
46Makan siang pun datang, mereka makan siang bersama di ruang keluarga. Terlihat semua berbincang-bincang asik penuh rasa kebahagiaan dan kebersamaan.
Namun tidak dengan Bima yang duduk di pojokan berdampingan dengan Aulia yang asik ngobrol dengan Alena. Bima yang sudah di masakkan makanan kesukaannya oleh Aulia seketika tidak nafsu makan.
Otaknya bertempur melawan arus yang sudah Bima ciptakan sejak lama. Arus jalan kehidupannya dan teman-temannya di masa depan, berbagai langkah cadangan yang sudah Bima ciptakan seketika bubrah karena masalah ini.
[Paling benar itu refresing bos, kalau kau begini terus bisa gila]
'Sebodoh itu ya aku?' tanya Bima.
[Kau cerdas bos, cuma kau terlalu mudah di kecoh. Jalan yang sudah kau siapkan akan berubah saat ada sesuatu terjadi]
'Begitu ya...' ucap Bima.
"Di makan sayang, jangan di buat mainan." ucap Aulia.
"Iya, ini di makan ni." jawab Bima memakan makanannya.
"Besok kita ke Bali, liburan titik." ucap Aulia tak mau Bima drop karena pikirannya sendiri.
"Terus kontrak di Asosiasi gimana?" tanya Bima bingung.
"Biar di urus yang lain, kamu nurut aja sama aku! semua aku yang handle!" jawab Aulia tegas.
"Iyaaa..." ucap Bima nurut.
"Bunda titip Bima ya, bunda percaya sama kamu sayang." ucap Aurora yang duduk di samping Alena.
"Biar aul yang urus bun, udah terlalu parah. Sempit banget pandangannya, gak habis pikir aul." jawab Aulia.
'Aku ada opsi bos.' ucap Bao.
'Apa? cepat katakan, bos tinggal dengar saja, biar aku yang menanggapi mu.' ucap Kong sangat pengertian dengan kondisi Bima.
'Opsi pertama, kau full rehat, mendengarkan semua penjelasan nona Aulia tentang title, tugasmu, tugas seorang Dewa kasta tertinggi, dan lain lain. Untuk waktu, prediksiku ya...3 sampai 4 bulan.' ucap Bao.
'Opsi ke dua?' tanya Kong.
'Opsi kedua, kau bisa rehat sekalian berlatih. Tuan Adrian bisa kembali ke sini untuk menjelaskan semuanya dengan serinci mungkin. Selang seling bos, misal satu minggu kau menghabiskan waktu dengan nona dan satu minggu berlatih.' jawab Bao.
'Butuh waktu berapa bulan untuk opsi ke dua?' tanya Kong.
'Lebih dari 12 bulan, ini akan membutuhkan waktu yang lama. Di sisi lain kau juga bisa mengatur teman-teman mu dari kejauhan. Simple tapi akan berat kalau di kerjakan.' jawab Bao.
'Aku sih usul opsi ke dua bos.' ucap Kong.
[Iya, kedua sih]
'Gass lah bos, dunia biar orang lain yang pikir. Di alam semesta ini, tak hanya kau pilarnya.' ucap Leo.
__ADS_1
'Tuan, urus dirimu dulu sebelum mengurus orang lain. Itu yang perlu kau ingat. Tidak semua yang ada di alam semesta ini tanggungjawab mu, Hidup mereka ya hidup mereka, mau ambil ke arah mana juga mereka yang akan memanen pohon yang di tanam.' ucap Drago.
'Title itu hanya sebatas penghargaan bos, kau jangan terlalu terpaku pada hal itu. Tugasmu hanya melindungi makhluk hidup yang ada di sekitarmu, bukan semua makhluk hidup yang ada di alam semesta ini.' ucap Ben.
'Ingat, yang ada di sekitarmu, bukan seluruh makhluk di alam semesta. Ayo, bangkitlah, aku tau kau cerdas tuan, aku tau kau yang terbaik dari yang paling baik. Jalani hidup seperti yang sudah kau susun.' ucap Drago.
'Aku akan ambil opsi dua, bantu aku ya.' ucap Bima.
'Baiklah, kami akan membantu semaksimal mungkin.' ucap Drago.
[Aku selalu ada di sisimu bos]
"Guys." panggil Bima yang langsung membuat semua orang di sana menengok dan mendengarkan dengan serius.
"Aku rehat 3 tahun, aku bakal menetap di Bali buat sementara, tapi tenang, kalian masih bisa menghubungi aku buat tanya soal evaluasi gerakan bertarung kalian. Aku mau menenangkan pikiran sekaligus belajar tentang semua yang belum aku ketahui selama ini." ucap Bima.
"Aku mau lepas, aku mau menyendiri, aku mau tenang, soal tim, maaf aku gak bisa gabung. Aku mau fokus menyusun jalan hidup buat kedepannya bersama Aul. Keep strong buat kedepannya, goodluck semuanya. Semoga bisa improve setiap job, jangan sungkan buat tanya ke aku atau ke paman Andi." lanjut Bima.
Aulia tersenyum senang mendengar keputusan yang di ambil oleh Bima. Ada rasa senang di hatinya ketika mendengar kata lepas dari mulut Bima barusan.
"Kau kuat bim, semoga bisa lebih baik ke depannya." ucap Kevin menerima keputusan Bima.
"Gantikan aku sebagai ketua, jangan sampai jalan tim ini berbelok ke arah yang salah." ucap Bima pada Rizal.
"Aku bakalan berusaha semampuku." jawab Rizal.
"Den, titip David ya." ucap Bima.
Bima pun bisa bernafas lega, ada rasa puas di hatinya setelah mengumumkan semua ini. Mereka lanjut makan siang bersama, selesai makan siang Bima dan Aulia pergi ke kamar untuk beberes barang barang.
"Aku senang kamu berani mengambil keputusan tadi. Aku bangga padamu sayang." ucap Aulia tersenyum manis.
"Jangan sering-sering senyum." ucap Bima.
"Kenapa?" tanya Aulia heran.
"Nanti aku diabetes, soalnya senyumanmu semanis gula dan selegit madu." jawab Bima gombal tipis-tipis.
"Ayang!" teriak Aulia menutup wajahnya yang memerah karena malu.
'Asekkk! udah bisa gombal tipis-tipis nih!' teriak Kong tertawa geli.
'Ihyyy!' seru Zhong ikut salting.
Keesokan harinya, setelah sarapan Bima bersama Aulia berangkat ke bandara di antar oleh yang lainnya.
"Semoga dengan ini kalian juga di beri momongan." ucap Lia.
"Amin...terimakasih do'anya." jawab Aulia.
__ADS_1
"Bunda titip Bima ya sayang." ucap Aurora memeluk Aulia.
"Iya bunda, aul akan jaga dan bimbingan Bima di sana." jawab Aulia membalas pelukan Aurora.
Setelah mengucapkan perpisahan, Bima dan Aulia pun memasuki pesawat menuju Bali.
"Kita rakit hidup baru ya sayang, kita mulai dari nol, lupakan semua masa lalu kita dan buat hidup indah dari awal." ucap Aulia memeluk lengan Bima dan bersandar di bahu Bima.
"Iya sayang." jawab Bima mengelus pipi lembut Aulia.
Pesawat pun take-off meninggalkan Jakarta yang padat penduduk dan sumpek. 1 jam 10 menit mereka tempuh dan akhirnya mereka sampai di bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Mereka mengambil koper dan barang barangnya, setelah itu Bima mempan taksi online menuju rumah yang akan dia tinggali.
Sederhana, namun hawanya sangat tenang di tambah dekat dengan pantai Segara yang sangat cocok untuk melihat sunset.
Mereka menata barang barang sesuai tempatnya, lalu pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Bima merasakan kalau pikirannya lebih tenang dan rileks karena tak banyak orang yang membuntuti ke manapun setiap dia pergi.
"Malam ini kita dinner di luar aja ya, aku mau buat kesan yang tak pernah terlupakan di sini. Memori yang akan terus di ingat." ucap Bima.
"Baiklah.." jawab Aulia menuruti kemauan Bima.
Selesai berbelanja mereka pun kembali ke rumah untuk menata barang belanjaan. Keduanya membagi tugas, Aulia memasak makan siang dan Bima menata barang barang belanjaan.
"Makan dulu yang." ucap Aulia menggandeng tangan Bima yang sedang sibuk merapihkan barang.
Keduanya makan siang bersama di barengi canda tawa yang mempererat hubungan. Sehabis makan mereka duduk di ruang TV berbincang-bincang santai di selingi berbagai candaan sembari menonton film.
[Berbahagialah bos! kita masih punya banyak sekali waktu]
Sore harinya Bima mengajak Aulia ke pantai dekat rumah, dia sudah memesan meja khusus untuk dinner sejak siang tadi.
Aulia sangat senang melihat effort dari Bima yang rela membayar mahal demi makan malam dengan pemandangan indah sunset.
Alunan musik romantis di tambah bunga bunga membentuk love membuat suasa semakin romantis. Bima mengambil sebuah kotak merah dari inventaris.
"Itu apa sayang?" tanya Aulia penasaran.
Bima tersenyum lebar dan membuka kotak merah di genggamannya. Terpampang lah sebuah kalung berlian indah yang membuat Aulia terpesona.
Bima mengambil kalung itu dan memasangkannya pada Aulia, terlihat sangat cocok dan menambah aura anggun serta cantik Aulia. Bima mengecup pipi kiri Aulia penuh kasih sayang yang sudah lama tidak dia berikan pada orang lain selain Zoya dulu.
"Jaga baik baik hadiah spesial ini ya, ini adalah tanda kasih sayangku padamu." ucap Bima tersenyum manis.
"Aku akan menjaganya sebaik mungkin, terimakasih sayang." jawab Aulia tersenyum penuh kebahagiaan.
'Aawww...romantis sekali boss!' seru Kong ikut terhanyut dalam suasana romantis ini.
Keduanya menikmati momen yang sangat indah ini sepanjang malam, setelah puas berduaan di bibir pantai sembari bercerita banyak, keduanya pun memutuskan untuk pulang dan beristirahat.
__ADS_1
Bersambung....