King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 121


__ADS_3

Bima duduk di ruang TV menonton berita sambil menunggu makan malam tiba. Bima menonton berita besar mengenai keaktifan guild legendaris miliknya.


Berbagai macam reaksi Bima lihat, dari yang sangat senang sampai sangat membenci kebangkitan sebuah legenda. Dari semua reaksi tersebut, Bima tidak terlalu memikirkan, Bima hanya cuek saja dan terus menonton nya.


"Kau kecelakaan cok?" tanya Rizal yang datang sambil merokok.


"Hooh." jawab Bima.


"Kok bisa anjirr!" ucap Rizal heran.


"Ngebut terus hilang kendali, nabrak pembatas jalan terus ngeguling dah." jawab Bima.


"Patah tulang?" tanya Rizal.


"Hooh, bocor juga palaku." jawab Bima.


"Parah cok!" ucap Rizal menggelengkan kepalanya.


"Gimana tadi? lancar?" tanya Bima mengalihkan topik.


"Lancar kok, Ria, Bella, sama Kelly juga cepet buat belajar. Mereka udah ada bakat sebenarnya, tinggal moles dikit dah jadi." jawab Rizal.


"Udah setoran ke Lidia kan?" tanya Bima.


"Om Tigers yang urus semua administrasi tadi, aku gak paham." jawab Rizal.


"Oh iya, besok jadi pindahan ya emangnya? tadi tante Berliana yang bilang." tanya Rizal.


"Gak tau aku, kata Jen juga gitu soalnya." jawab Bima.


"Ya udahlah, aku mau beresin barang barang dulu." ucap Rizal beranjak pergi.


Bima kembali menonton TV sambil merokok santai, Bima menonton berbagai berita sampai malam hari. Akhirnya jam makan malam pun datang, Bima diajak Jennifer ke ruang makan.


"Nah, habisin ya." ucap Jennifer mencium pipi Bima setelah memberikan sepiring makanan.


Bima hanya tersenyum kecil lalu memakan makanan yang sudah Jennifer siapkan.


"Ayah, besok ayah harus antar Adel ya! teman-teman Adel tadi pagi di antar ayahnya, tapi Adel malah di antar ibu." ucap Adel.


"Besok sore kita periksa matamu ya Adel." ucap Jennifer.


"Mataku baik baik saja bu, kenapa harus di periksa?" tanya Adel.


"Kamu tidak lihat kondisi ayahmu? apa kamu tega memaksa ayahmu yang sedang sakit untuk mengantarmu?" tanya Jennifer dingin.


"Maaf bu..." jawab Adel menundukkan kepala.


"Cepat makan! setelah ini bereskan barang barangmu!" ucap Jennifer.


"Baik." jawab Adel.


"Besok kita pindah ya, malam ini kalian bereskan barang barang kalian. Pastikan tidak ada yang tertinggal." ucap Jhon.


"Baik." jawab mereka semangat.


Setelah makan malam, mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing. Bima kembali ke kamar untuk membantu membereskan barang-barang.


"Kamu istirahat aja buy, kamu baru kecelakaan." ucap Jennifer.


"Tangan kananku kan masih berfungsi." jawab Bima.


"Istirahat aja sayang, bobok aja ya, aku gak mau kamu jadi lebih parah." ucap Jennifer mengusap pipi Bima dengan sangat lembut.


"Tadi gimana Adel?" tanya Bima mengalihkan perhatian dan terus membantu membereskan barang-barang.


"Adel cepat dapat teman, tapi ya gitu, dia masih pingin menang sendiri. Semua kemauannya harus terwujud bagaimana pun cara nya." jawab Jennifer tersenyum tipis.


"Perlahan pasti bisa berubah, asal kamu terus bimbing saja." ucap Bima.


"Kamu juga harus tega marahin dia, kalau kamu gak marahin, dia gak bakalan berubah. Kalau kamu manjain dia, pasti di pikirannya selalu ada yang membela setiap dia melakukan kesalahan." ucap Jennifer.


"Aku akan coba." ucap Bima tersenyum tipis.

__ADS_1


Setelah semua beres, Jennifer pindah ke kamar Adel untuk membereskan baju dan mainan Adel. Sedangkan Bima duduk di teras kamar sambil merokok santai.


1 jam kemudian, Jennifer kembali dan menghampiri Bima yang sedang melamun.


"Ayo bobok buy, udah larut." ucap Jennifer dengan suara lembut.


Bima menengok dan tersenyum, Bima langsung berjalan ke ranjang untuk tidur. Keduanya tidur dengan posisi Jennifer memeluk Bima.


Keesokan harinya, setelah mengantarkan Adel ke tempat menimba Ilmu, Jennifer pun membantu yang lainnya menaikan barang-barang ke atas truk besar.


"Perabotan sekalian mas?" tanya kernet pada Bima.


"Perabotan gak usah pak, kulkas sama TV aja yang penting." jawab Bima.


"Siap siap." ucap Kernet berlalu pergi.


Bima ingin membantu namun di larang oleh Berliana karena kondisinya saat ini yang sangat memprihatinkan. Setelah semua barang di naikkan ke atas truk, mereka pun segera berangkat ke Mansion yang sudah Bima lunasi.


"Jakselnya mana bim?" tanya Riski.


"Arah ke tempat kakekku, bundaran itu kita ambil kiri. Lurus terus, ntar masuk ke komplek Mawar Indah, Mansion paling ujung." jawab Bima.


"Deket lah." ucap Riski fokus ke jalan.


"Ih! deket ini mah!" ucap Albert.


"Deket, cuma macetnya itu cok!" jawab Bima.


"Ada banyak jalan alternatif bro! santai!" ucap Riski.


20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di Mansion mewah yang sangat besar dengan garasi mewah di sebelah Mansion.



"Sampeee!" ucap Riski menghentikan mobilnya di depan gerbang.


Albert keluar untuk membuka pintu gerbang supaya mobil dan truk bisa masuk. Mereka memasukkan semua barang-barang yang ada di truk ke dalam Mansion.


Bima mencari spot yang cocok untuk di bangun gazebo beserta bar kecilnya. Bima pun mendirikan Gazebo berukuran sedang dan bar kecil di pojok kanan halaman belakang yang berada di bawah pohon mangga besar.


Setelah beres, Bima pun kembali ke depan untuk memberikan bayaran pada sopir truk.


"Mau makan dulu gak pak?" tanya Bima menawarkan.


"Wah maaf mas, ini mau langsung ambil muatan." jawab Sopir dengan sopan.


"Ohh ya udah, makasih ya." ucap Bima memberikan uang 2 juta pada Sopir.


"Kebanyakan ini mas, 1 juta aja." ucap Sopir.


"Udah gak papa, buat keluarga di rumah." jawab Bima.


"Makasih banyak mas." ucap Sopir.


"Kita jalan dulu mas." ucap Kernet.


"Hati-hati." ucap Bima.


Tinn..


Truk itu pun pergi dari halaman Mansion dan Bima masuk ke dalam Mansion untuk menemui yang lainnya.


"Aku di atas ya, kalian mau di mana aja bebas." ucap Bima.


"Gak di bawah aja buy?" tanya Jennifer.


"Gak bisa lihat pemandangan, dari dulu juga aku gak terlalu suka tidur di kamar bawah." jawab Bima.


"Ohh ya udah deh." ucap Jennifer menuruti kemauan Bima.


Bima menyangking tas berisi baju ke kamarnya dengan di bantu oleh Jennifer. Bima dan Jennifer menata barang-barang dengan rapi.


Setelah beres, Jennifer dan Bima pergi ke kamar Adel untuk menata barang-barang nya. Setelah semua selesai, Jennifer pun pergi untuk menjemput Adel.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Bima pada Kevin.


"Ke Asosiasi, kan udah jadwalnya. Mumpung masih siang juga." jawab Kevin.


"Gak capek?" tanya Bima heran.


"Tidak ada kata capek untuk menjadi kuat!" jawab Bella.


"Ya udah, hati hati ya." ucap Bima.


"Yooo!" jawab Rizal.


Mereka pun berangkat ke Asosiasi dengan mengendarai dua mobil. Sedangkan Bima pergi ke halaman belakang untuk bersantai.


"Besok sembuh gak ya bob?" tanya Bima memandangi lengan kirinya.


[Sembuh bos, tulangnya sudah kembali normal, tinggal recovery luka saja]


"Iya sih, sudah lurus lagi, tapi jadi kaku anjir." ucap Bima.


[Coba pakai latihan bos, nanti juga lemes lagi]


"Iya deh, besok aku coba." jawab Bima.


Saat sedang asik menonton TV di gazebo, Riski pun menghampirinya membawa beberapa kertas.


"Bim, ini dari Lidia." ucap Riski.


Bima mengambil kertas tersebut dan membacanya dengan teliti.


"Katanya, kita dapat panggilan juga dari Asosiasi buat beresin portal kelas Dewa di jakarta timur." ucap Riski sambil membuat kopi di bar sebelah gazebo.


"Kapan?" tanya Bima.


"Besok." jawab Riski.


"Julian gimana?" tanya Bima.


"Gak usah di ajak cok, Indah bentar lagi kayaknya." jawab Riski.


"Jubah?" tanya Bima.


"Nanti malem aku ambil, udah jadi kok." jawab Riski.


"Ya udah, besok gas." ucap Bima.


"Oke." jawab Riski.


Keduanya pun ngobrol santai di gazebo sampai Julian ikut bergabung dengan mereka.


"Besok jadi?" tanya Julian ikut duduk di gazebo.


"Jadilah." jawab Riski.


"Aku ikut ya, tadi Indah udah ijinin soalnya." ucap Julian.


"Eh bodoh! istrimu itu bentar lagi lahiran! kau jangan kemana-mana dulu!" ucap Riski.


"Kemarin kata dokter masih seminggu lagi cok, jadi masih bisa santai aku." ucap Julian.


"Janganlah, kau harus ada waktu dia lahiran." ucap Bima.


"Betul!" tambah Riski.


"Come on bro! ini debut kita cok! harus full tim!" ucap Julian.


"Serahmu aja jul! aku gak tanggungjawab ya kalau istrimu lahiran waktu kau gak ada!" ucap Bima.


"Santai bro santai!" ucap Julian.


Ketiganya berbincang-bincang asik di gazebo baru mereka sambil ngopi santai dan sebat santai.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2