
Tak berselang lama, Rizal pun datang membawa beberapa makanan untuk mereka. Rizal ikut duduk nimbrung menonton film action yang di stel Julian.
"Kevin mana dah?" tanya Bima.
"Biasa, masih ngorok di kamar." jawab Julian.
"Kebo *** dia." ucap Riski.
"Dia jarang tidur juga kan?" tanya Bima.
"Iya, entah kenapa dia kek gitu." jawab Julian.
"Nonton bok*p! itu alasan paling masuk akal ***!" ucap Riski.
"Pikiranmu ris! anjink!" ucap Rizal kesal.
"Bro, dia kalau liat cewek lewat pasti langsung melongo cukk!" ucap Riski.
"Itu wajar bodoh! mungkin dia nonton bola atau main game, kita gak tau pasti." ucap Bima.
"Masuk juga." ucap Riski menganggukkan kepala.
Tak berselang lama, Kevin turun dari kamarnya dengan wajah bangun tidur.
"Dari kapan kau bim?" tanya Kevin meregangkan tangannya.
"Barusan sih." jawab Bima santai.
"Aku makan dulu ya, bentar." ucap Kevin berlalu pergi menuju dapur.
"Itu ada ayam vin kalau mau! tadi aku beli di warung depan!" teriak Riski.
"Yoo..." jawab Kevin.
Mereka pun lanjut menonton film, sampai akhirnya Kevin kembali dengan membawa kopi dan rokoknya.
"Bim, gak ada niatan nambah orang?" tanya Rizal.
"Siapa? bukan gak niat, cuma gak ada orangnya aja." jawab Bima.
"Om Doni? dia Guardian Suport loh, bagus refleknya." ucap Rizal.
"Iyaa! baru ingat aku sama pak tua bodoh itu! jago *** dia!" ucap Riski.
"Katanya dah pensi, mau urus keluarga sama mau bisnis aja." ucap Bima.
"Pembohong ***!! kemarin aja aku lihat dia lagi kumpul sama anak anak The Force kok!" ucap Riski.
"Iyakah? coba kau telpon suruh ke sini, kalau mau juga kan." ucap Bima.
"Bentar.." jawab Riski mengambil ponselnya.
Riski menelepon Doni, sahabat mereka juga yang umurnya terpaut 10 tahun. Setelah menelepon Doni, Riski melaporkan bahwa Doni akan segera OTW ke sana.
"Mau katanya, dia otw bentar lagi." ucap Riski.
"Emang penipu *** tua bangka sialan itu!" ucap Bima kesal.
"Makanya jangan gampang percaya sama dia!" ucap Riski.
Namun saat sedang fokus menonton film, tiba tiba sebuah aura kelas Kaisar level 2300 menyebar ke seluruh sudut rumah di sertai teriakan keras seorang pria.
"Apaan tuh Zal?" tanya Riski.
"Aku cek dulu." jawab Rizal beranjak pergi ke ruang tamu.
"Yahh rokokku abis ***, aku kedepan dulu yak, beli rokok bentar." ucap Bima alasan.
"Buruan sana, ntar Doni keburu dateng." jawab Riski.
Bima beranjak pergi ke warung depan komplek, sambil berjalan Bima sedikit sedikit nguping perdebatan keluarga Rizal tentang pernikahan Lea dan Dion.
"Mau kemana kau?" tanya Rizal.
"Beli rokok, abis rokokku." jawab Bima terus berjalan tanpa menanggapi tatapan mata Lea yang sangat dalam padanya.
"Dia yang hamilin aku yah! kak Bima! dia diam diam masuk ke kamar aku terus perkosa aku! hiks...." teriak Lea.
"Mana doyan aku om sama lobang bekas, mending sama pohon pisang." jawab Bima santai.
__ADS_1
"Cok! mulutmu anjink!" seru Rizal kesal.
"Dahlah, aku mau ke depan dulu." ucap Bima langsung pergi begitu saja.
"Mulutmu jangan asal jeplak ya Lea! Bima sudah punya seorang istri! yang mana istrinya jauh lebih cantik dari pada kamu! jangan mengarang cerita!" ucap Rizal marah.
"Itu benar nak?" tanya Andrew penasaran.
"Iya, tadi Riski cerita sendiri." jawab Rizal.
"Aku gak akan nikahin dia om! di perutnya bukan anak aku! aku aja berhubungan badan dengan Lea sudah bulan lalu! dan belakangan ini yang sedang dekat dengan Lea itu Vin!" ucap Dion.
"Kalau begitu besok kita bicarakan lagi masalah ini, kamu boleh pulang." ucap Andrew.
Setelah Dion pergi, Rizal langsung memarahi Lea dengan sangat keras, dia meluapkan semua amarah yang sudah dipendam sangat lama. Berbagai makian di lontarkan Rizal walaupun sang ayah terus membela Lea dan mencoba menghentikan makian Rizal.
"Sudah! dia adik kamu Zal! hentikan makian kamu!" teriak Andrew keras.
"Rizal! sudah! kamu harus hargai adik kamu ini! bagaimanapun dia sudah masuk guild White Rose! sedangkan kamu?! hanya masuk ke squad tidak jelas ini!" ucap Ibu Rizal bernama Lidia yang langsung membuat Rizal sakit hati.
"Ohh, baiklah." ucap Rizal menahan rasa sakit hatinya.
"Tenangkan dirimu! kami pulang dulu!" ucap Andrew tegas.
"Hati hati..." ucap Rizal lirih.
Tepat sepersekian detik kepergian keluarga kecil Rizal, Bima datang bersama sebuah keluarga kecil yang di pimpin seorang pria kekar dengan lengan penuh tato.
"Ayo ke ruang tengah ***, aku mau ngomong serius." ucap Bima terus berjalan.
Mereka berjalan mengikuti Bima dan bergabung dengan Riski dan kawan-kawan lain yang masih asik menonton film.
"Kau bangkrut don?" tanya Bima.
"Iya, kena tipu aku sialan! investasi bodong!" jawab Doni penuh kekesalan.
"To the point aja, kau mau gabung gak? aku ada rencana besar ini." tanya Bima.
"Gimana mah?" tanya Doni pada istrinya Lina.
"Aku ikut papah aja, kalau menurut papah baik ya lakuin, kalau menurut papah gak baik ya udah menjauh." jawab Lina tersenyum.
"Gabunglah aku, tapi boleh tinggal sini kan?" tanya Doni.
"Satt!" ucap Riski kesal.
"Tante gak papa kan masakin mereka? takutnya ngerepotin gitu." tanya Bima pada Lina.
"Gak papa, aku malah seneng kok masakanku bisa di nikmati banyak orang." jawab Lina tersenyum tulus.
"Kau ada rencana apa ***?" tanya Kevin.
"Buat guild, aku mau duduk di peringkat teratas, guild The Beast yang paling di segani." jawab Bima.
Rizal tersenyum lebar penuh kebahagiaan ketika mendengar rencana Bima.
"Kita bungkam mulut orang orang di luar sana, kita fokus ke kekuatan dan kesenangan, masalah uang, pujian, panggilan ke luar negeri, itu kita jadikan hal biasa saja." ucap Bima.
"Aku gass aja bim! kau ketuanya disini!" ucap Riski semangat.
"Aku dukung 100%!" ucap Julian.
"Kau urus semua syarat untuk buat guild, logo jubah kita pakai logo biasanya, kita gak ada kas, pokoknya semua uang pribadi. Aku terima jadi aja, gak mau aku urusan sama Asosiasi." ucap Bima pada Rizal.
"Shap!" jawab Rizal tegas.
"Lusa aku gelud sama ketua Asosiasi Internasional di mana ya? gak ngikutin beritanya aku." tanya Bima.
"Di gedung utama Asosiasi, kita berangkat bareng aja." jawab Kevin.
"Ohh, ya udah aku balik dulu dah." ucap Bima berdiri.
"Ati ati." ucap Rizal.
"Cuma situ doang anjink! lebay bat!" ucap Bima kesal.
"Kalau ada apa apa?! bodoh!" jawab Rizal kesal.
"Bac*t!" ucap Bima pergi.
__ADS_1
Bima pulang ke rumah karena hari sudah sore, sesampainya di rumah, Bima di sambut oleh Zoya yang hanya memakai daster tipis tanpa dalaman yang membuat biji kismisnya tercetak jelas.
"Minimal pake daleman lah yang! ish! gak enak di lihat loh!" ucap Bima kesal.
"Iya, maaf deh." ucap Zoya menunduk lesu.
Bima menghela nafas panjang lalu pergi ke kamar gaming nya untuk merefresh otaknya dengan bermain game.
"Kamu mau makan lauk apa?" tanya Zoya tiduran di ranjang sambil menonton drakor.
"Apa aja, terserah kamu mau masak apa." jawab Bima masih fokus pada layar PC nya.
"Masak apa ya?" gumam Zoya bingung.
[Kau yakin mau lawan ketua Asosiasi Internasional bos?]
'Iya, kenapa?' jawab Bima.
[Ini terlalu cepat bos, ketua Asosiasi Internasional adalah salah satu reinkarnasi dari 7 Iblis Dosa Besar, memang kau akan menang telak, tapi nanti pasti saudara saudaranya akan membalas dendam dan mengusik kehidupan mu]
'Aku butuh tantangan bob, tapi kalau dia mau datang ya, kalau tidak ya sudah.' ucap Bima.
[Iya juga, aku ragu dia berani datang setelah tau kau berhasil mengalahkan Naga Penguasa yang menjadi mitos]
'Ucapannya di berita tadi sepertinya kenyataan bos, tapi kita lihat besok lusa sajalah.' ucap Dexter.
"Aku masak dulu ya sayang, nanti kalau udah siap aku panggil." ucap Zoya mencium pipi Bima.
"Yaa, yang enak ya." jawab Bima.
"Iyalah! demi kamu aku bakalan masak seenak mungkin!" jawab Zoya bangga.
"Terserah kamulah." ucap Bima.
"Jangan cuek gitu ayang! aku ngerasa bersalah ish!" ucap Zoya memeluk Bima.
"Kan biasanya kek gini." ucap Bima aneh.
"Besok aku pake daleman deh! tadi itu habis kita main kan aku mandi, nah gara gara ngerasa sesak ya udah aku lepas aja. Daripada gak nyaman, maafin ya, besok aku cari BH yang lebih gedean biar nyaman, biar gak melorot juga." ucap Zoya menjelaskan.
"Iyaaa.." jawab Bima mencium pipi Zoya gemas.
"Besok aku juga mau mulai senam biar tahan lama dan bodyku lebih kebentuk lagi, gimana? kamu setuju gak?" tanya Zoya.
"Kalau soal tahan lama aku setuju, tapi kalau soal body aku kurang setuju, kamu gini aja udah top, apalagi tato tato kamu itu bikin khas seorang ratu Neraka lebih kelihatan. Cuma kalau lagi pergi keluar usahain pakai pakaian yang lebih menutup body kamu." jawab Bima.
"Iyalah! aku gak sudi tubuhku jadi konsumsi publik! tubuh aku kan khusus untuk kamu seorang saja! suami tercintaku ini!" ucap Zoya memeluk Bima gemas.
"Udah sana masak! malah ndongeng!" ucap Bima.
"Hehehe...ya udah aku turun ke bawah dulu ya sayang...muachh...." ucap Zoya mencium pipi Bima penuh kegemasan.
Bima lanjut bermain game sambil menunggu Zoya memanggilnya untuk makan malam bersama. Malamnya setelah mandi, Zoya datang memanggil Bima untuk makan malam bersama.
"Sayang! ayo makan!" panggil Zoya membuka pintu kamar utama.
"Yaa.." jawab Bima beranjak pergi.
Mereka makan di ruang makan sambil ngobrol santai di selingi canda tawa yang membuat Zoya tertawa lepas seperti tak punya beban hidup.
"Habis ini kita tempur! kamu udah janji tadi!" ucap Zoya dengan wajah genit.
"Kamu gak capek? seharian beberes rumah, tadi siang juga udah di buat lemes." tanya Bima heran.
"Buat kamu aku gak ada capeknya sayang, pokoknya kalau aku lagi pingin kamu harus siap! di setiap waktu! okey!" jawab Zoya tersenyum genit.
"Sepuas kamulah, aku ngikut aja, mana bisa nolak body gitar spanyol gini." ucap Bima senyum mesum.
"Jadi malu! kyaaa..." ucap Zoya menutup wajahnya yang memerah karena pujian Bima.
[Bos mesum!! huuuuu!]
'Ayolah bos! ada kami di sini! hey! jangan asal bermesraan!' teriak Kong sangat kesal bercampur iri.
'Dasar tukang iri!' ucap Bima.
Adrian hanya tertawa pelan melihat keakraban antara bawahan dan atasan di sana. Adrian juga sangat amat senang melihat hubungan Zoya dan Bima yang berjalan sangat mulus seperti dirinya dahulu.
Setelah makan malam, Bima dan Zoya pun langsung pergi ke kamar untuk melaksanakan hubungan suami istri yang sangat panas. Lagi lagi Zoya di buat pasrah dan berkali-kali muncrat karena ulah Bima yang sangat perkasa.
__ADS_1
Setelah melakukannya keduanya pun tertidur pulas dengan posisi Zoya menindihi Bima dan Stepen yang menancap dalam di goa surgawi milik Zoya.
Bersambung....