King Of Universe

King Of Universe
Bab 68


__ADS_3

"Tapi gak papa lah, selagi gak ngelakuin hal buruk aku dukung aja." ucap Riski.


"Kau gimana Zal?" tanya Bima.


"Apa?" tanya Rizal bingung.


"Gimana hubunganmu sama Riana? kata ijul udah tunangan." jawab Bima.


"Ijul siapa lagi cok!" ucap Rizal semakin bingung.


"Julian blok! dia panggil Julian itu ijul kalau gak jul." jawab Kevin.


"Ooo! dia itu emang lemes banget mulutnya!" ucap Rizal kesal.


"Udah tunangan beneran ya? wahh gak undang-undang kau Zal!" ucap Riski kecewa.


"Belum anjir! itu baru rencana." jawab Rizal.


"Keburu putus anjink!" ucap Kevin.


"Mulutmu vin anjink!" ucap Rizal kesal.


"Aku kasih tau ya! tunangan itu kasarnya kau udah booking dia jadi istrimu! kalau gak gitu dia bisa bebas cari pria lain yang lebih serius!" ucap Kevin.


"Hayolo! kau mau tiba tiba di rumahnya ada tenda biru? sakit lho Zal." ucap Riski.


"Sialan! malah nakut nakutin!" ucap Rizal kesal.


"Santai aja kali, kalau dia serius sama kau juga gak bakalan melenceng. Jodoh gak akan kemana Zal, kau fokus ke tujuanmu dulu aja." ucap Bima terkekeh geli.


"Bener kata Bima, kau santai aja, aku tadi cuma mewanti wanti." ucap Kevin.


"Kevin pernah cerita sama aku, dia pingin punya istri lima cok! parah banget!" ucap Bima.


"Weh! mulutmu!" ucap Kevin kesal.


"Wahh! parah kau vin! emang tititmu sanggup?" ucap Riski.


"Itu cma fantasi blok! tapi kalau jadi nyata apa boleh buat!" ucap Kevin memainkan alisnya.


"Parah cok! gak nyangka aku!" ucap Riski menggelengkan kepala.


"Buka aib anjink Bima!" ucap Kevin kesal.


"Hahahaha..." Bima tertawa geli melihat wajah merah Kevin yang sangat malu.


Selesai makan malam, mereka langsung pergi istirahat di kamar masing-masing. Keesokan harinya, saat sarapan terjadi cekcok antara Silvia dengan Aulia karena Aulia yang terus memaki-maki Silvia sebagai pelakor.


"Dasar wanita murahan! perebutan suami orang! najis!" ucap Aulia oenuh kebencian.


'Berat memang jadi pria tampan.' ucap Bima dalam hati.


'Hoekkk! menjijikkan!' ucap Kong muntah.


'Hahahaha...' Bima tertawa geli mendengar suara Kong.


"Menjijikkan? apa di kamarmu tidak ada kaca nona?" tanya Silvia sinis.


"Cih! kau wanita ****** menjijikkan! hanya bisa merebut! tidak berusaha sendiri mendapatkannya! sampah!" ucap Aulia sinis.

__ADS_1


"Sudah! apasih! masih pagi lo ini!" teriak Zoya marah.


"Dia yang mulai!" ucap Aulia menunjuk Silvia.


Saat Silvia ingin menjawab, mulutnya di bekap oleh Bima dengan wajah risih.


"Makan, gak usah banyak omong." ucap Bima dengan suara tenang namun terdengar tegas.


"Iya bi, maaf." jawab Silvia lirih.


Mereka pun lanjut makan, tidak ada lagi cekcok antara kedua wanita cantik itu. Selesai makan, Bima meminta Silvia untuk berbicara di taman.


"Maaf bi, aku tadi di kuasai emosi." ucap Silvia menunduk lesu.


"Lain kali tidak usah di tanggapi, tidak penting. Kamu itu jauh lebih tua, harusnya juga jauh lebih dewasa, hal hal sepele seperti tadi tidak usah di gubris. Derajat kamu juga lebih tinggi, biarkan saja." ucap Bima santai.


"Maaf..." ucap Silvia.


"Sudah, tak usah di perpanjang, aku gak mau kamu tertekan." ucap Bima membelai pipi Silvia lembut.


"Bibi jangan marah." ucap Silvia.


"Siapa yang marah? aku gak marah." jawab Bima tersenyum.


Silvia tersenyum manis dan memeluk Bima erat, hari hari Bima pun di penuhi dengan wajah cantik dan indah Silvia yang selalu tersenyum saat di depan Bima.


Setiap habis makan Bima selalu meminta untuk ngobrol dengan Silvia di taman belakang basecamp, Bima mau mengenal Silvia lebih dalam, dia mau mengetahui sifat Silvia, dan ekspresi Silvia di berbagai situasi saat berbicara.


Tidak ada aktivitas lain yang Bima lakukan selain duduk di kursi roda dan menyembuhkan diri menggunakan energi Dewa. Teman-temannya juga melaksanakan aktivitas seperti biasanya, melakukan tugasnya sebagai tim pembersih portal, ngobrol bersama di gazebo untuk mempererat tali persaudaraan, dan beberapa kali main gaple atau remi du sela sela masa lenggang.


Sampai akhirnya 6 bulan berlalu, kini tubuh Bima sudah kembali normal walaupun kekuatannya turun drastis karena tidak pernah latihan 10 bulan.


Kakinya sudah bisa berjalan normal, tangan kanannya sudah bisa di gerakan secara normal, dan luka dalamnya sudah sembuh total berkat bantuan sistem serta sang ayah dan pamannya.


"Bibi! mau susu murni tidak?" tanya Silvia saat Bima dan Riski sedang beristirahat di gazebo.


"Mau." jawab Bima.


"Okey!" ucap Silvia mengacungkan jempol.


Setelah itu keduanya pun langsung memulai gym di ruangan olahraga yang juga terdapat Doni dan Tigers.


"Gimana kakimu?" tanya Doni.


"Dah sehat." jawab Bima sembari mengangkat dua dumbbell 12kg.


"Baguslah kalau gitu." ucap Doni senang.


Selesai olahraga, Bima meminum susu murni yang sudah Silvia sediakan di meja makan. Sambil minum susu, Bima memperhatikan kondisi tubuhnya yang sudah tidak proporsional.


'Jadi lembek gini.' batin Bima.


[Latihan bos!]


'Iya, aku juga rencananya mau latihan berat.' jawab Bima.


[Aku tunggu]


"Kenapa bi?" tanya Silvia yang datang untuk mengambil minum.

__ADS_1


"Gak papa." jawab Bima.


"Udah sehat?" tanya Silvia tersenyum penuh arti.


"Udah, kenapa?" jawab Bima.


"Nanti malam ya, aku kangen ular perkasa kamu." bisik Silvia lalu mencium pipi Bima lembut.


"Iya deh, siap siap ya." ucap Bima tersenyum.


"Aku mah siap kapan aja! mau sampai loyo juga aku jabanin! demi kepuasan batin kamu!" jawab Silvia mencolek hidung Bima.


"Memang istri terbaik!" ucap Bima mencium kening Silvia.


"Maacih!" ucap Silvia lalu pergi kembali ke kamarnya.


Setelah istirahat sejenak, Bima pun pergi ke kamarnya untuk mandi. Bima berendam di bathtub supaya otot-otot nya rileks.


[Kau mau latihan apa bos?]


"Apa ya? pokoknya mau balikin kekuatan sama tubuhku." jawab Bima juga bingung.


[Latihan seperti biasa saja berarti]


"Iyaa sih." jawab Bima.


Selesai mandi, Bima duduk di balkon kamar sembari merokok santai. Saat sedang mengutak-atik ponselnya, Silvia datang dan langsung memeluk Bima dengan erat.


"Bi.." panggil Silvia.


"Apa?" jawab Bima menengok.


"Aku pingin! aku gak sabar bi! gak bisa fokus aktivitas!" rengek Silvia manja.


"Masih pagi lo." ucap Bima.


"Gak papa! pasang Array kedap suara aja!" jawab Silvia memaksa.


"Nafsuan banget si." ucap Bima kesal.


"Pliss bi!" ucap Silvia memasang wajah memelas.


"Ya udah deh!" jawab Bima menggendong Silvia masuk lalu memasang Array kedap suara dan mengunci pintunya.


Keduanya langsung melakukan hubungan suami istri dengan sangat heboh, Silvia di buat kewalahan dengan permainan lembut Bima.


Silvia berkali-kali kencing karena perlakuan Bima yang sangat merangsang, sampai akhirnya setelah 4 kali melakukannya Bima pun mengakhiri sesi panas ini karena sudah lelah dan tidak tega pada Silvia yang tubuhnya bergetar hebat.


"Nanti malem jadi?" tanya Bima memeluk Silvia.


"U-udah, besok lagi, lemes bangettt biii." jawab Silvia menggeleng cepat.


"Hahahaha....katanya siap kapanpun." ucap Bima tertawa.


"Ini terlalu nikmat bi! bikin gak tahan." jawab Silvia.


"Makanya olahraga, biar bisa tahan lama, badan kamu juga lebih kurus, gak enak di lihat. Gemukin dikit, biar atas bawah juga nambah." ucap Bima nyengir.


"Kamu mah gitu! ya udah aku besok olahraga ya, biar badanku nambah sexy! biar kamu bisa puas." ucap Silvia mencium bibir Bima lalu tertidur pulas.

__ADS_1


Bima pun juga tertidur pulas karena lelah melayani Silvia yang menurutnya lebih jago dari Zoya maupun Aulia.


Bersambung...


__ADS_2