King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 136


__ADS_3

Mereka semua tertidur pulas walaupun beberapa kali terjadi ledakan besar. Hal ini membuat hunter lain kebingungan, bagaimana bisa mereka tidak bangun saat terjadi ledakan ledakan besar di arena.


Sampai akhirnya giliran Tim Senior tampil dan MC sudah berkali-kali memanggil mereka dari atas arena. Karena tidak ada yang keluar, Leon pun terpaksa menghampiri mereka di belakang.


"Astagaaa...malah tidurr!" gumam Leon menepuk jidatnya.


"Kebakaran!!!!" teriak Leon yang langsung membangunkan mereka semua termasuk Bima.


"Mana mana?!" teriak Riski panik.


"Ck! cepat bangun! sekarang giliran kalian!" ucap Leon kesal.


"Hoammmm....jul! kau duluan jul!" ucap Bima sambil menguap.


"Hoammm...." Julian menguap, dia berdiri meregangkan tubuhnya lalu berjalan keluar setelah segar kembali.


Julian naik ke atas arena dengan gemuruh penonton yang terlihat lebih banyak dari sebelumnya. Dengan jubah hitam berlogo guild dan topeng Hannya andalannya Julian mengeluarkan Roh Spiritual nya yang berwujud Rubah ekor 7 berwarna oranye.


Tidak sampai di sana, Julian juga mengeluarkan skill pengendalian tanah yang sesuai dengan title nya sebagai Dewa Galaxy. Julian membuat Satu golem tanah dan seekor Naga tanah yang luar biasa besarnya.


Penonton semakin bergemuruh menyoraki Julian, sangat sangat heboh melebihi guild lainnya. Setelah di rasa cukup, Julian menarik semuanya kembali dan berdiri di ujung arena.


"Penampilan dari Julian Brandon! wakil ketua umum Guild The Devil's Crew! berika tepuk tangan yang meriah!" teriak MC dengan seluruh tubuh merinding.


"Selanjutnya adalah Arie Raja, pria asal Papua yang berhasil menjadi salah satu legenda dan mengangkat darjat orang tuanya. Berikan tepuk tangan yang meriah!" teriak MC.


Arie berjalan menuju arena dengan senyum merekah karena baru pertama kalinya dia merasa di hargai sampai seperti itu.


Di atas arena Arie mengeluarkan seluruh kekuatannya yang sudah Bima latih berbulan-bulan dengan sangat keras. Roh Spiritual tingkat tinggi yang membuat Bima dan Silvia tersenyum di keluarkan.


Groahhhhh.....


Auman Panda raksasa yang di penuhi aura keganasan dan aura keagungan super pekat. Tidak sampai di sana, Arie menciptakan burung Phoenix dari elemen cahayanya dan ribuan senjata dari tiga elemen yang dia kuasai, yaitu Api, Petir, dan Cahaya.


Penonton semakin bergemuruh, sorakan histeris para fans membuat iri guild lainnya. Setelah puas, Arie pun menarik semua kekuatannya dan berdiri di sebelah Julian.


"Mantap!" ucap Julian mengepalkan tangannya.


Arie tersenyum lebar meninju tangan Julian.


"Selanjutnya! Archer panutan kita semua! Riski Wheelers! Archer dengan gaya bertarung layaknya seorang Fighter!" teriak MC penuh semangat.


Riski berjalan dengan senyuman lebar membawa busur panah dan sabit andalannya. Di atas arena, Riski langsung mengeluarkan Roh Spiritual nya yang berwujud seekor Naga petir super besar.


Riski juga mengeluarkan skill barunya, skill yang mengandalkan elemen petir.


Groahhhhh....


Aauuuuuu.....


Kyakkkkk....


Riski membuat tiga hewan secara langsung dengan elemen petirnya yang mengeluarkan aura super dahsyat. Penonton kembali di buat terperangah dan kembali bergemuruh dengan jauh lebih keras.


Riski tersenyum puas dan menarik semua skill dan Roh Spiritual nya lalu ikut berdiri bersama Arie dan Julian.


"Selanjutnya! duo Neilson bersaudara! Albert Neilson bersama sang kakak! Henry Neilson! berikan sambutan meriah kalian!" teriak MC.

__ADS_1


Woshhhh....


Boommmm....


Dua Susano'o berwarna hitam dan biru dengan ukuran sedang muncul di tengah arena disusul dua Roh Spiritual berbentuk Naga dan Elang Halilintar.


Groahhhhhh....


Kyakkkkk....


Woshhhhh.....


Aura super dahsyat menyebar ke seluruh penjuru stadion yang membuat penonton bersorak heboh. Dua patung legendaris yang telah lama hilang akhirnya kembali muncul dan dapat di lihat secara langsung.


Keduanya tersenyum bangga lalu menarik kembali Roh Spiritual dan Susano'o nya. Keduanya membungkukan badan lalu berjalan menghampiri Riski, Julian, dan Arie.


"Yang terakhir! mari kita sambut! Raja dari segala Raja! Dewanya para Hunter! Panutan kita semua! Bima Abraham! sang ketua Guild Legendaris The Devil's Crew!" teriak MC dengan di sambut sorakan histeris seluruh penonton dari dalam maupun luar stadion.


Bima berjalan ke atas arena dengan kedua tangan di saku, rokok cerutu di mulutnya dan jubah putih berlogo guild berkibar bebas.


'Sial! aku merinding!' ucap Kong.


[Persiapkan diri kalian!]


Bima berdiri di tengah-tengah arena yang sangat luas itu, dan....


Woshhhhhh....


Groahhhhhhhh.....


8 Roh Spiritual dari para hewan Dewa keluar dari tubuh Bima dan membentuk lingkaran dengan Bima sebagai pusat lingkaran.


Woshhhhh...


Boommmm....


Seluruh penonton di buat semakin histeris melihat aksi Bima yang sangat di luar dugaan itu. Mereka tidak bisa berkomentar melihat kebesaran Bima. Bahkan para Hunter di buat terduduk dengan mulut menganga dan rasa putus asa.


Bima tersenyum tipis menatap Silvia yang memperlihatkan senyuman bangga dan terpesona. Bima menarik susano'o dan Roh Spiritual nya, setelah itu dia berdiri di depan kelima anggotanya.


"Sialan! berisik sekali!" ucap Riski kesal.


"Hahaha...iri dia!" ucap Julian tertawa geli.


Pihak Asosiasi pun mengeluarkan monster terakhir untuk lawan guild The Devil's Crew.


Groahhhhh....


Seekor monster kelas Dewa Iblis mengaum keras, auman yang terdengar sangat nyaring dan berbeda dengan monster-monster sebelumnya.


"Tunjukkan taring kalian." ucap Bima mengeluarkan pedangnya.


Mereka tertawa keras layaknya seorang iblis yang kejam.


Woshhh..


Woshhh...

__ADS_1


Woshhh..


Kelimanya melesat menyerang monster di depan mereka, Bima tidak langsung menyerang, dia memperhatikan sekitar untuk berjaga-jaga. Setelah di rasa aman, baru Bima ikut menyerang monster itu dengan sangat brutal dan ganas.


Pergerakan mereka sangat di luar prediksi semua orang, seperti amburadul namun ini terlihat sangat rapi dan membuat monster tingkat tinggi itu kebingungan.


"Stun!" teriak Bima melompat setinggi-tingginya.


Riski, Arie, dan Julian bergerak sangat cepat dengan kaki sebagai target utama.


Wosshhh...


Jlebbb...


Jlebbb...


Julian menusuk kaki monster itu sehingga membuat monster itu terjatuh kesakitan. Bima yang sudah siap langsung mengayunkan pedangnya dengan kecepatan cahaya.


Booommmm....


Monster itu meledak dengan tubuh terpotong dadu yang terlempar ke segala arah.


"Hahahaha...piu piu pomm!" ucap Riski melakukan tos dengan Arie.


"Ez banget!" ucap Bima membersihkan pedangnya tanpa menghiraukan sorakan histeris penonton.


"Luar biasa! kekompakan tim yang sangat sempurna!" ucap MC sangat kagum.


Saat sesi wawancara ingin di laksanakan, tiba tiba sebuah ledakan super dahsyat terjadi di luar stadion.


Duarrrrrr.....


Teriakan histeris para warga langsung membuat semua hunter berlarian keluar untuk mengevakuasi mereka ke dalam stadion.


Tidak sampai di situ, tiba tiba seekor Naga dengan kepala 100 mengaum di atap stadion menatap ke arah Bima.


"Evakuasi semua warga!" teriak Bima berlari ke arah serangan yang akan Naga itu semburkan.


Woshhhh.....


"Sial!" gumam Bima menahan serangan Naga itu menggunakan punggung nya.


"A-ayah..." ucap seorang anak perempuan yang tepat di depan Bima.


Bima tidak menanggapinya, dia fokus melindungi punggungnya dengan menyalurkan energi penguasa sebanyak mungkin untuk menyerap serangan Naga itu.


Bima menggunakan seluruh energinya untuk membuat pelindung di seluruh tribun penonton.


"Tidak ada yang boleh melukai suamiku! bajingannnn!" teriak seseorang yang terbang lalu menendang dengan keras salah satu kepala Naga hingga hancur.


"Fire Restrain!" teriak wanita itu membuat Naga dari elemen api dan menyerang Naga itu.


Bima terduduk lemas karena energinya terkuras sangat banyak dan punggungnya mendapatkan luka yang lumayan parah.


[Maju bos! ganti energimu menjadi energi alam!]


Bima bangkit lalu melesat ke arah Naga tadi, energi alam yang Bima gunakan sangat membantu dalam recovery luka di punggungnya.

__ADS_1


Booommmm...


Bersambung....


__ADS_2