
Di khayangan, Bima benar-benar mengamuk, dia membunuh siapapun yang berani menghalanginya. Tebasan, tusukan, bahkan siksaan sadis Bima lakukan demi memuaskan dendam dan amarahnya.
"Rasakan yang telah aku rasakan!" teriak Bima sambil tertawa keras.
Crashh...
Crashhh...
Jlebbb..
Booommmm...
Semua bangunan Bima hancurkan sambil tertawa keras, Bima benar-benar menjadi iblis yang sangat di takuti oleh semua makhluk hidup.
Bima terus melakukan pembantaian pada para Dewa Dewi tanpa satu orang pun yang berani menghentikannya. Namun saat ingin naik ke gunung Olympia, tiba tiba sosok Budha yang selama ini di segani oleh seluruh Dewa Dewi di alam semesta ini datang dengan wujud asli yang sangat besar dan kuat.
"Ashura! hentikan perbuatan menjijikkan ini!" teriak Budha.
"Hahahaha.....kau? mau menghentikan aku? hahahahaha...." ucap Bima tertawa keras.
"Sayang! hentikan! aku mohon! hiks...." teriak Silvia yang berdiri di pundak Budha bersama Aurora.
"Nak! hentikan!" teriak Aurora sambil menangisi nasib Bima.
"Hentikan? hahahahaha....setelah kematian anak dan para pendahulu yang telah aku anggap kakekku sendiri?!" teriak Bima dengan wajah penuh kebencian.
"Hentikan atau aku menyegelmu selama lamanya!" teriak Budha.
"Bunuh bos!!!!" teriak Kong langsung melesat menyerang Budha yang telah berani mengancam sang tuan.
Groahhhhhh....
Drago pun ikut melesat menyerang Budha dengan wujud aslinya yang 3x lebih besar dari Budha.
"Arghhhhhh!!!!!" teriak Bima ikut menyerang Budha.
"Minggirrr!" teriak Sistem melesat menyelamatkan Silvia dan Aurora.
Sistem membawa Silvia dan Aurora menjauh dari area pertempuran yang sangat dahsyat itu.
"Kau terlalu bodoh! Bos dalam mode iblis tidak ada yang bisa mengalahkannya! apalagi dengan bantuan dua binatang brutal itu!" teriak Sistem pada Silvia.
"Aku...aku...tidak mau Bima tersegel! aku tidak rela!" ucap Silvia menangis.
"Biarkan dia meluapkan semua dendamnya! dia sudah tau apa resiko dari semua ini!" ucap Sistem.
Silvia pun terdiam sembari menangis sesenggukan melihat pertarungan yang membuat Budha bonyok dan terluka parah.
"Kau bukan incaranku!" teriak Bima langsung melesat terbang ke atas gunung Olympia.
"Kong! jaga dia!" teriak Drago ikut melesat menyusul Bima.
Groahhhhhhh....
Auman Drago membuat tanah bergetar hebat dan gunung Olympia retak akibat dari ganasnya auman Drago.
Woshhhhh....
Booommmm....
Bima telah sampai di pucuk gunung Olympia yang sudah di tunggu oleh kesebelas Dewa Olympia.
"Hahaha....bagaimana? bagaimana rasanya melihat anakmu mati Ashura?!" teriak Zeus tertawa keras.
"Pasti menyenangkan bukan?!" teriak Poseidon.
"Menyenangkan! sangat menyenangkan sampai aku ingin membuat kalian ikut merasakannya!" teriak Bima langsung melesat menyerang Zeus.
Woshhhh...
Booommm..
Boommm....
Crashhhhh....
Crashhhhh....
Ledakan besar kembali terjadi, Bima yang mengincar Zeus terus di halangi oleh para Dewa Dewi Olympia termasuk Poseidon.
Namun Bima dengan mudah melumpuhkan mereka, Bima menebas kaki mereka supaya tidak bisa kabur, Bima juga membuat Poseidon terduduk lemah dengan ruang hampa yang telah hancur.
Kini tersisa Bima dengan Zeus yang tubuhnya bergetar ketakutan. Bima menyeringai lalu berjalan dengan perlahan menghampiri Zeus.
"Kau penasaran bagaimana perasaanku saat ini kan?" tanya Bima menjilat kedua pedangnya.
"Kau Iblis! kau tidak berhak menjadi Dewa!" teriak Zeus.
"Siapa yang menjadi Dewa? aku bukan dewa! aku penguasa Jagat Raya!" teriak Bima langsung melesat menyerang Zeus dengan sangat brutal.
Bima menendang Zeus kesana kemari, menyiksa Zeus dengan sangat sadis. Mempermainkan tubuh Zeus seperti bola yang menggelinding.
Zeus benar-benar dibuat tak berdaya karena siksaan Bima, Bima membuat Zeus merasakan mati tak mau, hidup pun tak mau.
Bima yang sudah bosan dengan Zeus pun pindah menyiksa Poseidon yang tak bisa berbuat apa apa karena kekuatannya telah musnah.
"Bagaimana rasanya nak?" tanya Bima menyeringai di depan wajah Poseidon.
__ADS_1
"Kau..kau...iblis!!! sialan! menjijikkan!" teriak Poseidon penuh kebencian.
"Hahaha....aku memang iblis! tapi bagi makhluk yang berjalan di jalan yang salah!" teriak Bima mencekik Poseidon.
"L-lepaskan!" ucap Poseidon memberontak namun tidak bisa merubah kondisinya.
Bima berjalan ke hadapan Zeus dengan menyeret Poseidon yang lemah tak berdaya.
"Lihat, adikmu tidak berdaya di tanganku." ucap Bima memperlihatkan wajah Poseidon yang sangat menyedihkan.
"J-jangan..." ucap Zeus lemah.
Jlebbbb....
Bima menusuk leher Poseidon yang membuat darah segar mancur sangat deras dan Poseidon kejang kejang karena merasakan sakit yang sangat luar biasa.
"Bagaimana rasanya?" tanya Bima pada Poseidon.
Tak sampai di situ, Bima menebas kedua tangan dan kaki Poseidon yang sudah tidak berdaya.
"Hahahaha...." Bima tertawa keras melihat Poseidon yang tidak berdaya dengan tubuh penuh darah.
"A-adik..." ucap Zeus merasa sangat hancur melihat adik kesayangannya mati.
Woshhhh...
"Tuan!" teriak Hades yang datang bersama Sistem.
"Lihat! kakakmu tidak berdaya! hahaha...." ucap Bima menusuk Zeus menggunakan pedangnya.
"Hem? wahhh! aku ketinggalan!" ucap Hades kecewa.
"H-hades...tolong..." panggil Zeus.
"Ha?? tolong?! setelah kalian mengasingkan aku di neraka!" teriak Hades.
"Dasar menjijikkan!" ucap Bima menendang kepala Zeus sampai berdarah-darah.
"Bunuh saja bos, tidak berguna. Dia hidup juga cuma menyusahkan umat manusia." ucap Hades.
"Kalian akan di hukum!" teriak Zeus.
Buaghhh...
Buaghhh...
"Berteriaklah lagi!" teriak Hades memukuli Zeus.
"K-kenapa kau tega pada kakakmu?" tanya Zeus.
"Kau membunuh ayahku!" teriak Hades kembali memukuli Zeus tanpa belas kasihan.
"Cukup, tidak etis kalau adik membunuh kakaknya sendiri." ucap Bima menahan Hades.
"Hahhh...hahh...aku membenci kalian berdua!" teriak Hades penuh amarah.
Bima yang sudah sangat muak melihat wajah Zeus langsung menebas kepalanya dan membakar semua mayat Dewa Dewi Olympia di sana.
"Dimana Drago?" tanya Bima.
Groahhhhhhh....
Tiba tiba auman Drago dan Kong terdengar dari bawah gunung Olympia. Bima yang takut terjadi apa apa pada kedua Beastnya langsung melesat turun dari gunung Olympia disusul Hades dan Sistem.
Di bawah, Drago dan Kong ternyata sedang dalam proses penyegelan yang di lakukan oleh Howard.
"Kalian telah melenceng dari jalan kemuliaan!" ucap Howard.
"Aku rela di segel! aku rela!" teriak Kong.
Booommmm....
Bima mendarat dengan kasar di depan Howard dengan aura kemarahan yang sangat besar.
"Kenapa kamu melakukan hal menjijikkan ini Bima!* teriak Howard penuh kekecewaan.
"Kenapa? tuan bilang kenapa?!" teriak Bima.
"Kenapa?" tanya Howard berhenti melakukan penyegelan terhadap Kong dan Drago.
"Apa tuan tidak tau?! mereka yang telah membuat kehancuran di bumi! mereka yang rela mengorbankan ribuan nyawa demi kesenangan diri sendiri! Asal anda tau! Kakek Yan dibunuh demi membuat aku down! kakek Foxs! nenek Ella! Dom! semua orang-orang terdekatku di bunuh!" teriak Bima.
"Jangan lupakan David!" teriak sistem.
"Bahkan anakku satu satunya! bayangkan! darah dagingmu tewas di depan matamu! apakah anda masih bisa bertanya kenapa?!" teriak Bima.
"Tapi perbuatanmu tidak bisa di anulir Bima, kamu dan ke-enam bawahanmu akan di segel!" ucap Howard.
"Kakak! aku mohon jangan!" teriak Silvia memeluk Howard dengan tangis histeris.
"Kemari." panggil Bima.
Silvia mendekati Bima yang telah dalam wujud manusianya. Bima memeluk Silvia yang telah berusaha menyadarkan dirinya dengan sangat keras.
"Kamu adalah satu-satunya wanita yang mau membelaku dalam keadaan apapun. Terimakasih, tapi ini sudah resikonya. Aku harap kamu mendapatkan pria yang lebih pantas dari aku. Aku menyayangimu melebihi apapun." ucap Bima mengecup kening Silvia.
"Engga! engga! kamu jangan pergi!" teriak Silvia memeluk Bima sangat erat.
__ADS_1
Bima tersenyum dan melepaskan pelukan Silvia, setelah itu Bima mengeluarkan seluruh bawahannya yang masih berada di alam Surgawi.
Woshhhh...
Bima tersenyum menatap mereka semua yang terlihat sedih.
"Terimakasih telah menemani hari hari pahitku selama ini ya! maaf sudah membuat kalian tersiksa!" ucap Bima.
"Bos!" teriak Dexter meneteskan air pertama dalam seumur hidupnya.
"Bos! aku menyayangimu!" ucap Bao ikut meneteskan air mata.
"Tuan! kita belum bertarung bersama!" ucap Roxy kecewa.
"Kalian bebas, aku akan lepas kontrak abadi kalian, terimakasih." ucap Bima.
Ben yang merasa sangat amat marah langsung terbang menembus langit untuk menggugat keadilan bagi sang tuan yang sangat dia hormati selama ini.
"Tahan kakakmu, jangan sampai dia mengamuk!" ucap Drago.
"Baik!" jawab Bao langsung melesat menyusul sang kakak.
"Bos, aku bangga padamu! aku akan mencarimu saat kau bebas!" ucap Leo menahan tangisnya.
Bima tersenyum lebar lalu duduk bersila, Bima merapalkan mantra khusus untuk melepas semua kekuatan yang ada di dalam tubuhnya.
Woshhhh....
Puluhan bola energi dengan berbagai ukuran dan kekuatan keluar dari tubuh Bima. Gerak gerik para bola energi itu menunjukkan ketidakrelaan untuk berpisah dari Bima.
"Terimakasih semua! tuan, silahkan segel aku." ucap Bima meregangkan kedua tangannya.
"Maaf..." ucap Howard lirih lalu mengibaskan tangannya.
Woshhhh...
Duarrrrr.....
Tubuh Bima, Kong, Sistem, Drago, Anubis, Hades, dan Lexsus meledak menjadi butiran cahaya yang terbang menuju ke dalam Gunung Olympia.
Gunung Olympia bergetar hebat menerima cahaya dari ke-enam makhluk luar biasa itu.
"Kakak jahat!" teriak Silvia memeluk Aurora erat.
Woshhhhh....
Adrian, Smith, Aron, dan Amon muncul di sana dengan wajah panik.
"Dimana anakku!!!!" teriak Adrian sangat marah.
"Maaf tuan, anakmu telah tersegel di gunung Olympia." jawab Howard.
"Sialan!!!!" teriak Adrian ingin menyerang Howard namun di tahan oleh Smith.
"Kita ke dimensi Surgawi! tunggu kebebasan anakmu!" ucap Smith memendam amarahnya.
"Sial!!!" teriak Adrian dengan nafas ngos-ngosan menahan amarahnya.
Setelah itu mereka pun pergi ke dimensi Surgawi untuk menunggu kebebasan Bima dari segelnya.
"Kita tinggal di Kerajaan Valhalla saja ya, di sana ada bawahan Bima." ucap Aurora menenangkan Silvia.
"Baik bunda." jawab Silvia.
Keduanya pun masuk ke dalam portal yang sudah Silvia buat, sebelum ke Kerajaan Valhalla, mereka menjemput Bitsy di basecamp terlebih dahulu.
Sedangkan Howard kembali ke pemerintahan untuk melaporkan misinya. Howard merasa sangat amat bersalah pada sang adik dan para bawahan Bima yang terlihat sangat sedih.
"Kita berpisah ya, kalau sudah waktunya kita akan kembali berkumpul lagi." ucap Leo lemas.
"Sial!" ucap Dexter langsung menghilang begitu saja.
"Sampai jumpa." ucap Leo lalu terbang ke arah utara.
Mereka berpisah di sana untuk kembali ke habitatnya masing-masing. Sedangkan di bumi, mereka yang melihat semua kejadian dari bayangan di awan dibuat kaget.
Sebegitu parahnya yang dilakukan Bima sampai dia di segel dengan waktu yang belum di tentukan. Julian yang baru merasakan bagaimana bahagia dalam guild baru pun di buat kembali sedih dan hancur.
Begitupun Arie dan Riski, mereka terdiam membisu dengan air mata yang terus menetes. Berkali-kali menggelengkan kepala karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Aku mau ke dimensi Surgawi, kalian ke Kerajaan Valhalla saja. Jadilah salah satu dewa di sana, kalian harus tetap hidup sampai Bima bebas dari segelnya." ucap Zoya.
"Lagi lagi kita kehilangan ujung tombak kehidupan kita." ucap Riski mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ayo." ajak Julian membuka portal menuju Kerajaan Valhalla.
"Kami bagaimana?" tanya Diana.
"Ikutlah." jawab Zoya lalu menghilang begitu saja.
"Mari bunda." ajak Lidia.
Diana mengangguk lalu mengikuti mereka dengan memapah Jhon. Berliana, Bram, Bian serta kedua adiknya, Brian, dan Andi masuk ke dalam portal yang menuju ke Kerajaan Valhalla.
Mereka pun hidup dengan tenang di Kerajaan Valhalla yang juga di susul oleh Albert dan Tigers serta keluarga kecilnya. Bumi pun juga lebih tenang, portal portal juga lebih bersahabat dengan kekuatan standar para hunter di setiap negara.
Manusia di seluruh alam semesta pun bisa hidup tenang tanpa ada gangguan dari para Dewa Dewi penguasa yang haus akan kesenangan.
__ADS_1
Arc 1 End...