
Siang harinya Bima, Julian, Riski dan Arie pergi ke Asosiasi untuk ambil misi sebagai alat ukur seberapa kuat mereka sekarang.
Saat sedang berjalan keluar gedung, tiba tiba Bima di panggil oleh seorang wanita asing yang sangat cantik, manis dan imut.
"Siapa cok?" tanya Bima bingung.
"Lah! kau yang di panggil! ya kita gak tau anjink!" jawab Riski kesal.
"Tinggal aja, gak penting cok." ucap Bima lanjut berjalan.
"Kaka Bima penyuka sesama jenis?" tanya Arie
"Tidakk! bodoh!" jawab Bima kesal.
"Syukurlah kalau seperti itu!" ucap Arie lega.
Mereka pun pergi meninggalkan wanita yang sedang berlari mengejar keempatnya.
"Kenapa dia?" gumam wanita itu heran.
Karena bingung, wanita itu pun pergi ke sebuah tempat yang dulu dia tinggali.
Sedangkan Bima, dia dan yang lainnya masuk ke dalam portal yang kebetulan juga dekat dengan Asosiasi. Mereka mempraktikkan semua yang sudah Bima ajarkan selama satu minggu kebelakang.
Hasilnya sangat sangat luar biasa, mereka berempat berkembang sangat pesat, kekuatan yang sebelumnya telah luntur, kini telah kembali dengan 10x lipat lebih kuat.
Kemampuan yang mereka dapat baru baru ini juga telah Bima maksimalkan setelah membaca ratusan buku di perpustakaan alam Surgawi.
Portal kelas Dewa Iblis pun mereka bertiga libas hanya dalam waktu 30 menit tanpa ada luka serius di tubuhnya. Bima yang hanya menonton dibuat puas melihat ketiga anak didiknya yang tampil memukau.
"Mantap!" teriak Bima bertepuk tangan dengan wajah sumringah.
'Keren bos! semua di libas tanpa ampun!' ucap Kong ikut takjub.
'Ini enaknya punya murid dikit Kong! bisa maksimal!' ucap Bima.
'Aku baru sadar bos!' ucap Kong paham.
'Baguslah kalau kamu sudah ada planning sendiri nak! ayah bangga!' ucap Adrian.
'Hehehehe...' Bima nyengir dengan perasaan bangga.
"Gimana? keren gak?!" tanya Riski berpose dengan sabitnya.
"Habis ini kalian berdua aku latih secara khusus buat aktifin mode bankai! nanti Julian juga bakalan aku latih rutin biar mode bankainya maksimal." ucap Bima.
"Tidak sabar e saya!" ucap Arie penuh semangat.
"Hey Arie, kau sudah temui orang tuamu belum?" tanya Julian.
"Sudah dong kaka, semalam kan saya pulang jam 11 malam, itu saya pergi ke rumah saudara yang kebetulan ada di bekasi. Saya punya papa dan mama baru kemarin pagi datang ke sana." jawab Arie.
"Kau sudah minta restu kan?" tanya Bima.
"Adu mama e! saya lupa kaka! nanti sore saya ke sana lagi e! saya izin besok cuti!" jawab Arie menepuk jidatnya.
"Kau ini! pelupa sekali! sudah, habis ini kau cepat ke rumah saudaramu ya, temui orang tuamu, besok kita libur." ucap Bima menepuk jidatnya.
"Aduu maaf e kaka, jadi menghambat begini!" ucap Arie.
"Santai, kita masih ada banyak waktu." jawab Bima.
"Ayo balik! laper cok aku!" ajak Riski.
"Gass!" jawab Julian.
Mereka pun segera kembali ke Asosiasi untuk mengurus penyelesaian misi dan menjual inti core yang di dapat. Setelah itu mereka pun pulang ke basecamp.
Mandi, lalu pergi makan siang di gazebo, mereka bertiga makan bersama, sedangkan Arie langsung pergi ke rumah saudara untuk kembali menemui sang orang tua.
__ADS_1
[Bos! kau tau wanita di Asosiasi tadi?! sial! aku baru ngeh bos!]
'Siapa? aku tidak kenal.' tanya Bima.
[Itu Nyonya Silvia bos! ternyata yang selama ini bersama mu adalah clone nya! dia sedang mengurus surat pensiun di pemerintahan pusat waktu itu!]
'Ohh." ucap Bima tidak peduli.
'Biarkanlah bos, bermain dengan perasaan itu membuatmu kesulitan.' ucap Kong.
'Benar.' jawab Bima.
'Bima! kerajaan Valhalla di serang! kau cepat kesana! aku akan menyusul!' teriak Aron panik.
"Aku ada urusan, kalian jaga rumah dulu." ucap Bima buru buru buka portal dan menghilang begitu saja.
"Kenapa dia?" tanya Julian aneh.
"Entah." jawab Riski sambil nyomot ayam goreng yang ada di piring Bima.
"Minimal bagi dua lah!" ucap Julian.
"Iya iya!" jawab Riski membagi dua ayam yang belum Bima sentuh sama sekali.
Di sisi lain, Bima saat ini sedang menyusuri kerajaan Valhalla yang terdapat banyak sekali darah yang berceceran dimana mana.
"Perbuatan siapa ini?" gumam Bima tetap waspada.
Woshhhh...
Booommm....
Tiba tiba di serang oleh seorang wanita berjubah putih dengan logo khas dari gunung Olympia dan topeng putih polos. Namun Bima dapat dengan mudah menahan serangan yang berwujud tendangan itu.
"Kau Ashura! mati!" ucap wanita itu langsung menyerang Bima dengan bringas.
Bima menyambut serangan wanita itu dengan menggunakan pedang Yin Yang miliknya.
Jlebbb...
Dengan sangat mudah Bima menancapkan pedangnya di perut wanita itu. Wanita itu langsung terduduk dengan mata melotot dan ekspresi tercengang.
Bima membuka topeng wanita itu dan tersenyum sinis.
"Dewi Athena." ucap Bima tersenyum sinis.
"S-sialan! Zeus akan membalasnya!" ucap wanita itu.
"Sebelum dia membalas, aku yang akan membunuhnya!" ucap Bima lalu menggorok leher wanita itu dengan wajah datar.
Setelah itu Bima berlari ke aula utama kerajaan, Bima melihat mayat Foxs, Dom, Ella, dan para petinggi kerajaan Valhalla tergeletak dengan kepala terpisah dari tubuhnya.
"Bajingan, akan aku obrak-abrik khayangan!" gumam Bima penuh amarah.
"Kakak!" teriak Bitsy berlari dan memeluk Bima sangat erat dengan tangis histeris antara ketakutan dan sedih kehilangan keluarganya.
"Kakak di sini, jangan takut." ucap Bima memeluk Bitsy lembut.
"Ayah kak! ayah!" teriak Bitsy menangis histeris.
"Iya iya kakak tau." jawab Bima.
"Aku....aku harus bagaimana kak?! aku sudah tidak punya siapa siapa di hidupku!" teriak Bitsy.
"Kamu ikut kakak ya, ke bumi, di sini tidak aman. Semua orang-orang terdekat kakak sedang di incar untuk di bunuh." ucap Bima.
"I-iya kak, aku ikut kakak saja!" jawab Bitsy.
"Kamu tunggu di sini ya, kakak mau simpan jenazah keluarga kamu untuk di kebumikan di tempat yang suci." ucap Bima.
__ADS_1
"B-baik kak." jawab Bitsy melepas pelukannya.
Bima mengeluarkan tiga peti dan memasukkan jenazah Foxs, Ella, dan Dom di masing-masing peti. Setelah itu dia menyimpan ketiga peti itu di alam Surgawi.
Bima memanggil salah satu bawahannya yang ada di alam Dewa, namanya Alex yang memiliki kekuatan super dahsyat.
"Salam tuan." ucap Alex sedikit kaget melihat mayat-mayat bergelimpangan di sana.
"Kau aku jadikan raja di sini, urus alam Dewa, aku akan ada di belakangmu. Kebumikan semua mayat di kerajaan ini dengan layak, berikan santunan untuk para keluarga prajurit kerajaan." ucap Bima.
"Baik tuan!" jawab Alex.
"Kalau ada masalah panggil aku, aku pergi dulu." ucap Bima membuka portal dan menghilang bersama Bitsy.
Bima dan Bitsy muncul di ruang TV basecamp yang terdapat Aurora, David, dan Zoya di sana.
"Bunda." panggil Bima.
"Astaga! kamu dari mana saja?!" tanya Aurora kaget.
"Hehehe...tadi ada masalah di kerajaan kakek Foxs." jawab Bima nyengir.
"Bitsy! kamu kenapa sayang?" tanya Aurora langsung menghampiri Bitsy yang masih menangis sesenggukan.
"Semua keluarga kerajaan di bantai bunda, aku mau ke alam Surgawi dulu, mau menguburkan mayat kakek, nenek, dan Dom." ucap Bima.
"Astaga ya Tuhan!" ucap Aurora langsung memeluk Bitsy dengan sangat erat.
"Anggap saja dia ibu sambungmu, aku pergi dulu." ucap Bima pada Bitsy lalu hilang begitu saja.
"Kamu masih punya bunda sayang, gak usah sedih ya." ucap Aurora.
Bitsy hanya menganggukkan kepala tanpa menjawab. Di alam Surgawi, Bima sedang berdoa di atas kuburan ketiga orang yang sangat menyayanginya.
"Kalian tenang di sana ya, Bitsy akan aku lindungi mulai sekarang." ucap Bima menabur bunga.
Bima menatap ketiga batu nisan di depannya, emosinya benar-benar sedang di pucuk kepala saat ini. Tangan Bima mengepal keras, aura penguasanya menyebar ke seluruh sudut alam Surgawi sampai mengguncang tanah.
Tatapan mata Bima memancarkan dendam, amarah, dan kebencian terhadap para Dewa Dewi penguasa.
"Tenangkan dirimu tuan, anda akan mendapatkan hukuman berat jika membunuh salah satu Dewa Dewi penguasa." ucap Anubis.
[Dia sudah mendapatkan nya lah! semua skill telah di segel! ⅛ dari seluruh energi ikut di segel! dan hampir setengah dari kekuatan di bekukan!]
"Berapa persen?" tanya Bima dingin.
[Kekuatanmu sekarang tinggal 15000% saja bos]
"Akan aku guncang khayangan tingkat tujuh! kubunuh semua Dewa Dewi disana! pegang erat erat ucapanku!" ucap Bima penuh kebencian.
"Kapan?!!! aku siap ikut!!" teriak Drago semangat.
"Kita tunggu Poseidon datang! akan aku balaskan rasa sakit Bunda!" jawab Bima mengepal keras.
[Aku dukung boss!!!]
"Saya ikut tuan, dendamku pada para Dewa Dewi masih belum terbalaskan!" ucap Anubis.
"Latih diri kalian!" ucap Bima lalu pergi begitu saja.
[Ayo Drago! bangkitkan kekuatanmu!]
"Baik!" jawab Drago semangat.
[Anubis! buka full kekuatanmu! jangan di tekan! jangan merendah di hadapan bos!]
"Baiklah." jawab Anubis langsung pergi untuk melakukan ritual pembukaan segel kekuatannya.
Bersambung...
__ADS_1