
2 bulan berlalu begitu cepat, hubungan Bima dengan Julia juga sudah sangat dekat, karenanya Julia bisa naik kelas lebih cepat dan kini sudah di level 2500 kelas Kaisar. Riski dan Rizal sudah naik ke kelas yang jauh lebih tinggi yaitu kelas Dewa Putih, hasil dari pelatihan Kevin dan Julian.
Namun berbeda dengan Zoya, hubungan Bima dengan Zoya malah jadi seperti orang asing yang tinggal di satu rumah. Bima setiap pagi tidak pernah memakan sarapan yang sudah di siapkan Zoya dan langsung pergi. Saat pulang pun Bima langsung tidur tanpa memakan makanan yang sudah Zoya siapkan.
Naga penguasa juga masih tersegel di alam Surgawi tanpa Bima sentuh sedikitpun, Adrian? dia juga belum datang entah ada masalah apa di sana. Namun Bima tetap positif thinking saja dan melanjutkan aktivitas nya seperti biasa.
Sampai akhirnya saat datang ke basecamp, Bima melihat Angel, Dion, dan Syila sudah siap dengan pakaian hunter di sana.
"Bim, sini aku mau bicara!" panggil Kevin.
Bima menghampiri Kevin yang menuju ke sebuah kamar kosong tempat tiga teman lainnya sudah menunggu. Bima duduk di lantai bergabung dengan teman-temannya.
"Napa?" tanya Bima heran.
"Kau yang undang mereka?" tanya Rizal balik.
"Enggak, aku gak pernah undang orang lain gabung ke squad, Julia pun bukan dari bagian kita." jawab Bima.
"Lah, mereka kok bisa datang?" tanya Riski bingung.
"Artinya wanita itu yang undang! lancang sekali dia!" ucap Julian.
"Terus mau gimana?" tanya Bima.
"Kau ketuanya! kenapa tanya kita bodoh!" jawab Riski kesal.
"Hari ini libur dulu aja, istirahat 3 hari, capek juga aku." ucap Bima.
"Aku setuju! aku mau pergi ke tempat ayahku juga!" ucap Riski.
"Jadinya libur?" tanya Julian.
"Iya, kau gak capek setiap hari gelud." jawab Bima.
"Ya udah deh, aku mau bersantai di belakang saja kalau gitu." ucap Julian akhirnya punya waktu luang untuk bersantai.
"Ya udah, kau bilang ke mereka bim, gak enak kalau aku yang ngomong! gak akrab juga aku sama mereka." ucap Riski.
"Yaa.." jawab Bima beranjak pergi menemui Julia dan kawan-kawan.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Julia tersenyum sumringah.
"Libur dulu, Julian sakit, kita sebagai sahabat gak bisa pergi kalau salah satu dari kita sakit atau ada halangan." jawab Bima.
"Lohh, semalem katanya dia sehat sehat aja! kita udah siap lohh bim!" ucap Julia marah.
"Namanya juga sakit, gak bisa di prediksi kapan datangnya kan." jawab Bima.
"Ish! ya udah! kita berangkat sendiri aja! bye!" ucap Julia ketus lalu pergi begitu saja.
"Misi mas Bima." ucap Syila pamit.
"Maaf ya." ucap Bima.
"Iya gak papa mas." jawab Syila lalu pergi menyusul teman-temannya.
__ADS_1
Setelah itu Bima pun kembali masuk ke dalam untuk menonton TV di ruang keluarga.
"Mau kopi gak bim?!" tanya Riski dari dapur.
"Satu ris! yang kentel ya." jawab Bima.
"Manis gak?" tanya Riski.
"Sedeng aja." jawab Bima.
"Tarr..." ucap Riski.
Bima bersantai di basecamp sampai malam hari, tepat di jam 8 malam Bima berpamitan pulang karena bosan di sana. Di perjalanan pulang, sistem memberikan titik lokasi yang membuat Bima kebingungan.
"Apa bob?" tanya Bima berhenti di indomaret untuk beli minuman dan rokok.
[Datang saja bos, tunggu sampai jam 9 atau jam 10 malam]
'Yaa.." jawab Bima sembari membayar rokok dan minumannya.
Setelah itu Bima menghidupkan rokoknya lalu tancap gas menuju lokasi yang sudah sistem berikan. Sesampainya di lokasi, Bima di buat bingung karena Bima di bawa ke sebuah hotel OYO.
[Tunggu saja bos, sambil sebat santai, kau gak buru buru juga kan]
"Gak sih, ya udah aku tunggu di warkop aja." ucap Bima pergi menuju warung kopi yang buka sampai dini hari nanti.
"Kopi satu pak." ucap Bima.
"Manis mas?" tanya penjual.
"Siap mas." ucap penjual langsung membuatkan kopi pesanan Bima.
Bima duduk di warkop itu sambil terus memperhatikan Lobby hotel yang terlihat jelas dari sana. Tepat pukul 11 malam, Bima di buat kaget melihat Julia, Angel dan Dion sedang checkout dengan pakaian berantakan.
[Paham bos?]
'Kenapa kau melakukan ini?' tanya Bima merasa hatinya hancur.
[Aku mau kau sadar kalau wanita yang kau agung agungkan itu bukanlah wanita baik-baik, dia hanya mau memanfaatkanmu yang bodoh ini. Aku mau kau fokus pada nyonya Zoya, aku kasihan bos dengannya yang hanya berjuang sendirian membangun bahtera rumah tangga yang harusnya kau nahkodai]
'Sadarlah bos, ada wanita yang jauh lebih baik sedang menunggumu membuka hati. Ayo bisa yok buat sadar dan jadi lebih baik lagi.' ucap Kong menasehati Bima.
'Hidup jangan sampai di kendalikan perasaan cinta bos, yang harusnya mengendalikan kehidupan itu sebuah persatuan dari logika dan perasaan. Jangan hanya salah satunya saja, itu akan menghancurkan hidupmu.' ucap Dexter.
[Hidup kadang harus menggunakan logika, tapi kadang juga harus menggunakan perasaan, dan kadang juga hidup harus menggunakan keduanya untuk menyelesaikan sebuah masalah. Sadarlah bos, kau terlalu bodoh untuk wanita di luar sana]
"Pak bayar." ucap Bima.
"Apa aja mas?" tanya penjual.
"Kopi item kentel satu sama gorengannya 10." jawab Bima.
"15 ribu aja mas." ucap penjual.
"Kembaliannya buat bapak aja, makasih ya pak udah mau jadi temen ngobrol." ucap Bima memberikan uang 100 ribu.
__ADS_1
"Wihh, makasih banyak mas." ucap penjual sangat senang.
"Saya pamit dulu pak." ucap Bima berpamitan.
"Iya mas, hati hati." jawab penjual dengan hati riang gembira.
Bima pun pergi kembali ke rumahnya dengan wajah lesu dan hati yang sesak. Sesampainya di rumah, Bima memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam rumah.
Bima di buat kaget melihat Zoya yang ketiduran di ruang keluarga dengan TV yang masih hidup.
[Lihat bos? bukalah hatimu perlahan, terima kehadirannya, dia adalah sebaik-baiknya wanita dari beberapa wanita yang kau kenal]
'Aku akan buka hatiku untuknya.' ucap Bima tersentuh.
[Semoga bahagia bos]
Bima tersenyum lalu mengangkat tubuh Zoya ke kamar supaya badanya tidak sakit. Setelah itu Bima mengganti bajunya dan turun ke ruang makan untuk mengisi perutnya.
Bima memanaskan makanan yang sudah tersedia di atas meja makan, saat sedang sibuk memanaskan makanan, Zoya datang sambil mengucek matanya.
"Baru pulang?" tanya Zoya.
"Iya, tadi rapat di basecamp dulu." jawab Bima tersenyum.
"Pantes sampai larut gini." ucap Zoya duduk di kursi meja makan.
Tak lama Bima selesai memanasi lauk makanan buatan Zoya dan ikut duduk di meja makan untuk mulai makan. Saat suapan pertama, Bima di buat kaget dengan rasa makanan buatan Zoya yang berbeda dengan dulu saat dia masih berlatih.
"Kenapa? gak enak ya? maaf ya." ucap Zoya menggaruk kepalanya merasa bersalah.
"Beda ya rasanya, lebih enak, gak kayak dulu." ucap Bima.
"Yang bener?" tanya Zoya ragu.
"Iya, kamu beli di mana?" tanya Bima bercanda.
"Sembarangan! itu buatanku sendiri ya!" jawab Zoya kesal.
"Hahaha...bercanda." ucap Bima tertawa.
"Udah habisin cepet, dah larut malam." ucap Zoya tersenyum.
Bima memakan makanan di piringnya dengan lahap sampai habis, setelah itu dia mencuci piring bekasnya supaya besok Zoya tidak ada kerjaan tambahan. Setelah itu Bima mengajak Zoya untuk segera tidur.
Di kamar Bima merebahkan tubuhnya di samping Zoya yang baru selesai kencing.
"Bobok ya.." ucap Zoya memeluk Bima.
Di luar dugaan nya, Bima memeluk balik Zoya dan mengelus pucuk kepalanya dengan sesekali menciumnya.
"Kita mulai dari sini ya sayang, maaf sudah tidak menerimamu." ucap Bima lembut.
Zoya tersenyum lebar dengan hati bahagia bukan main, dia memeluk Bima sangat erat merasakan kenyamanan di sana.
Bima terus mengelus lembut kepala Zoya sampai merasakan kantuk, akhirnya Bima pun terlelap dengan memeluk Zoya.
__ADS_1
Bersambung....