
Di saat para tamu undangan menikmati berbagai macam makanan dan menikmati lantunan musik klasik, Bima malah sedang di marahi habis habisan oleh Jennifer atas kecerobohannya tadi.
"Pokoknya aku gak mau tau ya, kamu harus kurang kurangin kayak begituan. Inget dong, kamu itu sekarang sudah punya istri dan anak walaupun bukan anak kandung." ucap Jennifer.
"I-iya..." jawab Bima hanya bisa menundukkan kepala tidak berani melihat wajah Jennifer yang sangat mengerikan saat sedang marah.
"Iya iya! janji dulu!" ucap Jennifer kesal.
"J-janji..." jawab Bima menganggukkan kepalanya.
"Main boleh, tapi jangan sampai lupa waktu!" ucap Jennifer yang di sambut anggukkan Bima.
"Awas aja kalau di ulangin sekali lagi! habis kamu!" ucap Jennifer mengancam Bima.
"Ayah, maaf, Adel tidak bisa membantu...." bisik Adel yang juga takut melihat ibunya marah.
"Ibumu sangat mengerikan..." bisik Bima saat Jennifer menengok ke arah lain.
"Iya! aku setuju dengan ayah!" jawab Adel menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Kalian bicara apa barusan? hem?" tanya Jennifer menengok dengan wajah merah karena sangat marah.
"Kamu sangat cantik hari ini! benarkan Adel!" jawab Bima sedikit panik.
"Benar ayah! ibu sangat sangat cantik malam ini!" ucap Adel dengan wajah pucat.
"Terimakasih..." ucap Jennifer tersenyum manis dan memeluk mereka berdua.
Bima dan Adel pun bernafas lega melihat Jennifer yang sudah tidak mengamuk lagi.
"Ibu! Adel lapar!" rengek Adel.
"Ayo ayah antar mengambil makanan." ajak Bima.
"Yeyyy!" seru Adel langsung melompat memeluk Bima.
Keduanya pun berjalan mencari makanan yang sesuai hawa di dalam aula yang dingin.
"Adel mau bakso ayah!" ucap Adel menunjuk outlet yang menyediakan menu bakso.
"Okey!" jawab Bima menuruti kemauan Adel.
Bima mengambil semangkuk bakso lalu kembali berjalan mencari makanan yang bisa mengganjal perutnya yang belum terisi dari kemarin.
Akhirnya Bima memilih sate ayam sebagai makanan pertamanya di hari yang bahagia ini. Setelah itu Bima mengajak Adel untuk mengambil buah buahan dan kue.
Setelah itu mereka berdua kembali menemui Jennifer yang sedang duduk sendirian di meja khusus pengantin yang berada di depan panggung.
"Ibu mana?" tanya Jennifer saat melihat Adel menyantap baksonya.
"Ibu tadi tidak pesan sih!" jawab Adel dengan mulut penuh.
Tanpa banyak bicara Bima langsung menyuapi Jennifer dengan sate yang tadi dia ambil. Jennifer menerimanya dan tersenyum manis melihat kepekaan sang suami.
"Kenapa?" tanya Bima aneh melihat Jennifer yang senyum senyum sendiri.
"Enggak kok." jawab Jennifer masih tersenyum manis.
"Ibu mau coba bakso tidak? ini enak lho." ucap Adel menyodorkan baksonya.
"Adel makan saja, ibu tidak terlalu suka bakso." jawab Jennifer.
__ADS_1
"Padahal enak lho!" ucap Adel memakan bakso yang dia tawarkan tadi.
Keharmonisan keluarga baru itu membuat para tamu undangan yang melihatnya iri, bahkan Berliana yang menjadi ibu kandung Bima pun dibuat iri dengan perlakuan Bima terhadap anak yang bukan dari darah dagingnya.
Berliana merasa kalau dulu dia bukan seorang ibu yang baik, Berliana baru sadar kalau dulu dia adalah seorang ibu yang buruk.
Sedangkan Aurora merasa bangga terhadap Bima yang mampu menerima seorang anak yang bukan dari darah dagingnya dan bisa menjadi sosok ayah yang baik bagi anak itu.
Namun semua ini tidak bertahan lama, tiba tiba sebuah ledakan dahsyat terjadi di pintu masuk yang menyebabkan beberapa tamu undangan terluka parah.
Sosok pria berjubah hitam dengan topeng hitam berjalan masuk ke dalam gedung dengan tiga pria di belakangnya yang tak kalah kuatnya.
"Siapa yang berani merebut gadisku!!!" teriak pria itu penuh amarah.
"Siapa!!!" teriak pria itu lagi dengan suara yang lebih keras.
"Hoy hoy hoy! bisa pelankan suaramu? ini acara suci." ucap Riski berjalan ke depan pria bertopeng itu dengan diikuti Julian dan Arie.
"Siapa kau?! beraninya menantang Dewa Terkuat sepanjang masa ini!" teriak pria itu dengan aura yang sangat kuat keluar dari tubuhnya.
"Aku? aku adalah Riski, Dewa Petir yang menguasai benua Timur Alam Dewa!" ucap Riski mengeluarkan aura Dewanya.
"Aku Dewa Galaxy, Julian! penguasa Benua Utara Alam Dewa!" ucap Julian mengeluarkan aura Dewanya.
"Aku Arie, Dewa Cahaya yang menguasai Benua Barat Alam Dewa!" ucap Arie mengeluarkan aura Dewa Cahaya yang sangat kuat dan dahsyat.
"Siapa kau?" tanya sebuah suara yang di susul aura mengerikan yang langsung membuat aura mereka hangus.
"Nikmati waktumu kawan! empat curut ini urusan kami!" ucap Riski tersenyum sinis.
Bima berjalan mendekati mereka dengan wujud asli sosok Ashura yang sangat di takuti di seluruh Alam Semesta.
"Kalau boleh tau, siapa kau? siapa Dewa terkuat sepanjang masa itu?" tanya Bima tepat di depan wajah pria itu dengan senyuman mengerikan.
"Dewa Kegelapan ya? Ares? bukannya Ares itu Dewa Perang ya?" tanya Bima tersenyum lebar.
Pria itu terdiam dengan mata melotot, dia tidak menyangka kalau orang di hadapannya mengetahui seluruh nama Dewa Dewi di Alam Semesta.
Woshhhhh....
"Kau Dewa Kegelapan kan? ayo bertarung!" ucap Bima dengan aura kegelapan yang sangat murni dengan siluet Kuro di belakangnya yang terlihat sangat amat marah.
Seketika seluruh tamu undangan dibuat kaget melihat siluet Kuro yang terkenal sebagai Beast pemilik elemen Kegelapan paling murni di seluruh Alam Semesta ini.
Mereka sangat tidak menyangka bahwa Bima berhasil menjinakkan Naga Kegelapan yang sangat beringas itu. Pria yang sebelumnya terlihat sangat pemberani dan terlihat sedang marah, kini terdiam tidak bisa berkata-kata lagi.
"Kau berani mengusikku, artinya kau sudah siap mati." ucap Bima dingin.
Pria itu melotot, selama hidupnya dia belum pernah merasakan rasa takut yang sebesar ini.
"Bunuh mereka." ucap Bima dingin lalu berbalik meninggalkan mereka.
Woshhhh....
Buaghhhh...
Booommmm...
"Wooooo!!!!" teriak Riski sangat bersemangat.
Julian mengikuti Riski yang sudah lebih dulu menyerang ketua dari kelompok tersebut. Arie yang sudah lama tidak merasakan darah segar di tangannya langsung ikut menyerang mereka.
__ADS_1
Keempat pria asing itu di giring keluar Gedung supaya tidak menimbulkan korban dari pertarungan mereka.
"Maaf tuan dan nyonya atas ketidaknyamanannya, silahkan dilanjutkan." ucap Bima kembali ke wujud manusia dan duduk di samping Jennifer yang seperti terpesona dengan Bima.
"Ayah hebat! wooo!" seru Adel heboh.
"Biasa saja hehehe...." jawab Bima menggaruk tengkuknya.
Di gerbang masuk, para Dewa Dewi yang menguasai kemampuan penyembuhan melakukan pertolongan pertama pada para korban ledakan pintu masuk.
Setelah itu mereka memberikan potion penyembuhan yang sudah Bima sediakan sejak dua hari yang lalu. Situasi yang mencekam pun bisa kembali normal dan pesta kembali berjalan dengan meriah.
Tak lama, Julian, Riski, dan Arie pun kembali dengan pakaian berlumuran darah segar. Wajah mereka juga terlihat sangat lega dan bahagia, seperti mendapatkan jekpot dari lotre.
"Ayah, mereka teman temanmu?" tanya Adel saat duduk di pangkuan Bima sambil makan buah buahan.
"Iya, lebih tepatnya sahabat ayah." jawab Bima menganggukkan kepalanya..
"Apa Adel boleh tau kenapa mereka sangat bahagia ayah?" tanya Adel penasaran.
"Mereka sangat bahagia karena menghadiri acara ini, apa Adel tidak tau itu?" ucap Bima.
"Pantas saja mereka sangat bahagia ya ayah! soalnya makanan di sini enak enak dan berbagai macam!" ucap Adel dengan polosnya.
"Itu Adel tau sendiri." ucap Bima tersenyum.
Jennifer hanya bisa terus tersenyum melihat Bima yang mampu membuat Adel tenang dan tidak ketakutan. Jennifer menyenderkan kepalanya di lengan Bima dengan senyum manis yang sangat indah di mata Bima.
"Terimakasih." ucap Jennifer pelan.
"Buat apa?" tanya Bima aneh.
"Untuk semuanya." jawab Jennifer menatap Bima lekat.
"Ibu aneh." ucap Bima pada Adel.
"Ibu lapar? biar Adel suruh ayah ambilkan makanan." ucap Adel membelai pipi Jennifer.
"Tidak sayang, ibu sudah kenyang makan berdua dengan ayah." jawab Jennifer tersenyum manis.
"Ibu mau buah saja? ini." ucap Adel menyuapi Jennifer buah semangka segar.
"Terimakasih." ucap Jennifer tersenyum.
"Ayah, kapan acara ini selesai? Adel sudah ngantuk." tanya Adel sambil menguap.
"Masih nanti malam, Adel kalau mau istirahat duluan saja, ajak ibu juga ya." jawab Bima.
"Ibu ibu, Adel mengantuk." ucap Adel memeluk Jennifer.
"Baiklah, ayo istirahat dulu, biar ayahmu di sini dulu." ucap Jennifer.
"Ayah jangan malam malam yang tidurnya." ucap Adel.
"Iya." jawab Bima mencium pipi gembul Adel.
"Aku menidurkan Adel dulu." ucap Jennifer mencium pipi Bima lalu pergi dengan wajah merah karena malu.
[Ihiyyy! dapat ciuman pertama nihhh!]
'Kiu kiu! ahayyy!' seru Kong menggoda Bima.
__ADS_1
Bima hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala mendengar ucapan sistem dan Kong.
Bersambung....