King Of Universe

King Of Universe
Bab 53


__ADS_3

Baammmmm....


Bima mendaratkan tendangan keras di dada Alvin yang membuatnya terhempas jauh dengan nafas sesak. Tak sampai di situ, Bima kembali melesat dan melayangkan beberapa pukulan keras di wajah Alvin.


Alvin yang tak bisa mengimbangi kecepatan Bima membuatnya menerima semua pukulan Bima. Bima melompat menjaga jarak, dia mengeluarkan pedang Yin Yang lalu menengok ke arah Drago.


Terlihat Drago sedang memakan semua pasukan iblis secara bertahap supaya asupan energi untuk evolusi tahap akhir bisa tercapai.


"Sudah puas?!" tanya Bima setelah melihat semua pasukan iblis habis tak tersisa dilahap Drago.


"Aku kembali tuan! aku tunggu energimu!" jawab Drago masuk ke dalam tubuh Bima.


"Hahahaha..." Bima tertawa keras lalu kembali menatap Alvin yang ternyata sudah masuk ke mode Combat.


"Kali ini aku tak akan kalah!" teriak Alvin dengan wujud Iblis.


"Mimpi!" ucap Bima singkat lalu melepas segel 5% kekuatannya.


Woshhhh....


Booommmm...


Alvin terpental terkena tendangan keras Bima, tak sampai situ, Bima kembali melesat melayangkan serangan dengan teknik pedang kuno yang mustahil di tebak.


Crashhh...


Crashhhh...


Alvin terkena beberapa kali tebasan pedang Yin Yang milik Bima yang membuat tangan kanannya putus.


"Tebasan sampah! aku dewa! semua tubuhku abadi!" teriak Alvin mencoba menumbuhkan tangannya kembali.


Namun nihil, tangannya tidak bisa tumbuh, bukannya sembuh Alvin malah merasakan rasa sakit yang luar biasa.


"Arghhhhhh!" teriak Alvin mengerang kesakitan.


"Pedang Yin Yang ini bukan pedang biasa! ini pedang pembasmi kejahatan!" teriak Bima langsung melesat.


Bima kembali menyerang Alvin dengan lebih brutal dan agresif. Alvin yang sudah kehilangan tangan kanan serta fokus yang terbagi membuat gerakannya berantakan.


Bima tak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia langsung menebas tangan kiri Alvin.


Crashhhh..


"Arghhhhhh...."


Alvin mengerang kesakitan dengan air mata yang mengalir, rasa menyesal pun datang, kenapa dia harus bersekutu dengan iblis? itulah penyesalannya.


"Enak? enakkan jadi penghianat?" tanya Bima mencekik Alvin.


"A-ampuni a-aku..." ucap Alvin terbata bata.


Bima terdiam sejenak.


'Bunuh!'


"Setelah menjadi penghianat?" tanya Bima langsung mematahkan leher Alvin, lalu mencacah tubuh Alvin.


Setelah menjadi potongan-potongan daging, Bima langsung membakarnya dengan api emas.


Woshhhhhh....


"Kau sudah membunuh Dewa! Ashura Neilson Nara! kau akan kami buru untuk di bunuh! kekuatanmu sudah terlalu berbahaya!" ucap sebuah suara dari atas langit.


"Hahahahahahaha.....kalian datang semua pun aku tidak gentar!" teriak Bima sangat keras menatap langit.


"Beraninya kauu!!" teriak suara itu.


"Suruh mereka turun! biar pedang dan darah yang berbicara!" teriak Bima menyeringai.


"Tunggu kematianmu!" ucap suara itu terdengar sedikit gentar.


"Cih! sampah!" gumam Bima sinis.


Bima menatap para hunter yang sudah bersiap menggenggam senjatanya masing-masing. Bima menyeringai dengan aura kegelapan yang sangat pekat.

__ADS_1


Woshhhhh...


Bima menggunakan mode Abyss nya lalu terbang melayang di atas udara, ribuan pedang dari elemen kegelapan yang sudah di lapisi api neraka muncul bagaikan air hujan.


"Yang mulia! hamba menghadap! siapa yang ingin di bawa yang mulia?!" ucap siluet Raja Neraka yang bentuknya sangat amat mengerikan.


Di sisi para hunter, Andi dan Aulia dibuat kaget dengan kemunculan Raja Neraka yang terkenal akan kekejaman dan kekuatannya yang sangat amat dahsyat.


"Hades...." ucap Aulia lirih dengan tubuh bergetar ketakutan.


"D-dia mampu menundukkan Hades?" gumam Andi terduduk lemas.


"Kakkkk!" teriak Albert keras.


"Lepaskan senjata kalian sialan!!!" teriak Tigers panik.


Seketika semua hunter langsung melempar senjatanya dan melakukan hormat ala kesatria.


"Hormat kami tuan!" teriak mereka.


"Hahahahahaha....setelah melihat kematian baru kalian sadar? hahahahaha naif!" ucap Bima tertawa keras.


"Hahahahahahaha....apakah kita akan memperlihatkan sisi iblis kita yang mulia? sisi iblis yang melebihi iblis murni?!" ucap Hades tertawa keras.


"Bukan waktunya, kita tunjukan jati diri kita di depan Albedo! biar aku tunjukan apa itu kekuasan! apa itu penguasa! siapa penguasanya!" teriak Bima menyeringai.


"Aku akan menunggu yang mulia! aku akan menunggu waktu itu!" teriak Hades lalu menghilang begitu saja diikuti Bima yang berubah ke wujud manusianya.


"Pergi! persiapkan diri kalian untuk perang besar!" ucap Bima.


"Baik!" jawab para hunter langsung mengambil senjatanya masing-masing lalu terbang pergi.


Bima tersenyum menghampiri Aulia yang terlihat ketakutan, Bima memeluk Aulia dengan penuh kasih sayang.


"Pergi! jauh jauh dari aku! aku tak mau mengenalimu lagi!" teriak Aulia mendorong Bima.


"Haihhhh....sudah aku duga, baiklah kalau itu maumu." ucap Bima menghela nafas berat.


"Kak, jangan pergi...." ucap Albert lirih.


"Cih! percuma wajah sedihku!" ucap Albert jengkel.


"Hahahaha...." Bima tertawa keras lalu berjalan menghampiri Berliana yang berdiri di belakang Andi karena takut menggangu anaknya yang sudah membencinya.


"Mamah tidak rindu padaku?" tanya Bima meregangkan tangannya.


Berliana yang sudah menunggu waktu ini langsung memeluk Bima sangat erat sambil meneteskan air matanya.


"Maaf ya mah, sudah bikin mamah sakit hati selama ini. Bima waktu itu masih belum menerima kenyataan kalau mamah mau menikah lagi." ucap Bima.


"Mamah juga minta maaf ya sayang, maaf egois, mamah terlalu bodoh! mamah gak pernah perhatiin kamu! mamah minta maaf!" ucap Berliana dengan suara serak.


"Iya mah, Bima maafin kok." jawab Bima tersenyum sembari mengelus punggung Berliana.


"Ya udah, Bima mau pulang duluan." ucap Bima tersenyum.


"Pulang kemana?" tanya Berliana memiliki firasat buruk.


"Basecamp, Bima mau tinggal di basecamp dulu buat sementara." jawab Bima.


"Kenapa gak bareng aja? mamah bawa mobil kok." ucap Berliana menawarkan.


"Terbang lebih cepat mah hehehehe..." jawab Bima terkekeh.


"Ya udah, nanti mamah nyusul ya." ucap Berliana tersenyum.


"Iya, kalau gitu Bima duluan ya." ucap Bima berbalik.


"Duluan ya!" ucap Bima pada kawan kawannya.


"Yoo!" jawab mereka.


Uhuk...uhuk..


Hoekkkkk....

__ADS_1


Tiba tiba Bima batuk batuk dan memuntahkan banyak sekali darah.


'F*ckk!' batin Bima kesal.


[Kau kenapa bos?!]


'Bima!' teriak Adrian panik.


'Kau kenapa bos?! kau ada penyakit?!' tanya Kong panik.


'Diam bodoh!' ucap Bima kesal.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Berliana khawatir.


"Kebanyakan rokok mah hehee..." jawab Bima terkekeh.


"Makanya jangan banyak rokok! jaga kesehatan kamu!" ucap Berliana marah.


"Iya iya, kalau gitu Bima duluan ya." ucap Bima langsung terbang menjauh.


Namun hal tidak terduga pun terjadi, terlihat dari kejauhan tubuh Bima tiba tiba jatuh dari ketinggian tanpa sebab. Seketika semua orang langsung melesat mencari tubuh Bima dan di bawa ke basecamp.


Di basecamp, Bima langsung di tangani oleh Aurora serta Lia dan Diana. Ketiganya memeriksa kondisi Bima, betapa terkejutnya mereka melihat jiwa Bima yang hampir pecah dan banyaknya racun di dalam tubuh Bima.


[Sialan! aku di tipu! bos bodoh!]


'Dasar anak bodoh! kenapa kau jadi bodoh begini bimaaa!' teriak Adrian sangat kesal.


'Hebatnya dia bisa menipu dua monster itu.' ucap Drago takjub.


'Kau lihat? bos sangat mengagumkan bukan?!' seru Kong bangga.


'Iya! aku sangat bangga padanya.' jawab Drago menganggukkan kepala.


"Kenapa bunda?" tanya Albert aneh.


"Kamu bikin potion pemulih Jiwa, sama potion penawar racun sebanyak mungkin! cepat!" jawab Aurora panik.


"Ayo ikut aku!" ajak Albert pada Rizal.


"Oke!" jawab Rizal.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Berliana khawatir.


"Sangat parah, racun dimana-mana, jiwanya hampir pecah, dan ada satu penyakit yang tidak bisa aku deteksi di tubuhnya. Penyakit itu sangat bahaya dan bisa mengancam nyawa Bima." jawab Aurora.


"Astagaaa...kenapa harus begini?!! baru saja akur, kenapa harus ada halangan seperti ini..." ucap Berliana menangis sedih.


"Bunda, penyakit di tubuh Bima kebal potion." ucap Aulia tidak tega dengan keadaan suaminya.


"Apa maksud kamu nak?" tanya Aurora bingung.


"Yang bunda lihat itu hanya ilusi, sebenarnya penyakitnya jauh lebih parah. Tapi aul tidak tau penyakit macam apa itu, lebih baik kita berikan saja potion pemulih supaya Bima cepat sadar dan menceritakan semuanya." jawab Aulia.


"Ada apa ini?" tanya Zoya yang baru tiba setelah liburan panjang.


"Kak Zoya, Bima terkena penyakit parah, kakak tau penyakit apa ini?" jawab Aulia mencoba untuk dekat dengan Zoya.


"Sebentar aku cek dulu ya." jawab Zoya ramah.


Zoya pun mengecek keadaan Bima dari jiwa, alam hampa, kondisi kesehatan, semua Zoya cek tanpa ada satu cm pun yang luput.


"Penyakit apa ini?! parah sekali! aku tidak pernah menemukannya!" seru Zoya kaget.


"Segitu parahnya dia." bisik Riski pada Doni.


"Ini juga gara gara ngelindungin kita ***!" bisik Julian.


"Iya juga." gumam Riski baru sadar.


"Albert! tidak jadi nak potionnya! bawa potion pemulih saja!" teriak Aurora.


"Iya bun!" jawab Albert langsung berlari diikuti Rizal.


Aurora meminumkan potion pemulih yang di berikan Albert, namun tidak ada perkembangan dari tubuh Bima. Sehingga mereka memutuskan untuk memindahkan Bima kekamar supaya bisa istirahat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2