King Of Universe

King Of Universe
Bab 85


__ADS_3

Bima kembali muncul di ruang TV dengan aura yang kembali netral dan wajah yang seperti biasanya. Bima pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri karena hari sudah menjelang malam.


Selesai mandi, Bima turun ke bawah untuk menonton TV, Bima menonton berita yang sedang hangat di negeri ini. Berita kembali menayangkan tentang guild The Beast yang sudah di putus kontrak oleh Asosiasi Hunter Nasional maupun Internasional.


Mereka juga menayangkan kerasnya Kevin dan Rizal dalam memilih anggota sebagai pengganti pilar-pilar guild. Berita juga mengumumkan pada masyarakat kalau Guild baru yang bernama The Sky God di tunjuk oleh Asosiasi Hunter Nasional sebagai tim khusus pengganti Guild The Beast.


Sedangkan berita tentang guild The Devil's Crew sudah tenggelam dan tidak pernah terdengar lagi selama 3 sampai 4 hari ke belakang.


"Besok jadi libur kan?" tanya Julian datang menghampiri Bima.


"Iya." jawab Bima santai.


"Oke!" ucap Julian mengacungkan jempolnya.


"Kau mau kemana?" tanya Bima.


"Ke rumah sakit, mau periksain Indah, muntah muntah terus dua hari ini." jawab Julian.


"Hamil keknya jul." ucap Bima.


"Aminn!" jawab Julian juga berharap seperti itu.


Makan malam pun datang, Bima mematikan TV lalu segera pergi ke ruang makan untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.


"Lho, Arie kemana lagi? dari kemarin kok gak ikut makan malam?" tanya Aurora.


"Ke tempat saudaranya." jawab Bima.


"Oooo gitu...." ucap Aurora lanjut makan.


Setelah makan malam, Bima pun langsung pergi ke kamar untuk tidur. Keesokan harinya, setelah olahraga dan mandi, Bima pergi ke gazebo untuk ngopi menikmati pagi yang cerah ditemani sebungkus rokok dan kedua hewan peliharaan.


[Bos, firasat ku jelek tentang tuan Yan]


'Sama.' jawab Bima juga merasakan hal yang sama.


[Aku jadi tidak tenang bos]


'Diamlah, aku mau menenangkan diri!' ucap Bima kesal.


Bima bersantai di gazebo sampai jam 11 siang, Arie tadi juga baru pulang jam 9 pagi, setelah menyapa Bima dia langsung pergi ke kamar untuk istirahat.


Riski yang bosan menonton TV yang beritanya hanya tentang guild The Sky God dan lengsernya guild The Beast memilih untuk ikut dengan Bima duduk di gazebo.


"Cewek yang ngikutin bunda terus itu siapa bim?" tanya Riski menyulut rokoknya.


"Bitsy, anak adiknya kakek buyutku. Semua keluarganya di bantai, jadinya aku bawa kesini." jawab Bima.


"Kasihannya...." ucap Riski kaget.


"Makanya itu!" ucap Bima.


Mereka berdua terus ngobrol bareng di gazebo, sampai akhirnya Julian berlari menemui mereka dengan wajah sangat bahagia.


"Apa cok!" ucap Riski kesal karena Julian terus mengguncang tubuhnya.


"Indah! Indah hamil!!!" teriak Julian dengan wajah sangat bahagia.


"Wuihhh! selamat ya!" ucap Bima.


"Ngeri juga mekanikmu jul! selamat ya!" ucap Riski ikut senang.

__ADS_1


Ketiganya terus ngobrol mengenai kehamilan Indah dan treatment latihan yang akan mereka jalani di kemudian hari. Namun saat sedang asik berbincang, Lidia datang memanggil Bima.


"Kak Bima, di suruh bunda ke ruang tamu." ucap Lidia menghampiri mereka.


"Ohh iya bentar." jawab Bima langsung beranjak pergi.


Bima berjalan dengan santai ke ruang tamu, sesampainya di ruang tamu, Bima melihat sosok wanita yang kemarin memanggil saat di Asosiasi, namun Bima cuek saja.


"Kenapa bun?" tanya Bima masih dengan sebatang rokok di jarinya.


"Ini ada tamu, katanya kenal sama kamu." jawab Aurora.


"Siapa? Bima juga gak kenal bun, Bima gak pernah kenal sama cewek kayak gini." ucap Bima.


"Loh, terus anda siapa nona? anak saya tidak kenal." ucap Aurora pada wanita itu.


"Aku Silvia Bima! masa kamu lupa sama istri kamu!" ucap wanita itu.


"Aku gak punya istri, istriku sudah selingkuh." ucap Bima cuek.


"Aku Silvia! lihat! di pergelangan tanganku ada namamu! aku pernah bercerita denganmu kan?!" ucap wanita itu bersikeras bahwa dia adalah Silvia.


"Aku gak kenal, pergi sana! ganggu orang nyantai aja!" jawab Bima kesal.


"Bima! kamu tega ya!" teriak Silvia meneteskan air mata.


"Kau yang tega! setelah aku taruh harapan besar padamu, lalu kau hancurkan begitu saja dengan berhubungan badan bersama sahabatku! dan kau masih tak punya malu dengan berbicara dengan ku menganggap dirimu adalah istriku! sampah!" teriak Bima benar-benar marah.


"Itu hanya clone Bima! aku yang asli!" ucap Silvia.


"Mau clone! mau Asli! aku tidak perduli! mulai hari ini jangan temui aku lagi! aku sudah muak bermain dengan hati! kita bukan siapa siapa lagi!" teriak Bima lalu pergi begitu saja.


"Silahkan pergi nona." ucap Aurora.


Wanita yang adalah wujud asli Silvia itu terbang ke basecamp guild The Beast. Orang-orang di sana sudah tau bagaimana kebenarannya dan hanya biasa saja melihat kedatangan Silvia.


Namun berbeda dengan Kevin yang langsung berlari memeluk Silvia dengan wajah mesum karena body Silvia yang terlihat sangat sexy walaupun mengenakan pakaian longgar.


"Kamu dari mana? Abigail sudah menunggu di kamar." ucap Kevin.


Buaghhh...


"Menjijikkan!" ucap Silvia dingin.


Dia berjalan ke kamar Kevin mencari Clonenya.


"T-tuan..." ucap clone Silvia ketakutan.


Silvia mencekiknya dan menyeret clone itu keluar kamar, padahal clone itu tidak memakai pakaian apapun.


Silvia melempar clone itu ke samping Kevin dan menatap kedua makhluk itu dengan tatapan yang di penuhi amarah.


"A-apa yang kamu mau?" tanya Kevin dengan wajah takut.


"Karena mu, hubunganku hancur, mati!" ucap Silvia datar dan menembakkan puluhan barang besi yang keluar dari telapak tangannya pada kepala clone itu.


******...


"Kau, otak mesum menjijikkan, perbaiki dirimu sebelum aku membunuhmu." ucap Silvia di depan wajah Kevin.


Kevin hanya mengangguk cepat, setelah itu Silvia pergi kembali ke khayangan tingkat tujuh.

__ADS_1


"Sifatmu penghancur guild vin! anjink!" teriak Rizal marah.


"Kalau mau nurutin nafsu jangan embat punya sahabat tolol! ambil psk atau orang luar! kalau gini terus mending aku keluar! daripada istriku jadi korbanmu!" teriak Doni.


"Jangan! aku bakalan berubah!" ucap Kevin dengan cepat.


"Awas kau!" ucap Rizal menunjuk Kevin penuh kekesalan..


Di malam harinya, di basecamp guild The Devil's Crew, Bima sedang mengawasi Riski dan Arie yang sedang melakukan pertemuan dengan iblis di dalam tubuhnya.


"Berapa lama bim?" tanya Julian khawatir.


"Bentar, kau agak jauh." jawab Bima bersiap.


Julian langsung melompat ke belakang mengambil jarak, dia berdiri di tempat yang sama dengan Aurora, Lidia, Indah, Bitsy, dan Zoya.


Woshhhh...


Boommm...


"Hahahaha...." kedua orang itu tertawa keras khas seorang villain, tubuh mereka juga berubah menjadi sosok setengah iblis namun auranya adalah aura seorang Dewa Murni.


"Benar ternyata.." gumam Bima menyeringai.


'Mereka keturunan bangsawan Dewa bos?' tanya Kong kaget.


'Iya.' jawab Bima.


Woshhhh....


"Tunduklah!" ucap Anubis dalam bentuk siluet berwujud seorang iblis hitam legam dengan tanduk panjang dan mata merah menyala.


"T-tuan..." ucap Riski langsung menunduk memberi hormat, begitupun Arie.


"Jaga mereka berdua, kalau sampai terluka, kalian akan aku makan hidup hidup." ucap Anubis.


"B-baik yang mulia!" jawab keduanya ketakutan.


Setelah itu Riski dan Arie pun pingsan, Anubis pun kembali ke ruang hampa untuk lanjut melaksanakan ritual pembukaan segel.


"Ez!" ucap Bima langsung berjalan menghampiri keduanya.


Bima melihat ada tato kecil di pergelangan tangan Arie maupun Riski, tato yang sama persis seperti miliknya dan Julian, namun tempatnya berbeda. Bima ada di tengkuknya, sedangkan Julian ada di kaki nya.


Bima meminumkan potion pemulih pada Arie dan Riski, sesaat kemudian keduanya pun tersadar dari pingsannya.


"Aduuuh!" seru Arie memegangi pinggangnya yang terasa pegal.


"Masih muda udah encok." ucap Bima.


"Bukan kaka! pegal sekali!" ucap Arie.


"Dah, besok kita mulai latihannya ya." ucap Bima kembali berdiri.


"Besok bangun pagi ya! kita olahraga!" ucap Julian lega.


"Capek jul!" jawab Riski masih merasa tubuhnya sangat lemas.


"Ck! alasan!" ucap Julian.


"Dah dah! istirahat sana!" ucap Bima berlalu pergi memasuki rumah.

__ADS_1


Mereka pun bubar memasuki kamarnya masing-masing karena hari sudah mulai larut.


Bersambung...


__ADS_2