
49Mulai esok hari, Bima pun berusaha untuk kembali ke jati dirinya yang dulu dengan Aulia yang senantiasa memberi semangat.
Berbulan-bulan Bima habiskan untuk liburan, membuat anak, mengembalikan jati dirinya, dan berlatih. Sudah genap 3 tahun Bima rehat, kini rasanya sudah plong tanpa ada yang mengganjal.
Kekuatannya juga sudah kembali menyentuh titik maksimal yang membuat Aulia bangga. Sistem menyegel 14999% kekuatan Bima karena takut membunuh orang sekitarnya.
Namun walaupun sudah sering melakukan hubungan seksual, Bima dan Aulia masih belum mendapatkan momongan juga. Hal ini membuat Aulia sedih, namun Bima berkata santai, karena momongan itu hadiah dari sabar.
Jadi Aulia bisa kembali tersenyum karena bisa kembali melihat sisi dewasa Bima. Akhirnya karena misi mereka sudah selesai, mereka pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta.
Di sisi lain, di sebuah Kerajaan raksasa bernama Neverland, di aula yang sangat besar Alvin sedang disidang oleh seorang pria gagah berjanggut panjang, persis seperti Howard.
"Kenapa kau berani mengambil keputusan sejauh ini?" tanya pria gagah itu.
"Maaf yang mulia, saya benar-benar terpancing emosi." jawab Alvin menunduk penuh ketakutan.
"Kau benar-benar bodoh! berani-beraninya memiliki niat membunuh terhadap makhluk spesial! makhluk yang tak memiliki jalan takdir! bodoh!" ucap pria gagah itu marah.
"Kau selamat kali ini! tapi kalau kau berani mengulanginya, jangan tanya aku kalau anak itu yang membunuhmu sendiri!" ucap pria gagah itu.
"Baik yang mulia." jawab Alvin yang kini sangat membenci Bima dan memiliki niat untuk balas dendam.
"Pergi!" ucap pria gagah itu tegas.
Alvin pun kembali ke kerajaannya di Kerajaan Moonlight, setibanya di Kerajaan, Alvin langsung mengamuk, dia menghancurkan semua barang-barang di sekitarnya.
"Bima! kau akan aku bunuh!" teriak Alvin penuh dendam.
Alvin pun pergi dari kerajaannya, dia pergi ke alam Iblis untuk melakukan persekutuan dengan Kaisar Iblis yang sudah bangkit.
Alvin pergi tanpa sepengetahuan dewa lain supaya rencananya tidak terbongkar.
"Wah wah wah, ada Dewa berpangkat tinggi yang datang. Ada apa ini?" tanya sosok Kaisar Iblis yang sangat mengerikan.
"Albedo, aku Alvin Neilson, generasi kedua clan Nara, aku datang ke sini untuk menawarkan kerja sama." jawab Alvin.
"Aku mau dengar, ayo ucapkan." ucap Kaisar Iblis bernama Albedo itu.
"Aku akan memberikan Kerajaan Moonlight beserta warga di dalamnya dengan imbalan kekuatan dahsyat." ucap Alvin.
"Kau yakin?" tanya Albedo.
"Yakin." jawab Alvin.
"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Albedo penasaran.
"Aku ingin membalaskan dendam pada makhluk spesial! dia sudah menghancurkan reputasiku di kalangan Dewa Dewi." jawab Alvin penuh kebencian.
"Anak dalam ramalan ya? baiklah! tujuan kita sama. Aku akan menerima kerja sama yang kau tawarkan." ucap Albedo.
"Kapan aku mendapatkannya?" tanya Alvin.
__ADS_1
"Sekarang juga, Lucifer! bimbing dia ke jalan Iblis!" jawab Albedo memerintah bawahannya.
"Mari." ucap Lucifer menunjukkan jalan dan diikuti oleh Alvin.
"Dyroth, mulai rencana!" ucap Albedo.
"Baik yang mulia." jawab sosok Iblis yang tak kalah mengerikan dengan Albedo.
"Aku akan segera menguasai dunia! hahaahaha...." ucap Albedo tertawa keras.
Kembali ke Bima, saat ini Bima dan Aulia sedang sibuk menata barang-barang di rumah baru pemberian sistem.

(Ilustrasi)
"Gimana rumahnya?" tanya Bima sambil menata barang-barang.
"Bagus, aku puas yang, tapi kayaknya kalau cuma dua orang agak kebesaran. Tapi gak papa, di lantai tiga bisa buat santai." jawab Aulia.
"Kalau kebesaran aku cariin yang lain ini." ucap Bima.
"Udah ini aja ish! sayang uangnya." jawab Aulia.
"Ya udah kalau gitu." ucap Bima lanjut beres beres.
"Ini masih satu komplek sama basecamp?" tanya Aulia merasa tidak asing dengan jalanan komplek.
"Iya, basecamp ada di pojok luar, kita jarak 5 rumah dari basecamp." jawab Bima.
"Tujuanku kan emang itu." jawab Bima.
Aulia hanya tersenyum dan lanjut menata barang-barang, setelah selesai, mereka berdua pun pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan dapur dan beberapa camilan.
"Kamu mau beli apa?" tanya Aulia sambil mendorong troli yang penuh bahan makanan.
"Camilan ya, sama kopi." jawab Bima.
"Oh iya! aku juga mau beli camilan." ucap Aulia baru ingat.
"Ya udah ayo." ucap Bima.
Keduanya membeli banyak camilan dan minuman berasa untuk stok di kulkas. Setelah semuanya lengkap, Bima pun membayar belanjaannya di kasir.
Selesai membayar, Bima dan Aulia pun kembali ke rumah dengan taksi online. Keduanya menata barang-barang di dapur dan kulkas.
"Kapan kamu mau ke basecamp?" tanya Aulia yang sudah beres menata barang-barang.
"Besok kayaknya." jawab Bima juga ragu.
"Gak mau sama aku dulu?" tanya Aulia menatap Bima dengan tatapan genit.
__ADS_1
"Gak." jawab Bima cuek.
"Jahat!" ucap Aulia kesal.
"Biarin." jawab Bima singkat.
"Kamu lama lama ngeselin ya!" ucap Aulia kesal.
"Emang! wleee!" jawab Bima mengejek.
"Kurang ajar!" seru Aulia beranjak dari duduknya dan mengejar Bima.
"Hahahahaha....enggak! ampun yang!" teriak Bima yang terpojok di dalam kamarnya.
"Bilang apa tadi?" tanya Aulia perlahan mendekat.
"Enggak! maap!" jawab Bima cengengesan.
"Bilang apa?!" tanya Aulia menahan tawa.
"Ampunn!" teriak Bima saat Aulia menyergapnya dan menggelitiki.
"Minta maaf gak?!" tanya Aulia.
"Maaf! maafkan aku ayang!" teriak Bima menggeliat karena geli.
Bima di bekap oleh Aulia dengan posisi mulut di ************ Aulia.
"Jangan di gituin!" seru Aulia keenakan.
Namun Bima malah semakin nakal, tangannya meremas susu Aulia yang besarnya sekitar 34D atau lebih. Aulia pun mendesah keenakan, tak mau kalah, Aulia pun membuka celana Bima dan mengulum ***** Bima.
Karena sudah sama sama terpancing, akhirnya keduanya melakukan hubungan seksual yang sangat panas dan panjang. Dengan kebugarannya, Bima sampai membuat Aulia terkencing kencing sampai sekujur badan bergetar hebat.
"Ampun..." ucap Aulia lemas.
"Kamu mau ini kan?!" tanya Bima mempercepat goyangannya.
"Kyyaaaaaa!!!" teriak Aulia memuncratkan banyak sekali cairan bening sampai membasahi kasur dan tubuh Bima.
Bima yang secara bersamaan juga mencapai puncaknya langsung ambruk di samping Aulia yang masih merem melek menikmati perasaan melayang ke langit ke tujuh.
"A-ayang j-jahat....hmmphhhh..." ucap Aulia tergagap.
"Bobok ya..." ucap Bima memeluk Aulia penuh kasih.
"Perih tau!" ucap Aulia kesal.
"Tapi?" tanya Bima.
"Enak..." jawab Aulia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bima.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun tidur dengan saling memeluk dan di tutupi selimut yang setengah basah serta bau yang sangat menyengat.
Bersambung....