
"Hahahaha....ayo kita makan dulu, setelah itu baru kita mulai latihannya." ucap William.
"Situasi apa ini tolong!!" teriak Zoya kebingungan mau bereaksi bagaimana.
William hanya tertawa keras, lalu mengajak Bima dan Zoya makan bersama. Selesai makan, Bima dan William berjalan ke halaman belakang rumah yang sangat luas.
"Pertama tama, kita latihan fisik dulu! fisikmu terlalu sampah anakku! cupu sekali!" ucap William.
"Kekar gagah gini cupu! matamu buta ya!" ucap Bima tak terima.
"Kau menurut saja bodoh! mau kuat tidak!" ucap William kesal.
"Iya iya!" jawab Bima terpaksa.
Bima pun mulai berlatih, dia di latih sangat keras oleh sang ayah. Dari pagi sampai malam Bima di push berlatih fisik supaya bisa membunuh musuh kelas Dewa hanya dengan kekuatan fisik saja.
Latihan yang seperti penyiksaan di Neraka, setiap pagi Bima harus menggotong 20 galon dari atas gunung demi memenuhi sumur di rumah. Setelah istirahat 10 menit, Bima di suruh menggotong batu seberat 20kg naik turungunung sebanyak 50 putaran.
Jeda istirahat 15 menit di sore hari sembari ngobrol dengan sang ibu untuk mengeratkan hubungan mereka. Setelah itu Bima di ajak latih tanding tangan kosong oleh sang ayah, kalau kalah Bima harus pushup 500x, kalau menang 200x.
Ini berjalan selama 10 juta tahun yang jika di waktu bumi adalah 1 bulan. Dan waktu inilah dimana rumah Billy sedang terjadi pesta besar perayaan pernikahan Berliana dengan Bram yang di hadiri banyak tamu penting dari pemerintahan.
Namun Andi dan kedua adiknya tetap mengawasi kamar Bima yang semakin lama mengeluarkan aura yang sangat luar biasa kuatnya.
"Bima di mana kak? aku mau bertemu!" tanya Berliana.
"Dia sedang latihan tertutup, jangan di ganggu dulu." jawab Andi.
"Dia anakku! jadi aku berhak melakukan apapun untuk menemui buah hatiku!" teriak Berliana memaksa masuk ke dalam rumah menghiraukan tamu-tamu yang kebingungan.
"Berlin! jangan nekat! diam di sini dan sambut para tamu!" ucap Billy tegas.
Namun bukanya menurut, Berliana malah menerobos masuk kedalam rumah dan mendobrak pintu kamar dengan kekuatannya. Sehingga membuat Ben yang sedang menjaga raga Bima terbangun dan mengamuk.
Groahhhhhh....
"Bajingan mana yang berani menerobos!!!" teriak Ben dengan suara berat dan wujud aslinya yang dalam sekejap meluluhlantakkan rumah Billy namun tidak dengan kamar Bima.
Duarrrr....
Seketika jagat raya di kagetkan dengan kemunculan Naga Emas penguasa langit ketujuh yang rela merendahkan derajatnya demi menjaga sang tuan.
"M-maafkan kelancangan putri hamba yang mulia!" ucap Billy bersujud.
"Kau wanita sialan! bajingan! lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan kehidupan anakmu yang menderita! groahhhhh..." teriak Ben penuh amarah.
"Apa pedulimu! dia anakku! kau tak ada kepentingan menjaganya!" teriak Berliana.
"Masih berani menganggapnya anak! dasar tak tau malu! kepentingan ku di sini adalah menjaga yang mulia tuan besar Ashura Neilson Nara yang memiliki tahta tertinggi di jagat raya ini! kau manusia biadab tak sederajat dengan yang mulia!" teriak Ben.
"Mohon ampunanmu yang mulia! adikku terlalu ceroboh!" ucap Andi.
"Berani kau menyentuh tuanku, mati kau bajingan!" ucap Ben mengeluarkan aura super dahsyat yang langsung mementalkan tubuh Berliana.
"Ajari adikmu adab! aku masih memandangmu sebagai pemilik darah keturunan adiku! aku percayakan wanita sialan itu padamu!" ucap Ben lalu masuk ke dalam ruangan.
"Sial! untung dia masih memberi ampun!" gumam Andi dengan tubuh bergetar ketakutan.
__ADS_1
"Anda tidak apa apa tuan muda?" tanya kepala Akademi.
"Aku baik baik saja, ayo bantu Berlin." jawab Andi.
"Mohon maaf saudara saudari sekalian, pesta akan dilanjut bulan Mei! kami akan mengadakan pesta yang lebih meriah! mohon maaf atas ketidaknyamanannya!" ucap Billy.
"Tak apa, ini musibah, semoga di bulan Mei semuanya lancar." ucap kepala Asosiasi pusat.
(Di tahun tahun ini pemerintahan tertinggi ada di kepala Asosiasi, presiden dan bawahannya masih memiliki kuasa yang sama, namun semua keputusan ada di kepala Asosiasi)
"Mohon maaf tuan atas ketidaknyamanannya." ucap Billy.
"Santai saja, kalau begitu kami pamit, terimakasih jamuannya tadi." ucap Kepala Asosiasi.
"Baik tuan, sama sama." jawab Billy.
Setelah para tamu pulang ke kediamannya masing-masing, Billy dan keluarganya langsung menggunakan skill Resoster yang langsung mengembalikan rumah megah yang hancur walaupun harus mengorbankan beberapa inti core berharga.
"Kenapa kamu sekeras ini sih! lihat apa yang terjadi! untung kamu tidak mati konyol!" ucap Billy kesal.
"T-tapi aku hanya ingin bertemu Bima pah!" ucap Berlin membela diri.
"Ada waktunya! semua ada waktunya! kenapa kamu jadi sebodoh ini?! apa otakmu sudah sesempit itu!" teriak Billy sangat marah.
"Kau masih selamat Berlin! yang mulia masih memandang ku sebagai pemilik darah murni keturunan Naga Azure! kalau dia sudah di liputi amarah, mati kau saat itu juga! konyol!" ucap Andi sangat marah karena kebodohan adiknya yang sudah keterlaluan ini.
"Maaf kak..." ucap Berliana menyesal.
"Kamu terlalu bodoh dek, tolong belajar dari kesalahan yang ada." ucap Leon.
"Iya juga, benar katamu." ucap Leon setuju.
"Sudah sudah! semua istirahat! mulai besok mamah gak mau tau Berlin harus bisa berpikir jernih! kalian para kakak pikirkan bagaimana caranya!" teriak Alena.
"Merepotkan!" ucap Andi berlalu pergi.
Di alam Surgawi, Bima masih di push pada kekuatan fisiknya yang sudah mendekati sempurna dan tubuhnya yang sudah atletis seperti sang ayah, wajahnya juga semakin tampan walaupun tidak setampan ayahnya.
Setelah genap 20 juta tahun, William pun mulai mengganti porsi latihan Bima, kini Bima mulai dilatih menggunakan skill skillnya. Pelatihan kali ini tidak terlalu memakan waktu banyak, hanya 5 juta tahun saja Bima sudah sempurna menguasai semua skill pemberian sang ayah.
"Sebelum melatih kekuatan, ayo kita serap bola energi yang akan aku wariskan padamu. Kau juga harus menyerap energi dari Amral supaya sah menjadi wadahnya." ucap William.
"Dimana?" tanya Bima.
"Ayo ikut aku." ajak William.
Keduanya terbang ke sebuah tempat terpencil, sebuah gubuk tua yang berisi pintu menuju suatu tempat.
Woshhhhhh....
Keduanya berpindah ke sebuah dimensi antah berantah yang isinya hanya dua bola energi yang besarnya 3x matahari dan seorang pria yang fisiknya 100% mirip dengan susano'o Bima.
"Bagaimana guru?" tanya pria itu semangat.
"Dia kan yang kau pilih?" tanya William.
"Hahahaha....guru tau saja!" jawab pria itu tertawa keras.
__ADS_1
"Ya sudah, cepat lakukan." ucap William.
"Nak, aku adalah Dewa Amral, murid satu satunya ayahmu, bersediakah kau menjadi wadah kekuatanku dan meneruskan perjuangan kami berdua?" tanya Dewa Amral.
"Tentu saja! ayo lakukan!" jawab Bima penuh ketegasan.
"Mari, pertama serap bola biru itu dulu, supaya aku bisa membantumu menyerap energi dahsyat berwarna ungu itu." ucap Dewa Amral.
"Baik!" jawab Bima berjalan ke arah bola energi berwarna biru laut itu dan menempelkan tangannya ke permukaan energinya.
Bima memulai tahap penyerapan secara perlahan namun pasti, hal ini di lakukan supaya tubuh dan ruang hampa Bima memiliki waktu untuk adaptasi. Setelah 30%, barulah Bima menyerap habis semua energi yang tersisa sekaligus.
Woshhhh....
Tubuh Bima bersinar terang dengan aura super dahsyat yang menyebar ke semua sudut. Aura penguasa yang sebenarnya, aura murni 100% yang mampu menghanguskan seekor iblis kelas SS.
"Sesuaikan tubuhmu terlebih dahulu! jangan buru buru! waktu kita masih sangat banyak!" teriak William tersenyum bangga melihat trik super cerdas yang di gunakan Bima.
Bima duduk bertapa untuk menyesuaikan tubuhnya dengan energi super besar yang masuk ke dalam ruang hampa nya barusan. Butuh 2 juta tahun bagi Bima untuk menyeimbangkan energi di tubuhnya itu.
"Sudah?" tanya William setelah melihat Bima yang berdiri tegap penuh kewibawaan.
"Sudah! aku sudah siap!" jawab Bima tegas.
"Ayo lakukan! lepaskan! kalau ada yang ganjal langsung lepaskan! jangan di tahan! kau akan melakukan evolusi setelah menyerap energi ini! Energi penguasa terkuat sepanjang sejarah!" ucap William.
"Baik! aku paham!" jawab Bima tegas.
"Ayo!" ajak William.
Bima duduk di depan bola energi ungu yang terus bergejolak seperti meminta untuk bebas. Bima menaruh telapak tangannya di permukaan bola energi itu dan menyerapnya secara perlahan setelah di bukakan segel oleh William.
Namun hal yang tidak di duga adalah seluruh energi itu langsung masuk kedalam tubuh Bima dan mengacak acak tubuh Bima sangat bringas seperti harimau yang kelaparan.
Bima yang merasakannya langsung berteriak kesakitan, dia berteriak sekencang mungkin menggambarkan rasa sakit yang dia rasakan saat itu.
"Argggghhhhhhhh....." teriak Bima sangat keras sampai menggetarkan hati William dan Zoya yang sedang di tempat berbeda.
[Lepaskan bos! jangan di tahan bodoh! kau bisa mati meledak!!! biarkan energi itu menetralisir semua bagian tubuhmu!]
Bima yang mendengarnya pun pasrah dan melepas semua tekadnya membiarkan takdir yang mengeksekusi.
Boommm......
Woshhhhh.....
Tiba tiba Bima berubah wujud menjadi seorang pria berwajah tiga, bertangan tujuh memegang sepasang pedang clone Yin Yang, Rantai penyegel dua warna, cakram api 6 warna, trisula Naga Azure, Tombak petir 4 warna, dan bunga Teratai lambang ketenangan jiwa raga.
Tubuh Bima besarnya 3x ukuran Kong yang mencapai 400meter itu, tubuhnya di balut kain sutra berwarna emas dan di kelilingi 10 bola hitam elastis yang sangat kuat. Mata Bima menjadi tiga dengan warna yang berbeda-beda, mata kiri Bima berubah menjadi Rinne Sharingan berwarna kuning, mata kanan Bima juga Rinne Sharingan namun berwarna ungu, sedangkan di dahi Bima terdapat mata Rinne Sharingan 8 titik yang mampu menghancurkan tubuh sebuah makhluk hidup dalam sekali tatap.
'Di luar perkiraan!' batin William merinding.
[Kalau mau berubah, bos tinggal bilang semula. Tapi bola hitam bernama Gudodama itu tak bisa hilang bos, jadi aku variasi kan menjadi tato naga melingkar di tangan kirimu]
Bima menganggukkan kepalanya lalu kembali ke wujud manusianya. Terlihat wajah Bima yang sangat syok dengan evolusi barusan.
Bersambung....
__ADS_1