanya langsung khawatir.


"Kambuh lagi?" tanya Aulia dengan wajah khawatir.


"Kecapean kayaknya, bentaran juga sembuh kok." jawab Bima.


"Mau aku bawain makanan ke sini aja?" tanya Aulia.


"Enggak usah, kamu duluan ke bawah aja, aku nyusul." jawab Bima.


"Yakin?" tanya Aulia ragu.


"Iya sayang, dah sana sarapan duluan." jawab Bima tersenyum.


"Aku tunggu di bawah ya." ucap Aulia tidak rela meninggalkan suaminya.


"Iyaa..." jawab Bima tersenyum.


Akhirnya Aulia pun pergi dari kamar meninggalkan Bima yang sedang menikmati rasa sakitnya.


[Batalkan saja bos?]


"Gak, nanti siang aku mau masuk." jawab Bima.


[Jangan memaksakan dirimu, keadaanmu tidak memungkinkan]


"Santai saja bob, aku kuat kok, sudah, aku mau menenangkan diri dulu." ucap Bima.


[Baiklah kalau kau tetap kekeh]


Bima menghirup nafas dalam dalam lalu dia hembuskan perlahan, berkali-kali Bima melakukannya sampai rasa sakit di dadanya hilang. Bima yang sudah lega pun pergi turun ke bawah untuk sarapan.


Orang-orang yang sedang sarapan di ruang TV pun dibuat lega melihat kedatangan Bima yang sudah terlihat lega.


"Makan yang banyak ya." ucap Aulia tersenyum manis.


"Iya." jawab Bima tersenyum.


Bima pun sarapan dengan beberapa lauk yang di berikan oleh Aulia, sambil makan Bima memperhatikan kekuatan teman temannya yang sudah sangat sangat tumpul.


"Napa bim?" tanya Kevin heran.


"Kau gak pernah latihan?" tanya Bima balik.


"Sibuk cokk, latihan juga cuma sebentar." jawab Kevin menggaruk tengkuknya.


"Yang lain juga?" tanya Bima.


"Hooh." jawab Riski menganggukkan kepala.


"Pantes tumpul banget." ucap Bima.


"Hehehe...." Riski nyengir dengan mulut penuh makanan.


"Besok kalian duluan aja, aku mau bukan segel dulu." ucap Bima.


"Segel apa?" tanya Albert penasaran.


"Kepo." jawab Bima.


"Hemphh!" Albert mendengus kesal.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2