King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 106


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi hari pukul 08.00 Bima di bangunkan oleh Jennifer yang sudah berpakaian rapi.


"Sayang, bangun, ayo temenin aku." ucap Jennifer mencoba membangunkan Bima dengan mengelus pipi Bima dengan lembut.


"hemm...5 menit..." jawab Bima menutup wajahnya dengan bantal.


"5 menit ya, awas kalau enggak bangun juga." ucap Jennifer lalu pergi untuk menemui Adel.


Sedangkan Bima kembali terlelap, namun saat sedang mimpi indah tiba tiba sistem membangunkannya dengan alarm keras.


[Dinggg....donggggg....bangunnnn...sudah lima menit.....]


"Ck! ganggu aja sialan!" seru Bima kesal lalu beranjak pergi masuk ke kamar mandi.


[Kau pemalas bos! sialan!]


"Cerewet!" ucap Bima ketus.


Selesai mandi Bima langsung bersiap siap untuk pergi menemani Jennifer entah kemana.


"Sayang! sudah be-..." ucap Jennifer langsung terdiam saat melihat Bima yang berpakaian rapi dan terlihat sangat tampan.


"Apa?" tanya Bima menengok.


"A-aku t-tunggu d-di aula!" jawab Jennifer dengan wajah merah lalu berlari pergi.


"Kenapa dia?" tanya Bima keheranan.


[Entah bos]


'Kau sangat tampan bos! woahhhh!' ucap Kong terpesona.


"Menjijikkan Kong! sialan!" ucap Bima kesal.


'Cih! di puji bukannya senang!' ucap Kong kesal.


Bima pun keluar dari kamar untuk menemui Jennifer, karena mulutnya asam Bima pun menyulut rokoknya sambil berjalan santai menyusuri lorong.


Saat masuk aula utama, seluruh orang yang ada di sana langsung berhenti berbincang-bincang karena terpesona dengan ketampanan Bima.


'Sial! aku benci momen seperti ini!' batin Bima kesal.


[Hahaha...resiko bos!]


"Jadi keluar tidak?!" tanya Bima ketus.


"I-iya..." jawab Jennifer langsung menggendong Adel dan bergegas menghampiri Bima.


"Ayah tampan sekali!" ucap Adel dengan mulut menganga.


"Jelasss!" jawab Bima sombong.


Mereka bertiga pun berangkat ke pemerintahan yang mengatur seluruh kehidupan di alam semesta. Bima tidak melakukan apapun di sana, dia hanya menggendong Adel yang terus makan camilan sambil menunggu Jennifer mengurus semua urusannya.


"Ayahhh...Adel laparrrr...." rengek Adel sambil memeluk Bima erat erat.


"Lapar? masih lapar kamu bilang?" tanya Bima melotot.


"Hehehe....Adel kalau belum makan nasi belum kenyang ayahhh..." jawab Adel nyengir.


"Nanti ya, kita makan bersama di luar, tunggu ibu sebentar." ucap Bima mengusap lembut rambut Adel.


"Adel mau ayam ya ayah!" ucap Adel semangat.

__ADS_1


"Nanti bilang ke ibumu." jawab Bima.


"Eee...tidak jadi deh, nanti Adel ikut ibu saja." ucap Adel langsung berubah pikiran.


"Pfftttt...." Bima menahan tawanya saat melihat Adel berubah pikiran.


"Ayah jangan ketawa!" ucap Adel cemberut.


"Iya iya...pffttt...." jawab Bima mencoba menahan tawanya.


"Hemphhh!" dengus Adel kesal.


Setelah 3 jam berlalu, Jennifer pun kembali dengan tersenyum manis saat melihat Adel tertidur pulas di pelukan Bima.


"Di apain?" tanya Bima datar.


"Hem? t-tidak kok!" jawab Jennifer pucat.


"Aku suamimu, jangan di pendam sendirian, kebiasaan buruk." ucap Bima dingin dengan mata RinneSharingan telah aktif.


'Bosss...' panggil Drago dengan suara berat menandakan amarahnya sudah tidak bisa di tahan lagi.


"Tenanglah, ini bukan ranah mu." gumam Bima dengan nafas tidak teratur.


"S-sayang, a-ayo pulang, kasihan Adel." ucap Jennifer menggenggam erat tangan Bima.


"Cerita." ucap Bima dingin.


"A-aku d-di l-l-lecehkan." jawab Jennifer tergagap karena takut Bima mengamuk di sana.


[Sepertinya ini tempat yang cocok untuk mencoba kekuatan penuhmu bos!]


"Di sentuh?" tanya Bima datar.


"B-belum sampai di sentuh kok, aku masih bisa menjaga diri." jawab Jennifer.


"I-iya, itu aku di remas." jawab Jennifer menunduk penuh ketakutan.


Bima tanpa banyak bicara langsung memberikan Adel pada Jennifer dan berjalan menuju ruangan yang berisi seluruh petinggi pemerintahan.


Bruakkkk....


Bima menendang pintu ruangan hingga hancur dan mengagetkan seluruh orang yang ada di dalam.


"Hey! jaga sopan santunmu!" teriak pria 1.


"Jangan membicarakan tentang sopan santun jika kalian tidak memilikinya!" ucap Bima dingin dengan aura kegelapan menyebar ke seluruh ruangan.


"Kau dewa rendahan! beraninya mengancam kami yang memiliki derajat lebih tinggi darimu!" teriak pria 2.


"Ashura! hentikan!" teriak seorang pria yang sangat Bima kenali.


"Howard!" ucap Bima dengan aura penguasa yang langsung meledak di dalam ruangan itu hingga membuat gedung bergetar hebat.


"Jaga sopan santunmu! aku pamomongmu!" teriak Howard marah.


"Kau tidak terima? ayo bertarung! sampai mati! kita buktikan siapa yang berkuasa atas hidupku!" teriak Bima yang sudah benar-benar habis kesabaran.


Woshhhhh....


Sosok pria tua yang dulu pernah Bima temui pun muncul tepat di depan Bima dengan aura keagungan yang sangat kuat, namanya adalah Fergie, sosok kakek tua yang sempat menemui Bima saat dalam kondisi di segel.


"Cucuku nak, astagaa, kamu kenapa?" tanya Fergie panik.

__ADS_1


"Kakek, apa yang akan kakek lakukan ketika istrimu di lecehkan?" tanya Bima balik.


"Ohh, paham paham! kakek paham! baiklah! lanjutkan saja! para tikus tikus ini memang sudah lama merepotkan!" ucap Fergie langsung paham.


"Kau mau apa? hah? mau membunuh kami? hahahaha...tidak akan bisa! kami abadi! tidak ada yang bisa mengalahkan kami! bahkan Tuhan sekalipun tidak akan bisa menyakiti kami!" teriak pria 3.


"Bunuh!" ucap Fergie dingin.


Woshhhh....


Buaghhh....


Arghhhh....


Bima melesat dan menendang keras dada pria itu yang membuatnya terpental dan mengerang kesakitan.


"Sudah tidak memiliki sopan santun, meremehkan Tuhan! kau itu tidak lebih baik dari seonggok iblis!" ucap Bima menusuk secara perlahan leher pria itu.


Teriakan yang memilukan tidak bisa terhindarkan, cipratan darah segar mengenai pakaian Bima dan membuatnya tersenyum lebar.


"Aku sudah lama tidak meminum darah manusia." ucap Bima menyeringai.


"Kau iblis menjijikkan!" teriak pria 1 lalu melesat menyerang Bima.


Woshhhh....


Booommmm....


Pertarungan hebat pun tidak dapat terhindarkan, karena tidak mau menimbulkan korban salah sasaran, Bima pun membobol jendela dan memancing pertarungan di luar.


Bima terbang di atas langit dengan aura penguasa yang bergabung dengan aura kegelapan menyelimuti tubuhnya hingga memunculkan siluet wujud asli Bima namun bukan sosok dewa, tapi wujud Dewa Neraka yang terkenal sangat kuat dan kejam.


"Kamu sudah melenceng dari jalan yang aku berikan Bima!" teriak Howard sangat marah menyadari Bima yang sudah menjadi Dewa Neraka.


"Kau bahkan tidak ada di saat aku kesulitan! kau itu bukan pamomong! kau hanyalah entitas tidak berguna di dalam hidupku! kau tidak lebih berguna di banding para bawahan yang selalu ada kapanpun dan dimanapun aku!" teriak Bima dengan tatapan penuh amarah.


"Bunuh!!!" teriak Fergie dari bawah dengan penuh amarah.


"Sampaikan salamku pada para penghuni Neraka!" ucap Bima lalu melesat menyerang mereka semua dengan Indra Susano'o yang sangat luar biasa kuatnya.


Woshhh....


Booommm...


Booommm...


Booommm...


Ledakan ledakan dahsyat terus menerus terdengar bersahutan, ledakan ledakan itu membuat seluruh Dewa Dewi penguasa berkumpul untuk mengecek apa yang sedang terjadi.


Bahkan Aron, Amon, Adrian, Jennifer dan Adel melihat secara langsung bagaimana kejamnya Bima jika sudah masuk mode kemarahannya.


"Ayah kenapa bu? kenapa ayah marah bu?" tanya Adel menatap Bima sambil menangis.


"Kamu akan tahu di kemudian hari nak, kamu jangan sampai takut pada ayah ya." jawab Jennifer memeluk Adel erat.


"Adel tidak akan takut pada ayah bu!" ucap Adel memeluk erat Jennifer.


Woshhhh....


Bammm....


Adrian yang tidak mau hal yang buruk terjadi di seluruh alam semesta pun mencoba untuk menghentikan pertarungan mereka.

__ADS_1


"Hentikan!!!" teriak Adrian keras.


Bersambung....


__ADS_2