King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 115


__ADS_3

Setelah cukup tenang, Bima pun pergi ke ruang TV untuk menemui yang lainnya.


"Lah, kosong." gumam Bima aneh.


"Kamu cari siapa?" tanya Jhon.


"Anak anak pada di mana ya?" tanya Bima menengok ke arah Jhon.


"Di kamarnya lah, kamu WA aja satu satu suruh turun." jawab Jhon.


"Ohh oke." ucap Bima duduk di sofa dan menghidupkan TV.


"Mending buat grup bim, jadi kamu gak perlu teriak teriak panggil mereka. Grup WA biar gampang komunikasi aja." ucap Jhon ikut duduk di sofa.


"Ini Bima baru buat." jawab Bima masih fokus pada ponselnya.


Bima menyuruh semua teman-teman dan anak mereka untuk berkumpul di ruang TV karena akan di adakan rapat dadakan.


10 menit kemudian semua teman teman Bima sudah berkumpul di ruang TV. Mereka ada yang duduk di sofa dan ada yang duduk di karpet sambil mendengarkan Bima.


"Apa?" tanya Riski menyulut rokoknya.


"Gini, aku ada rencana mau bikin guild ini jadi dua tim, tim senior sama tim junior." jawab Bima.


"Maksudnya?" tanya Riski tidak paham.


"Ya aku mikir gak akan mungkin bisa atur anggota sebanyak ini waktu tugas. Jadi aku mau buat dua tim, satu tim yang setiap minggu ambil misi dan satu tim keluar kalau ada panggilan." jawab Bima.


"Terus?" tanya Julian sedikit tertarik.


"Aku namai tim Senior dan Junior, tim Senior ada aku, kakakku Henry, adikku Albert, Julian, Riski, sama Arie. Kenapa? karena aku udah tau betul gimana kuatnya mereka, jadi menurutku sangat cocok masuk tim Senior." jawab Bima.


"Sisanya?" tanya Jhon penasaran.


"Yang lain masuk tim Junior, kenapa? karena aku udah lama gak lihat kekuatan kalian. Lagian menurutku kalian juga belum cocok masuk tim Senior, masih banyak kelemahan di tubuh kalian." jawab Bima.


"Kok gitu paman? aku jadi merasa di rendahkan kalau begini." ucap Jason.


"Gini loh, kau kan masih muda, kau masih punya banyak sekali potensi untuk jadi jauh lebih kuat. Aku kan di awal udah bilang, satu tim akan keluar setiap minggu buat ambil misi. Setiap minggu itu bebas, bisa seminggu sekali, seminggu tiga kali atau setiap hari aku perbolehkan." ucap Bima.


"Terus tim Senior gimana? ya kita keluar kalau ada panggilan, jadi kesempatan kalian buat tumbuh lebih kuat itu lebih banyak di banding kami. Jangan tersinggung dulu, kalian bisa masuk tim Senior asal kekuatan kalian mencukupi dan bisa mengimbangi kita kita." lanjut Bima.


"Gampangnya kalian itu di beri waktu lebih banyak untuk berkembang di banding kita. Kalian juga bisa lebih cepat kuat dan buat sejarah sendiri dengan tim Junior itu." ucap Albert yang sudah paham dengan arah pembicaraan kakaknya.


"Tumben kau pintar." ucap Bima menepuk-nepuk kepala Albert.


"Ya, aku baru sadar dengan kepintaran mu." ucap Henry ikut menepuk-nepuk kepala Albert secara bergantian dengan Bima.


"Cih! kalau bukan kakakku sudah aku pukuli kalian!" ucap Albert kesal.


"Hahaha....begitulah gampangnya, bagaimana?" ucap Bima tertawa geli.


Mereka diam dengan wajah berpikir keras atas rencana Bima.

__ADS_1


"Tidak usah banyak berpikir, Bima itu tidak memiliki niat untuk mengesampingkan kalian. Dengan adanya Doni, Kevin, dan Rizal, itu akan sangat sangat membantu perkembangan kalian para anak anak muda. Apalagi Tigers dan Kevin memiliki title luar biasa yang setara dengan Julian." ucap Jhon.


"Baiklah paman, aku setuju, lagipula aku masih harus memiliki banyak pengalaman dalam pertarungan." ucap Jason setelah di tatap tajam oleh Riski.


"Bagaimana Ria, Bella, Kelly?" tanya Jhon.


"Kita ikut?" tanya Ria kaget.


"Lololo....kalau aku udang kesini artinya kalian masuk dalam rencanaku." jawab Bima.


"O-ohh..hehehe...maaf paman, Ria kurang fokus." ucap Ria malu.


"Gimana? mau tidak? kalau enggak ya gak papa." tanya Bima.


"T-tapi Bella belum memiliki pengalaman paman." ucap Bella gugup.


"Ada paman pamanmu, jangan sungkan untuk bertanya dan meminta petunjuk. Soal pengalaman dan kekuatan itu bisa di asah seiring waktu berjalan." ucap Bima.


"Kelly ikut paman." ucap Kelly tegas.


"Mantap! itu baru putriku!" ucap Julian bangga.


"Baiklah, kami berdua ikut juga paman." ucap Bella setelah saling bertatapan dengan Ria.


"Okeee! ketua tim Junior aku pasrahkan ke Tigers, kau harus tegas, kalau ada yang membangkang hukum saja. Jangan merasa kasihan atau sebagainya, kalian adalah tim dibawah naungan guild, jadi jangan bawa urusan keluarga di sini!" ucap Bima.


"Baiklah! aku terima jabatan itu!" ucap Tigers tegas.


"Baiklah." jawab Riski semangat karena sudah memiliki inspirasi untuk logo guild yang baru.


"Besok temani aku ya." ucap Bima pada Albert dan Henry.


"Aku sibuk." jawab Albert.


"Cih! sibuk ngapain kau sialan! pengangguran akut aja sok sokan!" ucap Bima kesal.


Pletak....


"Jangan membangkang bodoh!" ucap Henry menjitak Albert dengan wajah kesal.


"Iya iya! aku temani besok!" ucap Albert sambil mengelus kepalanya.


"Kalian boleh bubar untuk mempersiapkan semuanya." ucap Bima.


Mereka pun pergi dengan wajah semangat karena akan menjalani hari hari yang keras kedepannya.


"Bim, ini bagus gak cok?" tanya Riski menyodorkan ponselnya yang terpampang logo baru.



"Boleh tu, kau urus aja warna sama ornamen tambahannya." jawab Bima.


"Joni masih hidup gak ya?" gumam Riski agak panik akan nasib langganannya itu.

__ADS_1


Riski menelepon seseorang yang kemudian merubah mimik wajahnya yang tadinya resah kini menjadi terlihat lega.


"Aman." ucap Riski tersenyum lebar.


"Ya udah aku ke kamar dulu dah." ucap Bima.


Bima pun pergi meninggalkan mereka menuju kamarnya. Di kamar, Bima di sambut oleh Jennifer yang sedang sibuk mengeringkan rambutnya karena habis mandi.


"Mandi lagi?" tanya Bima heran.


"Panas buy, keringetan juga tadi habis beres-beres." jawab Jennifer.


"Besok kamu anterin Adel sendirian ya, aku mau ke Asosiasi Hunter buat urus berkas-berkas keaktifan guild." ucap Bima merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang sudah sangat lama tidak dia rasakan.


"Kamu mah gitu! urusan lain aja gercep! giliran urusan anak kayak gak perduli!" ucap Jennifer ketus.


"Ya udah, lusa aja anterin Adelnya. Biar aku bisa ikut." ucap Bima.


"Terserah." ucap Jennifer ketus.


'Ck! runyam gini anjink!' batin Bima kesal.


[Sabar bos]


Bima melamun menatap plafon sampai akhirnya dia tertidur pulas karena kepalanya sangat sangat lelah akibat banyak pikiran.


"Astaga...udah tidur, pasti banyak pikiran. Kenapa tadi aku bisa bicara seperti itu?! bodoh! bodoh kau Jennifer! suamimu pasti sedang banyak pikiran! kenapa kau tambahi pikirannya!" gumam Jennifer memarahi dirinya sendiri.


Karena merasa sangat bersalah, Jennifer mencium pipi Bima berkali-kali lalu pergi keluar untuk berbicara pada Berliana.


"Mamah." panggil Jennifer pada Berliana yang sedang duduk santai di ruang TV bersama Diana dan Indah.


"Kenapa sayang?" tanya Berliana menengok.


"Besok temani Jen buat daftarin Adel ke PAUD ya." jawab Jennifer duduk di sebelah Berliana.


"Kebetulan besok mamah lagi free, besok mamah temenin." ucap Berliana memeluk Jennifer penuh kelembutan.


"Bima kemana? kok gak mau temenin kamu." tanya Diana heran.


"Besok Bima mau ke Asosiasi Hunter, rencananya sih lusa, tapi bagi Jen pendidikan bagi Adel lebih baik kalau lebih cepat." jawab Jennifer.


"Betul! baguslah kalau kamu sadar!" ucap Diana mengacungkan jempol.


"Dekat TK Budiman itu PAUD nya terkenal bagus Jen, kamu mending taruh Adel di sana aja." ucap Indah.


"Oh iya! mamah baru ingat! di sana sangat bagus pendidikan moral dan etika nya. Kita besok ke sana aja, kalau Adel mau, kita taruh dia di sana." ucap Berliana.


"Iya mah, Jen ikut aja." jawab Jennifer merasa senang karena walaupun tidak ada orang tua kandungnya, di sana dia masih memiliki dua orang tua yang sangat baik dan perhatian padanya.


Mereka berbincang-bincang dengan sangat asik sembari menonton TV dan di selingi berbagai candaan ala ibu ibu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2