King Of Universe

King Of Universe
Bab 41


__ADS_3

Aurora, Diana serta suami, Billy dan keluarga datang ke rumah sakit untuk mengetahui kabar Bima.


"Mana Linda?" tanya Aron yang tiba tiba muncul di depan Albert.


"Itu." jawab Albert menujuk Lind yang terus menangis di bangku terpisah.


"Hey, ikut aku." panggil Aron.


"Aku salah paman, maafkan aku." ucap Linda.


"Kamu sangat bodoh! jelaskan dengan tuan Alvin nanti!" ucap Aron ketus.


Keduanya menghilang begitu saja, Aurora yang sangat sedih mendengar nasib anak angkatnya terus di tenangkan oleh Tigers dan Lia.


"Bima pasti selamat bunda, kita berdoa saja untuk Bima supaya mendapatkan yang terbaik." ucap Tigers.


"Ini terlalu cepat untuk kehilangan nak, bunda masih mau melihat senyumannya." ucap Aurora sambil menangis sesenggukan.


"Kami juga bun, kita terus berdoa saja." ucap Tigers.


Kevin yang menjelaskan semuanya pada keluarga Billy pun dibuat bingung dengan kedatangan wanita asing yang terlihat sangat sedih.


"Itu siapa jul?" tanya Kevin pelan.


"Ibu sambung Bima kan? itukan adik sama saudaranya, mereka manggil ibu itu bunda, berarti dia ibu sambung Bima." jawab Julian menjelaskan.


"Oooo...." ucap Kevin paham.


Tak berselang lama, dokter pun keluar dari ruangan dengan wajah yang lega.


"Gimana dok?" tanya Albert langsung.


"Mohon maaf, anda keluarga tuan Bima?" tanya Dokter.


"Saya adik kandungnya, ini ibu sambung kami." jawab Albert.


"Oh, baiklah, tuan Bima selamat, tapi keadaannya kritis dan butuh banyak transfusi darah. Luka di lengan dan dadanya sangat parah. Ada yang golongan darah O di sini?" tanya Dokter.


"Saya dok." ucap Kevin.


"Saya juga O dok." ucap Albert.


"Baguslah kalau langsung dapat, mari kita lakukan prosesnya." ucap Dokter bisa lega.


"Baik dok." jawab Albert.


Mereka pun pergi untuk donor darah supaya Bima bisa selamat.


Di sisi lain, Bima muncul di sebuah tanah lapang yang sangat luas dengan Drago dalam wujud aslinya melayang di depan Bima.


Wujud asli Drago ternyata sangat amat besar, 5x besar Leo, kepalanya saja bisa menutupi cahaya matahari satu negara. Belum lagi aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Drago, hanya auranya saja Drago mampu memusnahkan setengah populasi yang ada di bumi.


"Wujudmu sebesar ini, kenapa tadi besarnya seperti rata rata Beast dewa?" tanya Bima.


"Aku hanya menggunakan setengah kekuatanku untuk menguji sosok yang akan menjadi panutanku. Aku hanya ingin menguji seberapa besar saya tahan tubuhmu." jawab Drago.


"Cih! merepotkan!" ucap Bima kesal.

__ADS_1


"Maaf kalau merepotkan, ini juga permintaan dari nona Linda untuk mengamuk." ucap Drago.


"Haihhh...wanita itu memang keras kepala! tapi tidak apa apa, aku bersyukur juga, karena mengamuknya kau, aku bisa tau batas kemampuan tubuhku. Jadi aku bisa mengevaluasi tubuh, gerakan bertarung, dan cara bertarungku kedepannya." ucap Bima mengambil sisi positif dari kejadian ini.


"Aku tak salah pilih ternyata." ucap Drago tersenyum tulus.


"Kau mau lakukan kontrak sekarang atau nanti setelah aku sadar?" tanya Bima.


"Nanti saja, melakukan kontrak melalui jiwa itu sangat berbahaya." jawab Drago.


"Baiklah kalau itu maumu." ucap Bima.


Woshhhh...


Tiba tiba Alvin bersama Linda datang menemui Bima dengan wajah Linda yang penuh rasa bersalah.


"Ada apa kek?" tanya Bima.


"Aku ingin meminta maaf atas kebodohan yang Linda lakukan. Karenanya kau terluka sangat parah dan kritis sekarang." jawab Alvin.


"Santai saja kek, ini juga jadi pelajaran Bima buat kedepannya." ucap Bima.


"Minta maaf." ucap Alvin pada Linda.


"Aku sangat menyesal melakukan hal bodoh tadi, aku minta maaf sebesar-besarnya, aku mohon jangan memandangku sebagai wanita buruk." ucap Linda.


"Santai saja, aku paham kenapa kau melakukannya." jawab Bima tersenyum manis.


"Aku melakukan ini semua karena aku ingin menunjukkan bahwa aku sangat mencintaimu, aku ingin menyadarkanmu, tanpa kekuatan kamu hanyalah mas mas biasa. Tapi ternyata aku salah, aku menyesalinya." ucap Linda.


"Aku sudah sering bersabar demi laki-laki, tapi apa akhirnya? mereka meninggalkan aku setelah mencicipi tubuhku. Aku tak mau hal yang sama terjadi denganmu, aku sudah mensucikan tubuhku demi kamu." jawab Linda.


"Hahahaha....labil sekali." ucap Bima tertawa keras.


"Aku serius, memang ini sifatku, keras kepala, tak bisa berfikir dewasa, selalu labil, aku sekarang merasa kalau aku tidak cocok denganmu yang sifatnya terlalu dewasa dan berpikir dahulu sebelum bertindak." ucap Linda.


"Baguslah kalau kau sadar, ubahlah sifatmu supaya lebih dewasa, kau cantik, tapi sifatmu yang buruk. Kalau kau berhasil merubah diri, aku akan senantiasa menerimamu dengan lapang dada." ucap Bima.


"Tidak nak, dia akan kakek hukum, ada kandidat yang lebih cocok untuk menjadi pendamping mu." ucap Alvin.


"Maafkan aku, aku memang tidak cocok denganmu. Aku juga akan menikah dengan Dewa lain, aku sudah di jodohkan oleh orang tuaku." ucap Linda.


"Haihhh...kalau begitu semoga bahagia ya, ubahlah sifatmu itu, supaya keluargamu tidak berantakan di masa yang akan datang." ucap Bima.


"Terimakasih untuk sarannya, semoga kamu bisa bahagia." ucap Linda.


"Sembuhkan lukamu nak, nanti akan ada orang lain datang untuk memberikan hadiah padamu. Setelah sembuh total, temui aku di Kerajaan." ucap Alvin.


"Baik kek." ucap Bima.


"Sampai jumpa." ucap Alvin sebelum menghilang bersama Linda.


"Kau tau? padahal aku sudah mulai menerimanya hahahaha...tapi ya sudahlah kita nikmat hidup selanjutnya." ucap Bima pada Drago.


"Tapi menurutku kau memang tidak cocok dengannya, sifatnya labil, bodoh, ceroboh, berbeda denganmu yang ketika ingin melangkah penuh perhitungan. Kau lebih cocok dengan Ratu Roh Sihir, wooo! kalau kau melihatnya, kau pasti melongo!" ucap Drago.


"Kau sama saja seperti Kong! mesum!" ucap Bima terkekeh pelan.

__ADS_1


"Hahahaha....sifatku memang seperti ini, kalau serius ya serius, kalau situasi bercanda ya aku juga akan bercanda." ucap Drago.


Woshhhh...


"Wah wah wah, sudah akrab saja! perkenalkan! aku adalah ****, Dewa penguasa langit yang di utus tuan Alvin untuk memberikan hadiah khusus untuk mu!" ucap seorang pria tampan yang tiba tiba muncul.


"Namamu aneh." ucap Bima menahan tawa.


"Huss! jangan di kaitkan ke sana!" ucap **** malu.


"Hahahahahahahaha....sial! aku tak bisa menahan!" ucap Bima tertawa keras.


"Ayahku memang sialan! bisa bisanya di menggunakan nama ini! jadi malu!" gerutu ****.


"Maaf ya, lanjutkan." ucap Bima mengelap air matanya.


"Hadiah yang aku bawa adalah di kembalikannya semua kekuatan, title, dan bawahanmu. Itu pertama, yang kedua, kamu mendapatkan batu Nirwana yang berisikan kekuatan Penguasa Jagat Raya yang sebenarnya. Yang ke tiga dan terakhir adalah maksimal kekuatanmu di perbesar menjadi 15000%." ucap ****.


"Harus sekarang aku menyerapnya?" tanya Bima.


"Tidak dong hey! bisa mati meledak kamu! besok setelah kamu pulih 100%." jawab ****.


"Terimakasih untuk hadiahnya." ucap Bima.


"Baiklah, kalau begitu aku permisi ya, sampai jumpa." ucap **** sebelum hilang.


"Kau kembalilah ke ragamu, aku akan ke alam Surgawi untuk evolusi lebih lanjut." ucap Drago.


"Baiklah, terimakasih sudah mau bercerita ya." ucap Bima yang perlahan menjadi butiran cahaya.


Woshhhhh....


Bima pun kembali ke raganya, saat membuka mata Bima merasakan bau obat yang sangat menyengat di hidungnya. Bima juga merasakan kalau tubuhnya terasa sakit semua, terutama dada dan lengan kirinya.


Bima menengok ke kanan dan kiri, dia tidak melihat siapapun di sana, namun tak berselang lama segerombolan orang masuk ke dalam ruangan dengan wajah cemas.


"Dia dah sadar ***!" bisik Julian.


"Kau mau minum bim?" tanya Riski.


Bima menggelengkan kepala karena tidak bisa bicara, entah kenapa.


"Dia bisu ris?" bisik Julian.


"Matamu! masih ada efek bius paling." ucap Riski.


Tak lama kemudian, Aurora bersama Tigers dan Albert masuk ke dalam.


"Syukurlah kamu bertahan sayang!" ucap Aurora menangis melihat Bima yang tergeletak tak berdaya.


Bima tak bisa berbicara dan hanya bisa tersenyum.


"Kamu istirahat ya, biar bunda jaga di sini." ucap Aurora.


Bima menganggukkan kepala dan kembali menutup matanya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2