
Semua anggota tim Junior telah menunjukkan taringnya pada seluruh orang, kini tinggal Jason seorang yang belum maju.
"Ayo maju sana!" ucap Riski.
"Aku tidak percaya diri ayah! aku grogi!" ucap Jason.
"Payah sekali!" ucap Riski kesal.
Buaghhhhh....
"Keluar! tunjukkan semua hasil latihanmu! perlihatkan kalau tim Junior tidak bisa di sepelekan!" ucap Bima mencengkram kerah Jason.
Plakkk....
"Kau kuat sialan!!!" teriak Julian menampar pipi Jason.
"Tunjukan padaku!!" teriak Albert.
"Yaaaa!" teriak Jason bisa kembali mendapatkan kepercayaan dirinya.
"Maju! bela ibumu!" teriak Bima mendorong Jason keluar.
"Arghhhhh!" teriak Jason berjalan keluar dengan aura yang sangat mengerikan.
Seluruh hunter yang melihat perlakuan para senior terhadap Junior mereka hanya bisa menggelengkan kepala. Tidak ada sikap lembut di dalam guild itu, dari nama saja sebenarnya sudah mencerminkan isinya.
"Hinoo!" teriak Jason.
Roh Spiritual berwujud seekor gajah putih berwajah tiga muncul dengan ukuran luar biasa besar. Roh Spiritual yang sangat kuat itu membuat seisi stadion menganga, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana kuatnya tim Senior jika tim Juniornya sudah seperti ini.
"Yaaaa!!!" teriak tim Senior dari belakang saat melihat Jason mengeluarkan potensinya.
"Itu dia!" teriak Bima.
"Sepertinya harus di latih mentalnya, payah sekali dia." ucap Henry.
"Diam kau!" ucap Bima kesal.
Henry langsung terdiam karena takut terkena semprot. Mereka menonton tim Junior yang bertarung melawan seekor monster kelas Dewa Iblis dengan sangat kompak.
Saling bekerja sama menumbangkan musuh, gerakan lincah hasil dari latihan keras kemarin, dan insting predator mereka yang mulai muncul ke permukaan.
Benar saja, dalam waktu kurang dari 30 menit mereka mampu membunuh monster itu dengan kerja sama yang epic. Seluruh isi stadion di buat terdiam karena tidak menyangka akan kekuatan tim itu.
"Haaaa!" teriak Jason menggelegar.
"Luar biasa! sangat memukau penampilan dari tim Junior Guild The Devil's Crew! berikan tepuk tangan!" ucap MC sangat mengagumi mereka.
Seluruh stadion bergemuruh menyoraki mereka, tepuk tangan yang sangat meriah, dan sorakan histeris penonton membuat Jason semakin percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
"Sangat sangat memukau! ini lah tim yang berhasil membuat rekor terbaru dalam misi kelas SS! 1 jam satu misi itu benar-benar mengerikan!" ucap MC.
"Kalau boleh, kalau boleh bisa kami lihat wajah asli kalian? pasti penonton semua penasaran dengan wajah asli kalian." ucap MC.
"Ini sudah aturan guild, rasa penasaran kalian bukan urusan kami." ucap Tigers dingin.
"Baiklah, maaf sudah mencoba menyalahi aturan guild." ucap MC langsung meminta maaf.
__ADS_1
Mereka menjawab beberapa pertanyaan dengan singkat, padat, dan jelas yang membuat beberapa orang kesal sampai melontarkan kalimat umpatan.
Namun Tigers dan kawan-kawan tidak menggubris mereka, setelah sesi wawancara selesai pun mereka langsung pergi begitu saja, sikap khas dari tim Senior yang menurun ke tim Junior.
Fans lama pasti sudah sangat mengerti sikap mereka, bahkan sikap itulah yang menjadi ciri khas guild itu.
"Tinggal poles dikit dah jadi ini!" gumam Bima sangat senang.
'Bagaimana bos?! hahaha...metode pelatihan duo monster ini manjur kan!' ucap Kong penuh kebanggaan.
'Besok kita lanjut latihannya, aku juga masih harus banyak latihan.' ucap Bima.
'Beres bos! serahkan pada kami!' jawab Zhong.
"Bagaimana ayah?! kau melihatnya kan?!" teriak Jason memeluk Riski erat erat.
"T-tolong..l-lepaskan..." ucap Riski gagap karena tidak bisa bernafas.
"Lihat perbedaan tubuh kalian! kau mau membunuh ayahmu?!" ucap Kevin menjitak Jason dengan kesal.
"Maaf ayah! aku sangat sangat bersemangat saat ini!" ucap Jason.
"Tidak papa..." jawab Riski lemas.
Mereka sibuk merayakan keberhasilan tim Junior yang sangat luar biasa. Berbeda dengan Bima yang asik menonton pertunjukan guild selanjutnya bersama Henry dan Albert melalui jendela besar.
"Memangnya kita harus berteriak-teriak begitu?" tanya Henry.
"Menjijikkan sekali!" jawab Bima.
"Padahalkan bisa di batin, kenapa harus teriak-teriak." ucap Albert.
"Geli sendiri aku dengarnya!" ucap Bima merinding.
Teman-temannya yang melihat kakak beradik sama sama menonton pertandingan di buat menggelengkan kepala. Satu darah satu ketertarikan dan satu sifat, itulah yang menggambarkan Neilson bersaudara.
"Lapar, ini gak ada konsumsi ya?" tanya Bima berbalik.
"Gak akan di kasih kalau kita belum tampil." jawab Julian.
"Jajan aja yok, bosen juga aku lama lama di sini." ucap Riski.
Saat ingin pergi, mereka di datangi oleh Berliana dan yang lainnya dengan membawa berbagai macam makanan.
"Sini makan siang dulu." panggil Berliana.
"Emang boleh mah masuk ke area Hunter ini?" tanya Bima.
"Kalau jam makan siang siapapun boleh nak, itu mereka juga di datengin keluarganya." jawab Berliana menunjuk hunter lain yang sama sama di temui oleh keluarganya.
"Kalian dapat urutan ke berapa?" tanya Bram.
"Terakhir." jawab Bima ketus karena sangat kesal saat mengingat urutannya.
"Justru bagus, semakin sore semakin ramai, banyak loh yang hari minggu masih kerja. Jadi nanti pasti penonton semakin membludak." ucap Bram.
"Emang bener, tapi kan kalau tau tampil sore bisa dateng agak siangan." ucap Bima sambil mengunyah makanan yang Silvia suapkan.
__ADS_1
"Hahahah....gak papa, itung itung belajar sabar." ucap Bram terkekeh.
"Nanti hati hati aja, firasatku tidak terlalu baik." ucap Silvia.
"Aman sudah, aku juga ngerasa hal yang sama." jawab Bima menepuk-nepuk pucuk kepala Silvia.
"Nanti keluarin apa ya? bingung." gumam Henry berpikir keras sambil memakan nasi kuning pemberian Diana.
"Kita duet saja kak, Duo Neilson bersaudara! julukan itu sangat keren!" usul Albert.
"Kita tunjukkan kekuatan Susano'o yang melegenda!" ucap Henry mengepalkan tangannya.
"Ya!" ucap Albert tegas.
"Pace! kita keluar sendiri sendiri saja ya! aku mau pamer skill baru! nanti kau perhatikan ya! biar kedepannya lebih mudah combo!" ucap Riski pada Arie.
"Siap!" jawab Arie mengacungkan jempolnya.
"Pace, kau punya Roh Spiritual apa?" tanya Bima.
"Seingat saya Panda kaka Bima, saya tidak tau kekuatannya apa dan namanya siapa karena belum pernah berinteraksi secara sadar." jawab Arie.
"Panda? tunggu, jangan bilang pandamu memiliki dua crystal kecil di dahinya!" ucap Bima.
"Benar kaka! dia memiliki dua crystal di dahinya!" jawab Arie.
[Pantas dia bisa summon Snow Golem bos! keturunan asli Dewi Nirvana!]
"Keluarkan nanti! aku mau lihat!" ucap Bima tersenyum senang.
"Nanti saya coba." jawab Arie.
"Jul! kau keluar pertama ya! habis itu Arie, terus aku!" ucap Riski.
"Iya." jawab Julian yang asik berbincang dengan Indah.
"Kau terakhir kan kak?" tanya Albert.
"Iya, malas sekali keluar pertama." jawab Bima.
"Bilang saja malu! banyak alasan!" ucap Silvia mencubit perut Bima.
"Siapa juga yang malu." jawab Bima ketus.
"Ngaku aja." ucap Silvia terkekeh geli.
Bima tidak menjawab, dia hanya memalingkan muka dengan ekspresi kesal.
"Udah cepetan makan, waktunya udah mepet." ucap Diana.
Bima merebut makanannya dan memakannya dengan lahap, selesai makan siang, Berliana dan yang lainnya pun kembali ke ruangannya untuk menyaksikan penampilan guild guild selanjutnya.
"Udah kenyang, turu!" ucap Bima rebahan di bangku panjang.
"Bangunin ya nanti!" ucap Bima mulai menutup matanya.
Akhirnya Bima tertidur pulas karena kekenyangan, sedangkan teman-temannya masih asik menonton pertunjukan, ada juga yang mabar push rank dan bermain sosial media untuk menghilangkan kejenuhan.
__ADS_1
Mungkin karena lelah dan bosan bercampur menjadi satu, mereka tertidur satu persatu.
Bersambung....