King Of Universe

King Of Universe
Bab 27


__ADS_3

3 tahun berlalu begitu cepat, Indonesia yang sebelumnya terkenal dengan keanekaragaman budaya, hayati, tempat wisata, adatnya, negara kepulauan, keramahan, keindahan alam, dan kesatuan rakyatnya hilang begitu saja.


Indonesia kini di anggap sebagai sebuah negara miskin yang tak memiliki keistimewaan apapun di dalamnya. Rakyatnya yang tak punya sopan santun, hinaan dan makian terdengar di setiap jengkal jalan, pembullyan, pemerintahan yang bobrok, dan hunter hunter sampahnya menjadi ciri khas baru negara berjuluk Macan Asia ini.


Pulau-pulau di jual oleh pemerintah untuk berfoya-foya, beberapa kota yang di kuasai monster, dan korupsi di hampir semua desa, kota, bahkan RT RW. Negara Adidaya yang hancur karena ketamakan pemimpinnya.


Namun itu semua tak berarti pada orang-orang kaya, keluarga keluarga besar yang hartanya berlimpah. Contohnya Bima, kehidupannya berjalan lancar tanpa ada kendala, dari ekonomi, bahan pangan, dan fasilitas lainya tidak ada kesulitan.


David, anak dari Zoya dan Bima juga tumbuh dengan kecerdasan di atas rata rata manusia biasa. Di usianya yang baru menginjak 2 tahun lebih 3 bulan sudah fasih bicara layaknya anak usia 4 tahun ke atas.


Walaupun hidup bergelimang harta, Bima mengajarkan David supaya tidak sombong dan sering-sering berbagi pada orang-orang yang membutuhkan. Bima juga mengajari anak itu mandiri sejak dini, di didik keras supaya tidak manja dan tidak cengeng.


David tumbuh dengan mental super kuat di bawah ajaran Bima yang tegas dan empati serta kasih sayang dari ajaran sang ibu yaitu Zoya.


Di sela sela waktunya rehat dan refresing pikiran, Bima terus berlatih walaupun kekuatannya sudah maksimal, Bima menjunjung tinggi kata di atas langit masih ada langit, jadi walaupun di sudah dinobatkan sebagai dewa terkuat sepanjang masa, Bima masih terus berlatih dan tidak menyombongkan dirinya.


Sedangkan teman-temannya, Doni, Riski, Rizal, Kevin, dan Julian masih terus berlatih di tempatnya masing-masing supaya bisa mengimbangi kekuatan Bima. Mereka tak seberuntung Bima yang hidup lancar tanpa hambatan, mereka harus bekerja sampingan menyembunyikan identitasnya demi menyambung hidup.


Sampai akhirnya guild The Beast yang dulu memiliki kekuasaan besar di Indonesia berkumpul kembali di pernikahan Brian, di satu meja yang sama mereka kembali berkumpul dengan cerita kehidupannya masing-masing.


"Apa kabar?" tanya Bima tersenyum senang melihat para sahabatnya sehat tanpa ada yang mati.


"Itu anakmu bim?" tanya Riski menunjuk David yang asik makan kue di samping Zoya.


"Iya." jawab Bima.


"Kapan lahirnya? kenapa gak kabarin kita?" tanya Rizal.


"9 bulan setelah pengumuman rehat, aku gak kabarin kalian biar kalian fokus latihan. Aku juga waktu itu lagi sibuk holiday." jawab Bima santai.


"Jahat banget cok dia!" ucap Julian.


"Basecamp gimana? masih berdiri?" tanya Kevin.


"Masih kokoh, aku bayar orang buat urus basecamp itu, tiap taun ganti cat!" jawab Bima.


Mereka berbincang-bincang sangat seru, menceritakan semua yang telah mereka lalui. Hari bahagia Brian dan Rina yang juga pertama kalinya dalam 3 tahun belakangan menjadi pertemuan pertama guild The Beast.


Namun hari bahagia itu tercoreng karena kabar buruk dari Andi tentang Billy yang masuk rumah sakit karena mendapatkan misi yang sama seperti Austin dulu. Hal ini membuat Bima dan kawan-kawan naik pitam, mereka langsung pergi ke rumah sakit untuk mengecek keadaan Billy.


"Kalian di sini saja, nanti ke rumah sakit bareng sama tante Lina dan paman Wilson." ucap Bima pada Zoya dan David.


"Ayah hati hati ya." ucap David.


Bima tersenyum lebar, mengusap kepala David dan mencium kedua pipi serta kening Zoya lalu pergi bersama kawan-kawan nya ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Bima langsung di tampar sangat keras oleh Berliana di barengi caci maki yang menyakitkan hati setiap orang yang mendengarnya.


"Dasar anak tak berguna!!! karena kau rehat ayahku jadi masuk rumah sakit! bajingan!!!! anak haram!!!!!!" teriak Berliana dengan berlinang air mata.

__ADS_1


Plakkk...


"Jaga mulutmu! sialan! Bima tidak salah! Asosiasi yang salah! kau ibu tak becus! kau ibu terburuk di alam semesta! mengurus seorang anak saja tak bisa! kau lebih mementingkan kemapanan dari pada darah dagingmu!" teriak Andi sangat marah sampai menampar pipi Berliana keras.


"Ikut aku." ucap Bima dingin.


Duarrrrrrrr...


Tembok rumah sakit bolong tanpa ada yang menyentuhnya, di luar terdapat seekor Naga Azure dengan aura kemarahan yang terasa sangat mengerikan.


"Aku tak menyangka seorang ibu tega berbicara seburuk itu pada anaknya! bos! mari mengamuk!" ucap Bao.


Bima membuka segel kekuatan 50% lalu melompat naik ke atas kepala Bao.


"Hahahahaha.....ayo!" teriak Kevin semangat.


"Gasss!" jawab Rizal.


Kelima pemuda itu memakai jubah legendaris yang menjadi kebanggaan mereka, setelah itu kelimanya melompat keluar memanggil Beast Spiritual nya masing-masing dan mengikuti Bima.


Kelimanya langsung meluncur ke taman kota tempat Billy di hajar habis habisan oleh para monster.


Boommm....


Groahhhhhhhhhh.....


Bao mengaum sangat keras sampai suara aumannya terdengar ke seluruh dunia dan membuat para monster merasakan khawatir.


Groahhhh....


Auman dari para Beast Spiritual kawan-kawan nya langsung mengglegar. Mereka melesat menyerang sekumpulan monster kelas Setan dengan melakukan kombinasi bersama tuanya.


"Aku kembali." gumam Bima dengan tatapan tajam dan aura kemarahan yang menyebar luas.


"Ayo!" teriak Bima.


Groahhhhhhhhhh.....


Bao mengaum keras lalu ikut menyerang para monster dengan membabi buta. Memakan, menghancurkan, menghanguskan, semua Bao lakukan dengan hati di liputi amarah.


Ke-enam pemuda brutal yang menunjukkan barang hidungnya setelah 3 tahun menghilang dari peradaban. Tentu saja hal ini kembali memicu semangat masyarakat untuk bangkit dan merubah pribadinya.


Drone dari berbagai stasiun televisi terus meliput kemarahan dari keenam pemuda itu. Para monster yang sudah membuat kepala guild The Beatles masuk rumah sakit di buat tak berdaya seperti seekor semut yang di injak injak oleh para manusia.


Ledakan dahsyat terus terdengar mengiringi pembantaian yang di lakukan guild The Beast. Hanya dalam waktu 30 menit, semua monster yang berjumlah puluhan ribu itu habis tak tersisa.


"Kami kembali! siapkan diri kalian!" teriak Bima pada salah satu drone.


Groahhhhhhhh.....

__ADS_1


"Ku bunuh kalian para manusia bajingannnnn!!!!" teriak Bao.


Bima menyeringai, lalu pergi bersama Bao dan di ikuti teman-temannya. Mereka kembali berkumpul di rumah sakit dengan para Beast yang sudah kembali ke alamnya masing-masing.


"Besok kumpul di basecamp, kita bantai bantai." ucap Bima.


"Siappp!" jawab Julian semangat.


Tak lama, Zoya, David, Lina, Bella, dan Wilson datang dengan wajah khawatir.


"Bagaimana keadaan ayah?" tanya Wilson.


"Selamat, kita tinggal menunggu pemulihannya saja." jawab Leon.


"Syukurlah..." ucap Wilson lega.


"Kau tau kenapa ayah nekat melakukan ini?" tanya Andi.


"Tau." jawab Wilson.


"Apa? apa alasannya?" tanya Leon.


"Semalam ayah bercerita, dia mengajukan diri untuk menggantikan tugas Berli yang menurut ayah pasti akan membunuh Berli. Jadi dia memutuskan untuk menggantikan posisi Berli dan mengorbankan nyawanya demi keselamatan Berli." jawab Wilson.


"Ayah mengorbankan nyawanya demi anak sampah ini?" tanya Andi kaget.


"Kak! pangkatku lebih tinggi dari mu! jangan asal menghina!" teriak Berliana tak terima.


"Apa sumbangsihmu pada guild? apa sumbangsihmu pada Negara sebagai pilar bangsa? pangkat saja di banggakan tapi tidak punya sumbangsih sama sekali! menjijikan! kau pikir kekuatanmu lebih tinggi dari kakak kakakmu ini?" ucap Andi penuh kebencian.


"Paman sudah paman, orang bodoh tidak akan pernah bisa menyadari kemampuannya. Orang bodoh hanya akan membangga-banggakan pangkatnya. Kita sebagai orang cerdas harus mengalah." ucap Bima.


"Hahaahha...aku suka pada perkataanmu! orang cerdas harus mengalah pada orang bodoh yang bermodalkan uang dan martabat orang tuanya! hahahaaha...bagus sekali!" ucap Andi tertawa keras.


"Hahahaahaha...pangkat modal nyogok bangga!" ucap Kevin tertawa keras.


"Ayah, ayah tidak apa apa? pipi ayah merah, kenapa?" tanya David menghampiri Bima dan duduk di pangkuannya.


"Tadi nabrak tembok, ayah baik baik saja cil." jawab Bima.


"Lain kali hati hati ya ayah." ucap David.


"Iya, lain kali ayah bakal hati hati." jawab Bima tersenyum.


Ceklek..


Pintu ruangan terbuka dan keluarlah Alena dengan wajah serius.


"Bima, masuk, kakekmu ingin bertemu." ucap Alena.

__ADS_1


"Baiklah." jawab Bima berjalan masuk ke dalam ruangan.


Bersambung.....


__ADS_2