
Keesokan harinya, Bima seharian hanya bersantai di balkon bersama Zoya bercerita berbagai hal dengan canda tawa sepanjang hari. Hubungan yang sudah semakin erat membuat Bima tak lagi merasa canggung saat berdekatan dengan Zoya.
Hari itu media di gegerkan dengan lengsernya Edward dari kursi kepala Asosiasi Hunter pusat dan di gantikan dengan seorang wanita cantik berdada besar bernama Stella. Stella berani melengserkan Edward karena dia adalah anak pertama dari keluarga Haryanto yang paling berkuasa dan terkenal sangat tegas dan kejam.
Tak sampai situ, media kembali di buat kaget dengan munculnya guild baru yang di ketuai Bima dan beranggotakan 6 orang. The Beast, nama yang sangat cocok dengan cara bertarung anggotanya, nama yang terus terngiang-ngiang di benak semua orang.
Masih ada satu berita yang tak kalah heboh, yaitu ketua Asosiasi Internasional tak jadi menerima tantangan Bima karena berbagai alasan tak masuk akal. Hal ini tentu saja membuat netizen langsung menghina pihak Asosiasi Internasional karena di anggap takut melawan seonggok sampah negara.
.
.
.
.
Hari hari berlalu begitu cepat, 1 tahun berlalu sangat cepat tanpa terasa. Guild The Beast meroket, mereka dengan cepat melengserkan Guild Black Dragon yang menduduki peringkat pertama dengan berbagai perolehan mentereng.
Dari guild pertama yang mampu menyelesaikan 150 misi pembersihan portal kelas Naga dalam kurun waktu 2 bulan. Guild pertama yang mampu menyelesaikan 4 portal kelas Iblis dalam satu hari.
Guild pertama yang mampu menyelesaikan 7 portal kelas Dewa dalam kurun waktu 3 hari. Dan guild satu satunya yang memiliki anggota rata dengan kelas Dewa Semesta.
Topeng Hannya identitas khas dari guild The Beast menjadi salah satu souvenir wajib jika tourist luar negeri berkunjung ke Asosiasi Hunter Indonesia. Jubah khas dari kain sutra indah milik Bima yang terdapat beberapa lubang akibat pertarungan melawan Naga Penguasa menjadi salah satu pajangan di musium Asosiasi.
Guild satu-satunya yang mampu membuat semua orang segan terhadapnya, mau kepala Asosiasi, Presiden, petinggi Asosiasi, para kepala keluarga ternama, kepala guild ternama, bahkan para hunter biasa sangat segan jika bertemu di jalan.
Kini Bima dan kawan-kawan menjadi orang yang paling di segani dan di hormati, mereka menjadi sangat bebas di negaranya karena pencapaiannya yang sangat luar biasa.
Hubungan Bima dan Zoya pun sudah sangat erat, saling melengkapi, saling pengertian, saling menyemangati, saling terbuka satu sama lain, walaupun beberapa kali bertengkar hebat karena beda pendapat.
Ya namanya rumah tangga, harus ada pertengkaran di dalamnya sebagai bumbu yang akan menjadikan sebuah hubungan sempurna penuh cita rasa.
Hubungan Bima dengan Berliana tak kunjung membaik walaupun Berliana dan keluarganya sering datang ke rumah Bima untuk mempererat hubungan kekeluargaan mereka. Bukannya mempererat hubungan, Berliana malah lebih sering meregangkan hubungan anak dan ibu.
Berliana sangat sangat sering mengomentari semuanya yang Zoya lakukan, mau itu salah, mau itu benar, semua Berliana komentari dengan nada tak suka. Berbeda dengan Alena yang sangat akrab pada Zoya, Alena sering memberikan berbagai tips menjadi seorang istri yang baik dan benar.
Andi dan kedua adik laki-laki nya pun sering berbincang dengan Bima membicarakan tentang berbagai hal soal berita berita yang sedang panas ketika berkunjung.
Satu tahun ini Bima juga berkali-kali berlatih dengan Adrian tentang bagaimana menjadi seorang leader dan pemimpin sebuah kelompok. Bima juga berkali-kali berlatih kemistri dengan para bawahannya, hal ini tentu saja membuat kekuatannya dan kekuatan para bawahannya meningkat drastis.
.
.
.
Hari Sabtu sore, Bima dan Zoya baru saja sampai rumah setelah 5 hari berlibur di pulau dewata untuk menjernihkan pikiran mereka. Mereka pergi mandi lalu beristirahat di kamar karena tubuh mereka yang terasa pegal.
Keesokan harinya, setelah sarapan Bima duduk bersantai di ruang keluarga bersama Zoya sambil menonton TV. Bima menonton berita yang mengumumkan tentang sebuah portal misterius kelas Dewa Murni yang muncul di tengah laut pantai Ancol.
Portal berwarna Hitam pekat dengan aura merah darah mengitarinya.
"Itu portal iblis sayang, kemungkinan salah satu petinggi kerajaan Iblis yang memulai misi mereka untuk menguasai dunia." ucap Zoya sambil memeluk Bima erat.
"Kamu tau dari mana?" tanya Bima heran.
__ADS_1
"Aku dulu bagian dari mereka, masalaluku sangat kelam sayang, bergabung dengan Kekaisaran Iblis untuk menguasai alam Dewa dan ikut andil dalam membangkitkan Raja Iblis legendaris yang kamu kalahkan untuk menguasai alam semesta." jawab Zoya bercerita.
"Berarti yang keluar dari portal kemungkinan pasukan Iblis dong?" tanya Bima.
"Iya, gak cuma pasukan Iblis saja, tapi monster Iblis dan Beast Iblis tunggangan petinggi Kekaisaran." jawab Zoya.
"Ohhhhh..." ucap Bima paham.
"Aku harap Asosiasi gak memerintahkan salah satu guild untuk masuk ke dalam dan mencegah portal break, itu akan sangat berbahaya dan kemungkinan selamatnya hanya 0,01% saja." ucap Zoya.
"Bodoh kalau Asosiasi melakukannya." ucap Bima.
[Kau sudah siap belum bos?]
'Siap apa?' tanya Bima bingung.
[Bodoh! katanya kau liburan mau memikirkan ini! sialan kau bos!]
'Apa sih? aku lupa bob!' ucap Bima kesal.
[Tuan Adrian mau mewariskan tahtanya padamu! tahta tertinggi di jagat raya ini! kau siap belum?! sialan! malah lupa!]
'Kau keseringan ritual malam bos! dengkul kopong otak pun kopong! bodoh!' ucap Kong kesal.
'Belum! aku masih merasa belum cocok bob! kau pikir menerima title sebesar itu tak butuh tanggungjawab besar! sialan kau!' ucap Bima.
'Nak, title ini adalah satu-satunya title yang bebas tanggungjawab, title yang membebaskan pemiliknya mau melakukan apapun asalkan itu baik untuk alam semesta. Pemilik title ini juga hanya memiliki satu tanggungjawab yang setiap hari sudah kamu lakukan, yaitu melindungi sesama makhluk hidup yang berjalan lurus mengikuti arus, bukan makhluk hidup yang melenceng ke jalan keburukkan.' ucap Adrian menjelaskan.
'Bohong! ayah bohong! mana ada title raksasa yang sebebas itu! aku tak percaya!' ucap Bima.
'Jangan mengejekku hey pak tua!' ucap Bima kesal.
'Sudah lanjutkan hidupmu!' ucap Dewa Amral.
"Istirahat dulu sayang, aku tau kamu capek ngepush guild, jangan terlalu mengejar tahta, kesehatan dan kebahagian kamu juga harus di imbangi." ucap Zoya menatap Bima penuh kasih sayang.
"Iya, aku tau." jawab Bima tersenyum tulus.
"Aku minta liburan bukan cuma sekedar mempererat hubungan, tapi ini demi kebaikan tubuh dan mental kamu yang aku tau pasti capek banget ngepush guild setahun penuh." ucap Zoya membelai pipi Bima lembut.
"Iya, aku paham kok." jawab Bima mengelus kepala Zoya lembut.
"Portal itu biar Asosiasi yang urus, kamu istirahat dulu sejenak. Kalau Asosiasi gak sanggup, berarti mereka terlalu bergantung pada guild kamu, itu gak bisa di tolerir. Kamu harus beri pelajaran, kayak satu guild vakum tiba tiba, itu pasti bakal buat Asosiasi bikin satu gebrakan demi keamanan masyarakat." ucap Zoya.
"Iyaaa..." jawab Bima tersenyum lembut.
Namun tak seperti apa yang Bima dan Zoya pikirkan, Stella memerintahkan guild The Destroyer yang di pimpin langsung oleh Austin, ayah kandung Bima untuk masuk ke dalam portal dan mencegah terjadinya portal break demi keamanan masyarakat.
"Kau siap?" tanya Stella tegas.
"Siap nyonya! kami siap melakukan apapun demi keamanan masyarakat!" jawab Austin tegas.
"Keamanan kami ada di punggung kalian! semoga berhasil!" ucap Stella.
"Baik! kami pergi dulu!" ucap Austin memberi hormat, lalu pergi bersama anggota guildnya.
__ADS_1
"Apakah nyonya sudah memikirkan matang matang? beliau ayah kandung dari Bima. Kalau sampai terjadi hal yang tak di inginkan, maka Bima sendiri yang akan turun tangan dan menghakimi nyonya dengan caranya sendiri." ucap Tommy, asisten Stella.
"Masa guild peringkat 5 tak sanggup mengatasi portal recehan! menjijikkan! sudah! biar aku yang urus semua akibatnya! kau boleh pulang!" ucap Stella menganggap remeh semua ini.
"Baik nyonya." jawab Tommy pergi.
Austin dan anggota guildnya pergi ke pantai Ancol untuk melaksanakan misi, sesampainya di bibir pantai, Austin mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada keluarga dan Bima secara khusus.
"Sudah?" tanya Austin menghela nafas panjang.
"Sudah pak!" jawab salah satu anggota dengan tubuh bergetar karena menahan tangis.
"Kalian kalau merasa tak rela silahkan pulang, biar aku yang urus semua ini." ucap Austin.
"Tidak! kami sebagai hunter berjiwa kesatria tak akan mengingkari ucapan siap! melangkah bersama, matipun bersama!" jawab salah satu anggota dengan tegas.
"Yaaa! demi masyarakat hidup nyaman!" teriak mereka tegas.
"Terimakasih sudah mengabdikan hidup kalian dengan guild kecil ini, maafkan kalau aku sering mengecewakan kalian." ucap Austin tersenyum.
"Anda tak pernah mengecewakan pak! kami sangat beruntung memiliki kepala guild seperti anda!" jawab Deni, ketua guild The Destroyer yang selalu turun ke lapangan.
"Terimakasih, kalau begitu ayo berjuang bersama!" ucap Austin tersenyum senang.
"Yaaaa!!!" teriak mereka tegas penuh semangat.
Mereka pun naik ke atas kapal dan pergi menuju tengah laut dan masuk ke dalam portal. Mereka muncul di sebuah hutan rawa yang sangat mencekam di tambah langit yang berwarna merah darah.
Guild beranggotakan 25 orang itu berjalan dengan Austin sebagai pemimpin. Mereka berjalan menyusuri jalan setapak yang entah menuju kemana.
Setelah 3 jam berjalan, akhirnya mereka sampai di ujung jalan dan terlihatlah sebuah pasukan gabungan dari Iblis, monster Iblis, dan Beast Iblis yang di tunggangi Iblis berukuran 2x manusia dewasa.
Mereka terlihat tersenyum bahagia ketika melihat kedatangan Austin dan anggotanya.
"Akhirnya yang di tunggu datang juga! berani mati ya kalian para manusia hina!" ucap Asmodeus, sebagai jendral dari pasukan raksasa itu.
"Iblis menjijikkan!" teriak Austin yang langsung membuat Asmodeus marah.
"Bunuh dan siksa mereka!!! bajingan!!!!!" teriak Asmodeus penuh amarah.
Pasukan raksasa dari berbagai rasi menjijikkan itupun langsung menyerang Austin dan anggotanya. Austin dan anggotanya pun tak mau pasrah begitu saja, mereka mengeluarkan Beast Spiritualnya masing-masing dan bertarung sekuat tenaga.
Boomm..
Boomm...
Boomm...
Ledakan beruntun terdengar berkali-kali, akibat dari serangan combo guild The Destroyer. Di tengah pertarungan, Austin mengirimkan pesan kode khusus yang hanya di pahami Bima dan kawan-kawan.
Kode yang di kirimkan melalui sebuah ilusi dari gagak hitam legendaris milik Austin. Gagak itu di perintah Austin untuk datang ke Asosiasi dan menyampaikan pesan pada Guild The Beast.
Setelah itu barulah Austin bertarung mati matian bersama para anggotanya. Walaupun sudah mengeluarkan skill skill terhebatnya, mereka masih tetap kalah dan akhirnya mati mengenaskan di tangan pasukan Asmodeus.
Bersambung....
__ADS_1