
Bima bersama Adel pergi ke halaman belakang di mana banyak sampah dedaunan berserakan di sana karena belum waktunya di bersihkan.
"Kamu bersihkan semua sampah di area ini, kalau sampai jam makan siang belum selesai, kamu tidak boleh makan permen selama satu minggu." ucap Bima.
"Jangan permen ayah! aku mohon!" ucap Adel memohon.
"Loh! berani membantah ayah?!" tanya Bima tegas.
"Tidak ayah!" jawab Adel langsung berlari mengambil peralatan bersih bersih dan memulai hukumannya.
Bima duduk di bangku taman sambil mengawasi Adel yang sibuk memunguti sampah daun dan di taruh di tong sampah.
[Kalau tidak di begitu kan dia akan menganggap semua barang yang tidak ada namanya miliknya bos]
'Kau tau itu.' ucap Bima mengangguk pelan.
3 jam kemudian, Adel pun telah selesai membersihkan sampah di area yang Bima tunjuk. Kini Adel sedang duduk beristirahat minum air mineral yang Bima berikan.
"Ingat! jangan sampai kamu ambil sesuatu yang bukan hak kamu! itu akan menjadi sebuah masalah kedepannya!" ucap Bima tegas.
"Siap ayah!" jawab Adel tegas.
"Baiklah, kamu cepat mandi mumpung jam makan siang belum sampai." ucap Bima.
"Baik ayah!" jawab Adel langsung berlari menuju kamarnya untuk mandi.
Bima pun pergi ke kamarnya untuk mengecek Jennifer, saat memasuki kamar, Bima di sambut dengan koper koper berisi pakaian dan berbagai barang. Bima tidak melihat Jennifer ada di sana, karena kebelet kencing, Bima langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Kyaaaaaa!" teriak Jennifer saat Bima masuk kamar mandi.
"Hehehe....maaf, udah kebelet." ucap Bima nyengir sambil kencing.
Plakk...
"Mesummm!" seru Jennifer menampar pipi Bima lalu menutup wajahnya.
"Hilihhh! tadi pagi aja dobrak pintu waktu aku mandi!" ucap Bima sambil menyimpan kembali ularnya.
"Bubuy! keluar! ihhh!" ucap Jennifer.
"Sabar!" jawab Bima cengengesan.
Bima pun keluar dari kamar mandi dan merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu bermain ponsel. Tak lama Jennifer pun keluar dari kamar mandi memakai bathrobe dan rambutnya masih terbalut handuk.
"Bubuy!" panggil Jennifer dengan wajah kesal.
"Apa?" jawab Bima menengok.
"Tanggungjawab!" ucap Jennifer berjalan mendekati Bima.
"Apa? aku kan dah nikahin kamu." tanya Bima kebingungan.
__ADS_1
"Aku jadi pingin gara gara bubuy!" ucap Jennifer langsung menerkam Bima dan ******* bibir Bima dengan agresif.
Mereka pun melakukan olahraga panas siang itu, 5 ronde mereka lakukan sampai Jennifer terkapar lemas penuh keringat. Setelah sama sama puas, keduanya pun mandi bersama, selesai mandi dan berpakaian mereka pun pergi makan siang di ruang makan.
"Tumben telat nak." ucap Diana tersenyum.
"Tadi bantu beres beres bun." jawab Bima nyengir.
"Rajin banget kamu, padahal nanti sore masih bisa loh." ucap Berliana menahan tawanya.
Bima hanya nyengir sambil mengambil makananan, Bima memakan makanannya sambil berbincang-bincang santai dengan yang lain.
Hari itu tidak ada hal yang menarik bagi Bima, jadi dia hanya duduk bersantai di bawah pohon taman Kerajaan sambil merokok menikmati hari.
Setelah makan malam pun Bima langsung pergi tidur bersama Jennifer, malam itu Bima memperbolehkan Adel untuk tidur bersama di kamar.
Adel sangat gembira, dia tidur di tengah-tengah antara Bima dan Jennifer yang saling berpelukan. Adel merasa sangat bahagia karena akhirnya dia bisa merasakan pelukan orang tua yang lengkap dan sangat menyayanginya.
Keesokan harinya, Bima bersama teman-teman, Diana, Jhon, Berliana dan yang lainnya pun berpamitan untuk kembali ke Bumi.
Aurora, Silvia, dan Zoya tidak ikut ke bumi karena malas meladeni sifat sifat manusia di sana yang menurut mereka sangat bodoh dan egois.
"Bunda yakin?" tanya Bima memastikan.
"Iya nak, bunda mau di sini saja, lebih leluasa di sini dari pada di Bumi." jawab Aurora.
"Baiklah kalau itu keputusan bunda, aku pergi dulu ya." ucap Bima mencium tangan Aurora lalu membuka portal raksasa menuju Bumi.
Woshhhhh....
Dalam satu kedipan mata, mereka telah berada di depan basecamp guild The Devil's Crew yang terlihat masih sangat kokoh dan terawat dengan baik.
Mereka semua pun tersenyum bahagia karena akhirnya bisa kembali ke Bumi dan menikmati semua fasilitas hidup di sana. Namun berbeda dengan Bima, dia merasa kalau hal terburuk dari yang terburuk di hidupnya akan segera terjadi.
'Sialan! perasaan apa ini?!' batin Bima kesal.
"Kenapa buy?" tanya Jennifer heran dengan mimik wajah Bima.
"Enggak, udah ayo masuk, aku mau istirahat." jawab Bima berjalan memasuki rumah diikuti yang lainnya.
Bima memasuki kamarnya dulu dan menata semua barang barang dengan di bantu oleh Jennifer. Setelah selesai dengan kamarnya, Bima dan Jennifer lanjut menata barang-barang di kamar Adel.
Setelah itu, Bima pun keluar dari kamar dan pergi ke gazebo untuk bersantai sembari menenangkan pikirannya.
[Ada apa bos?]
'Aku merasa akan terjadi sebuah masalah besar bob.' jawab Bima.
[Maksudnya? aku benar-benar tidak paham bos]
'Suatu hal buruk dari yang terburuk akan terjadi di dalam hidupku, entah hal apa itu aku masih tidak paham.' jawab Bima.
__ADS_1
'Sudahlah tuan, tidak usah di pikirkan. Apapun yang terjadi kau harus kuat dan menjalani semua itu dengan pikiran segar.' ucap Drago.
'Haihhhh....baiklah.' jawab Bima.
Saat sedang melamun di gazebo, Bima di hampiri oleh Julian yang juga menunjukkan wajah resah.
"Napa cok?" tanya Bima heran.
"Agak resah aja." jawab Julian.
"Kenapa?" tanya Bima penasaran.
"Kau gak lihat perut Indah udah makin besar? itu yang bikin aku resah cok!" jawab Julian.
"Iyakah? gak terlalu liatin aku, kau udah mau punya anak ke dua ya." ucap Bima baru sadar.
"Makanya itu! aku khawatir kalau waktu aku keluar dia kenapa napa." ucap Julian.
"Ya kau di sini aja, ngapain kemana mana blokk!" ucap Bima.
"Kalau aku gak keluar, terus gimana nafkahi anak istriku?! bodoh!" ucap Julian.
"Udah, kau diam di sini aja, urusan nafkah gak usah dipikir, kau pikir istrimu aja yang lagi hamil tua." jawab Bima.
"Ck! bingung aku cok!" ucap Julian.
"Bingung kenapa anjir?! kau diem di rumah, gak usah pikirin masalah uang dan sebagainya. Itu udah enak banget cok!" ucap Bima.
"Bingung aku, mau cerita ini itu sama Indah nanti takutnya dia kepikiran terus berefek sama kehamilannya. Kalau gak cerita aku yang terbebani, pusing." ucap Julian.
"Kau ada masalah apa?" tanya Bima penasaran.
"Masalah keluarga, ayahku lagi sakit sakitan, parah banget sakitnya. Aku udah cari obatnya kemana mana, tapi gak nemu nemu juga. Di tambah ibunya Kevin ketahuan selingkuh, suasana di rumah itu bener bener lagi berantakan banget." jawab Julian.
"Anjink! anak sama orang tua sama aja ******! udah kau gak usah ikut keluar. Kau urus masalahmu dulu, jangan sampai kau mati cuma gara gara kepikiran masalah keluargamu." ucap Bima.
"Hahhhhh....ya udah deh, aku mau jagain Indah sampai lahiran. Sorry aku gak bisa bantu." ucap Julian.
"Santai aja cok, udah sana jagain istrimu aja." ucap Bima.
Julian menganggukkan kepala dan pergi memasuki rumah dengan kepala menunduk.
[Bos, lebih baik guild ini kau bagi dua, tim senior dan tim junior. Untuk tim Senior itu isinya 6 orang saja, kau, kakakmu, adikmu, Riski, Julian, dan Arie. Sedangkan tim Junior, di isi sahabatmu yang lain dan anak dari sahabat sahabatmu]
"Memangnya kenapa?" tanya Bima.
[Ini bertujuan untuk menghemat tenagamu dan supaya kau memiliki waktu banyak untuk beristirahat karena sudah sangat lama kau beraktivitas setiap hari dan merasakan berbagai luka. Jadi kau juga butuh banyak waktu untuk istirahat supaya kekuatanmu tidak mlempem saat pertarungan besar]
"Baiklah, aku akan bicarakan nanti." ucap Bima paham.
[Baiklah]
__ADS_1
Bersambung....