
Keesokan harinya, setelah mandi Bima langsung pergi dari penginapan untuk melanjutkan perjalanan mencari apa yang menjadi kewajibannya.
Bima berjalan berkeliling kota melihat lihat apa yang ada di sana. Hingga Bima menemukan seorang kakek tua yang menjual berbagai inti core monster. Bima singgah di lapak kakek tua itu untuk sekedar melihat lihat.
'Kau tau ciri ciri pecahan batu Nirwana bob?' tanya Bima.
[Dari aura bos, aura batu itu sama persis seperti aura milik Leo, tapi aura kegelapan dan aura dendamnya lebih pekat.]
'Baiklah...' jawab Bima.
"Silahkan di lihat lihat dulu nak, kalau cocok langsung di beli saja. Harga 100 koin emas, rata semua inti core." ucap Kakek tua menyambut Bima.
Bima hanya tersenyum tipis dan mengangguk, Bima melihat semua inti core yang ada di lapak itu. Setelah sekian lama memilih, Bima tertarik pada dua buah batu hitam yang menurut firasatnya dua batu itu adalah batu luar biasa.
"Dua ini saja kek." ucap Bima.
"200 koin emas nak." ucap Kakek tua tersenyum penuh arti.
Bima membayarnya dan menyimpan dua batu itu di inventaris.
"Terimakasih nak, semoga semua urusannya lancar, uang ini akan kakek gunakan untuk menghidupi anak istri kakek. Terimakasih banyak sudah mau mampir dan membeli dagangan kakek." ucap kakek tua itu.
"Iya kek sama sama, kalau gitu saya pamit dulu ya." ucap Bima tersenyum senang lalu pergi.
Karena tidak ada hal yang menarik, Bima pun melanjutkan perjalanannya ke desa desa selanjutnya. Bima terus berjalan menyusuri jalan yang kiri kanannya hutan lebat.
[Apakah lebih baik memakai topeng bos?]
"Kenapa?" tanya Bima bingung.
[Wajahmu ini sudah di kenali banyak sekali orang, itu akan menjadi hambatan salah misimu kali ini. Wajah sampah yang akan terus di buru untuk di musnahkan]
Bima mengangguk paham dan memakai topeng andalannya saat di Bumi beserta jubah Kaisar Nerakanya. Bima pun lanjut berjalan sembari menikmati udara segar hutan di kanan kirinya.
2 jam berjalan tanpa hambatan, akhirnya Bima sampai di kota selanjutnya, Bima mengurus semua perizinan masuk. Setelah selesai Bima pun berjalan masuk ke dalam kota dan berkeliling melihat lihat isi kota itu.
[Bos, ternyata clan Nara masih ada 3 orang! kau adikmu dan satu orang di pasar budak itu!]
'Di mana?' tanya Bima heran.
[Dia di jual sebagai budak, kau jalan saja, nanti aku kasih tau]
'Baiklah...' jawab Bima menurut saja.
Bima berjalan menyusuri pasar budak yang ada di kota itu, Bima terus berjalan melihat budak budak yang terkekang tak terawat.
Sampai akhirnya Bima di suruh berhenti oleh sistem tepat didepan sebuah kurungan yang berisi seorang pria kurus kering penuh luka.
"Selamat datang tuan! hahaha....ada yang bisa aku bantu?" tanya penjual budak.
[Ini bos, Sharingan nya sudah bangkit tapi belum memiliki Susano'o. Kau bisa memaksimalkan bakatnya sebagai clan Nara]
"Berapa?" tanya Bima dingin.
"Budak ini saya jual di harga 100 koin Diamond saja tuan!" jawab penjual.
Bima langsung melempar sekantung koin Diamond pada penjual itu. Penjual itu tersenyum bahagia dan langsung membebaskan budak itu dari sangkarnya.
"Hoeyyyyyy!!! itu budak pesanan ku!! kembalikan dasar bajingannnn!!!" teriak seorang pria tampan.
"Maaf tuan muda, tuan ini sudah membayar dengan harga lebih tinggi dari yang tuan tawar tadi." ucap penjual budak sambil menyerahkan rantai yang mengait di leher budak itu.
"Berapa?!" teriak pria itu.
__ADS_1
"100 Diamond tuan." jawab penjual budak dengan senyum lebar.
"Sial!" ucap pria itu pelan.
"Ayo pergi." ucap Bima datar.
Bima pun lanjut berjalan, menyusuri pasar budak itu, namun tiba tiba budak yang berjalan di belakangnya berhenti mendadak dengan menatap ke arah sangkar yang berisi seorang wanita cantik dan seorang anak perempuan yang bugil tak memakai pakaian apapun.
"Anak istrimu?" tanya Bima datar ketika melihat budak itu meneteskan air mata.
"B-benar." jawab budak itu lirih.
Bima berjalan ke depan sangkar itu dan memberikan pakaian pada sepasang ibu dan anak itu.
"Aku beli mereka." ucap Bima.
"100 koin emas saja tuan!" ucap penjual budak.
Bima membayarnya dan langsung mengajak pergi mereka dari sana.
[Buang ke bumi saja bos, suruh si pria untuk membuat Kerajaan Gangster]
"Nama?" tanya Bima.
"Saya Tigers tuan." jawab budak pria.
"Saya Lia tuan, ini anak kami Ria." jawab budak perempuan.
"Minum ini." ucap Bima memberikan potion penyembuh dan potion peningkatan kekuatan pada mereka.
Mereka meminum potion tersebut dan sekejap saja mereka berubah menjadi lebih tampan dan cantik dari sebelumnya. Bima menyentuh kening Tigers dan Lia , dia mentransfer semua pengetahuan tentang kehidupan di bumi.
"Kau aku beri misi untuk membangun sebuah kerajaan bisnis dan sebuah kerajaan dunia malam. Aku akan menyusul beberapa tahun lagi. Gunakan uang ini untuk memperlancar misimu." ucap Bima menyodorkan satu kartu ATM berisi uang 100 triliun.
"Silahkan mulai." ucap Bima membuka portal menuju Bumi.
"Sampai jumpa ruan, kami tunggu kedatangan tuan." ucap Tigers sebelum masuk ke dalam portal.
Woshhhh...
Ketiganya pun hilang di telan portal itu, setelah semua beres Bima pun melanjutkan perjalanannya menuju ibu kota Kerajaan Valhalla.
Di tengah perjalanannya, Bima melihat rombongan sebuah kerajaan sedang di serang oleh bandit bandit. Terlihat prajurit Kerajaan yang mengawal kereta kuda itu dibuat kewalahan oleh para bandit yang berjumlah sekitar 50 orang.
'Bantu gak?' tanya Bima malas.
[Dari lubuk hatiku yang paling dalam sebenarnya mengatakan tidak bos, tapi demi kesempurnaan misi kita, bantu saja]
'Oke..' jawab Bima malas.
Bima berjalan menghampiri rombongan itu dengan santai tanpa ada rasa takut sedikitpun. Ketua bandit yang melihat kedatangan Bima langsung menodongkan pedang di depan wajah Bima.
"Ser-" belum selesai berbicara, kepala Ketua bandit itu terjatuh terpisah deri tubuhnya tanpa adanya sebuah serangan.
Bug..
Bug..
Bug..
Belum selesai pada keterkejutan pada kematian Ketua bandit, tiba tiba beberapa bandit ikut terjatuh dari atas pohon dengan kunai menancap di kepala mereka.
Woshhh...
__ADS_1
Crashhh..
Crashhh..
Crashhh..
Bima langsung menghilang dari tempatnya dan menebas semua bandit yang terdiam karena kaget. Dalam sekejap semua bandit di sana tewas dengan beberapa bagian tubuh yang terpisah dari tempatnya.
"Sampah!" ucap Bima lalu lanjut berjalan tak menggubris keluarnya seorang putri super cantik dari kereta kuda.
"T-tuan...t-tunggu..." panggil putri cantik itu.
Namun Bima terus berjalan tanpa menggubris panggilan wanita itu.
"Woyy! rakyat jelata! apa telingamu sudah tak berfungsi!!!" teriak seorang pria yang berpakaian khas seorang putra mahkota.
Woshhh..
"Sudah di bantu bukanya berterima kasih malah menghinaku, di mana otakmu." ucap Bima yang tiba tiba muncul di depan pria itu dengan Yin Yang yang sudah berada di leher pria itu.
"T-tuan, maafkan kakak saya! sifatnya memang seperti itu! saya mohon maaf sebesar-besarnya!" ucap wanita tadi memohon maaf.
Sretttt...
Bima menyayat bibir pria itu sekitar 5cm secara vertikal.
"Jaga ucapanmu sialan! kau pikir aku takut dengan pangkatmu?! ayahmu saja akan aku bunuh kalau tidak memiliki sopan santun pada orang asing!" ucap Bima sinis.
"M-maaf..." ucap pria itu bergidik ketakutan sekaligus menahan sakit di bibirnya.
Setelah itu Bima pun lanjut berjalan menuju ibu kota Kerajaan Valhalla. Dua hari perjalanan untuk sampai di ibukota, selama perjalanan Bima tak mendapatkan hambatan yang serius.
Bima juga beberapa kali mampir ke kota atau desa untuk sekedar beristirahat, ngopi atau makan dan berkeliling sebentar melihat isi desa atau kota yang dia singgahi.
Sesampainya di ibukota, Bima langsung mencari penginapan, setelah mendapat kunci kamarnya, Bima lanjut berkeliling melihat isi ibukota kerajaan Valhalla yang sangat megah ini.
'Aku sudah beli total 8 batu, tapi aku tak tau apa isinya, perjalanan ini seperti tak ada isinya! sialan!' batin Bima sambil menunggu makanan pesanannya di sebuah restoran sederhana.
[Jalani saja bos, ambil positif nya]
'Oh iya! pecahan jiwa! gimana fisiknya bob?' tanya Bima.
[Pecahan jiwa yang di maksud tuan Alvin itu adalah sebuah bola energi yang auranya sama persis seperti milik Ben tapi aura kegelapan, aura kebencian, dan rasa dendamnya jauh lebih pekat. Bisa di bilang kebalikannya Ben bos]
'Dimana aku bisa dapat?' tanya Bima.
[Biasanya tersebar di hutan, goa misterius, bahkan di situs warisan leluhur bos]
'Arghhhhh! merepotkan! anjink!' teriak Bima sangat kesal.
[Makanya dulu aku agak kurang setuju kau menerima title milik ayahmu bos. Banyak sekali aturan di dalamnya yang sangat bertentangan dengan sifatmu]
'Kenapa kau tak memberi tau aku?!' tanya Bima kesal.
[Aku di larang ayahmu bos]
'Ck! sialan! besok aku mau mengundurkan diri dari title ini! aku mau jadi Kaisar Neraka saja!' ucap Bima.
[Aku setuju bos]
Setelah makan, Bima pun kembali ke penginapan untuk beristirahat.
Bersambung....
__ADS_1